Peristiwa Daerah

PP 57 Tahun 2021 Hapus Pancasila dan Bahasa Indonesia, Ini Tanggapan Gandung Pardiman

Sabtu, 17 April 2021 - 22:37 | 42.30k
PP 57 Tahun 2021 Hapus Pancasila dan Bahasa Indonesia, Ini Tanggapan Gandung Pardiman
Anggota DPR RI Gandung Pardiman (tengah) soroti dihapusnya Pancasila dan Bahasa Indonesia dalam PP 57 tahun 2021, Sabtu (17/4/2021). (FOTO: Wiwit/TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Anggota DPR RI Gandung Pardiman turut meradang atas terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. Sebab, PP tersebut tidak memasukkan pendidikan Pancasila juga Bahasa Indonesia sebagai pelajaran wajib di perguruan tinggi.

Secara implisit, Gandung pun menyoroti kinerja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang bisa sangat ceroboh membiarkan PP 57 itu terbit dengan kesalahan sangat mendasar.

"Prosedur untuk membuat PP itu cukup panjang, tapi ternyata ada kejadian seperti ini (Pancasila dan Bahasa Indonesia dihapus). Maka bagi saya menteri ini layak dan sangat patut diganti," kata Gandung Pardiman di Yogyakarta, Sabtu (17/4/2021).

Gandung menyatakan tidak habis pikir kesalahan fatal yang dituangkan dalam PP 57 itu bisa terjadi.

"Tidak habis heran saya terhadap menteri ini, apa menteri ini benar-benar tidak tahu roh Bangsa Indonesia itu siapa, apa, dan bagaimana? Mungkin tahunya hanya bagaimana pendidikan itu menghasilkan untung," tegas Gandung.

Politisi senior yang juga Ketua DPD I Partai Golkar DIY itu mencurigai dihapuskannya Pancasila dan Bahasa Indonesia dalam PP 57 tahun 2021 itu mungkin terinspirasi dari model pendidikan luar negeri. Di mana bidang-bidang yang tak sejalan dengan kemajuan teknologi disingkirkan. Padahal itu tak cocok diimplementasikan di Indonesia.

"Mungkin di luar sana pelajaran Bahasa Inggris tidak ada, namun Sastra Inggris tetap ada. Bahasa Indonesia demikian, ia juga memiliki nilai filosofis tinggi, itu bahasa yang membuat berbagai suku, budaya di Indonesia bisa bersatu dan itu jelas tertuang dalam Sumpah Pemuda," kata Gandung.

"Bahasa Indonesia bukan sekedar alat komunikasi, tapi juga bagian filosofi dalam hidup bangsa dan negara Indonesia," katanya.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar daerah pemilihan DIY itu menyebut dalam UU nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi ada ketentuan jelas bahwa kurikulum Pendidikan Tinggi wajib memuat mata kuliah Agama, Pancasila, Kewarganegaraan dan Bahasa Indonesia.

"Itu sudah jelas diatur dalam undang-undang, namun mengapa dalam peraturan pemerintah nomor 57 tahun 2021 Pancasila dan Bahasa Indonesia dihilangkan," katanya.

"Saya khawatir ada tangan-tangan jahat berideologi ekstrim kanan maupun ekstrim kiri (Komunis) yang berada di dalam pemerintahan berupaya menghilangkan Pancasila yang jelas sebagai ideologi dan dasar negara Bangsa Indonesia. Saya yakin presiden Joko Widodo tidak memerintahkan dihilangkannya mata kuliah Pancasila dan Bahasa Indonesia," tegas Gandung.

Lebih lanjut Gandung Pardiman menyatakan Pancasila dan Bahasa Indonesia adalah sebagai jatidiri Bangsa dan Negara Indonesia tapi mengapa dihilangkan Dua mata pelajaran ini sangat fundamental.

"Kita harus berani mengingatkan Pemerintah. Kalau hal ini dibiarkan maka upaya merongrong Pancasila akan semakin berani dan Pancasila akan hilang dari bumi Indonesia. Hal ini tidak boleh dibiarkan," katanya.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar itu menyatakan sebagai kader Partai Golkar, partai yang menyatakan diri sebagai benteng pancasila sangat menyayangkan dan meminta kepada pemerintah untuk meninjau ulang Peraturan Pemerintah nomor 57 btahun 2021 tentang Standar Pendidikan Nasional.

"Kami sebagai Anggota DPR/ MPR selama ini diwajibkan untuk  mensosialisasikan  program Empat Pilar kepada masyarakat yang isinya tentang  Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.Sebagai idelogi Negara Pancasila telah dilahirkan dan dibentuk oleh para pendiri bangsa ini  sudah sangat jelas tujuannya sebagai rohnya bangsa Indonesia," kata dia.

