Kopi TIMES

Ganjar vs Puan: Jangan Polos Dalam Menilai Drama Politik

Rabu, 02 Juni 2021 - 13:23 | 33.99k
Ganjar vs Puan: Jangan Polos Dalam Menilai Drama Politik
M. Saiful Rohman adalah mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Salatiga.

TIMESINDONESIA, BOJONEGOROAKHIR-akhir ini keretakan Ganjar Pranowo dan Puan Maharani ramai dibicarakan anak seluruh negeri. Hal itu berawal dari Gubernur Jawa Tengah yang tidak diundang ke acara konsolidasi partai PDI Perjuangan di Semarang. Ditambah komentar keras dari ketua DPD PDIP Jawa Tengah bahwa Ganjar tak diundang ke acara partai karena ia dinilai mempunyai ambisi untuk maju dalam pemilihan presiden 2024. 

Drama politik yang sedang terjadi saat ini jangan dinilai secara polos. Masyarakat harus sadar bahwa politik itu mempunyai sifat yang dinamis dan dapat berubah setiap waktu. 

Pembicaraan yang populer kelas wahid dalam drama ini adalah perpecahan Ganjar dan Puan. Benarkah perpecahan itu terjadi.? Bagaimana jika PDI Perjuangan benar-benar menyiapkan Ganjar untuk maju di Pilpres. Sehingga dengan cara tersebutlah menjadikan Ganjar mendapatkan banyak simpatisan. Atau semua itu hanyalah strategi PDI Perjuangan untuk menaikan elektabilitas Ganjar yang masih kalah dengan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Atau elektabilitas sang putri mahkota yang masih jauh dari rata-rata. 

Semua itu memungkinkan dan bisa menjadi bagian dari startegi. Sebab, kembali lagi politik itu dinamis.

Mikhael Raja Muda Bataona, akademisi Universitas Katolik Widya Mandira menilai jika peristiwa tersebut sebagai drama bunuh diri palsu ala PDI Perjuangan. Karena, menurut dosen Investigatif News dan Jurnalisme Konflik, FISIP, Unwira itu tidak ada peristiwa politik yang terjadi tanpa intensi.  

Dapat dilihat jika pernyataan politik Puan Maharani dan Bambang Pacul mempunyai kandungan makna “sexy” yang dapat menarik pengamat, media pers dan publik. 

Selain itu, peristiwa yang terjadi juga cukup aneh. Dimana sebelum sentilan Puan Maharani dilontarkan, Ganjar Pranowo terlebih dahulu menemui ketua umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri. Di sana, Gubernur berambut putih tersebut menyerahkan foto lukisan “Bu Mega” bersama anak-anak. Bahkan, Ganjar juga membagikan foto Megawati bersamanya di instagram. 

Hanya dalam hitungan hari saja, Gubernur alumni Universitas Gadjah Mada tersebut “diserang” oleh Puan Maharani dan Bambang Pacul dengan pernyataan yang cukup keras seperti “sok pintar” dan “sudah kelewatan.” 

Dilanjut perlakuan terhadap Ganjar yang tidak diundang dalam acara konsololidasi penguatan kader di Kantor DPD PDI Perjuangan di Semarang. Padahal, dapat kita ketahui Ganjar Pranowo adalah Gubernur Jawa Tengah sekaligus kader PDI Perjuangan. 

Itu tidak mungkin dilakukan tanpa koordinasi. Menurutnya drama tersebut merupakan strategi yang disengaja oleh PDI Perjuangan untuk menaikan popularitas partai dan dua tokoh kuat yang masuk dalam bursa calon presiden 2024. Ini sangat menguntungkan bagi partai yang berlambang kepala banteng tersebut.

Jika ini benar-benar strategi PDI Perjuangan dalam menyiapkan Ganjar Pranowo. Maka cara ini benar-benar menjadi strategi yang bagus untuk memuluskan Ganjar menjadi Presiden. Dimana, elektabilitas dan image baik Ganjar yang banyak dicintai warga Jawa Tengah dapat memunculkan banyak simpatisan baru di berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, drama politik yang terjadi juga menarik banyak pengamat dan media untuk membahasnya. Sehingga popularitas Ganjar akan terus melonjak naik mengungguli lawan-lawanya. Tidak hanya Ganjar, popularitas partainya, PDI Perjuangan juga akan naik dan akan menguasasi lini masa media publik. Karena itu, ini menjadi awal yang baik bagi PDI Perjuangan untuk menguatkan Ganjar dalam Pemilihan presiden tiga tahun yang akan datang.  

Jika tidak untuk Ganjar Pranowo, kemungkinan drama politik tersebut diperuntukan untuk menaikan elektabilitas Puan Maharani. Meskipun cucu Soekarno tersebut akan mendapatkan banyak tekanan dari banyaknya pendukung Ganjar. Semua itu tidak akan berjalan lama, sebab panggung pencapresan masih tiga tahun kedepan.

