Kopi TIMES

Meluruskan Multitafsir Konsep Merdeka Belajar

Selasa, 04 Mei 2021 - 01:24 | 34.33k
Meluruskan Multitafsir Konsep Merdeka Belajar
Ashhabul Yamin, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas di SMAN 3 Donggo, Pendamping Guru Penggerak Provinsi NTB.
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, DONGGO – Multitafsir tentang konsep merdeka belajar adalah sebuah kewajaran. Dalam pengamatan penulis setidaknya ada dua model multitafsir tersebut. Yang pertama mispersepsi dan yang kedua miskonsepsi.

Hemat penulis, kedua multitafsir tersebut disebabkan oleh minimnya informasi, artinya kurang masifnya informasi yang beredar dikalangan guru akibat dari kurangnya soliditas ekosistem pendidikan. 

Jika berbicara minimnya informasi, saya ingin ingatkan untuk kita tak terburu-buru menyalahkan pemerintah. Jangan-jangan kitanya yang kurang pro aktif atau bahkan apatis dan alergi terhadap perubahan.

Hemat penulis, gurupun sebagai garda terdepan pendidikan juga harus turut serta ambil bagian dalam mensosialisasikan kebijakan merdeka belajar tersebut. Guru tidak boleh apatis, ia harus pro aktif dan melakukan yang paling mungkin bisa dilakukan untuk masifnya kebijakan merdeka belajar di kalangan dunia pendidikan kita. Banyak jalan, salah satunya melalui kegiatan menulis artikel dan opini tentang pendidikan di media, dan tentu saja banyak lagi cara dan saluran-saluran lainnya.

Guru di garda terdepan pendidikan Indonesia sejatinya harus memahami konsep merdeka belajar tersebut. Tak tampak elok jika guru masih belum paham tentang konsep merdeka belajar yang telah dilegitimasi tersebut. Tidak sedikit guru yang tak paham dengan konsep merdeka belajar.

Dalam beberapa obrolan saya dengan rekan guru, tak jarang yang menerka dengan konsep merdeka belajar yang menurut saya justru jauh dari esensi pendidikan yang memerdekakan sebagai ruh dari kebijakan merdeka belajar. Ada yang mengira bahwa merdeka belajar itu ya murid belajar sebebas-bebasnya, seenak-enaknya, sesuka hatinya tanpa memperhatikan kurikulum, ada yang berpendapat merdeka belajar tidak memiliki batasan materi yang jelas, sehingga perangkat pembelajaran tidak lagi diperlukan, ada pula yang berpendapat belajar tanpa target kurikulum karena Ujian Nasional sudah dihapus, dan barangkali banyak lagi terkaan-terkaan yang tidak sesuai dengan konsep merdeka belajar yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah saat ini.

Multitafsir seperti ini tidak boleh dibiarkan. Guru dan pegiat pendidikan sejatinya bukan sekedar tahu, namun memilki pemahaman yang mendalam tentang konsep merdeka belajar. Lantas apa dan bagaimana seharusnya konsep merdeka belajar itu?

Penulis mencoba meluruskan multitafsir ini dengan mengulik lebih tajam pengertian ‘merdeka’. Ada tiga makna ‘merdeka’ yang harus dipahami dengan seksama, yakni tidak hidup terperintah, berdiri tegak karena kekuatan sendiri, dan cakap mengatur hidupnya dengan tertib.

1. Tidak hidup terperintah

Motivasi intrinsik adalah modal kuat yang senantiasa harus dirawat oleh seorang pembelajar jika ingin terus berkembang dan menguat. Motivasi intrinsik adalah hadiah yang datang dari dalam diri seorang pembelajar yang tangguh melawan tubuh yang malas. Gagasan dan ide-ide besar lahir sebagai buah dari ketangguhannya berperang melawan kemalasan.

Ketangguhan tersebutlah yang membuatnya merdeka dan siap mengambil inisiatif tanpa harus menunggu perintah dari atasan. Benarlah kata seorang sahabat guru, “guru pintar bisa tergantikan oleh teknologi, namun guru yang memahami kodrat anak tidak akan pernah tergantikan.”

Pertanyaannya kemudian adalah, lalu apa hubungannya antara tidak hidup terperintah dengan memahami kodrat anak. Begini, menurut Bapak Pendidikan kita Ki Hajar Dewantara, pendidikan itu ‘menuntun’. Ya, menuntun anak sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya.

Kodrat alam anak adalah fakta bahwa anak memiliki peran sebagai murid dan sebagai anggota di masyarakatnya. Telah banyak hal yang terisi di hati dan pikiran anak ketika ia tiba dan diterima oleh guru disekolahnya. Sumbernya dari banyak saluran. Lingkungan keluarga, lingkungan masyarakatnya, juga media yang sulit dibendung arusnya. Adapun kodrat zaman anak adalah sebuah fakta yang tidak bisa ditolak bahwa seorang anak hidup dengan zamannya yang sudah barang tentu tidak sama dengan zaman ketika gurunya bersekolah dulu. Benarlah untaian indah yang disampaikan oleh Ali Bin Abi Thalib, “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karna ia tidak hidup di zamanmu”. 

2. Berdiri tegak karena kekuatan sendiri

Berdiri tegak karena kekuatan sendiri adalah tentang kemandirian, tidak hidup dalam ketergantungan, namun tetap cakap bekerja sama dan berkolaborasi dengan siapa saja yang berpotensi membawa kepada perubahan kearah kebaikan. 

Berdiri tegak karena kekuatan sendiri dapat pula dimaknai sebagai keteguhan seorang pembelajar terhadap prinsip yang diyakininya, tentu saja dalam konteks belajar dan membelajarkan. Tak pelak hal inilah kemudian yang menjadi ruh dari setiap ucapan dan tindakan seorang pembelajar. Ia teguh pada prinsipnya, ia memiliki konsep yang kuat, ia mampu tawarkan gagasan ide-ide yang membumi dan membawa kebermanfaatan, setidaknya bagi lingkungan ditempat tinggalnya.

3. Cakap mengatur hidupnya dengan tertib

Cakap mengatur hidupnya dengan tertib adalah bukti kuat bahwa merdeka itu tidak bebas sebebasnya. Ada kesepakatan-kesepakatan yang dibuat atas dasar rasa dan saling percaya dan dapat dipertanggung jawabkan. Ada aturan yang harus jadi pedoman dan tentu saja harus ditegakkan. Kesepakatan dan aturan tersebut adalah pengikat bagi semua untuk tetap berucap dan berperilaku tertib. 

Tertib disini salah satunya berkaitan dengan disiplin. Jelas dan tegas saya sampaikan bahwa kedisiplinan ini adalah kunci keberhasilan seorang pembelajar. Sekolah adalah adalah lembaga pendidikan formal yang paling berpotensi menjadi wadah seorang pembelajar untuk cakap mengatur hidupnya dengan tertib. Tertib masuk kelas, tertib berproses belajar, tertib mengikuti pembinaan, dan lain sebagainya. Semuanya benar-benar pada rod map yang jelas dan tertib.

Uraian 3 (tiga) makna merdeka diatas, menjelaskan dan menegaskan bahwa merdeka belajar itu bukan belajar sebebasnya, bukan belajar sesukanya, bukan juga masuk sekolah sesukanya, bukan juga belajar tak belajar akan tetap lulus sekolah. Tidak!

Merdeka belajar itu sebuah konsep yang memanusiakan manusia. Menempatkan manusia pada peran dan tempatnya yang seharusnya. Ya perannya sebagai khalifah di muka bumi. Menggali dan memaksimalkan seluruh potensi yang ada. Sumber daya manusianya, sumber daya alamnya, budayanya, tradisinya, kearifan lokalnya. Semuanya mendapatkan peran dan tempat yang proporsional berdasarkan peran dan fungsinya masing-masing.

***

*)Oleh : Ashhabul Yamin, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas di SMAN 3 Donggo, Pendamping Guru Penggerak Provinsi NTB.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Be Aware, These Habits During Early Breakfast Have Adverse Impacts
    Be Aware, These Habits During Early Breakfast Have Adverse Impacts
    15/05/2021 - 06:22
  • Libur Lebaran Bareng Hiu Imut di Bangsring Underwater Banyuwangi
    Libur Lebaran Bareng Hiu Imut di Bangsring Underwater Banyuwangi
    15/05/2021 - 05:00
  • Visit Mbah Um of Sidoarjo to Get an Authentic Taste of Roasted Chicken
    Visit Mbah Um of Sidoarjo to Get an Authentic Taste of Roasted Chicken
    15/05/2021 - 04:32
  • Getting Closer Look at Sego Kroyokan of The Shalimar Boutique Hotel
    Getting Closer Look at Sego Kroyokan of The Shalimar Boutique Hotel
    15/05/2021 - 03:27
  • Have an Authentic Taste of Middle East Foods at Depot Aneka Madiun
    Have an Authentic Taste of Middle East Foods at Depot Aneka Madiun
    15/05/2021 - 02:34

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ngopi Pagi: Antara Kesedihan dan Kebahagiaan
    Ngopi Pagi: Antara Kesedihan dan Kebahagiaan
    14/05/2021 - 09:00
  • Ngopi Pagi: Maaf
    Ngopi Pagi: Maaf
    13/05/2021 - 09:00
  • Lebaran dan Puasa Panjang Petani Indonesia
    Lebaran dan Puasa Panjang Petani Indonesia
    13/05/2021 - 07:33
  • Mempertahankan Lebaran Effect Tanpa Mudik
    Mempertahankan Lebaran Effect Tanpa Mudik
    12/05/2021 - 14:08
  • Kiat Cukup Beras untuk Wilayah Minim Sawah 
    Kiat Cukup Beras untuk Wilayah Minim Sawah 
    12/05/2021 - 08:21
  • Ngopi Pagi: Lebaran
    Ngopi Pagi: Lebaran
    12/05/2021 - 07:02
  • Dahsyatnya Korupsi Jual Beli Jabatan Mengalahkan Pengadaan Barang Jasa
    Dahsyatnya Korupsi Jual Beli Jabatan Mengalahkan Pengadaan Barang Jasa
    11/05/2021 - 13:12
  • Ngopi Pagi: Akhir Ramadan
    Ngopi Pagi: Akhir Ramadan
    11/05/2021 - 09:50

KULINER

  • Keripik Pelepah Pisang 'The Bog', si Pendatang Baru Lebaran di Banyuwangi
    Keripik Pelepah Pisang 'The Bog', si Pendatang Baru Lebaran di Banyuwangi
    14/05/2021 - 14:30
  • 5 Tempat Wisata Favorit Bulan Madu bagi Pengantin Baru
    5 Tempat Wisata Favorit Bulan Madu bagi Pengantin Baru
    14/05/2021 - 11:31
  • Ide Menu Lebaran, Yuk Coba Tahu Campur Khas Surabaya
    Ide Menu Lebaran, Yuk Coba Tahu Campur Khas Surabaya
    14/05/2021 - 09:25
  • Tempat Kuliner Asyik di Kepanjen untuk Libur Lebaran
    Tempat Kuliner Asyik di Kepanjen untuk Libur Lebaran
    14/05/2021 - 04:33
  • Lebaran di Rumah Bikin Lapar? Pesan Menu Gurami di Kharisma Resto Banyuwangi Saja
    Lebaran di Rumah Bikin Lapar? Pesan Menu Gurami di Kharisma Resto Banyuwangi Saja
    14/05/2021 - 03:07