Kopi TIMES

Managing The Nation 'Kepemimpinan dan Partai Politik'

Jumat, 16 April 2021 - 19:57 | 32.95k
Managing The Nation 'Kepemimpinan dan Partai Politik'
Gugun Gumilar, Eksekutif Direktur IDE Indonesia, Mahasiswa PhD di Dublin.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Saat ini, perjalanan demokratisasi di Indonesia telah memasuki usia 23 tahun. Dalam perjalanan panjang itu, telah banyak perubahan yang dicapai. Di antaranya sistem politik menjadi makin demokratis, meskipun masih adanya kelemahan-kelemahan. Transisi demokrasi di Indonesia yang dimulai sejak tahun 1998 dimaknai sebagai perubahan sistem pemerintahan yang terbuka, partisipatif dan akomodatif.

Terbuka dalam arti bahwa setiap orang dan setiap pihak berhak untuk ikut serta dalam setiap pelaksanaan mekanisme politik dan pemerintahan. Partisipatif berarti bahwa praktik pemerintahan dan politik menuntut keikutsertaan masyarakat demi tegaknya legitimasi dan akuntabilitas.

Sementara akomodatif mempunyai arti bahwa demokrasi menghendaki adanya rekognisi dan akomodasi dari semua warga maupun kelompok warga negara. Dengan demikian tidak ada marginalisasi kelompok atas nama keputusan mayoritas.

Transisi demokrasi sesungguhnya merupakan saat-saat yang cukup kritis termasuk dalam konteks Indonesia. Hal ini karena transisi demokrasi merupakan saat-saat rentan dimana kerusuhan sosial politik akan menjadi bagian yang mengancam komitmen berbangsa dan bernegara. 

Kerawanan dalam sistem pemerintahan dan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara ini berlanjut pada saat terwujudnya konsolidasi demokrasi yang mapan dalam negara-bangsa tersebut. Pada saat demokrasi telah terkonsolidasi, mekanisme politik dan pemerintahan beserta konflik-konflik yang terjadi sudah terlembaga dengan baik.

Pada saat konsolidasi demokrasi, komitmen kebangsaan dan bernegara juga lebih tertata sehingga potensi disintegrasi bisa ditekan.  Hal ini terjadi karena negara beserta alat-alat kelengkapannya sudah mampu mewadahi setiap aspirasi warga negara dan secara adil menjadi penengah bagi setiap konflik antar warga negara maupun antar kelompok.

Untuk menuju pada demokrasi yang mapan tersebut, kepemimpinan politik menjadi kebutuhan utama. Kepemimpinan politik yang ideal adalah kepemimpinan yang mampu mengarahkan setiap sumberdaya manusia dan sumberdaya institusional untuk mewujudkan cita-cita demokrasi maupun cita-cita berbangsa dan bernegara. Cita-cita demokrasi adalah mewujudkan kedaulatan rakyat dalam pemerintahan sehingga terwujud akuntabilitas pemerintahan. Sedangkan tujuan berbangsa dan bernegara adalah mewujudkan kesejahteraan dankemakmuran bagi setiap warga negara dan memajukan negara tersebut.

Untuk itu demokrasi seharusnya memunculkan sosok-sosok pemimpin yang mempunyai karakter kepemimpinan tersebut. Karakter yang dimaksud adalah karakter yang tidak saja mempunyai kemampuan manajerial politik tetapi juga kemampuan manajerial administrasi, birokrasi dan pembangunan. Artinya, pemimpin yang seharusnya terbentuk dalam demokrasi adalah pemimpin yang bukan saja mampu mengkonsolidasikan sumberdaya yang dimiliki untuk mencapai kekuasaan, tetapi juga mempunyai kemampuan untuk mengkonsolidasikan kekuatan-kekuatan bangsa dan negara untuk mewujudkan politik kesejahteraan. 

Kepemimpinan dan partai politik

Dalam demokrasi, upaya untuk mewujudkan model kepemimpinan yang ideal tersebut dilakukan dengan mekanisme yang juga demokratis. Pihak utama yang mengemban tugas itu adalah partai politik. Mengapa? Karena sejak semula partai politik diasumsikan sebagai saluran-saluran legal dari kehendak rakyat dalam setiap mekanisme demokrasi. Menurut John Locke, melalui partai politiklah demokrasi yang berupaya mewujudkan kedaulatan rakyat diwujudkan. Dalam teori modern, inilah yang disebut sebagai pilar demokrasi yang utama.

Secara ideal, partai politik bukan hanya harus mampu menjalankan fungsi komunikasi politik dari warga negara pada pembuatan kebijakan, tetapi juga harus mampu mewujudkan kadersasi kepemimpinan nasional. Untuk itu memang dibutuhkan partai-partai politik yang sehat didukung oleh sistem pemilu dan sistem kepartaian yang sehat pula.

