Peristiwa Nasional

Empat Faktor Penyebab Merebaknya Pandemi

Selasa, 25 Mei 2021 - 07:05 | 99.28k
Empat Faktor Penyebab Merebaknya Pandemi
Ge Recta Geson, Pakar Probiotik Indonesia. Dirut PT AMA (Produsen PRO EM-1).
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kota dengan sanitasi yang buruk dan keadaan higiene yang rendah biasanya menjadi penyebab terjadi merebaknya penyakit infeksi. Covid-19 merubah patogenenis penyakit infeksi, penyakit ini bisa merebak pada kota yang modern dengan sanitasi yang sangat bagus dan kondisi higiene yang tinggi. 

Covid-19 pertama kali merebak di Wuhan propinsi Hubei, China pada tahun lalu. Tsunami Covid-19 baru terjadi dan sedang berlangsung di India. Fenomena ini membuktikan bahwa lingkungan yang buruk atau ekstrim menjadi penyebab utama merebaknya pandemi. Dari sekian banyak faktor ada empat faktor yang menjadi menjadi penentu merebaknya pandemi Covid-19.

Merebaknya pandemi

1.    LINGKUNGAN BURUK/ EKSTRIM

Ketika populasi melebihi daya dukung lingkungan (carrying capacity), maka jumlah oksigen akan menipis dan sebaliknya CO2 akan melimpah. Menurut seorang pakar bioteknologi lingkungan, seorang manusia memerlukan ruang sebesar 4,7m2. Dengan perhitungan ini, planet bumi diperkirakan mampu mendukung 5,7 miliar jiwa. Di tahun 2020, populasi bumi mencapai 7,8 miliar jiwa.

Berdasarkan kalkulasi daya dukung tersebut, jelas jumlah ini melampaui daya dukung bumi.  Pertumbuhan penduduk seperti deret ukur menghasilkan limbah organik dan inorganik yang jika tidak dikelola dengan baik akan membusuk dan dapat menghasilkan senyawa gas-gas beracun dan berbau busuk seperti amoniak (NH3), metana (CH4), dan H2S dari limbah organik serta bahan toksik lainnya dari limbah inorganik.

Senyawa-senyawa ini ditambah dengan pestisida, desinfektan, dan antibiotik serta polutan industri akan menciptakan lingkungan yang ekstrim. Hanya bakteri patogenik dan virus yang dapat hidup di lingkungan tersebut.

Bagi manusia, bakteri dan virus ini dicap “jahat” karena menjadi penyebab penyakit yang bisa mengurangi populasi tanaman, ternak, dan manusia. Tetapi, sejatinya mereka adalah pelopor untuk membersihkan, memurnikan, dan me-reset lingkungan supaya bisa dihuni oleh makhluk-makhluk lain dalam keseimbangan ekosistem baru.

2.    AGEN

Strain virus baru berpotensi menjadi penyebab pandemi. Manusia sudah kebal dengan strain virus lama karena imun tubuh sudah mengenal dan membentuk antibodi untuk melawan strain virus lama. Virus sebagai makhluk Tuhan memiliki naluri untuk meneruskan keturunan. Habitat dari binatang yang merupakan inang virus semakin megecil karena dijadikan lahan pertanian, industri, dan pemukiman.

Oleh karena itu, virus secara alami akan berusaha untuk menginfeksi inang yang paling banyak yaitu manusia. Tetapi, proses ini diperlukan waktu ratusan tahun agar virus dapat menjadi strain baru yang bisa menginfeksi inang yang baru pula.

Pemakaian pestisida, desinfektan, dan antibiotik yang tidak rasional memberikan bahan bakar untuk virus agar dapat bermutasi dengan lebih cepat. Sebuah riset yang dilakukan oleh peniliti dari Universitas California di San Diego mengungkapkan bahwa virus yang memiliki materi genetik yang sama dengan Covid-19 dapat bermutasi dengan lebih cepat ketika terekspos oleh bahan kimia yang sering dipakai sebagai desinfektan. [1]

3.    INANG

Sel inang memiliki reseptor sebagai tempat menempelnya virus. ACE-2 adalah reseptor penempelan Covid-19 pada manusia. Orang dengan respons imun yang lemah akan terinfeksi oleh virus. Kemudian, virus akan berkembang biak menjadi banyak dan tidak terkendali sehingga mengakibatkan kerusakan sel-sel tubuh.

