Kopi TIMES

Menghindari Perilaku Konsumtif Saat Menyambut Hari Raya Idul Fitri

Sabtu, 08 Mei 2021 - 06:21 | 54.58k
Menghindari Perilaku Konsumtif Saat Menyambut Hari Raya Idul Fitri
Deby Ramadhani, Mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Bangka Belitung.
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, BANGKA BELITUNG – Dewasa ini masyarakat membeli sesuatu bukan lagi sesuai dengan kebutuhan melainkan karena keinginan. Belanja telah menjadi sebuah kegemaran setiap orang mulai dari anak-anak, dewasa, hingga tua pun gemar berbelanja. Apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Sebenarnya hal ini lumrah terjadi pada manusia dalam memenuhi kebutuhannya, hanya saja fenomena yang terjadi saat ini adalah seseorang menjadi berlebihan dalam usaha memenuhi kebutuhan tersebut. Keinginan untuk membeli suatu produk yang berlebihan merupakan awal munculnya perilaku konsumtif.

Individu akan secara terus menerus membeli barang hanya berdasarkan apa yang mereka inginkan, bukan berdasarkan apa yang dibutuhkan (Fitriyani, Widodo, & Fauziah, 2013). Faktor keinginan tersebut dapat dilihat dari masyarakat yang kemudian membeli sesuatu hanya untuk menaikkan prestise, gengsi dan alasan lainnya. 

Perilaku konsumtif pun sering terjadi menjelang hari raya idul Fitri. Di Indonesia dalam merayakan idul Fitri ada sebuah tradisi unik yang sering disebut dengan istilah mudik. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh perantau yang tinggal di kota-kota besar, terutama Jakarta. Mudik lebaran merupakan ritual tahunan yang tidak pernah dilewatkan oleh umat muslim perantau yang ada di kota-kota seluruh Indonesia ( Muskinul Fuad : 2011 ).

Selain tradisi mudik ada tradisi unik lain dalam menyambut hari raya Idul Fitri yaitu tradisi berbelanja yang dilakukan oleh umat muslim di Indonesia. Iklan yang gencar dilakukan oleh kapitalis dengan menayangkan produk-produk baru, membuat Idul Fitri menjadi identik dengan penggunaan produk baru. Masyarakat kemudian terhegemoni dan tidak lagi berpikir tentang harga, asal itu sedang hits maka langsung dibeli.

Pusat- pusat perbelanjaan pun menjadi penuh oleh pengunjung. Ada yang memang berbelanja karena terdorong oleh kebutuhan yang memang mendesak menyambut Lebaran, tetapi tak sedikit pula mereka berbelanja hanya karena gengsi atau hasrat agar tidak  kalah dari tetangga di sebelah rumahnya. Contohnya seperti Pasar terbesar di Asia Tenggara yaitu Tanah Abang, di Jakarta Pusat yang pada hari minggu 2 Mei 2021 telah didatangi oleh setidaknya 100 ribu pengunjung menurut catatan Gubernur Anies Baswedan.

Para pengunjung datang untuk membeli persiapan lebaran, padahal saat ini tingkat penyebaran Covid masih sangat tinggi di Jakarta. Alasan para pengunjung berbelanja ke Tanah Abang adalah karena banyaknya diskon yang ditawarkan dan harga nya yang relatif murah dengan kualitas yang bagus. Masyarakat kemudian terpesona dengan iming-iming yang ditawarkan oleh para kaum kapitalisme ini hingga kemudian berbelanja sesuka hati tanpa memikirkan keuangan. 

Contoh kasus lain terjadi di pasar Tanjungpandan, Belitung, harga daging sapi dan ayam mengalami kenaikkan terhitung dari delapan hari sebelum hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Kepala Bidang Usaha Perdagangan Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung, Rita Yuliani mengatakan harga daging sapi melonjak naik dari Rp140 ribu per kilogram menjadi Rp160 ribu per kilogram dan daging ayam naik dari Rp45 ribu per kilogram menjadi Rp50 ribu per kilogram. Menurutnya, kenaikan harga daging dan ayam disebabkan oleh tingginya permintaan masyarakat terhadap dua jenis komoditi itu menjelang Idulfitri 1442 Hijriah.

Selain itu, perilaku konsumtif lainnya dapat dilihat dengan adanya perkembangan teknologi yang membuat belanja menjadi lebih mudah, hanya melalui aplikasi berbelanja orang sudah bisa berbelanja apapun dengan beragam promosi menarik seperti cashback, diskon besar-besaran, hingga gratis ongkir. Akibatnya masyarakat kemudian terhegemoni oleh tawaran yang menarik sehingga kemudian membeli bukan karena kebutuhan tetapi karena gengsi, identitas sosial (prestise) semata.

Hal ini senada dengan meningkatnya pengiriman barang belanja melalui jasa ekspedisi. Head of Consulting Division SCI Zaroni mengatakan kondisi pandemi membuat terjadinya perubahan terhadap perilaku belanja masyarakat dari yang bersifat offline menjadi online yang berdampak terhadap meningkatnya pengiriman barang.

Kebijakan PPKM dan larangan mudik juga memicu peningkatan pengiriman terutama kepada para keluarga dan kerabat pada Ramadan hingga menjelang Lebaran. Kebiasaan konsumtif dengan berbelanja untuk menyambut hari raya idul Fitri telah menjadi sebuah fenomena yang lumrah terjadi. Masyarakat menganggap bahwa Idul Fitri harus dirayakan dengan perayaan yang terbaik dan dengan sesuatu yang baru mulai dari pakaian, perhiasan, barang elektronik, perabotan rumah tangga, menu makanan harus spesial yang kadang kala tidak sesuai dengan keadaan ekonominya. 