Partai politik yang sehat adalah partai politik yang secara internal mampu mewujudkan nilai-nilai demokratis dalam setiap pembuatan kebijakan kepartaian. Partai politik yang sehat adalah miniature demokrasi itu sendiri. Dalam partai politik yang sehat ini semua anggota mempunyai kesempatan yang sama untuk muncul sebagai pemimpin bagi anggota yang lain. Proses seleksi dilakukan secara alamiah berdasarkan kapabilitas dan integritas yang dipunyai, bukan disebabkan oleh faktor keturunan atau semata-mata karena kekuatan ekonomi.

Tentu saja, partai politik yang sehat tidak terpisah dari sistem kepartaian dan sistem pemilu yang sehat. Sistem kepartaian dan sistem pemilu yang sehat adalah sistem kepartaian yang mampu menyeleksi partai politik secara alamiah menurut kepasitas dari partai politik tersebut dalam mewujudkan suara rakyat. Kegagalan sistem kepartaian dan sistem pemilu untuk menyeleksi partai politik yang terus bermunculan akan mengakibatkan tidak berjalannya seleksi alamiah dalam partai politik.

Kekecewaan-kekecewaan yang dialami oleh anggota yang tersisih dalam proses seleksi internal akan dengan mudah membentuk partai politik baru. Dalam kasus ini, konsep pelembagaan partai politik tidak akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Pada akhirnya, bukan hanya partai politik yang dirugikan tetapi demokrasi itu sendiri akan dirugikan.

Pelembagaan partai yang gagal akan menyebabkan partai politik tidak mampu menjadi pilar dari demokrasi tapi justru menjadi penghambat bagi demokrasi.

Proses seleksi alamiah yang baik pada sistem kepartaian dan sistem pemilu akan berimbas pada proses seleksi alamiah dalam internal partai. Disinilah pemimpin-pemimpin yang memang punya kapasitas intelektual, mental dan moral yang teruji akan muncul. Pada akhirnya, pemimpin yang muncul dari proses ini akan menjadi pemimpin bangsa yang bukan hanya tangguh, tetapi berintegritas dan berkomitmen terhadap kemajuan dan kesejahteraan.

Kasus indonesia

Kita harus menyadari bahwa konsep ideal itu belum terwujud di indonesia. Secara internal, partai politik belum mampu mewujudkan demokrasi.

Sistem yang berlaku dalam partai politik masih sangat kental dengan sistem dinasti, nepotisme dan dominasi dari mereka yang punya kekuatan ekonomi besar. Mereka yang muncul menjadi pemimpin tidak merupakan mereka yang teruji secara sungguh-sungguh dalam proses-proses dalam internal partai. Dalam sistem partai seringkali terjadi diskriminasi terhadap anggota-anggota yang berpotensi namun tidak punya modal ekonomi maupun tidak mempunyai garis keturunan (dinasti)  dengan elit partai.

Hal ini umum terjadi dalam hampir semua partai politik. Akibatnya, proses punish and reward tidak diukur oleh besarnya kapabilitas, tetapi oleh faktor-faktor yang seharusnya tidak menjadi indikator kemampuan. Itulah sebabnya mengapa partai gagal melahirkan pemimpin-pemimpin ideal untuk menghantarkan demokrasi indonesia menuju konsolidasi yang mapan. Dalam kasus indonesia, partai politik belum berhasil melahirkan pemimpin-pemimpin muda. Calon-calon pemimpin muda gagal muncul ke permukaan hegemoni politik yang melahirkan oligarki kekuasaan.

Pada saat yang sama, politisi-politisi muda terjebak dalam pragmatism politik. Akibatnya, tidak sedikit dari mereka yang cenderung mencari kekuasaan secara instan dan kemudian melakukan korpusi dari kekuasaan yang telah mereka dapatkan. Tidak heran jika akhir-akhir ini kita akrab dengan kasus-kasus korupsi kekuasaan yang dilakukan oleh politisi-politisi muda. 

Pemilu 2024 seharusnya merupakan tangga baru dalam upaya konsolidasi demokrasi Indonesia. Pada pemilu 2024 seharusnya muncul pemimpin-pemimpin baru yang dimaksud. Hal ini penting karena dilihat demokrasi membutuhkan figur-figur baru yang akan menyegarkan kehidupan politik dan pemerintahan kita. Pada umumnya, rakyat indonesia sudah jenuh dengan pemimpin yang itu-itu saja karena dianggap tidak cukup mampu mewujudkan keinginan mereka. Pemimpin-pemimpn baru memang tidak menjamin seratus persen perubahan, namun paling tidak akan memberikan alternative.

Dalam survey terbaru yang diadakan oleh berbagai lembaga,kita perlu mendorong calon-calon pemimpin-pemimpin muda yang berpotensi. Ini bisa dilakukan dengan dua cara: pertama, memberi kesempatan pada munculnya pemimpin-pemimpin muda baik dalam internal partai, civil society maupun institusi-instusi yang menjadi saluran demorkasi. Kedua, kita juga harus memberdayakan orang-orang agar mampu mengupgrade kemampuan kepemimpinan mereka sehingga mampu menjadi pemimpin yang tangguh, berkapapibilitas dan berintegritas.

Semua upaya itu tidak bisa dilepaskan dari kesadaran dari sistem dalam partai-partai politik yang ada karena seperti dikemukakan di atas, partai politik adalah pilar demokrasi. Partai politik adalah wadah warga negara untuk berhimpun dan menyuarakan opini dan kepentingan mereka dalam proses politik dan pemerintahan. Oleh karena itu, partai politik harus membuka ruang bagi munculnya tokoh-tokoh muda. Di mana muda yang dimaksud adalah pemikirannya, visinya, namun memiliki pengalaman dan memimpin. 

***

*)Oleh: Gugun Gumilar, Eksekutif Direktur IDE Indonesia, Mahasiswa PhD di Dublin.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Taste the Super Spicy Smoked Tuna with Curry Gravy at Esto Coffee Malang
    Taste the Super Spicy Smoked Tuna with Curry Gravy at Esto Coffee Malang
    10/05/2021 - 01:03
  • Pandemi, Jumlah UMKM di Kota Probolinggo Justru Meningkat
    Pandemi, Jumlah UMKM di Kota Probolinggo Justru Meningkat
    10/05/2021 - 00:01
  • Yatim Piatu dan Duafa Terima Santunan Akbar Yasin Banjarnegara
    Yatim Piatu dan Duafa Terima Santunan Akbar Yasin Banjarnegara
    09/05/2021 - 23:44
  • Jelang Lebaran, PKB Kota Bandung Gencar Berbagi
    Jelang Lebaran, PKB Kota Bandung Gencar Berbagi
    09/05/2021 - 23:22
  • Tinjau Penyekatan Mudik 2021 di Brebes, Begini Kata Menteri PUPR RI
    Tinjau Penyekatan Mudik 2021 di Brebes, Begini Kata Menteri PUPR RI
    09/05/2021 - 23:08

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Bipang, Mudik, Dan Komunikasi Kepresidenan
    Bipang, Mudik, Dan Komunikasi Kepresidenan
    09/05/2021 - 11:16
  • Ngopi Pagi: Zakat, Infaq, dan Sedekah
    Ngopi Pagi: Zakat, Infaq, dan Sedekah
    09/05/2021 - 10:28
  • Larangan Mudik di Masa Pandemi yang Tidak Efektif
    Larangan Mudik di Masa Pandemi yang Tidak Efektif
    09/05/2021 - 07:16
  • Viral Pemudik Menangis, Antara Empati dan Tuntutan Tugas Seorang Aparat
    Viral Pemudik Menangis, Antara Empati dan Tuntutan Tugas Seorang Aparat
    08/05/2021 - 20:39
  • Menjawab Optimisme, Pemuda menjawab Tantangan
    Menjawab Optimisme, Pemuda menjawab Tantangan
    08/05/2021 - 18:32
  • James Bond dan Lailatul Qodar
    James Bond dan Lailatul Qodar
    08/05/2021 - 17:06
  • Antisipasi Tsunami Covid-19
    Antisipasi Tsunami Covid-19
    08/05/2021 - 17:01
  • Penyesuaian Budaya Mudik di Tengah Pandemi
    Penyesuaian Budaya Mudik di Tengah Pandemi
    08/05/2021 - 16:00

KULINER

  • Taste the Super Spicy Smoked Tuna with Curry Gravy at Esto Coffee Malang
    Taste the Super Spicy Smoked Tuna with Curry Gravy at Esto Coffee Malang
    10/05/2021 - 01:03
  • Berikut Makanan Khas Pamekasan yang Wajib untuk Dicicipi
    Berikut Makanan Khas Pamekasan yang Wajib untuk Dicicipi
    09/05/2021 - 15:58
  • Kue Lebaran Unik, Mirip Batu Bata Lengkap dengan Semen dan Cetoknya
    Kue Lebaran Unik, Mirip Batu Bata Lengkap dengan Semen dan Cetoknya
    09/05/2021 - 09:42
  • Mengenal Bipang Ambawang, Makanan Khas Kalimantan
    Mengenal Bipang Ambawang, Makanan Khas Kalimantan
    08/05/2021 - 14:30
  • Gubernur Jatim Khofifah Hadiri Pisah Sambut Pangkoarmada II di Atas KRI Bima Suci
    Gubernur Jatim Khofifah Hadiri Pisah Sambut Pangkoarmada II di Atas KRI Bima Suci
    08/05/2021 - 10:40