Advertisement
Peristiwa Daerah

Prokes Dilonggarkan, Covid-19 di Ponorogo Sumbang 65 Kasus Kematian Bulan Ini

Mulai melonggarnya penerapan protokol kesehatan (Prokes) di Ponorogo belakangan ini, disambut ledakan angka kematian akibat Covid-19. Bahkan kini Ponorogo kembali menyalip angka kematian Covid-19  Jawa Timur.

TIMES Indonesia,
Prokes Dilonggarkan, Covid-19 di Ponorogo Sumbang 65 Kasus Kematian Bulan Ini
Akibat Prokes Dilonggarkan kasus kematian Covid-19 di Ponorogo cukup tinggi. (FOTO:Dinkes/TIMES Indonesia)
A-AA+

PONOROGO Mulai melonggarnya penerapan protokol kesehatan (Prokes) di Ponorogo belakangan ini, disambut ledakan angka kematian akibat Covid-19. Bahkan kini Ponorogo kembali menyalip angka kematian Covid-19  Jawa Timur.

Dari data laman Jatim Tanggap Covid-19, selama periode  tanggal 2 hingga 20 April 2021,  telah terjadi 65 kematian  akibat Covid-19. Dengan rincian 33 kematian periode tanggal 2-12 April 2021 dengan rata-rata kasus meniinggal 3 orang perhari, dan 32 kematian periode tanggal 13-20 April 2021 dengan rata-rata kasus meninggal 4 orang per hari.

Advertisement

Kepala Dinas Kesehatan Rahayu Kusdarini tidak menampik kondisi ini, bahkan ia membeberkan saat ini persentase fatality rate ( tingkat kematian) Ponorogo berada pada angka 7,78 persen atau melebih Jawa Timur yang hanya 7,22 persen.

Menurutnya kelonggaran pembatasan oleh pemerintah  pusat maupun pemkab, kini justru diikuti minimnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap pentingnya menjaga  protokol kesehatan ( Prokes).

Bila hal ini terus terjadi ia mengeklaim angka kematian akibat Covid-19 akan terus bertambah, parahnya hal ini menjadikan Ponorogo jauh dari zona hijau Covid-19.  "Pembatasan dan pengetatan sudah longgar. Kalau masyarakat masih abai ya jelas ada kenaikan," jelasnya, Kamis (22/4/2021).

Rahayu Kusdarini menambahkan, tak hanya minimnya kesadaran masyarakat atas bahayanya virus Corona ini,  gerakan enggan memeriksakan kesehatan lantaran takut menuai sanksi sosial atau pengucilan dari lingkungan, membuat penyebaran Covid-19 semakin sulit terdeteksi.

Apalagi masyarakat yang terpapar terlambat untuk terdeteksi dan terobati hingga akhirnya berujung pada kematian. "Pentingnya dukungan mental dari masyarakat lingkungan. Sehingga masyarakat yang isolasi mandiri maupun di shelter tidak merasa dikucilkan," ulas Kepala Dinas yang akrab disapa Irin ini.

Advertisement

Lebih jauh Irin mengungkapkan, ancaman kematian akibat paparan Covid-19, tidak melulu pada masyarakat usia rentan (Lansia), ataupun yang memiliki komorbid. Resiko morbiditas ( kondisi sakit) dan mortalitas ( kematian) juga dapat mengancam pasien usia muda bahkan yang tidak memiliki riwayat penyakit bawaan.

 "Mencegahnya virus itu sebenarnya sangat mudah. Menyadarkan masyarakat yang susah,’’ katanya.

Dari data di Jatim Tanggap Covid-19, tingkat sebaran Covid-19 di Ponorogo per tanggal 22 April 2021, berada diangka 3.395 kasus terkonfirmasi, dengan 79 kasus aktif, sembuh 3.052 atau 89,90 persen, dan meninggal 264 kasus atau 7,78 persen. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M. Marhaban
PenulisM. MarhabanSekolah Tinggi Publisistik (STP) Jakarta, KLW PWI Jawa Timur 1999. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019, meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Olahraga, Budaya, dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia