Politik

Cendekiawan Muslim Ahmad Baso Beberkan Cara Walisongo Berdakwah di Bali

Senin, 03 Mei 2021 - 08:33 | 8.44k
Cendekiawan Muslim Ahmad Baso Beberkan Cara Walisongo Berdakwah di Bali
Cendekiawan Muslim Ahmad Baso (kiri). (FOTO: Dok. BKN PDI Perjuangan)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTACendekiawan Muslim KH. Ahmad Baso memaparkan bagaimana Walisongo berdakwah di masanya, ketika Nusantara masih didominasi oleh warga beragama Hindu dan Buddha. Walisongo ternyata lewat pendekatan budaya dan penyelesaian isu kehidupan sehari-hari. 

Hal itu diungkap KH Ahmad Baso saat berbicara di episode ke-20 Ngabuburit bersama Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Pusat PDI Perjuangan, “Mata Air Kearifan Walisongo”, Minggu 2 Mei, seperti dikutip TIMES Indonesia, Senin (3/5/2021).

Tema yang diangkat adalah “Hubungan Walisongo dan Komunitas Tionghoa Hindu Bali”, dengan dipandu oleh Cendekiawan NU Zuhairi Misrawi sebagai host. Ahmad Baso menjelaskan orang Bali bisa bertemu dengan para wali. 

“Mereka ketemu pada level angajawi-nya, bernusantaranya. Dulu Bali hanya lokal-lokal, Hindu lokal, tapi ketika bertemu dengan karakter nasionalnya, maka bangsa ini yang diperkenalkan oleh para Wali, rasa persaudaraan dan gotong royong dalam menerapkan nilai islam di Nusantara,” ujar Ahmad Baso.

Dia menjelaskan, ketika berdakwah di Nusantara, terlebih pada masyarakat komunitas Tionghoa serta Hindu Bali, para wali tidak serta merta mengajarkan bagaimana cara masuk agama Islam.

Namun Walisongo lebih dulu mendalami psikologi dan problem yang tengah terjadi di kalangan masyarakat Bali kala itu. Tak bisa dipungkiri bahwa salah satu problemnya adalah ekonomi.

“Walisongo berdakwah tidak seperti yang dipahami oleh sebagian orang, yakni hanya mengajarkan tentang ajaran Islam, namun yang dilakukan para Wali melampaui itu semua,” katanya.

“Itu sebabnya ketika para Wali datang ke Bali tidak mengajarkan dulu bagaimana harus masuk Islam, enggak. Tapi diajarkan dulu bagaimana membangun ekonominya, bagaimana bisa maju, sejahtera, bagaimana bisa mandiri dan tidak bergantung pada impor,” beber Ahmad Baso.

Menurut Ahmad Baso, persaudaraan dan gotong royong menuju sebuah kebangkitan, sebuah etos kerja, bersama bekerja untuk masa depan yang lebih baik. Itulah merupakan strategi yang digunakan Walisongo. Kehadiran Walisongo merupakan sebuah angin segar bagi komunitas Tionghoa Hindu Bali.  Mereka banyak belajar dari Walisongo mengenai berbagai ilmu pengetahuan yang kemudian dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Salah satunya penulis Bali, didokumentasikan dalam naskah-naskah sejarah mereka, mereka menyebut kenapa orang Bali itu butuh kepada Walisongo? Karena Walisongo merupakah solusi bagi keberlangsungan peradaban mereka. Banyak dari mereka yang berguru kepada Sunan Kalijaga, Sunan Ampel, Sunan Kudus, yang kita tahu sangat fikih oriented. Itu ternyata orang bali berguru kepada Walisongo,” jelas Ahmad Baso.

Sama seperti orang kebanyakan saat ini, Ahmad Baso mengatajan komunitas Tionghoa dan Hindu Bali saat itu juga menginginkan hidup yang sejahtera dan makmur. 

Maka lewat pintu inilah Walisongo mendakwahkan ajaran-ajaran agama Islam yang senada dengan adat budaya masyarakat di Bali. Misalnya masyarakat Bali membutuhkan salah satu pengobatan tradisional lewat kalimat Bismillah yang merupakah salah satu ayat Al-Qur’an. Hal ini diajarkan Walisongo tanpa memperdulikan apakah nanti masuk Islam atau tidak. Sebab yang paling penting adalah nilai-nilai keislaman diperkenalkan lebih dulu.

“Kenapa mereka butuh Walisongo? Pertama mereka butuh hidup sejahtera dan makmur. Yang kedua bagaimana mereka belajar tentang ilmu pengobatan, jimat-jimat, bacaan, dan rajah. Semisal lafadz bismillah yang sering kita baca, pada waktu itu bagai orang Bali merupakan bacaan pengobatan. Dan diyakini dapat menyembuhkan sebuah penyakit,” ungkap Ahmad Baso.

Dari kisah itu, Ahmad Baso menilai setiap warga negara bisa menyontoh teladan hidup para Walisongo. Khususnya dalam kehidupan kebangsaan di tengah ancaman ideologi transnasionalisme yang ingin menyeragamkan.

Menurutnya, setiap warga harus memiliki rasa nasionalisme kepada bangsanya sendiri. Ini sebagai bentuk kesadaran dan cinta tanah air yang ditunjukkan melalui sikap dan tingkah laku tanpa memandang ras, suku dan agama. 

“Semangat gotong royong adalah salah satu kunci utamanya. Semangat ini yang kemudian digulirkan Walisongo dalam Komunitas Tionghoa Hindu Bali untuk menyebarkan nilai-nilai keberislaman yang senada dengan budaya Nusantara yang tengah berkembang pada waktu itu,” kata Cendekiawan Muslim KH. Ahmad Baso. (*)



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Dysmorphia, Gangguan Kejiwaan Karena Kurangnya Percaya Diri
    Dysmorphia, Gangguan Kejiwaan Karena Kurangnya Percaya Diri
    12/05/2021 - 05:51
  • Ini Daftar Hotel Berbintang Pilihan Staycation Lebaran di Kabupaten Malang
    Ini Daftar Hotel Berbintang Pilihan Staycation Lebaran di Kabupaten Malang
    12/05/2021 - 05:16
  • SMK Kesehatan Bina Husada, Satu-satunya Sekolah Kesehatan di Surabaya yang Memiliki Jurusan TLM
    SMK Kesehatan Bina Husada, Satu-satunya Sekolah Kesehatan di Surabaya yang Memiliki Jurusan TLM
    12/05/2021 - 05:05
  • Lulusan SMK Harapan Mulya Ponorogo Terbukti Siap Kerja
    Lulusan SMK Harapan Mulya Ponorogo Terbukti Siap Kerja
    12/05/2021 - 05:02
  • Ramadhan, SMK Diponegoro Tumpang Malang Bagikan 1.500 Bingkisan Sembako
    Ramadhan, SMK Diponegoro Tumpang Malang Bagikan 1.500 Bingkisan Sembako
    12/05/2021 - 04:56

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Dahsyatnya Korupsi Jual Beli Jabatan Mengalahkan Pengadaan Barang Jasa
    Dahsyatnya Korupsi Jual Beli Jabatan Mengalahkan Pengadaan Barang Jasa
    11/05/2021 - 13:12
  • Ngopi Pagi: Akhir Ramadan
    Ngopi Pagi: Akhir Ramadan
    11/05/2021 - 09:50
  • Berpuasa dan Bercinta
    Berpuasa dan Bercinta
    10/05/2021 - 17:29
  • Ngopi Pagi: Pembelajaran Ramadan
    Ngopi Pagi: Pembelajaran Ramadan
    10/05/2021 - 08:45
  • Komersialisasi Derajat Kucing
    Komersialisasi Derajat Kucing
    10/05/2021 - 05:17
  • Bipang, Mudik, Dan Komunikasi Kepresidenan
    Bipang, Mudik, Dan Komunikasi Kepresidenan
    09/05/2021 - 11:16
  • Ngopi Pagi: Zakat, Infaq, dan Sedekah
    Ngopi Pagi: Zakat, Infaq, dan Sedekah
    09/05/2021 - 10:28
  • Larangan Mudik di Masa Pandemi yang Tidak Efektif
    Larangan Mudik di Masa Pandemi yang Tidak Efektif
    09/05/2021 - 07:16

KULINER

  • Sugarcane Juice and It's Health Properties
    Sugarcane Juice and It's Health Properties
    10/05/2021 - 03:07
  • Taste the Super Spicy Smoked Tuna with Curry Gravy at Esto Coffee Malang
    Taste the Super Spicy Smoked Tuna with Curry Gravy at Esto Coffee Malang
    10/05/2021 - 01:03
  • Berikut Makanan Khas Pamekasan yang Wajib untuk Dicicipi
    Berikut Makanan Khas Pamekasan yang Wajib untuk Dicicipi
    09/05/2021 - 15:58
  • Kue Lebaran Unik, Mirip Batu Bata Lengkap dengan Semen dan Cetoknya
    Kue Lebaran Unik, Mirip Batu Bata Lengkap dengan Semen dan Cetoknya
    09/05/2021 - 09:42
  • Mengenal Bipang Ambawang, Makanan Khas Kalimantan
    Mengenal Bipang Ambawang, Makanan Khas Kalimantan
    08/05/2021 - 14:30