Kopi TIMES

Menjawab Optimisme, Pemuda menjawab Tantangan

Sabtu, 08 Mei 2021 - 18:32 | 46.82k
Menjawab Optimisme, Pemuda menjawab Tantangan
Muchammad Ridwan Sa’idi, Founder and CEO Padmasana.id.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, GRESIK – Anda menjadi kuat dengan menentang kekalahan dan dengan mengubah kerugian dan kegagalan menjadi kesuksesan –Napoleon Bonaparte-

Awal 2020 kita dikejutkan dengan sampainya pandemi ke Indonesia, yang sebenarnya sudah ada dari akhir 2019. Ketidaksiapan kita dalam menghadapi pandemi tersebut membuat banyak hal menjadi kacau. Adaptasi dilakukan sembari berbenah dalam setiap hal, yang berkaitan langsung dengan masyarakat adalah terkait protokol kesehatan (Prokes). Prokes pun diterapkan dalam banyak sektor, mulai dari perdagangan, transportasi, pendidikan dan sebagainya.

Kesadaran masyarakat mulai terbangun seiring berjalannya waktu dan karena lamanya pandemi ini berlangsung. Kebiasaan tertib seperti mejaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan pun semakin disadari oleh masyarakat. Pola baik ini semoga bisa memicu untuk lebih tertib dalam bermasyarakat dan walaupun pandemi ini memiliki dampak buruk bagi kehidupan, tapi semoga kita mampu belajar dari adanya musibah ini.

Dalam menangani pandemi ini perlu adanya kesadaran bersama dari semua pihak. Cara paling baik dalam menangani pandemi ini adalah saling bergotong royong untuk pemulihan nasional atau bisa disebut pula berkolaborasi. Bahwasanya tanpa adanya kolaborasi, keberhasilan menangani pandemi ini tidak akan pernah terjadi. Kolaborasi menjadi kunci untuk mempercepat penanganan dalam berbagai sektor mulai dari kesehatan, ekonomi maupun sosial. Sektor tersebut  tentu berkaitan dan mempunyai dampak secara langsung dengan kehidupan masyarakat. Sehingga penanganan dari sektor-sektor tersebut haruslah baik dan perlu adanya kesadaran bersama.

Selain dari kolaborasi antara masyarakat, perlu juga seorang pemimpin yang mampu mencetuskan kebijakan-kebijakan strategis untuk penanganan pandemi ini. Pola penanganan akan terus berubah seiring perubahan kondisi yang ada, pola penanganan ekonomi khususnya. Sudah seharusnya pemerintah mendahulukan sektor-sektor rentan yang masih bertahan. Karena sektor ini tidaklah memiliki nafas yang cukup panjang untuk menghadapi guncangan besar pandemi dan tata kelola yang ada dalam kehidupan bermasyarakat. 

Sektor rentan yang perlu diperhatikan salah satunya adalah UMKM. Menurut data yang didapatkan dari Kementerian Koperasi 2019, Usaha Kecil dan Menengah dengan terdampaknya sector ini tentu akan berpengaruh terhadap 96 persen angka kerja nasional yang berada didalamnya. Selain itu 60 persen PDB nasional juga di dapatkan dari sektor ini. Jika sektor ini tidak mendapatkan perhatian yang ekstra bisa jadi permasalahan baru dalam pengentasan angka pengangguran. Karena mayoritas serapan tenga kerja nasional berada di UMKM.

Dari data yang dihimpun dari Katadata Insight Centre (KIC) menemukan 82,9 persen UMKM di Indonesia terdampak negative akibat pandemic. Hanya 5,9 persen yang mendapatkan keuntungan pada saat pandemic. Mayoritas UMKM yang bertahan karena melek terhadap digitalisasi dan hanya 4 persen - 10 persen yang bisa menguasai platform digital tersebut.