Uniknya, Covid-19 juga dapat menyerang orang dengan respons imun berlebihan. Sedikit saja penempelan Covid-19 pada paru-paru akan memancing sel imun dan respons imun (sitokin) untuk mengerubuti Covid-19 yang berakibat kerusakan paru-paru yaitu pneumonia dan ARDS (acute respiratory distress syndrome). Kejadian inilah yang dinamakan badai sitokin. [2] 

4.    POLA MAKAN TIDAK SEHAT

Residu pestisida dan antibiotik pada makanan dapat merusak komunitas mikroba pada usus (mikrobiota). Hal ini dapat mengakibatkan defisiensi imun sehingga rentan terhadap serangan infeksi. Pola makan yang tidak seimbang yang berarti lebih banyak memakan daging daripada buah dan sayur yang mengandung banyak serat dapat mengakibatkan terjadinya disbiosis atau kurang keragaman mikroba pada mikrobiota usus. Pada akhirnya, disbiosis dapat mengakibatkan terjadinya autoimun atau respon imun yang berlebihan. [3]

SOLUSI:

Solusi yang sangat ramah lingkungan dan berkelanjutan dengan sekecil mungkin dampak negatifnya adalah melakukan pengimbangan kembali tata kehidupan planet ini. 

1.    Mengendalikan pertumbuhan populasi.

2.    Menaikkan daya dukung lingkungan. Untuk menaikkan hal tersebut diperlukan:[4]
i.    Upaya mengelola dan mengurangi sampah organik supaya tidak membusuk yang akan memakan oksigen dan sebaliknya menghasilkan gas-gas beracun. Sampah organik seharusnya didaur ulang menjadi senyawa bioaktif yang diperlukan sesama makhluk hidup untuk bermetabolisme yaitu: asam amino, asam organik rantai pendek, gula, vitamin, antioksidan, enzim, dan hormon.
ii.    Detoksifikasi sampah inorganik yang toksik secara bakterial.
iii.    Pengurangan emisi CO2 dari industri dan kendaraan bermotor.

3.    Pembentukan mikrobiota dalam usus. 

Mikrobiota adalah komunitas mikroba (termasuk virus) beserta materi genetiknya yang berguna untuk kesehatan. 80% sel imun dalam tubuh diproduksi oleh jaringan limfoid usus sebagai respon terhadap mikrobiota. Mikrobiota pula yang meregulasi/ memodulasi respons imun sampai seimbang dimana tidak terjadi respons imun yang berlebihan atau lemah.

Dengan imun yang seimbang maka kita bisa terhindar dari penyakit infeksi termasuk Covid-19 dan penyakit-penyakit lain. Imun yang seimbang bisa menjadi profilaksis (pencegahan) maupun terapi Covid-19. PROEM•1 adalah probiotik multistrain menguntungkan yang hidup aktif selaras dengan alam.

Jika dikonsumsi, probiotik tersebut akan membentuk simbiosis dengan mikroba alami (termasuk virus) dalam usus kita dan membentuk mikrobiota. Karena itu, PROEM•1 bisa dikatakan sebagai penyeimbang imun/imunomodulator.[2]

Apt Ge Recta Geson, S.Si. 

