Peristiwa Internasional Fakta atau Hoaks

[CEK FAKTA] Warga India Buang Patung Dewa ke Sungai karena Wabah Corona

Kamis, 06 Mei 2021 - 15:50 | 76.03k
[CEK FAKTA] Warga India Buang Patung Dewa ke Sungai karena Wabah Corona
Sebuah video tentang warga India buang patung dewa ke sungai beredar di WhatsApp.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Video tentang warga India buang patung dewa ke sungai beredar di media sosial, WhatsApp. Informasi tersebut tersebar secara berantai di tengah tingginya kasus Covid-19 yang terjadi di India. 

Video tersebut menampilkan sejumlah orang membuang patung Hindu ke sungai dengan keterangan yang menyertai video itu.

Berikut narasi yang menyertai video tersebut:

GEGER!!

Warga India buang Patung Dewa ke Sungai Di tengah Wabah Corona

cek-fakta-warga-india-2.jpgSumber: Tangkapan layar WhatsApp (LIHAT VIDEO)

CEK FAKTA

Hasil penelusuran TIMES Indonesia, informasi warga India buang patung dewa ke sungai, tidak benar. Tidak ada informasi atau keterangan resmi yang menyebutkan bahwa warga India membuang patung dewa ke sungai karena wabah Corona.

Menurut penelusuran tim Cek Fakta TIMES Indonesia di mesin pencari, warganet yang membuat viral video tersebut adalah akun Facebook Hvkprasad Prasad. Ia mengunggah video tersebut sejak 2015 tepatnya pada 24 September 2015.  Dalam unggahannya, ia menyampaikan kejadian tersebut terjadi di Jalan Raya Nasional 44 dekat sungai Krishna di negara bagian Telangana, India selatan.

cek fakta warga india 3Sumber: Tangkapan layar Facebook

Menurut informasi dari situs DNA India, (28/9/2015), video yang terekam tersebut merupakan merupakan visarjan. Visarjan adalah tradisi perendaman Ganesha di badan air. 

Unggahan Hvkprasad Prasad pada 2015 lalu itu menjadi viral karena tradisi tersebut dikritik oleh sejumlah pecinta lingkungan. Hal ini karena patung sering dibuat dari Plaster of Paris (PoP) dan serat yang bersifat toksik tidak hanya bagi flora dan fauna akuatik, tetapi juga bagi manusia.

cek fakta warga india 4Sumber: Watch: Video shows huge Ganesh idols being tossed into a river | DNA India

Informasi dari Reuters juga menyampaikan peristiwa ini dengan judul “Toxic” Indian Festivals Poison Waterways. Ulasan yang terbit pada 18 Agustus 2008 itu menyebutkan, bahan kimia dari patung-patung yang terbenam di sungai dan danau di seluruh India tersebut mengakibatkan pencemaran. Yakni dapat membunuh ikan dan mencemari tanaman pangan lainnya.

Patung yang dicat dan dihias itu disembah terlebih dahulu sebelum prosesi massal ke sungai, danau, dan laut, tempat mereka dibenamkan. Pemerhati lingkungan Shyam Asolekar mengatakan, patung-patung itu sering dibuat dari bahan yang tidak dapat diurai secara alamiah. Contohnya, plastik, semen, dan plester paris. Patung-patung tersebut kemudian dicat dengan pewarna beracun.

cek fakta warga india 5Sumber: "Toxic" Indian festivals poison waterways | REUTERS

Menurut informasi dari India.com, Ganapati Visarjan atau Ganesh Chaturthi merupakan hari raya umat Hindu untuk memperingati kelahiran Dewa Ganesha. Ganesh Chaturthi pertama kali dirayakan oleh Chhatrapati Shivaji Maharaja, pendiri Kekaisaran Maratha di India. Pejuang kemerdekaan Lokmanya Tilak kemudian memodifikasi tradisi ini dalam bentuk festival selama 10 hari. Biasanya, perayaan ini digelar pada pertengahan Agustus atau September.

cek fakta warga india 6Sumber: Ganesh Chaturthi 2015 SMSes: 20 Best Ganpati Festival WhatsApp & Facebook Messages for Ganesh Chaturthi 2015 | India.com

Selain itu, jaringan Tim Cek Fakta TIMES Indonesia juga telah melakukan penelusuran terhadap informasi tersebut. Tempo, Kompas, dan Merdeka, telah menyatakan bahwa informasi yang tersebar ini merupakan informasi hoaks. 

