Peristiwa Nasional

Pasal Penghinaan Presiden, Mahfud MD: Sebelum Jadi Menko, RKUHP Sudah Disetujui DPR

Kamis, 10 Juni 2021 - 10:26 | 37.14k
Pasal Penghinaan Presiden, Mahfud MD: Sebelum Jadi Menko, RKUHP Sudah Disetujui DPR
Menko Polhukam Mahfud MD. (FOTO: dok Mahfud MD)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTAMenko Polhukam Mahfud MD ngatakan, dirinya tak pernah ikut campur soal adanya pasal penghinaan Presiden dan Wakil Presiden dalam draf Rancangan Kitab Hukum Undang-undang Pidana (RKUHP).

Tokoh asal Madura itu menjelaskan, pasal itu disetujui pemerintah dan DPR RI saat dirinya belum menjabat sebagai Menko Polhukam. Kala itu pada September 2019 pembahasannya sempat ditunda dan kembali akan dibahas di parlemen beberapa waktu terakhir.

"Sebelum saya jadi Menko, RKUHP sudah disetujui oleh DPR tapi September 2019 pengesahannya ditunda di DPR," tulis Mahfud MD dalam akun Twitternya dikutip Kamis (10/6/2021).

Pasal penghinaan Presiden dan Wakil Presiden memang mengundang pro dan kontra. Kemarin, Menkumham Yasonna H. Laoly menilai, pasal di RKUHP itu adalah sah-sah saja.

Hal itu lanjut politisi PDIP tersebut, untuk mempidanakan pihak-pihak yang menyerang harkat dan martabat presiden secara personal. Dan bukan untuk membungkam kritik.

"Mengkritik presiden itu sah, kritik kebijakan sehebat-hebatnya kritik. Bila tidak puas pun ada mekanisme konstitusi. Tapi sekali soal personal, yang kadang-kadang dimunculkan, presiden kita dituduh secara personal dengan segala macam isu," ujarnya.

Seperti yang diketahui, RKUHP terbaru memang membuka kemungkinan menjerat masyarakat menyerang harkat serta martabat Presiden dan Wakil Presiden melalui media sosial dengan pidana penjara selama 4,5 tahun atau denda paling banyak Rp 200 juta.

Itu tertuang dalam Pasal 219 Bab II. Tentang Tindak Pidana Terhadap Martabat Presiden dan Wakil Presiden.

"Setiap orang yang menyiarkan, mempertunjukkan, atau menempelkan tulisan atau gambar sehingga terlihat oleh umum, memperdengarkan rekaman sehingga terdengar oleh umum, atau menyebarluaskan dengan sarana teknologi informasi yang berisi penyerangan kehormatan atau harkat dan martabat terhadap Presiden atau Wakil Presiden dengan maksud agar isinya diketahui atau lebih diketahui umum dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun 6 bulan atau pidana denda paling banyak kategori IV," demikian bunyi pasalnya.

Sementara itu, penyerangan kehormatan pada harkat dan martabat Presiden serta Wakil Presiden yang tidak melalui media sosial bisa dijerat dengan pidana penjara maksimal 3,5 tahun atau denda Rp 200 juta. Hal itu tertuang di Pasal 218 ayat 1.

Di Pasal 218 ayat 2 kemudian dinyatakan bahwa tindakan tidak dikategorikan penyerangan kehormatan atau harkat dan martabat jika dilakukan untuk kepentingan umum atau pembelaan diri. Demikian pasal penghinaan Presiden dan Wakil Presiden di draf Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP). (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Pemkab Gresik Wajibkan Rekanan Proyek Laporkan Progres Pekerjaan Tiap Termin
    Pemkab Gresik Wajibkan Rekanan Proyek Laporkan Progres Pekerjaan Tiap Termin
    25/06/2021 - 17:12
  • Menjabat Sebagai Kepala BPS yang Baru, Inilah Profil Margo Yuwono
    Menjabat Sebagai Kepala BPS yang Baru, Inilah Profil Margo Yuwono
    25/06/2021 - 17:00
  • Sejumlah Karyawan Positif Covid-19, Kantor Dinkes Bondowoso Lockdown
    Sejumlah Karyawan Positif Covid-19, Kantor Dinkes Bondowoso Lockdown
    25/06/2021 - 16:57
  • Baznas Sumedang Terjunkan Tim BTB, Tiap Perkantoran Disemprot Disinfektan
    Baznas Sumedang Terjunkan Tim BTB, Tiap Perkantoran Disemprot Disinfektan
    25/06/2021 - 16:52
  • Kasus Covid-19 Mengganas, RSUD Kota Bekasi Terpaksa Dirikan Tenda Darurat
    Kasus Covid-19 Mengganas, RSUD Kota Bekasi Terpaksa Dirikan Tenda Darurat
    25/06/2021 - 16:44

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Integrasi Bisnis-SDGs untuk Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19
    Integrasi Bisnis-SDGs untuk Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19
    25/06/2021 - 16:26
  • Santri, Ulama, dan Kepemimpinan Nasional
    Santri, Ulama, dan Kepemimpinan Nasional
    25/06/2021 - 08:05
  • Pembatasan Produk Impor Shopee Sebagai Upaya Penyelamatan UMKM Dalam Negeri
    Pembatasan Produk Impor Shopee Sebagai Upaya Penyelamatan UMKM Dalam Negeri
    24/06/2021 - 17:30
  • Memahami Klausula Baku atau Perjanjian Sepihak
    Memahami Klausula Baku atau Perjanjian Sepihak
    24/06/2021 - 16:06
  • BTS Meal dan Masyarakat Modern
    BTS Meal dan Masyarakat Modern
    24/06/2021 - 15:35
  • Birokrasi Adaptif di Era Digital
    Birokrasi Adaptif di Era Digital
    24/06/2021 - 14:02
  • Dilema Konser Musik Dikala Pandemi
    Dilema Konser Musik Dikala Pandemi
    24/06/2021 - 13:00
  • Titik Periksa Perjalanan Pemasaran
    Titik Periksa Perjalanan Pemasaran
    24/06/2021 - 12:24

KULINER

  • Sensasi Unik Kopi Serundeng, Cara Berbeda Menikmati Sajian Kopi
    Sensasi Unik Kopi Serundeng, Cara Berbeda Menikmati Sajian Kopi
    25/06/2021 - 03:36
  • Puyuh Goreng Plus Degan Klamud Kuliner Asyik di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    Puyuh Goreng Plus Degan Klamud Kuliner Asyik di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    24/06/2021 - 12:00
  • Kya Kya In Shanghai Hadirkan Kuliner Khas Tiongkok di Ketapang Indah Hotel
    Kya Kya In Shanghai Hadirkan Kuliner Khas Tiongkok di Ketapang Indah Hotel
    24/06/2021 - 02:34
  • Mie Ayam 'UGD' Kuliner Populer di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    Mie Ayam 'UGD' Kuliner Populer di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    23/06/2021 - 09:00
  • Di Kota Mojokerto Ada Kue Kering dari Dedak Padi, Sensasi Rasanya Unik Lho
    Di Kota Mojokerto Ada Kue Kering dari Dedak Padi, Sensasi Rasanya Unik Lho
    22/06/2021 - 01:16