***

[1] Mutation Frequencies at Defined Single Codon Sites in Vesicular Stomatitis Virus and Poliovirus Can Be Increased Only Slightly by Chemical Mutagenesis
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC249691//
pdf : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC249691/pdf/jvirol00063-0408.pdf

[2] Gut microbiota and Covid-19- possible link and implications
https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0168170220304603

[3] The Dynamic Interplay between the Gut Microbiota and Autoimmune Diseases
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6854958/#:~:text=Gut%20microbiota%20dysbiosis%20plays%20a,in%20autoimmune%20diseases%2C%20remains%20elusive.
Pdf: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6854958/pdf/JIR2019-7546047.pdf

[4] Dr. Teruo Higa, 1993, An Earth Saving Revolution, Takadanobaba, Shinjuku-ku, Tokyo: Sunmark Publishing Inc. 

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Rochmat Shobirin

EKORAN

TERBARU

  • Menag RI: The Pilgrims Spoiled with Nice Beds
    Menag RI: The Pilgrims Spoiled with Nice Beds
    06/07/2022 - 01:33
  • 5 Tops Recommended Destinations in West Java for Your Holiday
    5 Tops Recommended Destinations in West Java for Your Holiday
    06/07/2022 - 00:02
  • Ketua MPR RI Dorong KAHMI Sebagai Kekuatan Ekonomi Bangsa
    Ketua MPR RI Dorong KAHMI Sebagai Kekuatan Ekonomi Bangsa
    05/07/2022 - 23:12
  • HNW: Sikap Konstitusional Pemerintah Terkait Pernikahan Beda Agama agar Dipatuhi
    HNW: Sikap Konstitusional Pemerintah Terkait Pernikahan Beda Agama agar Dipatuhi
    05/07/2022 - 22:49
  • Ingin Healing? Ayo Datang ke Kampung Malahing
    Ingin Healing? Ayo Datang ke Kampung Malahing
    05/07/2022 - 22:34

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Perestroika Kapital Demokrasi
    Perestroika Kapital Demokrasi
    02/07/2022 - 17:12
  • Implementasi Ibadah Haji dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
    Implementasi Ibadah Haji dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
    02/07/2022 - 14:52
  • Penerapan Inovasi ETLE
    Penerapan Inovasi ETLE
    02/07/2022 - 12:12
  • Dinamika dan Dilema Siswa Masuk Perguruan Tinggi
    Dinamika dan Dilema Siswa Masuk Perguruan Tinggi
    02/07/2022 - 11:19
  • Dampak Perubahan Nama Jalan Terhadap Legalitas Dokumen
    Dampak Perubahan Nama Jalan Terhadap Legalitas Dokumen
    01/07/2022 - 18:22
  • Islam dan Sains Teknologi Modern
    Islam dan Sains Teknologi Modern
    01/07/2022 - 14:04
  • Balang Keris
    Balang Keris
    01/07/2022 - 11:38
  •  Inisiatif Indonesia Mengakhiri  Eskalasi Ketidakpastian Global
     Inisiatif Indonesia Mengakhiri  Eskalasi Ketidakpastian Global
    01/07/2022 - 10:35

KULINER

  • Perluas Market, Toko Kopi Tuku Buka Gerai Kedua di Surabaya
    Perluas Market, Toko Kopi Tuku Buka Gerai Kedua di Surabaya
    05/07/2022 - 20:46
  • Mencicipi Pecel Pithik Dalam Tradisi Tumpeng Sewu Banyuwangi
    Mencicipi Pecel Pithik Dalam Tradisi Tumpeng Sewu Banyuwangi
    05/07/2022 - 13:10
  • Menikmati Kuliner Ikonik Majalengka di Taman Bagja Raharja
    Menikmati Kuliner Ikonik Majalengka di Taman Bagja Raharja
    04/07/2022 - 19:41
  • Kelezatan Nasi Bebek Songkek, Kuliner Pojok Kampung Resep Warisan Leluhur
    Kelezatan Nasi Bebek Songkek, Kuliner Pojok Kampung Resep Warisan Leluhur
    04/07/2022 - 19:22
  • Sukses di Gresik, Cuanki Cep Bewok Rambah Surabaya
    Sukses di Gresik, Cuanki Cep Bewok Rambah Surabaya
    03/07/2022 - 21:06