Advertisement
Peristiwa Daerah

Garuda Indonesia di Ujung Kebangkrutan, Rizal Ramli: Masih Bisa Diselamatkan!

Ekonom DR Rizal Ramli mengungkapkan, jika kondisi keuangan PT Garuda Indonesia yang kini di ambang krisis lantaran utang menumpuk masih bisa diselamatkan

TIMES Indonesia,
Garuda Indonesia di Ujung Kebangkrutan, Rizal Ramli: Masih Bisa Diselamatkan!
Ekonom Senior Dr Rizal Ramli.(Dok.TIMES Indonesia)
A-AA+

SURABAYA Ekonom DR Rizal Ramli mengungkapkan, jika kondisi keuangan PT Garuda Indonesia yang kini di ambang krisis lantaran utang menumpuk masih bisa diselamatkan. Statemen RR, sapaan akrabnya, bukan asal bunyi. Hal itu menilik pengalamannya pernah menyelamatkan Garuda dari kebangkrutan pada tahun 2000 silam.

"Apakah krisis Garuda kedua ini bisa diselesaikan? Bisa banget dan harus! Penyelamatan Garuda ini merupakan kebanggaan nasional!" kata Rizal Ramli, Jumat (4/6/2021).

Advertisement

Rizal Ramli menyebut penyelamatan maskapai penerbangan plat merah itu tak bisa dilakukan dengan sembarangan. Beban utang Garuda yang dikabarkan mencapai Rp 70 triliun ini tidak bisa diselesaikan dengan cara konvensional.

"Caranya harus inovatif dan out of the box, bukan business as ussual," jelasnya.

Pengalaman Rizal pernah menyelamatkan Garuda dari kebangkrutan di tahun 2000 menjadi sorotan. Saat itu, Garuda terlilit utang US$ 1,8 miliar. Jika tidak dibayar, konsorsium bank Eropa yang memberi pinjaman akan menarik pesawat-pesawat Garuda.

Pemerintah, lanjutnya, kemudian mengancam konsorsium bank ke pengadilan. Lantaran, pesawat yang dibeli Garuda kala itu hasil penggelembungan.

"Kami katakan kami akan tuntut di pengadilan Frankfurt karena saudara konsorsium bank itu membiayai mark up pembelian pesawat keluarga presiden. Harusnya 100 naikin 50. Saudara kasih kredit," ujarnya dalam sebuah pertemuan.

Advertisement

Setelah ancaman tersebut, konsorsium bank meminta damai. Rizal mengatakan, kondisi Garuda sebenarnya tidak masalah jika pembelian pesawatnya tidak di mark up.

RR sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli itu mengaku mengambil dua langkah ketika awal masuk kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni meminta agar pembelian pesawat PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk secara jor-joran dikaji ulang dan mengkaji program 35 ribu megawatt (MW). RR meminta Jokowi untuk membatalkan pesanan pesawat karena dianggap membahayakan.

"Menjelang saya masuk, saya ketemu Pak Jokowi 'Mas, Garuda sudah bahaya lagi, harus di-cancel pembelian pesawat," ujarnya.

Selanjutnya, Rizal juga meminta agar program kelistrikan 35 ribu MW selama 5 tahun dikaji ulang. Lantaran, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saja dalam 10 tahun hanya bisa membangun 7 ribu MW.

Menurutnya, kalaupun terbangun semua maka akan terjadi kelebihan kapasitas. Kemudian, PLN bakal rugi karena listrik yang dihasilkan tidak terserap.

"Hitungan saya PLN mesti bayar, kontraktor ini karena PPA mewajibkan kalau generator dibangun dipakai atau kagak 72% harus dibayar. Kebayang nggak excess kapasitas itungan saya minimum PLN harus subsidi US$ 10,5 bilion. Itu sih ngajak PLN bangkrut," ujarnya.

"Makanya hari pertama, waktu kami dilantik, dua hal yang kami katakan, saya minta pembelian pesawat Garuda di-reschedule," tambahnya.

Kini, isu kebangkrutan Garuda jilid kedua kembali menguat. Namun Rizal Ramli tetap optimistis Garuda bisa diselamatkan. Saat membagikan postingan di Twitter, pernyataan  Rizal menuai respon positif dari warganet.

Yakin dengan kemampuan Rizal Ramli, salah seorang warganet pun memberi usul agar Menteri Koordinator Perekonomian dan Industri era Presiden Gus Dur itu membantu pemerintah, namun dengan syarat.

"Demi harga diri bangsa, DPR dan pemerintah minta bantuan RR selamatkan Garuda. Barter dengan PT (presidential threshold) 0%. Libatkan MK. Saya yakin bang RR mau," kata akun @rimbunpamenan.

Usulan tersebut pun disambut positif oleh Rizal Ramli.

"Usul canggih. Barter dengan Threshold 0%. Ok banget tuh," demikian Rizal Ramli diakhiri dengan emoticon jempol dan senyum. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia