Kopi TIMES

Jadi, Joseph Paul Zhang Itu Sebenarnya Beragama atau Tidak, sih?

Rabu, 05 Mei 2021 - 12:54 | 29.83k
Jadi, Joseph Paul Zhang Itu Sebenarnya Beragama atau Tidak, sih?
Nur Hidayah, Mahasiswi aktif Fisip Universitas Padjadjaran.

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Biasanya, ujian paling berat bagi umat Muslim ketika Ramadhan adalah berseliwerannya iklan sirup berwarna hijau dan merah di detik-detik kritis menjelang bedug Magrib. Rumitnya lagi adalah kita seolah-olah tidak bisa menghindar dari ujian itu, karena sepertinya tak ada hal paling pas untuk ngabuburit selain menonton acara TV beserta iklannya. 

Untungnya, semenjak ada telepon pintar dengan segala hiburan lain di dalamnya, intensitas menonton TV untuk mengisi ngabuburit menjadi berkurang. Namun, rupanya bulan Ramadhan memang tidak akan afdol tanpa ujian. Setelah berhasil menghindar dari godaan iklan sirup, beberapa waktu lalu saya dihadapkan dengan godaan jenis lain. 

Joseph Paul Zhang namanya, sosok yang kini sedang menjadi salah satu perbincangan dimana-mana. Ia kini telah resmi ditetapkan menjadi tersangka dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah sebelumnya mengklaim dirinya sebagai nabi ke-26.

Saya sih tidak marah dengan pernyataannya ini. Walaupun kadang bersumbu pendek, tapi pernyataan JPZ dalam akal saya justru masuk kategori lawak. Gimana ya, posisi nabi ke-26 kan sudah taken, baik di agama mayoritas negeri ini maupun agama yang ‘katanya’ dia anut. Dalam Islam, walaupun yang perlu diimani hanya 25, namun jumlah nabi sesungguhnya jauh lebih banyak lagi. Begitu pun jumlah nabi dalam agama yang ‘katanya’ dia anut.

Tak sampai di situ, JPZ juga turut membandingkan eksistensi seorang Muslim yang katanya jauh lebih merugikan daripada penganut LGBT. Katanya, penganut LGBT tidak akan memberikan dampak negatif bagi orang-orang di sekitarnya. Hmm, mungkin beliau belum belajar kisah kaum Sodom yang membuat kaum Nabi Luth harus minggat dari wilayahnya sebelum datangnya azab, ya.

Menariknya, JPZ seperti tak menunjukkan tanda-tanda keraguan atau rasa takut sama sekali saat melakukan penghinaan agama tersebut. Ia merasa tidak tersentuh hukum akibat status WNI-nya yang ‘katanya’ telah ditanggalkan. 

Memang sih, paling enak mengeluarkan uneg-uneg –walaupun dengan cara tidak senonoh, di bawah payung “kebebasan berpendapat”, dari negeri orang pula ya kan. 

Namun, kenyelenehan JPZ tidak begitu terlihat dalam wawancaranya dengan sebuah media berita. Di situ, ia mengaku bahwa sebetulnya apa yang dia lakukan adalah bagian dari kritik sosial. Beberapa kali ia menyinggung soal masa lalunya yang tidak menyenangkan sebagai minoritas.

Sebagai umat mayoritas di negeri ini, saya memang tak bisa berkata banyak soal klaim tersebut. Saya mana tau rasanya harus ikutan menahan lapar dan haus cuma demi menghormati –atau dipaksa menghormati umat lain. Tapi yang saya tahu, menghina ajaran agama lain tidaklah pernah benar di mata agama mana pun. Tak heran, JPZ tidak hanya dikomplain oleh satu golongan saja.

JPZ juga mengaku bahwa tujuannya bukan hanya mengkritik Islam sebagai agama yang katanya biadab, melainkan ia mengkritik Indonesia dan Pancasila. Katanya lagi, Eropa lebih Pancasilais karena mengizinkan terbitnya majalah seperti Charlie Hebdo yang juga pernah menampilkan Yesus dengan tidak semestinya. 

Menurut JPZ, jika sebuah agama tidak bisa dikritik, maka ada yang salah dengan agama itu. Jika sebuah umat mudah terbawa perasaan jika agamanya dikritik, maka imannya sangatlah cetek. 

Masih menjadi misteri bagaimana sebenarnya JPZ menunjukkan keimanannya kepada Tuhan yang dia sembah tanpa merasa terusik ketika Tuhannya tersebut dilecehkan. Yang saya pahami, jika kita mencintai sesuatu, kita akan membelanya mati-matian jika sesuatu itu sedang dijelekkan. Apalagi jika ini berhubungan dengan keimanan yang begitu lekat dengan jiwa dan emosi manusia.

Bukankah merupakan level keimanan yang tinggi jika seseorang yang secara personal tidak disakiti, tapi tetap merasa terusik karena kepercayaannya didzolimi? Kurang menghayati apa dia dengan kepercayaannya, hingga bisa sebegitu mempengaruhi jiwanya yang duniawi?