Sumber:

[HOAKS] Patung Dewa di India Dibuang karena Wabah Virus Corona | Kompas

CEK FAKTA: Hoaks Warga India Buang Patung Dewa ke Sungai di Tengah Wabah Corona | Merdeka

[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Patung-patung di India yang Dibuang Karena Tak Bisa Selamatkan dari Covid-19? | Tempo

KESIMPULAN

Berdasar hasil penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, informasi mengenai warga India buang patung dewa ke sungai, merupakan informasi yang salah. 

Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi warga India buang patung dewa ke sungaitermasuk dalam kategori False context (konteks keliru). 

False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.

----

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerjasama dengan 23 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: redaksi.timesmedia@gmail.com atau redaksi@timesindonesia.co.id (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

EKORAN

TERBARU

  • Peringati Hari Bhayangkara, Polres Blitar Gelar Pengobatan Gratis
    Peringati Hari Bhayangkara, Polres Blitar Gelar Pengobatan Gratis
    24/06/2021 - 18:16
  • Tim Pemulasaran Jenazah Desa Diingatkan Jangan Kendor Terapkan Protokol Kesehatan
    Tim Pemulasaran Jenazah Desa Diingatkan Jangan Kendor Terapkan Protokol Kesehatan
    24/06/2021 - 18:12
  • Zonasi Risiko Covid-19 Kabupaten Bandung Menurun
    Zonasi Risiko Covid-19 Kabupaten Bandung Menurun
    24/06/2021 - 18:08
  • Tekan Penyebaran Covid-19, Pemkot Cirebon Lakukan Vaksinasi Covid-19 Massal
    Tekan Penyebaran Covid-19, Pemkot Cirebon Lakukan Vaksinasi Covid-19 Massal
    24/06/2021 - 18:04
  • Kasus Positif Covid-19 di Abdya Aceh Meningkat
    Kasus Positif Covid-19 di Abdya Aceh Meningkat
    24/06/2021 - 17:51

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Pembatasan Produk Impor Shopee Sebagai Upaya Penyelamatan UMKM Dalam Negeri
    Pembatasan Produk Impor Shopee Sebagai Upaya Penyelamatan UMKM Dalam Negeri
    24/06/2021 - 17:30
  • Memahami Klausula Baku atau Perjanjian Sepihak
    Memahami Klausula Baku atau Perjanjian Sepihak
    24/06/2021 - 16:06
  • BTS Meal dan Masyarakat Modern
    BTS Meal dan Masyarakat Modern
    24/06/2021 - 15:35
  • Birokrasi Adaptif di Era Digital
    Birokrasi Adaptif di Era Digital
    24/06/2021 - 14:02
  • Dilema Konser Musik Dikala Pandemi
    Dilema Konser Musik Dikala Pandemi
    24/06/2021 - 13:00
  • Titik Periksa Perjalanan Pemasaran
    Titik Periksa Perjalanan Pemasaran
    24/06/2021 - 12:24
  • Pemuda Milenial Ataukah Malanial?
    Pemuda Milenial Ataukah Malanial?
    23/06/2021 - 09:18
  • Problematika Pendidikan Islam Modern dan Signifikansinya
    Problematika Pendidikan Islam Modern dan Signifikansinya
    23/06/2021 - 07:58

KULINER

  • Puyuh Goreng Plus Degan Klamut Kuliner Asyik di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    Puyuh Goreng Plus Degan Klamut Kuliner Asyik di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    24/06/2021 - 12:00
  • Kya Kya In Shanghai Hadirkan Kuliner Khas Tiongkok di Ketapang Indah Hotel
    Kya Kya In Shanghai Hadirkan Kuliner Khas Tiongkok di Ketapang Indah Hotel
    24/06/2021 - 02:34
  • Mie Ayam 'UGD' Kuliner Populer di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    Mie Ayam 'UGD' Kuliner Populer di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    23/06/2021 - 09:00
  • Di Kota Mojokerto Ada Kue Kering dari Dedak Padi, Sensasi Rasanya Unik Lho
    Di Kota Mojokerto Ada Kue Kering dari Dedak Padi, Sensasi Rasanya Unik Lho
    22/06/2021 - 01:16
  • Nikmati Hidangan ala Angkringan di Metland Hotel Cirebon
    Nikmati Hidangan ala Angkringan di Metland Hotel Cirebon
    21/06/2021 - 01:22