Kopi TIMES

Urgensi Pendidikan Mitigasi Bencana bagi Pelajar

Rabu, 05 Mei 2021 - 15:34 | 17.16k
Urgensi Pendidikan Mitigasi Bencana bagi Pelajar
Wildan Pradistya Putra, Pendidik di Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) Malang.

TIMESINDONESIA, MALANG – Dalam sedekade terakhir antara tahun 2010-2020 bencana alam selalu terjadi di negeri ini. Tahun 2011 merupakan dengan jumlah bencana alam terendah dengan 1.619 bencana. Sedangkan tertinggi terjadi pada tahun 2019. Menurut laporan Badan Nasional Penangan Bencana (BNPB) pada tahun 2019 terdapat  3.814 bencana dengan rincian 1.387 puting beliung, 746 karhutla, 784 banjir, 719 tanah longsor, 123 kekeringan, 30 gempa bumi, 18 gelombang pasang dan abrasi, dan 7 erupsi gunung berapi. 

Akibat bencana alam, BNPB pun mencatat sepanjang tahun 2019 terdapat 478 orang meninggal, 111 orang hilang, 3.421 mengalami luka-luka, dan 6,1 juta orang mengungsi.  Sementara itu, di tahun 2021 sendiri sampai 15 April terdapat 1.125 bencana alam. Dari jumlah tersebut, bencana banjir menjadi paling banyak, yaitu 476 bencana. Kemudian, diikuti puting beliung sebanyak 308 bencana, 218 tanah longsor, 90 karhutla, 17 gempa bumi, 15 gelombang pasang dan abrasi, dan terakhir 1 bencana kekeringan. 

Berdasarkan paparan data di atas, menunjukkan bahwa bencana alam di Indonesia terjadi terus menerus. Hal ini salah satunya karena Indonesia terletak  di antara lempeng Australia, lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik. Selain itu, Indonesia termasuk dalam gugusan gunung berapi dunia atau biasa disebut cincin api pasifik. Hal ini yang menjadikan penyebab gempa bumi, baik vulkanik maupun teknonik sering terjadi di Indonesia. Bahkan, Kepala BNPB, Doni Monardo pada  (15/10/2020) lalu menyatakan bahwa Indonesia berdasarkan data dari World Bank termasuk satu dari 35 negara yang memiliki risiko ancaman bencana tertinggi. 

Dalam menghadapi rentetan bencana itu perlu adanya mitigasi bencana yang dilakukan sejak dini. Dalam Pasal 1 ayat (6) PP No 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana menyebutkan mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Namun sayangnya, program mitigasi bencana yang terletak pada fase prabencana sepertinya belum mendapatkan perhatian khusus dari berbagai pihak jika dibandingkan dengan program pascabencana. Padahal, mitigasi bencana merupakan benteng awal dalam menghadapi kebencanaan. 

Pendidikan Mitigasi Bencana

Salah satu tempat yang paling strategis untuk menanamkan mitigasi bencana adalah sekolah. Hal ini pula sebenarnya yang sudah dilakukan sekolah-sekolah di Jepang. Karena negeri Sakura merupakan salah satu negara yang rawan bencana. Di sana mitigasi bencana tidak hanya diisi dengan pemahaman melalui seminar saja tapi juga simulasi bencana yang diikuti dan dilakukan secara serius. Di Jepang selama satu tahun minimal terdapat dua kali simulasi mitigasi bencana. Terlebih, apabila ada warga dari negara lain yang tinggal di Jepang, pasti akan memeroleh perhatian khusus dari pemerintah setempat untuk diedukasi.

Hal itu sebenarnya yang bisa juga dilakukan di sekolah-sekolah di Indonesia. Pemerintah terkait perlu hadir dan mewajibkan program mitigasi bencana disekolah-sekolah di Indonesia sehingga sekolah-sekolah melakukan program ini secara bersama-sama dengan menggunakan standar yang sudah ditetapkan. Selain itu, perlu adanya penyusunan program terencana dan berkelanjutan tentang mitigasi bencana dengan memerhatikan perkembangan kognitif siswa. Sehingga siswa dapat menangkap materi program dengan baik.

Misalnya, dari jenjang SD siswa diwajibkan mengikuti program mitigasi bencana A. Lalu ketika SMP siswa diwajibkan mengikuti program mitigasi bencana B. Begitu seterusnya bahkan sampai Pendidikan Tinggi. Penyampaian pemahaman tentang mitigasi bencana ini pun harus diimbangi dengan simulasi terstruktur yang secara kolaboratif melibatkan seluruh warga sekolah sehingga terbentuk pengalaman bermakna.