Apalagi, kembali menurut Mikhael Raja Muda Bataona, bentrokan politik ini resikonya sangat minim bagi PDI Perjuangan. Sebab Ganjar dan Puan adalah tokoh kunci PDI Perjuangan selain Megawati dan Jokowi. Dan apalagi, Ganjar memahami bahwa dirinya adalah kader dan secara ideologis wajib menjaga solidaritas partai. Ini pun menjadi keuntungan bagi mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia tersebut. 

Kita semua tidak tahu secara pasti apa maksud dari drama politik yang terjadi. Namun, pada intinya masyarakat, anak muda dan kita semua jangan polos dalam menilai drama pada politik yang mempunyai sifat dinamis. 

***

*)Oleh: M. Saiful Rohman adalah mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Salatiga asal Bojonegoro.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Live Streaming Euro 2020 Bermasalah, Mola TV Berikan Ganti Rugi
    Live Streaming Euro 2020 Bermasalah, Mola TV Berikan Ganti Rugi
    14/06/2021 - 22:22
  • Tangani Pasien Covid-19, RSUD MIS Krangkeng Indramayu Gunakan Jasa Relawan
    Tangani Pasien Covid-19, RSUD MIS Krangkeng Indramayu Gunakan Jasa Relawan
    14/06/2021 - 22:01
  • Atasi Kekeringan, Pemdes Kalak Pacitan Manfaatkan Sungai Bawah Tanah
    Atasi Kekeringan, Pemdes Kalak Pacitan Manfaatkan Sungai Bawah Tanah
    14/06/2021 - 21:56
  • Komisi IV DPR RI Dorong Kebijakan Pupuk Bersubsidi Lebih Tepat Sasaran
    Komisi IV DPR RI Dorong Kebijakan Pupuk Bersubsidi Lebih Tepat Sasaran
    14/06/2021 - 21:35
  • Tumbuhkan Budaya Literasi Anak, PDI Perjuangan Bagikan Buku Bung Karno Bapak Bangsa
    Tumbuhkan Budaya Literasi Anak, PDI Perjuangan Bagikan Buku Bung Karno Bapak Bangsa
    14/06/2021 - 21:18

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ichhatigkeit
    Ichhatigkeit
    14/06/2021 - 13:29
  • Kacamata Akademisi: Tes Wawasan Kebangsaan Berujung Peretasan?
    Kacamata Akademisi: Tes Wawasan Kebangsaan Berujung Peretasan?
    14/06/2021 - 13:06
  • Distrosi di Balik Sebuah Inovasi Pendidikan
    Distrosi di Balik Sebuah Inovasi Pendidikan
    14/06/2021 - 11:33
  • Kasus Tambang Emas Sangihe, Mari Kita ‘Sumpek’ dengan Elegan
    Kasus Tambang Emas Sangihe, Mari Kita ‘Sumpek’ dengan Elegan
    14/06/2021 - 10:33
  • Mengenal Infeksi Jamur Hitam (Mucormycosis) di India
    Mengenal Infeksi Jamur Hitam (Mucormycosis) di India
    14/06/2021 - 08:39
  • Sebenarnya, Apa Sih Maunya Bung Karno Itu?
    Sebenarnya, Apa Sih Maunya Bung Karno Itu?
    14/06/2021 - 05:38
  • Strategi Pengembangan Profesionalisme dalam Pembelajaran di Pendidikan Sekolah Dasar
    Strategi Pengembangan Profesionalisme dalam Pembelajaran di Pendidikan Sekolah Dasar
    12/06/2021 - 13:56
  • Menciptakan Ruang dan Waktu di Era Pandemi
    Menciptakan Ruang dan Waktu di Era Pandemi
    12/06/2021 - 10:30

KULINER

  • Dawet Ayu Bu Seni, Satu-Satunya Kuliner Tradisional di Taman Ganjaran
    Dawet Ayu Bu Seni, Satu-Satunya Kuliner Tradisional di Taman Ganjaran
    13/06/2021 - 16:03
  • Sensasi Nikmatnya Bakmi Jawa di Kopi Luwak Mataram Yogyakarta
    Sensasi Nikmatnya Bakmi Jawa di Kopi Luwak Mataram Yogyakarta
    13/06/2021 - 06:16
  • Chef Grand Aston Yogyakarta Ciptakan Menu Makanan Plant-Based
    Chef Grand Aston Yogyakarta Ciptakan Menu Makanan Plant-Based
    13/06/2021 - 05:22
  • Cimplung Kuliner Tradisional Masyarakat Pangandaran yang Mulai Terlupakan
    Cimplung Kuliner Tradisional Masyarakat Pangandaran yang Mulai Terlupakan
    13/06/2021 - 00:12
  • Pizza Parade, Kulineran Seru di Hotel Royal Tulip Darmo Surabaya
    Pizza Parade, Kulineran Seru di Hotel Royal Tulip Darmo Surabaya
    12/06/2021 - 11:00