Merasa terusik adalah bagian dari konsekuensi mengimani atau menyayangi sesuatu, sebagaimana merasa sedih adalah bagian dari konsekuensi merasa bahagia. Maka hampir tidak mungkin seorang yang beriman tidak pernah merasa hal demikian. Nabi saja marah kok ketika Tuhannya diragukan. Jadi, JPZ itu nabi atau bukan?

Dalam wawancara lain, JPZ juga mengatakan bahwa semua agama itu jahat. Sepanjang sejarah, semua agama pernah mengilhami manusia untuk saling membunuh. Karenanya, agama itu jahat dan yang baik hanyalah Tuhan. 

Sebentar, kalau begitu selama ini dia ngapain aja dengan Alkitab dan kegiatan rutinnya membaptiskan orang-orang? Jadi, dia itu sebenarnya beragama atau tidak, sih?

***

*) Oleh: Nur Hidayah, Mahasiswi aktif Fisip Universitas Padjadjaran.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Kemenag RI: Khotbah Shalat Idul Fitri Maksimal 20 Menit
    Kemenag RI: Khotbah Shalat Idul Fitri Maksimal 20 Menit
    07/05/2021 - 08:44
  • Adidas Originals Luncurkan Babak Baru 'Stan Smith, Forever' Bersama Disney
    Adidas Originals Luncurkan Babak Baru 'Stan Smith, Forever' Bersama Disney
    07/05/2021 - 08:21
  • KPC PEN Gelar Sosialisasi Covid-19 Lewat Pagelaran Wayang Kulit Virtual
    KPC PEN Gelar Sosialisasi Covid-19 Lewat Pagelaran Wayang Kulit Virtual
    07/05/2021 - 07:36
  • Kakorlantas Polri: Penyekatan Jalur Mudik Hari Pertama Aman dan Lancar
    Kakorlantas Polri: Penyekatan Jalur Mudik Hari Pertama Aman dan Lancar
    07/05/2021 - 06:49
  • Lengkapi Hari Kemenangan, Ini Lima Rekomendasi Kue Lebaran
    Lengkapi Hari Kemenangan, Ini Lima Rekomendasi Kue Lebaran
    07/05/2021 - 06:16

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ngopi Pagi: Berbuat Baik
    Ngopi Pagi: Berbuat Baik
    06/05/2021 - 07:08
  • Urgensi Pendidikan Mitigasi Bencana bagi Pelajar
    Urgensi Pendidikan Mitigasi Bencana bagi Pelajar
    05/05/2021 - 15:34
  • Rezim Gendroyono
    Rezim Gendroyono
    05/05/2021 - 13:25
  • Jadi, Joseph Paul Zhang Itu Sebenarnya Beragama atau Tidak, sih?
    Jadi, Joseph Paul Zhang Itu Sebenarnya Beragama atau Tidak, sih?
    05/05/2021 - 12:54
  • Ngopi Pagi: Hati Kecil
    Ngopi Pagi: Hati Kecil
    05/05/2021 - 09:59
  • Kelirumologi Tarawih Akhir Ramadan
    Kelirumologi Tarawih Akhir Ramadan
    05/05/2021 - 09:10
  • Membangun Ketahanan Keluarga Prajurit Sebagai Benteng Ketahanan Nasional
    Membangun Ketahanan Keluarga Prajurit Sebagai Benteng Ketahanan Nasional
    04/05/2021 - 19:00
  • 10 Terakhir Ramadhan, Antara Indonesia dan Saudi Arabia
    10 Terakhir Ramadhan, Antara Indonesia dan Saudi Arabia
    04/05/2021 - 16:31

KULINER

  • Lengkapi Hari Kemenangan, Ini Lima Rekomendasi Kue Lebaran
    Lengkapi Hari Kemenangan, Ini Lima Rekomendasi Kue Lebaran
    07/05/2021 - 06:16
  • Lebaran Menyantap Lemi Dheso, Awas 'Kesupit' Nikmatnya Kuliner Lamongan Ini
    Lebaran Menyantap Lemi Dheso, Awas 'Kesupit' Nikmatnya Kuliner Lamongan Ini
    07/05/2021 - 05:22
  • Gulo Cao Bathok dan Gulo Cendol Aren, Si Manis Legit dari Lamongan
    Gulo Cao Bathok dan Gulo Cendol Aren, Si Manis Legit dari Lamongan
    06/05/2021 - 12:51
  • Menjelang Lebaran, Produsen Kue Kering di Tasikmalaya Panen Orderan
    Menjelang Lebaran, Produsen Kue Kering di Tasikmalaya Panen Orderan
    06/05/2021 - 10:00
  • Ngopi Asik Bernuansa Klasik di Kafe Terminal Songgon Banyuwangi
    Ngopi Asik Bernuansa Klasik di Kafe Terminal Songgon Banyuwangi
    06/05/2021 - 01:29