Selain itu, mitigasi bencana di sekolah juga dapat dilakukan berdasarkan pendekatan wilayah dan intensitas potensi bencana. Pihak sekolah dapat memilih prioritas program mitigasi. Misalnya, sekolah yang berada diwilayah rawan gempa, maka mitigasi bencana gampa bumi harus mendapatkan prioritas dibanding mitigasi bencana yang lain. 

Penanaman program mitigasi bencana yang dimulai dari sekolah ini perlu digaungkan di Indonesia demi membentuk pribadi siswa yang tangguh dan tanggap bencana. Dengan ini diharapkan ketika bencana benar-benar terjadi, siswa-siswa yang kita didik tidak hanya dapat menyelamatkan diri sendiri tapi juga dapat menyelamatkan orang lain.  

***

*)Oleh: Wildan Pradistya Putra, Pendidik di Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) Malang.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Lengkapi Hari Kemenangan, Ini Lima Rekomendasi Kue Lebaran
    Lengkapi Hari Kemenangan, Ini Lima Rekomendasi Kue Lebaran
    07/05/2021 - 06:16
  • Lebaran Menyantap Lemi Dheso, Awas 'Kesupit' Nikmatnya Kuliner Lamongan Ini
    Lebaran Menyantap Lemi Dheso, Awas 'Kesupit' Nikmatnya Kuliner Lamongan Ini
    07/05/2021 - 05:22
  • SMK Abdi Negara Tawarkan Banyak Pilihan Prodi, Miliki Satu-satunya Kompetensi Keahlian di Tuban
    SMK Abdi Negara Tawarkan Banyak Pilihan Prodi, Miliki Satu-satunya Kompetensi Keahlian di Tuban
    07/05/2021 - 04:52
  • PPDB SMK YPI Darussalam 2 Cerme Gresik, SPP Gratis hingga Sekolah Langsung Kerja
    PPDB SMK YPI Darussalam 2 Cerme Gresik, SPP Gratis hingga Sekolah Langsung Kerja
    07/05/2021 - 04:04
  • Bingung Pakai Makeup Apa Saat Lebaran? Coba Pakai Ini...
    Bingung Pakai Makeup Apa Saat Lebaran? Coba Pakai Ini...
    07/05/2021 - 03:22

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ngopi Pagi: Berbuat Baik
    Ngopi Pagi: Berbuat Baik
    06/05/2021 - 07:08
  • Urgensi Pendidikan Mitigasi Bencana bagi Pelajar
    Urgensi Pendidikan Mitigasi Bencana bagi Pelajar
    05/05/2021 - 15:34
  • Rezim Gendroyono
    Rezim Gendroyono
    05/05/2021 - 13:25
  • Jadi, Joseph Paul Zhang Itu Sebenarnya Beragama atau Tidak, sih?
    Jadi, Joseph Paul Zhang Itu Sebenarnya Beragama atau Tidak, sih?
    05/05/2021 - 12:54
  • Ngopi Pagi: Hati Kecil
    Ngopi Pagi: Hati Kecil
    05/05/2021 - 09:59
  • Kelirumologi Tarawih Akhir Ramadan
    Kelirumologi Tarawih Akhir Ramadan
    05/05/2021 - 09:10
  • Membangun Ketahanan Keluarga Prajurit Sebagai Benteng Ketahanan Nasional
    Membangun Ketahanan Keluarga Prajurit Sebagai Benteng Ketahanan Nasional
    04/05/2021 - 19:00
  • 10 Terakhir Ramadhan, Antara Indonesia dan Saudi Arabia
    10 Terakhir Ramadhan, Antara Indonesia dan Saudi Arabia
    04/05/2021 - 16:31

KULINER

  • Lengkapi Hari Kemenangan, Ini Lima Rekomendasi Kue Lebaran
    Lengkapi Hari Kemenangan, Ini Lima Rekomendasi Kue Lebaran
    07/05/2021 - 06:16
  • Lebaran Menyantap Lemi Dheso, Awas 'Kesupit' Nikmatnya Kuliner Lamongan Ini
    Lebaran Menyantap Lemi Dheso, Awas 'Kesupit' Nikmatnya Kuliner Lamongan Ini
    07/05/2021 - 05:22
  • Gulo Cao Bathok dan Gulo Cendol Aren, Si Manis Legit dari Lamongan
    Gulo Cao Bathok dan Gulo Cendol Aren, Si Manis Legit dari Lamongan
    06/05/2021 - 12:51
  • Menjelang Lebaran, Produsen Kue Kering di Tasikmalaya Panen Orderan
    Menjelang Lebaran, Produsen Kue Kering di Tasikmalaya Panen Orderan
    06/05/2021 - 10:00
  • Ngopi Asik Bernuansa Klasik di Kafe Terminal Songgon Banyuwangi
    Ngopi Asik Bernuansa Klasik di Kafe Terminal Songgon Banyuwangi
    06/05/2021 - 01:29