Hukum dan Kriminal

Ibu Rumah Tangga di Banyuwangi Jadi Tersangka Investasi Bodong, Ini Lima Faktanya

Selasa, 04 Mei 2021 - 12:33 | 114.58k
Ibu Rumah Tangga di Banyuwangi Jadi Tersangka Investasi Bodong, Ini Lima Faktanya
Komik TIMES Indonesia. (Grafis: Agung Sedana/ TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Ferry Agusta Satrio

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Setelah melalui proses pemeriksaan dan penyidikan beberapa waktu, laporan warga sekampung yang tertipu investasi bodong atau investasi abal-abal akhirnya tuntas ditindaklanjuti. Polresta Banyuwangi, telah menetapkan ibu rumah tangga berinisial ZS (25) yang merupakan tetangga para korban sebagai tersangka.

"Inisial ZS resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus investasi bodong ini. Saat ini tim Satreskrim terus mendalami, apakah masih ada korban lagi ataupun tersangka lainnya," kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Selasa (4/5/2021).

Terkait kasus investasi bodong ini, TIMES Indonesia berupaya mengumpulkan informasi baik dari pihak kepolisian maupun para korban. Berikut lima fakta hasil pengumpulan informasi di lapangan.

1. Tetangga sekampung melapor

Tersangka ZS ini, diketahui telah dilaporkan oleh 35 tetanganya. Puluhan warga Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi tersebut, nyaris keseluruhan terkena tipu-tipu manis tawaran investasi tersangka ZS tersebut.

Dari laporan 35 orang saja, tersangka ZS telah mengantongi hasil investigasi bodong sejumlah Rp 1 miliar. Informasi penelusuran dilapangan, ada total sebanyak 233 orang yang menjadi member investasi bodong tersebut. Sebanyak 150 orang diantaranya merupakan member aktif. Jika ditotal, kerugian diperkirakan mencapai Rp 4,5 miliar rupiah.

2. Kemungkinan ada tersangka lain

Buntut terungkapnya kasus ini, Polresta Banyuwangi telah membuka posko pengaduan investasi bodong. Polisi menduga masih banyak korban dari tersangka ZS di kecamatan-kecamatan lain. Hasil pendalaman sementara, polisi juga menemukan sejumlah kejanggalan.

Dari keterangan para korban, mereka juga menduga ada pihak lain yang menjadi penasehat sekaligus rekan tersangka ZS. Dugaan ini mencuat saat para korban mendapati orang kedua tersebut memiliki banyak uang dalam kurun waktu singkat.

"Ya pokoknya adalah. Dia dekat dengan tersangka ini. Masa iya tiba-tiba punya uang ratusan juta. Teman-teman lain juga mencurigai dia. Jangan-jangan itu uang kami yang diserahkan," kata Rindi Citra, salah satu korban investasi bodong tersebut.

3. Borong barang-barang mewah

Semenjak memulai bisnis investasi bodong ini, kehidupan tersangka ZS berubah 360 derajat. Para korban baru-baru ini menyoroti rumah tersangka. Didalamnya, ada segudang barang-barang mewah. Baik berupa furniture maupun barang-barang elektronik. Bahkan, tersangka ZS membeli belasan handphone mewah, ZS juga bisa membeli kendaraan mewah dan renovasi rumah.

Hampir setiap hari, para korban juga mendapati tersangka ZS pamer barang-barang mewah di status WhatsApp. Selain memamerkan segebok uang, tersangka juga sering gonta-ganti handphone dengan harga menjuntai.

"Status-statusnya itu mesti soal seminar. Nunjukin bukti transferan, nunjukin uang atau barang-barang," cetus Indah, salah satu korban lainnya.

4. Janjikan keuntungan 50 persen

Dari ratusan member investasi bodong tersebut selanjutnya dikelompokkan menjadi puluhan grup. Pengelompokan ini berdasarkan jumlah nominal uang yang diinvestasikan. Yakni kelompok investasi ratusan ribu, jutaan rupiah dan golongan besar 10 juta keatas.

Masing-masing memiliki tenor keuntungan yang berbeda-beda. Mulai dari pencairan keuntungan 7 hari hingga 14 hari dengan keuntungan 50 persen dari jumlah investasi.

Awal investasi, para korban mengakui jika mendapatkan keuntungan. Tersangka ZS benar-benar memberikan apa yang dijanjikan. Namun saat nominal investasi ditingkatkan, mereka mulai kesulitan untuk mendapatkan pencairan.

5. Tersangka sempat negosiasi korban

Sebelum berstatus tersangka, inisial ZS ini juga diketahui sempat melakukan negosiasi dengan sejumlah korban. Mereka diminta untuk tidak melaporkan ZS ke polisi. Apabila dituruti, maka ZS berjanji mengembalikan uang para korban. Namun jika tidak, maka uang investasi mereka tidak akan dikembalikan.

