Kopi TIMES

Dua Arah Jalan Bersimpangan

Kamis, 29 April 2021 - 18:00 | 22.54k
Dua Arah Jalan Bersimpangan
Mohammad Warits, Mahasiswa Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Tidak butuh waktu lama, rentan waktu sekitar satu tahun perubahan-perubahan sudah mulai dirasakan dan pelan-pelan diterima menjadi realitas keharusan.

Buku bacaan tidak sekedar berkutat pada yang berkaitan teologis dan tuntutan dalam agama tertentu saja, corak pemikiran tokoh-tokoh barat dan beberapa teori yang dicetuskannya menjadi bagian penting dalam tuntutan belajar. Padahal satu tahun sebelumnya ketika masih di pesantren cendrung konservatif enggan menyentuh bahkan menolak keras terhadap tokoh-tokoh yang disebut barat.

Bahkan beberapa teman lain yang berangkat dari latar belakang yang tidak jauh berbeda juga jika diperhatikan tengah melalui jalan yang sama. Terbukti di beberapa ruang komunikasi tak jarang dari beberapa opini yang disampaikan selalu menggunakan beberapa cetusan pemikiran tokoh barat melalui bahan bacaannya seolah hal itu menjadi bagian dari proses edukasi bahkan kebanggaan tersendiri.

Anehnya, menurut refleksi pribadi dari jalan yang pernah dilalui seolah disana ada kesengajaan sehingga membentuk diri yang konservatif jika dipikir-pikir. Seolah lingkungan dulu dimana dibesarkan ada penjara yang menahan gerak berpikir diri tanpa kelihatan dengan jelas. Bahan bacaan yang sangat terbatas dan ruang gerak yang mengekang tanpa disadari. Dan di posisi seperti sekarang ini malah pada pengalaman yang dulu dirasa seperti ada kekangan, padahal seperti yang sedang dilalui sekarang ini sangat di tentang keras.

Liberal. Kata ini menjadi momok yang sangat menakutkan dulu. Seperti dikecam dicemooh membabi buta. Siapapun yang menjadi bagian dari ini dianggap tidak baik dalam penilaian masyarakat setempat yang kemudian menjadi kongklusi yang disepakati oleh kalangan lebih luas lagi.

Siapa yang Salah?

Dua ranah yang berbeda, inklusif dan eksklusif. Yang pertama cenderung tertutup dalam melihat realitas-realitas keadaan dan mudah menerima begitu saja segala sesuatu yang terdokumentasikan melalui naskah-naskah klasik kuning dan apa-apa yang menjadi syarah (penjelasan) melalui karangan berikutnya maupun yang disampakan oleh tokoh. Tidak lagi ada pembaharuan yang diharapakan sesuai dengan konteks zaman yang ada, abai terhadap zaman yang berubah dari masa ke masa.

Eklusif lebih terbuka dengan menerima realitas lain. Baik pemikiran-pekikiran luar atau lainnya. Bahkan bagian yang nomer dua ini beberapa oknumnya melakukan modifikasi yang kreatif yang mampu memajukan gerak kendaraan yang di tunggaginya, meskipun dari beberapa sudut terdapat orang yang meras terganggu dengan apa yang dilakukan.

Siapa yang keliru dan pantas disalahkan? Tidak ada yang salah dan tidak pula harus dikelirukan. Dua corak pandangan yang tertutup dan tidak menjadi wahana jarak dalam memberikan penilaian dan menerjemahkannya menjadi perilaku bertingkah. Dalam arti yang luas memang sebuah pembaharuan sangat diperlukan seiring berkembangnya zaman.

Dua corak berpikir juga menjadi bahan refleksi selanjutnya dalam membentuk peradaban yang tercerahkan yaitu antara pemikiran barat dan pemikiran lokal. Maka dua corak pemikiran ini baik sekali jika dikomparasikan sehingga menjadi searah dengan laju masa depan. Sebab jika hanya aktif dalam corak yang satu bisa dipastikan akan menjadi pribadi yang sempit pandangan. Dua corak itu sangat penting jika disinergikan.