Milenial sebagai generasi produktif dalam masa ini harus mempunyai peran dalam menjawab tantangan tersebut. Milenial harus menjadi pendorong dalam proses kolaborasi terhadap penanganan pandemi ini, terutama dalam penggunaan media digital. Peran media sangat krusial karena mayoritas masyarakat Indonesia menggunakan sangat erat dengan media sosial, sehingga hal tersebut dapat menjadi alat untuk campaign kebaikan untuk bersama menghadapi pandemi ini. Milenial tentu mampu menjawab hal tersebut sebagaimana tanggung jawab besar dalam memikul beban dalam perubahan nasional.
 
Milenial dalam Persimpangan

2020 menjadi tahun yang penting bagi kedewasaan perjalanan bangsa ini. Bencana silih berganti berdatangan menimpa kita. Namun hal baik yang bisa dipetik adalah meningkatnya kepedulian antar masyarakat kita. Aksi saling jaga terus menggema hingga pelosok manapun. Tentu mereka bergerak sukarelawan demi menjaga saudara-saudara yang membutuhkan, tanpa terkecuali pemuda yang menjadi garda depan.

Harapan besar hadirnya pemuda dalam setiap perkembangan bangsa ini kearah yang diharapkan harus tetap terjaga. Pemuda tentu memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas inovasi dan kreativitas dalam membangun peradaban bangsa. Pemuda tetap lantang dalam menjaga arah bangsa kedalam rel yang ideal tentu dengan tuntunan sesepuh yang memiliki kewaskitaan.

Pilkada serentak 2020 yang tetap berjalan ditengah pandemi covid-19, menghasilkan banyak pemimpin daerah dari kalangan milenial. Ini adalah momentum yang baik untuk bisa saling gerak-menggerakkan pemuda oleh pemuda itu sendiri. Tentu momen ini harus diimbangi dengan pembuktian yang sesuai dengan harapan masyarakat. Pemimpin milenial memiliki kelebihan energi dan pemikiran segar sehingga eksekusi dari ide tersebut patut dinanti.

Jangan sampai jargon 'kaum muda yang memimpin' hanya sebatas jargon kampanye saja, tapi harus membuktikan bahwa pemuda memang layak mendapatkan amanah besar itu. Persimpangan terkadang membingungkan namun ketika jalan terbuka kesempatan dalam mengabdi tentu itu sangat menggembirakan.

Milenial dalam Jebakan Post Truth

Political Post Truth menjadi tantangan besar akhir-akhir ini. Penggiringan opini dengan cara membangun narasi yang tidak benar atau tidak baik untuk meraih simpati membentuk polarisasi pada masyarakat. Polarisasi ini sangat menghasilkan konflik terjadi didunia nyata dan didunia maya. Saling ejek, saling sindir hingga bully antar masyarakat sudah tidak bisa dibendung lagi.

Milenial adalah generasi yang dekat dengan teknologi seharusnya mampu menjadi garda paling depan dalam pemberantasan berita bohong atau hoaks yang beredar dimasyarakat. Namun milenial juga menjadi sasaran empuk aktor politik sebagai bagian dari pembawa berita hoaks tersebut. Gaya politik anak muda seringkali dipakai aktor politik agar terlihat dengan milenial, walaupun kebanyakan bukan berasal dari generasi milenial itu sendiri.

Tentu apabila milenial tidak mampu memfilter berbagai informasi yang ada, maka jebakan informasi yang tidak benar akan selalu ada dan terus berkembang. Untuk itulah milenial dengan jangkauan informasi yang tidak terbatas harus mampu membentengi diri dan kelompoknya dalam upaya menekan sumber informasi hoaks dengan literasi yang cukup. Peran penting milenial sebagai validitas informasi sangat dibutuhkan untuk mencerahkan kondisi dan situasi yang ada di tengah masyarakat.

Akhirnya, kita berharap optimisme pemuda dapat terjawab seiring dengan besarnya tantangan yang harus dihadapi. Kolaborasi pemuda tetap dibangun seiring dengan kencangnya angin polarisasi. Pemuda akan tetap menjadi benteng terakhir dalam menjaga keutuhan dan keragaman bangsa ini kedepan. 

