Kopi TIMES

Mudik Dilarang Wisata Diperbolehkan, Pemerintah Daerah Dibuat Kebingungan

Kamis, 20 Mei 2021 - 15:32 | 31.67k
Mudik Dilarang Wisata Diperbolehkan, Pemerintah Daerah Dibuat Kebingungan
Fiyardi Dwi Laksono, Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan di Universitas Negeri Malang.

TIMESINDONESIA, MALANG – Pandemi Covid-19 yang tidak kunjung usai membuat Pemerintah Pusat terus merealisasikan berbagai kebijakan untuk diterapkan dimasyarakat agar dipatuhi secara bersama. Hal ini bertujuan guna menekan angka kelonjakan kasus positif yang terjangkit virus tersebut. Tidak bisa dipungkiri bahwa Covid-19 telah memberikan banyak dampak buruk di semua sektor.

Salah satu pemberlakuan kebijakannya adalah pelarangan mudik lebaran tahun 2021 dan pembolehan dibukanya tempat wisata diberbagai daerah. Setelah kebijakan ini ditetapkan, ternyata muncul pro dan kontra dengan argumen yang beraneka ragam sehingga membuat kebingungan banyak pihak tidak terkecuali Pemerintah Daerah.

Pelarangan mudik dan pembukaan wisata adalah dua hal yang tidak mudah untuk dilaksanakan pada waktu yang bersamaan. Tentunya ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Daerah untuk melaksanakan kebijakan yang diterapkan. (15/04) Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan bahwa pihaknya mengalami kesulitan dalam praktik di lapangan ketika memonitoring masyarakat yang hendak berkunjung ke tempat wisata di Banten. Hal ini dikarenakan letak posisi Banten yang strategis sebagai jalur lintas mudik kawasan Jabodetabek membuat banyak masyarakat luar Banten ingin berwisata ke daerah tersebut. Belum lagi, ditambah luasnya tempat wisata di Banten menjadi faktor lain sulitnya menjaga protokol kesehatan yang ada dimasyarakat.

Adanya dua kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Pusat seharusnya mengarah pada satu peraturan yang sama. Dalam artian ketika terdapat pelarangan kegiatan mudik pada hari raya lebaran maka tempat-tempat wisata yang pada dasarnya menjadi kawasan berkumpulnya orang banyak juga harus ditutup sehingga tidak ada aturan yang bertolak belakang dan membuat bingung masyarakat serta pihak lainnya.

Namun perlu kita ketahui, Pemerintah Pusat membuat dua kebijakan yang berbeda pastinya bukan tanpa sebab. Alasan terkuat adanya kebijakan ini adalah untuk menjaga stabilitas perekonomian negara melalui pemulihan aktivitas sektor pariwisata yang sudah vakum sejak lama dengan tetap menjaga protokol kesehatan yang ada. Di satu sisi agar angka positif Covid-19 tidak membludak maka pemerintah membuat alternatif yaitu dengan diterbitkannya aturan pelarangan mudik lebaran di tahun 2021 ini.

Sesuai yang disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, penetapan dibukanya kembali tempat wisata diberbagai daerah berpedoman pada bingkai PPKM skala mikro yang ada di wilayah tertentu. Masyarakat dihimbau menjaga kapasitas agar tidak melebihi yang ditentukan oleh pemerintah yaitu 50% presentasi di setiap destinasi wisatanya. Poin penting yang perlu diperhatikan adalah tidak semua tempat wisata boleh dibuka untuk umum. Terdapat pengecualian wisata-wisata tertentu yang diizinkan untuk tetap beroperasi saat libur lebaran. Selain untuk pemulihan ekonomi aturan ini dibuat agar masyarakat yang tidak bisa mudik dapat mengobati rasa kesedihan mereka terhadap keluarga di kampung halaman dengan berkunjung ke tempat wisata yang sudah disediakan oleh pemerintah setempat.

Sejatinya berbagai aturan dan kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Pusat bertujuan untuk memudahkan pihak Pemerintah Daerah dalam membantu penanganan kasus Covid-19 yang terjadi di wilayah masing-masing. Tujuan lainnya adalah agar terjalin komunikasi yang baik antara pihak pusat dan daerah. Bagi masyarakat adanya kebijakan tersebut berfungsi untuk memberikan keselamatan dan kenyamanan seluruh rakyat yang ada di negeri ini. Namun terkadang aturan yang diterapkan justru membuat masyarakat kesulitan dan tidak nyaman sehingga menuai berbagai argumen dan kecaman.