Pemikiran barat sering dinilai terlalu mengandalkan akal rasio dan pemikiran satunya bahkan jarang menggunakan akal sebab lebih pada teks dan argumen yang ada.

***

*)Oleh: Mohammad Warits, Mahasiswa Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Jaga Performa Kendaraan Anda Saat Lebaran Idul Fitri, ini Caranya
    Jaga Performa Kendaraan Anda Saat Lebaran Idul Fitri, ini Caranya
    16/05/2021 - 05:16
  • Cegah Stunting, Cukupi Asupan Gizi Ibu Hamil dengan Ini
    Cegah Stunting, Cukupi Asupan Gizi Ibu Hamil dengan Ini
    16/05/2021 - 04:28
  • Segarkan Hari Lebaran dengan Rujak Cuka Khas Sunda, Ini Resepnya
    Segarkan Hari Lebaran dengan Rujak Cuka Khas Sunda, Ini Resepnya
    16/05/2021 - 03:36
  • Ini 5 Jajanan Oleh-Oleh Khas Pasuruan yang Melegenda
    Ini 5 Jajanan Oleh-Oleh Khas Pasuruan yang Melegenda
    16/05/2021 - 02:31
  • 4 Fakta Yang Perlu Diketahui Tentang Gelang Tridatu Bali
    4 Fakta Yang Perlu Diketahui Tentang Gelang Tridatu Bali
    16/05/2021 - 01:36

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ngopi Pagi: Antara Kesedihan dan Kebahagiaan
    Ngopi Pagi: Antara Kesedihan dan Kebahagiaan
    14/05/2021 - 09:00
  • Ngopi Pagi: Maaf
    Ngopi Pagi: Maaf
    13/05/2021 - 09:00
  • Lebaran dan Puasa Panjang Petani Indonesia
    Lebaran dan Puasa Panjang Petani Indonesia
    13/05/2021 - 07:33
  • Mempertahankan Lebaran Effect Tanpa Mudik
    Mempertahankan Lebaran Effect Tanpa Mudik
    12/05/2021 - 14:08
  • Kiat Cukup Beras untuk Wilayah Minim Sawah 
    Kiat Cukup Beras untuk Wilayah Minim Sawah 
    12/05/2021 - 08:21
  • Ngopi Pagi: Lebaran
    Ngopi Pagi: Lebaran
    12/05/2021 - 07:02
  • Dahsyatnya Korupsi Jual Beli Jabatan Mengalahkan Pengadaan Barang Jasa
    Dahsyatnya Korupsi Jual Beli Jabatan Mengalahkan Pengadaan Barang Jasa
    11/05/2021 - 13:12
  • Ngopi Pagi: Akhir Ramadan
    Ngopi Pagi: Akhir Ramadan
    11/05/2021 - 09:50

KULINER

  • Segarkan Hari Lebaran dengan Rujak Cuka Khas Sunda, Ini Resepnya
    Segarkan Hari Lebaran dengan Rujak Cuka Khas Sunda, Ini Resepnya
    16/05/2021 - 03:36
  • Ini 5 Jajanan Oleh-Oleh Khas Pasuruan yang Melegenda
    Ini 5 Jajanan Oleh-Oleh Khas Pasuruan yang Melegenda
    16/05/2021 - 02:31
  • Yuk Bikin Resep Rendang Tanpa Daging Sehat dan Enak
    Yuk Bikin Resep Rendang Tanpa Daging Sehat dan Enak
    15/05/2021 - 23:36
  • Campor Lorjuk, Kuliner Khas Pamekasan yang Wajib Anda Coba
    Campor Lorjuk, Kuliner Khas Pamekasan yang Wajib Anda Coba
    15/05/2021 - 20:45
  • Tips Cara Membuat Bungkus dan Cara Memasak Ketupat Lebaran
    Tips Cara Membuat Bungkus dan Cara Memasak Ketupat Lebaran
    15/05/2021 - 16:27