***

*) Oleh: Muchammad Ridwan Sa’idi, Founder and CEO Padmasana.id.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Syarief Hasan Ingin UMKM Mendapat Perlindungan dan Bantuan
    Syarief Hasan Ingin UMKM Mendapat Perlindungan dan Bantuan
    18/06/2021 - 08:33
  • [CEK FAKTA] Roket Melewati Wilayah Udara Indonesia dan Malaysia
    [CEK FAKTA] Roket Melewati Wilayah Udara Indonesia dan Malaysia
    18/06/2021 - 08:09
  • Naomi Osaka Tak Akan Ambil Bagian di Wimbledon
    Naomi Osaka Tak Akan Ambil Bagian di Wimbledon
    18/06/2021 - 07:54
  • Maju di Pilpres 2024, Prabowo Subianto: Kenapa Tidak?
    Maju di Pilpres 2024, Prabowo Subianto: Kenapa Tidak?
    18/06/2021 - 07:46
  • Tips Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut
    Tips Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut
    18/06/2021 - 07:37

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Welfare State, Sebuah Perbandingan untuk Indonesia
    Welfare State, Sebuah Perbandingan untuk Indonesia
    17/06/2021 - 13:21
  • Surat Kedua: Untuk Pembelajar Pluralisme dan Kebangsaan
    Surat Kedua: Untuk Pembelajar Pluralisme dan Kebangsaan
    17/06/2021 - 10:36
  • Membangun Paradigma Hukum di Tengah Pandemi Covid-19 :Implementasi dan Tantangan
    Membangun Paradigma Hukum di Tengah Pandemi Covid-19 :Implementasi dan Tantangan
    16/06/2021 - 21:34
  • Implikasi Pengenaan PPN Terhadap Jasa Pendidikan
    Implikasi Pengenaan PPN Terhadap Jasa Pendidikan
    16/06/2021 - 19:32
  • Pemilu dan Sirkulasi Kepemimpinan
    Pemilu dan Sirkulasi Kepemimpinan
    16/06/2021 - 11:24
  • Empat Pilar untuk Harmonisasi dan Keluhuran Budaya Bangsa
    Empat Pilar untuk Harmonisasi dan Keluhuran Budaya Bangsa
    16/06/2021 - 10:05
  • Infrastruktur Pembelajaran Online Yang Kuat Adalah Kunci Masa Depan Pendidikan Tinggi
    Infrastruktur Pembelajaran Online Yang Kuat Adalah Kunci Masa Depan Pendidikan Tinggi
    16/06/2021 - 09:06
  • Catatan Anwar Sadad; Kiai Nawawi Bertemu Malaikat Maut
    Catatan Anwar Sadad; Kiai Nawawi Bertemu Malaikat Maut
    16/06/2021 - 08:30

KULINER

  • Promo Asian Feast Jadi Menu Andalan Baru di Grand Ambarrukmo Yogyakarta
    Promo Asian Feast Jadi Menu Andalan Baru di Grand Ambarrukmo Yogyakarta
    16/06/2021 - 16:48
  • Kampung Adat Segunung, Desa Wisata Alam dengan Kekuatan Budaya Lokal
    Kampung Adat Segunung, Desa Wisata Alam dengan Kekuatan Budaya Lokal
    16/06/2021 - 07:45
  • Segarkan Siang Bersama Dessert Ala Timtong
    Segarkan Siang Bersama Dessert Ala Timtong
    15/06/2021 - 07:32
  • ASTON Kuta Hotel & Residence Sajikan “SUNSET BBQ is BACK”
    ASTON Kuta Hotel & Residence Sajikan “SUNSET BBQ is BACK”
    15/06/2021 - 03:12
  • Dawet Ayu Bu Seni, Satu-Satunya Kuliner Tradisional di Taman Ganjaran
    Dawet Ayu Bu Seni, Satu-Satunya Kuliner Tradisional di Taman Ganjaran
    13/06/2021 - 16:03