Menurutnya para pendiri bangsa dan Negara Indonesia tentu sangat kecewa jika melihat kenyataan adanya PP no 57 tahun 2021 ini.

"Jika kita baca dengan cermat serta dipahami dari sila ke satu sampai dengan sila ke lima sudah sangat jelas, Pancasila adalah sebagai pengikat dan alat pemersatu bangsa terdiri dari berbagai keanekaragaman suku bangsa dan agama di Indonesia. Penyusunan sila-sila dalam Pancasila ini melalui perdebatan yang panjang dari para pendiri bangsa. Apa alasannya Pancasila dihilangkan dari Standar Pendidikan Nasional," ungkap Anggota DPR RI Gandung Pardiman. (*) 



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Propam Polri akan Periksa Napoleon Bonaparte Atas Dugaan Penganiayaan Muhammad Kace
    Propam Polri akan Periksa Napoleon Bonaparte Atas Dugaan Penganiayaan Muhammad Kace
    28/09/2021 - 16:37
  • PPKM Level 2, Ini Upaya Polresta Malang Kota Kendalikan Covid-19
    PPKM Level 2, Ini Upaya Polresta Malang Kota Kendalikan Covid-19
    28/09/2021 - 16:34
  • Gairahkan Ekonomi, Central Mall Surabaya Berkolaborasi dengan Thrift Surabaya
    Gairahkan Ekonomi, Central Mall Surabaya Berkolaborasi dengan Thrift Surabaya
    28/09/2021 - 16:28
  • ITTelkom Surabaya Buat Inovasi Tanda Tangan Elektronik Berbasis QR Code
    ITTelkom Surabaya Buat Inovasi Tanda Tangan Elektronik Berbasis QR Code
    28/09/2021 - 16:25
  • Sasar Kafe di Kota Malang, iLitterless Kampanyekan Pilah Sampah Tanpa Ribet
    Sasar Kafe di Kota Malang, iLitterless Kampanyekan Pilah Sampah Tanpa Ribet
    28/09/2021 - 16:22

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Program Kotaku di Indramayu: Apa dan Bagaimana?
    Program Kotaku di Indramayu: Apa dan Bagaimana?
    24/09/2021 - 19:12
  • Upaya Sederhana Basmi Dosa Besar Dalam Dunia Pendidikan
    Upaya Sederhana Basmi Dosa Besar Dalam Dunia Pendidikan
    24/09/2021 - 11:01
  • ”Bahasa” Orang Miskin
    ”Bahasa” Orang Miskin
    21/09/2021 - 15:55
  • Vaksin Dipacu, Wsbk Melaju
    Vaksin Dipacu, Wsbk Melaju
    21/09/2021 - 13:14
  • Menuju Pendidikan yang Berkualitas
    Menuju Pendidikan yang Berkualitas
    21/09/2021 - 12:55
  • Agama Cinta Gus Dudung Abdurrachman, Sang Jenderal Bernasab Sunan Gunung Jati
    Agama Cinta Gus Dudung Abdurrachman, Sang Jenderal Bernasab Sunan Gunung Jati
    21/09/2021 - 09:58
  • Mengenang Isa Hasanda Pendiri SBT, 12 Tahun Dari Bui ke Bui
    Mengenang Isa Hasanda Pendiri SBT, 12 Tahun Dari Bui ke Bui
    20/09/2021 - 17:51
  • Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    20/09/2021 - 13:25

KULINER

  • Merasakan Nikmatnya Ubi Cilembu di Pamongkoran Kota Banjar
    Merasakan Nikmatnya Ubi Cilembu di Pamongkoran Kota Banjar
    27/09/2021 - 05:49
  • Kujipang Tuse, Cemilan Gurih dan Nikmat Oleh-oleh Khas Indramayu
    Kujipang Tuse, Cemilan Gurih dan Nikmat Oleh-oleh Khas Indramayu
    27/09/2021 - 01:27
  • Jerome Polin Membuat Menantea Matos Banjir Pengunjung
    Jerome Polin Membuat Menantea Matos Banjir Pengunjung
    26/09/2021 - 10:05
  • Horeg Papua Culinary Sajikan Cita Rasa Papua
    Horeg Papua Culinary Sajikan Cita Rasa Papua
    26/09/2021 - 01:22
  • Menantea, Varian Minuman Teh Unik Milik Jerome Polin Kini Hadir di Malang
    Menantea, Varian Minuman Teh Unik Milik Jerome Polin Kini Hadir di Malang
    25/09/2021 - 09:48