Kopi TIMES

UMKM Menembus Batas: Si Kecil yang Berkontribusi Besar

Selasa, 25 Mei 2021 - 20:37 | 28.93k
UMKM Menembus Batas: Si Kecil yang Berkontribusi Besar
Muchammad Ridwan Sa'idi, Founder and CEO Padmasana.id
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, JAKARTA“Ora obah ora mamah,” terang pepatah Jawa. Pepatah Jawa tersebut mengajarkan kepada tentang keharusan untuk bergerak atau berusaha ketika kita mengharapkan sesuatu. Sebagai manusia merdeka, memiliki pilihan untuk bergerak, menggerakkan atau hanya menjadi penonton dan penikmat dari pergerakan orang lain.

Sebagai negara besar, Indonesia memiliki lintasan sejarah sangat panjang. Dinamika yang selalu ada setiap masanya membuat republik ini terus berkembang dan menghadapi tantangan-tantangan yang semakin beragam. Salah satu hal yang berkaitan dengan hajat hidup masyarakat secara langsung adalah soal ekonomi. Sebagai negara yang sudah banyak merasakan asam garam kehidupan, Indonesia memiliki konsep “asli” soal ekonomi, yaitu ekonomi kerakyatan. Konsepsi tersebut sudah diperkenalkan sejak dahulu oleh salah satu founding parents bangsa ini, yakni Mohammad Hatta. Seharusnya, konsepsi ekonomi kerakyatan ini selalu menjadi dasar dalam kegiatan ekonomi serta dapat dikembangkan seiring perkembangan waktu.

Pembangunan sistem ekonomi harus berdampak langsung kepada masyarakat, dan hal ini menjadi tanggung jawab negara. Kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas dalam penyelenggaraan negara. Untuk mewujudkannya diperlukan berbagai upaya dan langkah dalam membangun sistem perekonomian yang berpihak kepada masyarakat. Sistem ekonomi kerakyatan sangat relevan dengan tujuan kesejahteraan rakyat, karena mendorong kemajuan perekonomian lokal agar dapat berkembang dan maju.

Perkembangan teknologi dalam dunia ekonomi saat ini dapat dilihat sebagai keuntungan sekaligus tantangan untuk dapat mengembangkan perekonomian. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai produk dari ekonomi kerakyatan harus mampu mengambil keuntungan dari perkembangan teknologi tersebut. Di sisi lain perkembangan teknologi informasi juga menjadi tantangan bagi pegiat UMKM karena harus mampu bersaing dengan perusahaan besar dan perusahaan asing yang memiliki teknologi canggih dalam proses produksinya. Ditambah lagi dengan konsep perdagangan bebas yang sudah mulai berjalan, seperti Asean Economic Community (AEC) dan yang lainnya, yang menyebabkan produk asing yang membanjiri pasar dalam negeri. Pelaku UMKM harus mampu berdaptasi dan memberikan inovasi dari produknya agar dapat mengambil keuntungan dari kondisi tersebut.

Menghadapi arus perdagangan bebas tersebut, UMKM membutuhkan kompetensi penunjang yang mendukungnya agar mampu bersaing dengan produk perusahaan besar. Pemerintah sebagai penyelenggara negara harus mampu hadir melalui pendampingan kepada para pelaku UMKM agar mampu memberikan nuansa berbeda dari produk UMKM sehingga mampu bersaing dengan perusahaan besar. Pendampingan pemerintah sangatlah perlu karena tidak semua pelaku UMKM memiliki akses informasi yang luas dan tepat.

Untuk itu, menghitung proyeksi jangka panjang UMKM haruslah menjadi perhatian bersama. Seperti yang dinyatakan oleh McKinsey & Company bahwa proyeksi UMKM pada tahun 2030 akan mampu menyumbang US$ 140 miliar untuk PDB Indonesia. Selain itu, terdapat tambahan 26 juta tenaga kerja baru yang akan diserap oleh UMKM dengan catatan UMKM harus mampu menguasai teknologi digital.

Untuk mencapai angka yang fantastis tersebut, pemerintah memerlukan berbagai upaya dan langkah ekstra dalam melakukan pendampingan UMKM untuk go-digital. Selain itu, pemerintah harus mampu melihat potensi-potensi dari pelaku UMKM agar upaya dan langkah yang sudah dilakukan bisa tepat sasaran.

Kesadaran terhadap inovasi dan motivasi diri untuk bergerak dinamis tentu menjadi penting, karena tantangan dan perubahan di era disruption ini sangatlah cepat. Melalui pendampingan dan pengembangan pelaku UMKM yang berkelanjutan, diharapkan terjadinya transfer of knowledge. Karena permasalahan yang dihadapi UMKM hari ini bukan sekedar produksi dan permodalan, tetapi bagaimana menciptakan ekosistem pasar yang berkelanjutan dan membuat nilai tambah terhadap setiap produk UMKM. Dengan ketersediaan jaringan yang dimiliki oleh para pendamping UMKM, diharapkan UMKM mampu menciptakan ekosistem bisnis yang ideal yang mampu menjawab tantangan produk global. Pemahaman terkait branding, packaging dan marketing diharapkan mampu mendongkrak UMKM agar naik kelas, yang bukan lagi sebagai usaha yang dilakukan sekadar memenuhi kebutuhan pokok setiap harinya, melainkan untuk menunjang sektor bisnis secara berkelanjutan yang mampu memperbaiki taraf kehidupan para pelakunya.

Tentu hal tersebut tidak mungkin dilakukan dalam waktu yang singkat. Terdapat tahapan-tahapan yang harus ditempuh untuk melakukan tranformasi besar tersebut. Salah satu yang mungkin dilakukan adalah klasterisasi. Melalui klasterisasi UMKM, pendampingan dapat dilakukan secara menyeluruh dari hulu sampai hilir. Harapannya, UMKM yang sudah mendapat pendampingan juga mampu memberikan pendampingan ke UMKM lainnya.

Di samping itu, pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, mengharuskan banyak penyesuaian, terutama di sektor produksi dan marketing. Hal tersebut harus menjadi prioritas, sehingga UMKM mampu beradaptasi dan tetap bisa bertahan dalam kondisi pandemic ini. Sehingga ketika pandemi berakhir, ekonomi dapat segera kembali normal dan UMKM bisa mengejar ketertinggalannya.

Merajut Kolaborasi

Kolaborasi menjadi bagian terpenting dalam menunjang keberhasilan UMKM. UMKM lahir dengan konsep usaha bersama (koperasi) dengan merajut asas sosial dan kekeluargaan yang dibangun atas dasar kemandirian masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, UMKM berhasil berkembang menjadi usaha individu yang dapat meningkatkan daya saing di tengah gempuran berbagai macam produk industri.

Kolaborasi menjadi titik temu dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada hari ini. Untuk itu, setiap pelaku usaha haruslah menjadi aktor dalam setiap kolaborasi yang dibuat dalam pengembangan UMKM. Kolaborasi UMKM akan mampu menciptakan circular bussiness, sehingga wujud UMKM go-global diharapkan akan segera terwujud dengan dukungan platform digital yang sudah tersedia. 

Kemandirian Ekonomi

Konsep kemandirian ekonomi tentu bukan hal baru yang dicetuskan. Founding parents bangsa ini sudah menggagas suatu ide besar tentang kemandirian ekonomi, sebagaimana konsep Trisakti yang dimajukan oleh Bung Karno. Salah satun pemikiran utama dari konsep Trisakti Bung Karno tersebut adalah berdikari secara ekonomi, atau ekonomi kerakyatan dalam istilah Bung Hatta. Menguatkan kembali gagasan tentang kemandirian ekonomi hari ini menjadi sangat penting untuk menguatkan kembali eksistensi masyarakat dalam pembangunan ekonomi secara menyeluruh. Dengan kemandirian ekonomi, bangsa ini menjadi stabil jika terjadi krisis global. UMKM diharapkan menjadi salah satu penyokong terbesar ekonomi bangsa, terutama di masa krisis akibat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. 

Kemandirian ekonomi menjadi sebuah sebuah keharusan untuk mencapai kesejahteraan rakyat, sehingga rakyat menjadi pemain penting di negerinya sendiri. Potensi-potensi harus terus dicari dan dikembangkan dengan saling berkolaborasi. Kolaborasi akan menciptakan gerakan yang masif dan terstruktur. Kemandirian ekonomi hanya bisa dicapai atas dasar keyakinan bersama bahwas kita semua mampu memainkan peran di sektor masing-masing.

Melalui kolaborasi, harapannya, semua pihak mampu mewujudkan transformasi UMKM yang dapat menembus batas-batas penghambat dalam mengakselerasi potensi mereka saat ini. Melalui pemahaman digital secara menyeluruh, diharapkan UMKM mampu berdaya saing global. Sehingga potensi untuk produk asing membanjiri pasar dalam negeri dapat diminalisir ketika UMKM mampu menekan harga produksi dan meningkatkan kualitas hasil produksi. Melalui UMKM go-digital, diharapkan potensi tersebut terbuka secara luas. Sehingga, UMKM menjadi sektor bisnis yang menjanjikan dapat segera direalisasikan demi mewujudkan kemandirian ekonomi.

 

***

 

* Penulis Muchammad Ridwan Sa'idi, Founder and CEO Padmasana.id

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Guru Besar Farmasi UGM, Ingatkan Masyarakat Jangan Asal Konsumsi Obat untuk Covid-19
    Guru Besar Farmasi UGM, Ingatkan Masyarakat Jangan Asal Konsumsi Obat untuk Covid-19
    23/06/2021 - 21:26
  • Polres Bantul Amankan Warga yang Serang Petugas saat Ditegur Karena Tidak Memakai Masker
    Polres Bantul Amankan Warga yang Serang Petugas saat Ditegur Karena Tidak Memakai Masker
    23/06/2021 - 20:51
  • Raperda RPJMD Pangandaran Harus Sinkron dengan Agenda Provinsi dan Pemerintah Pusat
    Raperda RPJMD Pangandaran Harus Sinkron dengan Agenda Provinsi dan Pemerintah Pusat
    23/06/2021 - 20:38
  • Bung Karna Bicara Potensi Situbondo di Depan Puluhan Pengusaha Jatim
    Bung Karna Bicara Potensi Situbondo di Depan Puluhan Pengusaha Jatim
    23/06/2021 - 20:35
  • Warga Terpapar Covid-19, Objek Wisata Situ Lengkong Panjalu Ditutup Sementara
    Warga Terpapar Covid-19, Objek Wisata Situ Lengkong Panjalu Ditutup Sementara
    23/06/2021 - 20:26

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Pemuda Milenial Ataukah Malanial?
    Pemuda Milenial Ataukah Malanial?
    23/06/2021 - 09:18
  • Problematika Pendidikan Islam Modern dan Signifikansinya
    Problematika Pendidikan Islam Modern dan Signifikansinya
    23/06/2021 - 07:58
  • Menyoal Rencana Pemerintah terhadap Kebijakan PPN Sembako
    Menyoal Rencana Pemerintah terhadap Kebijakan PPN Sembako
    23/06/2021 - 04:04
  • Empat Pilar Literasi Digital Menuju Indonesia Makin Cakap Digital
    Empat Pilar Literasi Digital Menuju Indonesia Makin Cakap Digital
    23/06/2021 - 00:14
  • PPN Sekolah Panen Penolakan, Seriuskah Pemerintah Majukan Pendidikan?
    PPN Sekolah Panen Penolakan, Seriuskah Pemerintah Majukan Pendidikan?
    22/06/2021 - 18:32
  • Fasilitas Yang Unggul Untuk Pendidikan Yang Unggul
    Fasilitas Yang Unggul Untuk Pendidikan Yang Unggul
    22/06/2021 - 17:21
  • Radio Edukasi sebagai Sumber Belajar
    Radio Edukasi sebagai Sumber Belajar
    22/06/2021 - 16:34
  • Pendidikan Bukan untuk Cari Kerja Saja
    Pendidikan Bukan untuk Cari Kerja Saja
    22/06/2021 - 15:33

KULINER

  • Mie Ayam 'UGD' Kuliner Populer di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    Mie Ayam 'UGD' Kuliner Populer di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    23/06/2021 - 09:00
  • Di Kota Mojokerto Ada Kue Kering dari Dedak Padi, Sensasi Rasanya Unik Lho
    Di Kota Mojokerto Ada Kue Kering dari Dedak Padi, Sensasi Rasanya Unik Lho
    22/06/2021 - 01:16
  • Nikmati Hidangan ala Angkringan di Metland Hotel Cirebon
    Nikmati Hidangan ala Angkringan di Metland Hotel Cirebon
    21/06/2021 - 01:22
  • Hidangan Tinggi Serat dan Rendah Lemak, Ini Resep Sayur Oyong
    Hidangan Tinggi Serat dan Rendah Lemak, Ini Resep Sayur Oyong
    19/06/2021 - 05:25
  • Promo Asian Feast Jadi Menu Andalan Baru di Grand Ambarrukmo Yogyakarta
    Promo Asian Feast Jadi Menu Andalan Baru di Grand Ambarrukmo Yogyakarta
    16/06/2021 - 16:48