Kopi TIMES

Viral Pemudik Menangis, Antara Empati dan Tuntutan Tugas Seorang Aparat

Sabtu, 08 Mei 2021 - 20:39 | 40.49k
Viral Pemudik Menangis, Antara Empati dan Tuntutan Tugas Seorang Aparat
M. Syafrudin, Pegawai Negeri Sipil.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Berdasarkan etimologi bahasa, empati merupakan salah satu kata serapan dari Bahasa Yunani 'empátheia' yang  berarti 'ketertarikan fisik'. Kata ini didefinisikan sebagai respons afektif dan kognitif yang kompleks pada distres emosional orang lain.  

Dalam pemahaman sederhana maka empati adalah kemampuan seseorang untuk memahami apa yang dirasakan orang lain, membayangkan diri sendiri berada pada posisi orang tersebut atau juga suatu kemauan dan kemampuan untuk mencoba melihat dari sudut pandang orang tersebut.

Terkait empati ini, penulis tertarik dengan kejadian yang viral di media massa kemarin dan Jumat ini (7/5/2021) di mana ada seorang pemudik wanita yang ngotot ingin mudik, akan tetapi ketika disuruh balik kanan, si pemudik wanita ini justru menangis.

Video ini pertama kali diunggah oleh chanel cnnindonesia di youtube. Meski baru diunggah dua hari lalu, video berdurasi 38 detik dengan judul 'Pemudik Menangis Saat Diminta Putar Balik' sudah disaksikan lebih dari 4,2 juta pemirsa.

Deskripsi video dengan kalimat ' Diminta putar arah karena tidak memiliki surat bebas covid-19, seorang wanita yang akan mudik ke Lampung menggunakan sepeda motor menangis di pos penyekatan kawasan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, selasa siang' juga menjadi daya tarik sehingga mendongkrak video ini menjadi viral.

Dari informasi yang beredar, pemudik wanita pengendara sepeda motor tersebut hendak mudik dari Jakarta ke Lampung. Akan tetapi setibanya di pos penyekataan kawasan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (4/5/2021) dia diberhentikan polisi.

Saat pemeriksaan surat-surat kendaraan dan kelengkapan lainnya sebagai syarat mudik, ternyata si wanita tidak mengantongi salah satu syarat bagi pelaku perjalanan yaitu surat keterangan bebas COVID-19. Sesuai aturan, si wanita tersebut disuruh putar balik oleh petugas.
 
Namun dia tidak langsung mematuhi perintah bapak polisi, bahkan kemudian menangis agar diperbolehkan mudik. Dari video , terlihat jelas matanya mengembang dan meneteskan air mata dari balik wajah yang tertutup masker dan kepalanya tertutup helm, menandakan betapa kepedihan dan kesedihan terpancar dari matanya.

Apalagi didorong dari pernyataannya yang mengaku dirinya sudah tak memiliki pekerjaan karena terimbas PHK. Sehingga tidak lagi memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhannya di Jakarta, terpaksa harus balik ke kampong halaman di Lampung. Lengkaplah sudah komponen sebuah empati!. 

Disengaja atau tidak, empati berhasil dipertunjukkan dengan apik oleh sang wanita sehingga akhirnya aparat atau Polisi kemudian mengizinkan sang wanit pemudik itu untuk melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya.

Bila menonton video tersebut, maka dapat dipastikan siapapun, terutama yang memiliki empati tinggi pasti seperti ikut hanyut dan merasakan derita, kesedihan, kedukaan dan kebingungan yang dipertontonkan si wanita pemudik. Inilah empati murni welas asih, bukan sekedar empati kognitif atau emosional. Dan empati inilah yang juga dirasakan oleh aparat atau Polisi sehingga hampir semua komentar dalam tayangan video tersebut mengacungi jempol atas empati sang aparat Polisi.

Sebagai manusia biasa, aparat / polisi juga manusia yang memiliki empati dengan tingkat yang sama dengan manusia pada umumnya, beragam, tergantung dari tingkatannya. Meskipun demikian, empati aparat saat bertugas akan dibatasi dan direm oleh apa yang namanya tuntutan tugas.

Apabila tuntutan tugas mengamanatkan seluruh aparat untuk menghilangkan sementara rasa 'empati' demi sesuatu yang lebih besar dan lebih penting dan yang dapat menentukan terjadinya suatu perubahan maka biasanya aparat memang akan lebih tegas, tidak ada empati, ' Dilarang lewat, ya dilarang lewat. Dilarang masuk, maka siapa pun tidak boleh masuk!' mau merengek, menangis pun, biasanya tidak akan mempengaruhi ketegasan aparat.

Biasanya seperti dalam kasus tersebut yaitu kasus biasa yang tidak mengandung kegawatdaruratan maka ketegasan yang ditunjukkan aparat atau Polisi tidaklah mutlak. Polisi atau aparat yang bertugas di lapangan diberi kewenangan terbatas untuk menentukan dan 'membelokkan' aturan. Yang penting 'pembelokan' atau 'keluwesan' aturan dapat dipertanggungjawabkan kepada pimpinan di masing-masing unsur. Dan biasanya pula, penyebab pembelokan dan peluwesan aturan yang utama adalah 'Empati'.

 

***

*) Oleh: M. Syafrudin, Pegawai Negeri Sipil.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Syarief Hasan Ingin UMKM Mendapat Perlindungan dan Bantuan
    Syarief Hasan Ingin UMKM Mendapat Perlindungan dan Bantuan
    18/06/2021 - 08:33
  • [CEK FAKTA] Roket Melewati Wilayah Udara Indonesia dan Malaysia
    [CEK FAKTA] Roket Melewati Wilayah Udara Indonesia dan Malaysia
    18/06/2021 - 08:09
  • Naomi Osaka Tak Akan Ambil Bagian di Wimbledon
    Naomi Osaka Tak Akan Ambil Bagian di Wimbledon
    18/06/2021 - 07:54
  • Maju di Pilpres 2024, Prabowo Subianto: Kenapa Tidak?
    Maju di Pilpres 2024, Prabowo Subianto: Kenapa Tidak?
    18/06/2021 - 07:46
  • Tips Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut
    Tips Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut
    18/06/2021 - 07:37

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Welfare State, Sebuah Perbandingan untuk Indonesia
    Welfare State, Sebuah Perbandingan untuk Indonesia
    17/06/2021 - 13:21
  • Surat Kedua: Untuk Pembelajar Pluralisme dan Kebangsaan
    Surat Kedua: Untuk Pembelajar Pluralisme dan Kebangsaan
    17/06/2021 - 10:36
  • Membangun Paradigma Hukum di Tengah Pandemi Covid-19 :Implementasi dan Tantangan
    Membangun Paradigma Hukum di Tengah Pandemi Covid-19 :Implementasi dan Tantangan
    16/06/2021 - 21:34
  • Implikasi Pengenaan PPN Terhadap Jasa Pendidikan
    Implikasi Pengenaan PPN Terhadap Jasa Pendidikan
    16/06/2021 - 19:32
  • Pemilu dan Sirkulasi Kepemimpinan
    Pemilu dan Sirkulasi Kepemimpinan
    16/06/2021 - 11:24
  • Empat Pilar untuk Harmonisasi dan Keluhuran Budaya Bangsa
    Empat Pilar untuk Harmonisasi dan Keluhuran Budaya Bangsa
    16/06/2021 - 10:05
  • Infrastruktur Pembelajaran Online Yang Kuat Adalah Kunci Masa Depan Pendidikan Tinggi
    Infrastruktur Pembelajaran Online Yang Kuat Adalah Kunci Masa Depan Pendidikan Tinggi
    16/06/2021 - 09:06
  • Catatan Anwar Sadad; Kiai Nawawi Bertemu Malaikat Maut
    Catatan Anwar Sadad; Kiai Nawawi Bertemu Malaikat Maut
    16/06/2021 - 08:30

KULINER

  • Promo Asian Feast Jadi Menu Andalan Baru di Grand Ambarrukmo Yogyakarta
    Promo Asian Feast Jadi Menu Andalan Baru di Grand Ambarrukmo Yogyakarta
    16/06/2021 - 16:48
  • Kampung Adat Segunung, Desa Wisata Alam dengan Kekuatan Budaya Lokal
    Kampung Adat Segunung, Desa Wisata Alam dengan Kekuatan Budaya Lokal
    16/06/2021 - 07:45
  • Segarkan Siang Bersama Dessert Ala Timtong
    Segarkan Siang Bersama Dessert Ala Timtong
    15/06/2021 - 07:32
  • ASTON Kuta Hotel & Residence Sajikan “SUNSET BBQ is BACK”
    ASTON Kuta Hotel & Residence Sajikan “SUNSET BBQ is BACK”
    15/06/2021 - 03:12
  • Dawet Ayu Bu Seni, Satu-Satunya Kuliner Tradisional di Taman Ganjaran
    Dawet Ayu Bu Seni, Satu-Satunya Kuliner Tradisional di Taman Ganjaran
    13/06/2021 - 16:03