Kopi TIMES

Desentralisasi sebagai Penyebab Deforestasi Hutan dan Alih Fungsi Lahan

Selasa, 04 Mei 2021 - 13:02 | 25.52k
Desentralisasi sebagai Penyebab Deforestasi Hutan dan Alih Fungsi Lahan
Vinda Audi Noerraissa, Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta.
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Penerapan desentralisasi yang telah berlangsung sejak kurun waktu yang lama di Indonesia, menuntut setiap daerah untuk mandiri dengan cara memberikan pemasukan untuk daerahnya sendiri. Hal tersebut mengharuskan setiap daerah agar dapat memanfaatkan potensi yang ada di daerahnya guna mendatangkan peluang ekonomi. Pemanfaatan potensi daerah memiliki pengaruh, baik dalam bidang sosial, politik terutama berpengaruh dalam bidang lingkungan.

Terdapat sebagian yang menilai bahwa desentralisasi di satu sisi membawa kemandirian untuk daerah dengan meningkatkan perekonomian suatu daerah. Namun di sisi lain banyak yang menilai bahwa pemerintah daerah memenuhi pendapatan daerah tanpa memikirkan konsekuensi yang akan terjadi terhadap sosial ataupun lingkungan. Contoh nyata dari dampak lingkungan yaitu terjadinya deforestasi hutan serta meningkatnya alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian.

Dampak desentralisasi terhadap deforestasi hutan saat ini tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Hal itu dapat dibuktikan menurut kajian Publish What You Pay Indonesia yang dilansir dari pwypindonesia.org berdasarkan kajian deforestasi dan degradasi lahan di Indonesia pada dekade ini mengalami fase yang tinggi. Menurut kajian tersebut daerah dengan ancaman kerusakan hutan  yang tinggi berada di wilayah Pulau Sumatra dan Kalimantan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Global Forest Watch Indonesia menemukan adanya fakta bahwa sekitar 27 juta hektar lebih kawasan lahan dan hutan mengalami  perubahan fungsi atau setara 17%  terjadi dari kurun waktu tahun 2001 sampai 2019. Dampak langsung deforestasi hutan yaitu adanya banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan pada awal tahun 2021 yang menyebabkan ratusan ribu warga terdampak banjir besar.

Menurut data yang dilansir dari kompas.com bahwa hutan di kawasan tersebut sudah beralih menjadi kawasan pertambangan dan perkebunan monokultur. Pemerintah daerah cenderung memberikan kemudahan dalam perizinan usaha tambang yang sangat diminati oleh para investor hal itu sebagai upaya meningkatkan pemasukan daerah dan memberikan keuntungan bagi para elite lokal di daerah.

Pelaksanaan desentralisasi yang berdampak pada lingkungan tidak hanya masalah deforestasi hutan, namun juga menimbulkan masalah adanya alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian. Tuntutan pemerintah daerah agar menjadi daerah yang mandiri mengakibatkan setiap daerah berlomba-lomba untuk meningkatkan pembangunan fisik atau industrialisasi yang berakibat menyusutnya lahan pertanian.

Menurut penelitiaan (Nurhidayah, 2017)  bahwa pemerintah daerah dituntut untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dengan mengembangkan sektor industri. Namun di sisi lain juga harus menjaga keberadaan lahan pertanian sehingga tetap mempertahankan kelestarian produksi pertanian dan menjaga keseimbangan lingkungan.

Salah satu daerah yang mengalami alih fungsi lahan pertanian tinggi yaitu Kabupaten Sleman yang berada di Provinsi DIY. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sleman, alih fungsi lahan sawah menjadi non sawah pada tahun 2019 sebesar 19.432,00 hektare (Ha), dan pada tahun 2020 mengalami peningkatan dengan laju alih fungsi lahan pertanian sebesar 19.913,00 Ha.

Hal tersebut sejalan dengan pembangunan yang terus gencar dilakukan oleh pemerintah daerah karena banyaknya investor yang ingin membangun usaha di Kabupaten Sleman, seperti pembangunan mall, hotel, apartemen, dan pabrik. Tentunya hal tersebut membawa dampak bagi ketahanan pangan dan kondisi sosial ekonomi terutama buruh tani yang kehilangan pekerjaannya. 

Desentralisasi merupakan suatu sistem yang baik karena setiap daerah dituntut untuk mandiri sehingga tidak bergantung kepada pemerintah pusat. Selain itu setiap daerah dapat berinovasi dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki.

Namun, faktanya implementasi desentralisasi di Indonesia dalam pemanfaatan potensi sumber daya belum berjalan sesuai yang diharapkan. Ambisi pemerintah daerah untuk meningkatkan pemasukan daerah masing-masing tanpa disertai dengan tanggung jawab yang mestinya dilaksanakan telah membawa dampak terhadap kerusakan lingkungan.

Perlu adanya seperti mekanisme izin yang sesuai prosedur, penegakan hukum yang tegas, transparasi dalam pemanfaataan sumber daya di daerah serta perlu melibatkan pengawasan dari masyarakat daerah sehingga kerusakan lingkungan dapat diminimalisasi. (*) 

***

*)Oleh: Vinda Audi Noerraissa, Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • AJI Kutuk Serangan Bom Israel ke Puluhan Kantor Media
    AJI Kutuk Serangan Bom Israel ke Puluhan Kantor Media
    17/05/2021 - 23:01
  • Hari Buku Nasional, Senator Fachrul Razi: Pupuk Generasi Aceh dengan Membaca
    Hari Buku Nasional, Senator Fachrul Razi: Pupuk Generasi Aceh dengan Membaca
    17/05/2021 - 22:25
  • Hari Pertama Kerja Setelah Idul Fitri, Pemkab Nagan Raya Sidak ASN
    Hari Pertama Kerja Setelah Idul Fitri, Pemkab Nagan Raya Sidak ASN
    17/05/2021 - 22:13
  • Inilah Promo di Fitra Hotel Majalengka saat Libur Idul Fitri 2021
    Inilah Promo di Fitra Hotel Majalengka saat Libur Idul Fitri 2021
    17/05/2021 - 21:47
  • Pemerintah RI Terus Pantau Kasus Covid-10 Pasca Lebaran
    Pemerintah RI Terus Pantau Kasus Covid-10 Pasca Lebaran
    17/05/2021 - 19:24

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ngopi Pagi: Percaya Diri
    Ngopi Pagi: Percaya Diri
    17/05/2021 - 14:37
  • Desinfektan: Tersangka Terbentuknya Strain Virus Baru, Termasuk Covid
    Desinfektan: Tersangka Terbentuknya Strain Virus Baru, Termasuk Covid
    17/05/2021 - 14:10
  • Selamat Datang di Pertarungan Sesungguhnya
    Selamat Datang di Pertarungan Sesungguhnya
    17/05/2021 - 01:24
  • Ngopi Pagi: Komitmen
    Ngopi Pagi: Komitmen
    16/05/2021 - 09:37
  • Ngopi Pagi: Antara Kesedihan dan Kebahagiaan
    Ngopi Pagi: Antara Kesedihan dan Kebahagiaan
    14/05/2021 - 09:00
  • Ngopi Pagi: Maaf
    Ngopi Pagi: Maaf
    13/05/2021 - 09:00
  • Lebaran dan Puasa Panjang Petani Indonesia
    Lebaran dan Puasa Panjang Petani Indonesia
    13/05/2021 - 07:33
  • Mempertahankan Lebaran Effect Tanpa Mudik
    Mempertahankan Lebaran Effect Tanpa Mudik
    12/05/2021 - 14:08

KULINER

  • Biji Segawe, Cemilan Jadul yang Masih Ditemukan Saat Lebaran di Banyuwangi
    Biji Segawe, Cemilan Jadul yang Masih Ditemukan Saat Lebaran di Banyuwangi
    17/05/2021 - 07:36
  • Deretan Kue Kering yang Bikin Meja Tamumu Makin Cantik Saat Lebaran
    Deretan Kue Kering yang Bikin Meja Tamumu Makin Cantik Saat Lebaran
    16/05/2021 - 21:36
  • Nikmatnya Sambal Mamong, Sambal Ikan Asap Khas Lamongan
    Nikmatnya Sambal Mamong, Sambal Ikan Asap Khas Lamongan
    16/05/2021 - 17:04
  • Ini 5 Makanan Khas Lebaran yang Jadi Langganan Tiap Tahun
    Ini 5 Makanan Khas Lebaran yang Jadi Langganan Tiap Tahun
    16/05/2021 - 15:13
  • Lezat, Inilah Empat Kuliner Khas Pasuruan
    Lezat, Inilah Empat Kuliner Khas Pasuruan
    16/05/2021 - 09:30