"Ada beberapa teman itu diajak ngomong. Ya juga lewat orang kedua itu juga, diminta tidak melapor. Kalau melapor katanya uangnya tidak akan kembali," kata Rindi Citra.

Meskipun demikian, para korban tetap berupaya agar uang mereka bisa dikembalikan. Para korban mengaku belum lega meski ZS sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka tetap bersikukuh agar uangnya dikembalikan.

"Ya belum lega lah. Uang banyak kok. Saya aja yang belum kembali Rp 8 jutaan. Belum lagi yang puluhan juta itu, pasti semua ingin uangnya dikembalikan," kata Rindi.

Selain menetapkan ZS sebagai tersangka, Polresta Banyuwangi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang Rp 45 juta dan belasan rekening bank. Selain itu, polisi juga mengamankan ragam barang-barang elektronik dan juga furniture yang dibeli tersangka dari uang investasi bodong tersebut.

"Ada barang bukti berupa kursi, meja, AC, handphone mewah dan barang-barang lainnya. Tersangka dijerat dengan pasal 378 sub 372 tentang penipuan dan atau penggelapan. Polresta Banyuwangi juga membuka posko pengaduan investasi bodong atau investasi abal-abal. Silahkan bagi masyarakat yang ingin mengadukan," sambung Kapolresta Banyuwangi tersebut. (*)



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Makanan Khas Lebaran yang Sayang untuk Dilewatkan
    Makanan Khas Lebaran yang Sayang untuk Dilewatkan
    13/05/2021 - 13:01
  • Tips Mengatur Pola Makan yang Sehat saat Lebaran
    Tips Mengatur Pola Makan yang Sehat saat Lebaran
    13/05/2021 - 12:25
  • Liburan Lebaran di Rumah Anti Bosan
    Liburan Lebaran di Rumah Anti Bosan
    13/05/2021 - 12:00
  • Tradisi Kosar Makam Setelah Shalat Idul Fitri
    Tradisi Kosar Makam Setelah Shalat Idul Fitri
    13/05/2021 - 11:26
  • 5 Pengeluaran yang Harus Kamu Persiapkan Saat Menjelang Lebaran
    5 Pengeluaran yang Harus Kamu Persiapkan Saat Menjelang Lebaran
    13/05/2021 - 10:22

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Mempertahankan Lebaran Effect Tanpa Mudik
    Mempertahankan Lebaran Effect Tanpa Mudik
    12/05/2021 - 14:08
  • Kiat Cukup Beras untuk Wilayah Minim Sawah 
    Kiat Cukup Beras untuk Wilayah Minim Sawah 
    12/05/2021 - 08:21
  • Ngopi Pagi: Lebaran
    Ngopi Pagi: Lebaran
    12/05/2021 - 07:02
  • Dahsyatnya Korupsi Jual Beli Jabatan Mengalahkan Pengadaan Barang Jasa
    Dahsyatnya Korupsi Jual Beli Jabatan Mengalahkan Pengadaan Barang Jasa
    11/05/2021 - 13:12
  • Ngopi Pagi: Akhir Ramadan
    Ngopi Pagi: Akhir Ramadan
    11/05/2021 - 09:50
  • Berpuasa dan Bercinta
    Berpuasa dan Bercinta
    10/05/2021 - 17:29
  • Ngopi Pagi: Pembelajaran Ramadan
    Ngopi Pagi: Pembelajaran Ramadan
    10/05/2021 - 08:45
  • Komersialisasi Derajat Kucing
    Komersialisasi Derajat Kucing
    10/05/2021 - 05:17

KULINER

  • Makanan Khas Lebaran yang Sayang untuk Dilewatkan
    Makanan Khas Lebaran yang Sayang untuk Dilewatkan
    13/05/2021 - 13:01
  • Cara Menikmati Ketupat di Hari Raya Idul Fitri
    Cara Menikmati Ketupat di Hari Raya Idul Fitri
    13/05/2021 - 09:24
  • Mie Pendalungan, Kuliner Kaya Rempah Asal Probolinggo
    Mie Pendalungan, Kuliner Kaya Rempah Asal Probolinggo
    13/05/2021 - 06:27
  • Tak Hanya Opor Ayam, ini Ragam Sajian Khas Lebaran di Nusantara
    Tak Hanya Opor Ayam, ini Ragam Sajian Khas Lebaran di Nusantara
    12/05/2021 - 22:00
  • Tepo Kecap, Menu Sarapan Mantap Setelah Shalat Idul Fitri
    Tepo Kecap, Menu Sarapan Mantap Setelah Shalat Idul Fitri
    12/05/2021 - 17:53