Kopi TIMES

Komersialisasi Derajat Kucing

Senin, 10 Mei 2021 - 05:17 | 43.05k
Komersialisasi Derajat Kucing
Yandri Radhi Anadi, Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Malang (UNISMA).
Editor: Dhina Chahyanti

TIMESINDONESIA, MALANG – Memelihara kucing sudah menjadi bagian gaya hidup Kosmopolitan yang serba praktis. Dengan kelebihan tidak berisik, pakan sedikit, dan tidak repot, kucing menjadi alternatif hewan peliharaan orang-orang yang tinggal di perumahan berlahan sempit ataupun apartemen Dengan melihat pola dan tingkahnya, orang akan merasa puas dan terhibur.

Memelihara kucing membuat orang terpukau pada sesuatu yang menjadi kegemarannya sehingga memberikan pengaruh pada kejiwaannya. Kecintaan seseorang pada binatang membawa suasana hati lebih tenteram, sehingga kucing merupakan salah satu bintang terfavorit untuk di pelihara dirumah. Kucing sebenarnya sudah dipelihara dan dibiakkan ribuan tahun silam.

Mulanya lebih banyak dipekerjakan untuk membantu manusia, terutama untuk membasmi hama tikus yang mengganggu persediaan makanan (pangan) di dalam lumbung.  Namun kini memelihara kucing adalah suatu bentuk hobi. Mereka dirawat sebagai satwa kesayangan. Seiring dengan tingginya minat masyarakat untuk memelihara kucing munculah berbagai Komunitas yang didasari dengan kecintaan dan perhatian agar kucing tetap terjaga kelestariannya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Meskipun harganya terbilang cukup mahal tetapi tidak menjadi penghalang bagi para pecinta kucing. Perkembangan bisnis kucing ras di Indonesia bisa dikatakan berkembang pesat. Berbagai jenis kucing ras mulai dari Persia, Maine Coon, Bengal, Sphynx, Ragdoll, British Shorthair dan jenis ras lainnya kini semakin diminati oleh para penggemar hewan berbulu ini. 

Namun, untuk mendapatkan kucing ras murni pembeli harus jeli dan akan lebih baik jika memiliki sertifikat pedigree untuk memastikan silsilah kucing tersebut. Asosisasi pun saat ini banyak yang membantu para cattery untuk mensertifikasikan kucing-kucing tersebut. Disamping untuk menjaga kemurnian Ras dan silsilah, adanya sertifikat, harganya bisa lebih mahal dua hingga tiga kali lipat dibandingkan kucing ras tanpa sertifikat. Sebab, sertifikat sering dijadikan sebagai bukti silsilah kemurnian dari ras kucing tersebut.

Adapun cara membedakan antara kucing ras murni dan campuran, yang paling mudah serta diakui itu menggunakan sertifikat karena itu untuk memvalidasi kucing ras ada sertifikat pedigree yaitu silsilah atau latar belakang dari kucing itu. Biasanya terdapat silsilah 3 sampai 5 atau keluarga kucing itu. Pedigree ini terutama dimiliki oleh kucing ras murni (purebreed).

Jadi kucing untuk mengetahui bahwa dia merupakan ras murni maka harus memiliki sertifikat pedigree yang jelas. Silsilah keluarga kucing menjadi penting untuk melestarikan suatu ras serta menghindari adanya kasin silang atau campuran. Setidaknya sertifikat itu menjadi patokan dan peran serta cattery bahwa ketika akan mengeluarkan pedigree untuk kucing ras, dan itu dia membeli lisensinya.

Jadi sebaiknya kalau pembeli atau calon adopter baru, arahkan untuk membeli di cattery yang sudah ada lisensi ataupun pada breeder yang berkualitas serta bisa juga melalui para blantik bermartabat sehingga kucing yang diadopsinya merupakan kucing ras murni bukan campuran.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Kalau yang nonpedigree ini bisa saja merupakan kucing ras campuran. Untuk harganya, bisa beda selisih dua kali atau tiga kali lipat lebih mahal yang sudah pedigree., namun seperti hukum permintaan dan penawaran yang berlaku, makin banyak stok persediaan kemungkinan akan turun harganya. Ditambah  bila para cattery dan breeder tidak memiliki standard dalam menjaga kualitas dengan tujuan menjaga kestabilan harga, tapi kalau cattery yang memiliki standard harga jualnya pasti akan tetap stabil.

Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat. Dengan demikian hukum permintaan berbunyi:

“Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”

Pada hukum permintaan berlaku asumsi Ceteris Paribus. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap) Teori ini dibuat untuk mendefinisikan pengaruh keinginan atas suatu produk atau barang tertentu terhadap harga jual produk tersebut.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Hukum ini merupakan salah satu hukum dasar dalam dunia perekonomian. Dalam kehidupan nyata permintaan dan penawaran merupakan dua hal yang saling berlawanan hingga nantinya pasar akan menemukan harga yang seimbang. Permintaan ataupun penawaran dapat meningkat atau menurun, hal ini bisa terjadi karena disebabkan oleh banyak faktor.

Kedua hal tersebut didasari oleh empat hukum. Hukum-hukum inilah yang dijadikan sebagai pondasi dari teori ini. Hukum-hukum ini bisa dijadikan sebagai acuan oleh para pelaku ekonomi untuk menjalankan usahanya. Karena di dalam hukum-hukum ini terdapat hal-hal yang akan terjadi jika sesuatu terjadi.

Jadi para pelaku usaha dapat mengetahuinya dari hukum-hukum ini. Untuk mengetahui lebih lanjut berikut adalah pembahasannya hukum dasar penawaran pada berbagai keadaan:

•       Saat penawaran meningkat: Jika penawaran terhadap suatu barang meningkat, maka harga yang ditawarkan akan semakin tinggi.

•       Ketika penawaran menurun: Jika penawaran terhadap suatu barang menurun, maka harga yang ditawarkan akan semakin rendah.

•       Saat permintaan meningkat: Jika harga suatu produk sedang rendah, maka jumlah produk yang diminta akan bertambah.

•       Ketika permintaan menurun: Jika harga suatu produk naik, maka jumlah produk yang diminta akan menurun.

Itulah tadi hukum-hukum dasar untuk hukum permintaan dan penawaran. Dapat dilihat jika bunyi antara hukum permintaan dengan hukum penawaran sangatlah berbanding terbalik. Memang hal tersebutlah yang dibutuhkan agar tercapainya suatu keseimbangan harga.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)

•       Perilaku konsumen / selera konsumen

•       Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap

•       Pendapatan atau penghasilan konsumen

•       Perkiraan harga di masa depan

•       Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen

Mencermati teori diatas, maka sudah seyogyanya bila berapa breeder yang merasa cemas terkait akan turunnya harga kucing ketika pada waktunya untuk bisa diadops oleh adopter. Padahal kekhawatiran ini sebenarnya bisa diantisipasi dengan bagaimana mempertahankan kualitas kucing yang akan dibiakkan, perlu dipahami juga, untuk kualitas, para breeder ini membagi dalam dua bagian dasar, yakni show quality, dimana kualitas kucing ini benar-benar bagus dan perfect, kualitas ini disiapkan untuk show dan menjadi juara. Bagian dasar kedua breed quality, ini kualitasnya dibawah show quality, pada dasarnya kualitas ini juga bagus, tapi belum sesempurna yang show quality, breed quality ini lebih dipersiapkan untuk dikembangbiakkan dan menghasilkan keturunan-keturunan yang berkualitas.

 Sementara untuk pangsa pasarnya sendiri, biasanya itu akan terbentuk dengan sendirinya dan masing-masing juga sudah ada komunitas dan klubnya sendiri-sendiri sehingga nanti akan tumbuh dengan alami kecenderungannya terhadap kucing dengan ras tertentu, sehingga para breeder tidak perlu merasa cemas tentang hancurnya harga, yang paling penting dipahami oleh para breeder, ini adalah hobi, dan para penggemar suatu hobi tidak akan mempermasalahkan suatu harga.

Di ibaratkan barang antik, makin berkualitas barang tersebut, makin mahal pula harganya, dan seorang kolektor, tidak akan mempermasalahkan harga untuk menebus barang incarannya.

Tetap semangat para breeder, dan saling mendukung menjaga kestabilan harga. ***

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Penulis: Yandri Radhi Anadi, Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Malang (UNISMA)



Publisher : Rochmat Shobirin

EKORAN

TERBARU

  • Syarief Hasan Ingin UMKM Mendapat Perlindungan dan Bantuan
    Syarief Hasan Ingin UMKM Mendapat Perlindungan dan Bantuan
    18/06/2021 - 08:33
  • [CEK FAKTA] Roket Melewati Wilayah Udara Indonesia dan Malaysia
    [CEK FAKTA] Roket Melewati Wilayah Udara Indonesia dan Malaysia
    18/06/2021 - 08:09
  • Naomi Osaka Tak Akan Ambil Bagian di Wimbledon
    Naomi Osaka Tak Akan Ambil Bagian di Wimbledon
    18/06/2021 - 07:54
  • Maju di Pilpres 2024, Prabowo Subianto: Kenapa Tidak?
    Maju di Pilpres 2024, Prabowo Subianto: Kenapa Tidak?
    18/06/2021 - 07:46
  • Tips Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut
    Tips Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut
    18/06/2021 - 07:37

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Welfare State, Sebuah Perbandingan untuk Indonesia
    Welfare State, Sebuah Perbandingan untuk Indonesia
    17/06/2021 - 13:21
  • Surat Kedua: Untuk Pembelajar Pluralisme dan Kebangsaan
    Surat Kedua: Untuk Pembelajar Pluralisme dan Kebangsaan
    17/06/2021 - 10:36
  • Membangun Paradigma Hukum di Tengah Pandemi Covid-19 :Implementasi dan Tantangan
    Membangun Paradigma Hukum di Tengah Pandemi Covid-19 :Implementasi dan Tantangan
    16/06/2021 - 21:34
  • Implikasi Pengenaan PPN Terhadap Jasa Pendidikan
    Implikasi Pengenaan PPN Terhadap Jasa Pendidikan
    16/06/2021 - 19:32
  • Pemilu dan Sirkulasi Kepemimpinan
    Pemilu dan Sirkulasi Kepemimpinan
    16/06/2021 - 11:24
  • Empat Pilar untuk Harmonisasi dan Keluhuran Budaya Bangsa
    Empat Pilar untuk Harmonisasi dan Keluhuran Budaya Bangsa
    16/06/2021 - 10:05
  • Infrastruktur Pembelajaran Online Yang Kuat Adalah Kunci Masa Depan Pendidikan Tinggi
    Infrastruktur Pembelajaran Online Yang Kuat Adalah Kunci Masa Depan Pendidikan Tinggi
    16/06/2021 - 09:06
  • Catatan Anwar Sadad; Kiai Nawawi Bertemu Malaikat Maut
    Catatan Anwar Sadad; Kiai Nawawi Bertemu Malaikat Maut
    16/06/2021 - 08:30

KULINER

  • Promo Asian Feast Jadi Menu Andalan Baru di Grand Ambarrukmo Yogyakarta
    Promo Asian Feast Jadi Menu Andalan Baru di Grand Ambarrukmo Yogyakarta
    16/06/2021 - 16:48
  • Kampung Adat Segunung, Desa Wisata Alam dengan Kekuatan Budaya Lokal
    Kampung Adat Segunung, Desa Wisata Alam dengan Kekuatan Budaya Lokal
    16/06/2021 - 07:45
  • Segarkan Siang Bersama Dessert Ala Timtong
    Segarkan Siang Bersama Dessert Ala Timtong
    15/06/2021 - 07:32
  • ASTON Kuta Hotel & Residence Sajikan “SUNSET BBQ is BACK”
    ASTON Kuta Hotel & Residence Sajikan “SUNSET BBQ is BACK”
    15/06/2021 - 03:12
  • Dawet Ayu Bu Seni, Satu-Satunya Kuliner Tradisional di Taman Ganjaran
    Dawet Ayu Bu Seni, Satu-Satunya Kuliner Tradisional di Taman Ganjaran
    13/06/2021 - 16:03