Terlepas dari itu semua, pastinya pemerintah baik pusat maupun daerah sudah berupaya secara penuh dalam menanggulangi kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Masyarakat sebagai elemen terpenting sepatutnya mendukung kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah. Begitu pun pihak pemerintah harus memikirkan lebih matang lagi kebijakan seperti apa yang cocok untuk masyarakat dan tidak menyulitkan. Harapannya tindakan ini nantinya dapat terus menekan angka Covid-19 sehingga perekonomian negara cepat kembali pulih.

***

*)Oleh: Fiyardi Dwi Laksono, Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan di Universitas Negeri Malang.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Raker di Komisi III DPR RI, Kapolri: Kepercayaan Publik pada Polri Terus Meningkat
    Raker di Komisi III DPR RI, Kapolri: Kepercayaan Publik pada Polri Terus Meningkat
    16/06/2021 - 16:44
  • Kapolres Ponorogo Launching Kampung Tangguh Bersih Narkoba di Desa Semanding
    Kapolres Ponorogo Launching Kampung Tangguh Bersih Narkoba di Desa Semanding
    16/06/2021 - 16:40
  • Klaster Hajatan Sebabkan 21 Warga Positif Covid-19, Kantor Desa Rejasari Ditutup
    Klaster Hajatan Sebabkan 21 Warga Positif Covid-19, Kantor Desa Rejasari Ditutup
    16/06/2021 - 16:36
  • Di Sumenep, 60 Persen Tenaga Pendidikan Sudah Terima Vaksinasi Covid-19
    Di Sumenep, 60 Persen Tenaga Pendidikan Sudah Terima Vaksinasi Covid-19
    16/06/2021 - 16:32
  • Komisi III DPR RI Dukung Kapolri Wujudkan Rencana Strategis 2020-2024
    Komisi III DPR RI Dukung Kapolri Wujudkan Rencana Strategis 2020-2024
    16/06/2021 - 16:28

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Pemilu dan Sirkulasi Kepemimpinan
    Pemilu dan Sirkulasi Kepemimpinan
    16/06/2021 - 11:24
  • Empat Pilar untuk Harmonisasi dan Keluhuran Budaya Bangsa
    Empat Pilar untuk Harmonisasi dan Keluhuran Budaya Bangsa
    16/06/2021 - 10:05
  • Infrastruktur Pembelajaran Online Yang Kuat Adalah Kunci Masa Depan Pendidikan Tinggi
    Infrastruktur Pembelajaran Online Yang Kuat Adalah Kunci Masa Depan Pendidikan Tinggi
    16/06/2021 - 09:06
  • Catatan Anwar Sadad; Kiai Nawawi Bertemu Malaikat Maut
    Catatan Anwar Sadad; Kiai Nawawi Bertemu Malaikat Maut
    16/06/2021 - 08:30
  • Surat Kesatu: Untuk Pembelajar Pluralisme dan Kebangsaan
    Surat Kesatu: Untuk Pembelajar Pluralisme dan Kebangsaan
    15/06/2021 - 08:40
  • Ichhatigkeit
    Ichhatigkeit
    14/06/2021 - 13:29
  • Kacamata Akademisi: Tes Wawasan Kebangsaan Berujung Peretasan?
    Kacamata Akademisi: Tes Wawasan Kebangsaan Berujung Peretasan?
    14/06/2021 - 13:06
  • Distrosi di Balik Sebuah Inovasi Pendidikan
    Distrosi di Balik Sebuah Inovasi Pendidikan
    14/06/2021 - 11:33

KULINER

  • Kampung Adat Segunung, Desa Wisata Alam dengan Kekuatan Budaya Lokal
    Kampung Adat Segunung, Desa Wisata Alam dengan Kekuatan Budaya Lokal
    16/06/2021 - 07:45
  • Segarkan Siang Bersama Dessert Ala Timtong
    Segarkan Siang Bersama Dessert Ala Timtong
    15/06/2021 - 07:32
  • ASTON Kuta Hotel & Residence Sajikan “SUNSET BBQ is BACK”
    ASTON Kuta Hotel & Residence Sajikan “SUNSET BBQ is BACK”
    15/06/2021 - 03:12
  • Dawet Ayu Bu Seni, Satu-Satunya Kuliner Tradisional di Taman Ganjaran
    Dawet Ayu Bu Seni, Satu-Satunya Kuliner Tradisional di Taman Ganjaran
    13/06/2021 - 16:03
  • Sensasi Nikmatnya Bakmi Jawa di Kopi Luwak Mataram Yogyakarta
    Sensasi Nikmatnya Bakmi Jawa di Kopi Luwak Mataram Yogyakarta
    13/06/2021 - 06:16