Oleh karena itu agar masyarakat mampu menghindari berperilaku konsumtif dalam menyambut hari raya Idul Fitri adalah dengan menghindari untuk membeli barang secara berlebihan. Memang tak ada salahnya jika masyarakat ingin berbelanja atau membeli pakaian baru sebagai suatu simbol kembali fitri, tapi jangan berlebihan karena sesuatu yang berlebihan itu menjadi perilaku yang mubazir.

Hal yang paling penting pada hari raya Idul Fitri adalah kewajiban membayar zakat dengan rezeki yang telah didapatkan atas izin Allah SWT. Selain itu masyarakat juga perlu menyadari bahwa setelah hari raya Idul Fitri masih ada kebutuhan yang harus dipenuhi. Oleh karena itu penting sekali apabila masyarakat dapat menyisakan rejeki tunjangan hari raya yang diberikan untuk ditabung. Apalagi di tahun ini, hari raya Idul Fitri masih beriringan dengan Covid-19.

Tentunya penghasilan juga belum begitu stabil karena dampak dari kebijakan pemerintah untuk pembatasan sosial skala besar. Hal ini perlu dicermati oleh masyarakat jangan sampai mengutamakan membeli barang-barang baru untuk dipakai saat Idul Fitri tetapi kebutuhan pokok setelah hari raya Idul Fitri menjadi terbengkalai.

Perlu dipahami bahwa hari raya Idul Fitri bukan hanya tentang baju baru dan semua yang baru. Tapi bagaimana untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Lebih dari itu Idul Fitri diartikan sebagai kembalinya seseorang kepada keadaan yang suci dan menjadi pintu untuk saling memaafkan. Idul Fitri menjadi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan dalam menahan hawa nafsu selama menjalankan ibadah puasa Ramadan. Makna ini akan menimbulkan perasaan untuk selalu bersyukur atas segala yang telah dimiliki.

***

*) Oleh: Deby Ramadhani, Mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Bangka Belitung.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Enjoy the Beauty of Rawa Jombor from a Boat
    Enjoy the Beauty of Rawa Jombor from a Boat
    19/06/2021 - 04:11
  • Experience a Nice School Holiday at JHL Solitaire Gading Serpong
    Experience a Nice School Holiday at JHL Solitaire Gading Serpong
    19/06/2021 - 03:06
  • 3 Cara Atasi Bintitan dengan Bahan Alami di Rumah
    3 Cara Atasi Bintitan dengan Bahan Alami di Rumah
    19/06/2021 - 02:12
  • 4 Manfaat Buah Kurma untuk Kesehatan
    4 Manfaat Buah Kurma untuk Kesehatan
    19/06/2021 - 01:06
  • Mendidik dengan (Mewujudkan) Pancasila
    Mendidik dengan (Mewujudkan) Pancasila
    19/06/2021 - 00:22

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Mendidik dengan (Mewujudkan) Pancasila
    Mendidik dengan (Mewujudkan) Pancasila
    19/06/2021 - 00:22
  • 1001 Manfaat Kampus Merdeka
    1001 Manfaat Kampus Merdeka
    18/06/2021 - 23:08
  • UUCK dan Semangat Penyelesaian Legalitas Perkebunan
    UUCK dan Semangat Penyelesaian Legalitas Perkebunan
    18/06/2021 - 19:35
  • Hate Speech Hati-hati Menggunakan Jarimu
    Hate Speech Hati-hati Menggunakan Jarimu
    18/06/2021 - 18:38
  • Berguru Ke Driyarkara dan Parson
    Berguru Ke Driyarkara dan Parson
    18/06/2021 - 11:28
  • Pendidikan vs Pelatihan
    Pendidikan vs Pelatihan
    18/06/2021 - 10:38
  • Welfare State, Sebuah Perbandingan untuk Indonesia
    Welfare State, Sebuah Perbandingan untuk Indonesia
    17/06/2021 - 13:21
  • Surat Kedua: Untuk Pembelajar Pluralisme dan Kebangsaan
    Surat Kedua: Untuk Pembelajar Pluralisme dan Kebangsaan
    17/06/2021 - 10:36

KULINER

  • Promo Asian Feast Jadi Menu Andalan Baru di Grand Ambarrukmo Yogyakarta
    Promo Asian Feast Jadi Menu Andalan Baru di Grand Ambarrukmo Yogyakarta
    16/06/2021 - 16:48
  • Kampung Adat Segunung, Desa Wisata Alam dengan Kekuatan Budaya Lokal
    Kampung Adat Segunung, Desa Wisata Alam dengan Kekuatan Budaya Lokal
    16/06/2021 - 07:45
  • Segarkan Siang Bersama Dessert Ala Timtong
    Segarkan Siang Bersama Dessert Ala Timtong
    15/06/2021 - 07:32
  • ASTON Kuta Hotel & Residence Sajikan “SUNSET BBQ is BACK”
    ASTON Kuta Hotel & Residence Sajikan “SUNSET BBQ is BACK”
    15/06/2021 - 03:12
  • Dawet Ayu Bu Seni, Satu-Satunya Kuliner Tradisional di Taman Ganjaran
    Dawet Ayu Bu Seni, Satu-Satunya Kuliner Tradisional di Taman Ganjaran
    13/06/2021 - 16:03