Kopi TIMES

Menyongsong Hajat Perempuan dalam Pilpres 2024

Jumat, 16 April 2021 - 17:40 | 29.81k
Menyongsong Hajat Perempuan dalam Pilpres 2024
Estetika Handayani (Direktur Kajian Politik Perempuan Estetika Institute).
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Waktu menuju pilpres 2024 nanti masih butuh waktu dua tahunan lebih tetapi desas-desus publik sudah mulai menaikkan level ke arah hasil survei figur yang dianggap layak maju pada pemilu nanti. Bahkan sejak dini sudah ada keseriusan dan persiapan matang menuju perhelatan lima tahunan itu. Survei Litbang Kompas merilis respon positif publik sebanyak 83 persen mendukung penuh tahapan pemilu 2024 dilakukan sejak dini.

Artinya hasil koordinasi KPU dengan Komisi II DPR RI, Kemendagri, Bawaslu, serta Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP), Maret (15/3) lalu. Poin penting kita ialah bukan soal waktu kesiapan pemilu saja, tetapi bentuk eskalasi calon yang berkontestasi harus juga menghasilkan figur yang matang akan pengalaman dan track record jabatan serta kesanggupan mentalitas dirinya dalam dinamika politik saat mencalonkan diri. 

Pada pemilu 2024 juga harus hadir figur perempuan, sudah satu dekade lamanya terhitung dari pemilu 2009 sama sekali tidak ada calon presiden atau wakil presiden dari kalangan perempuan. Megawati yang pernah menggandeng Prabowo Subianto pun gagal. Sekalipun Megawati bukan respresentasi perempuan baru pada pemilu 2009 lalu, karena dirinya sudah ketiga kalinya mengikuti hajatan demokrasi lima tahunan itu. Kini publik harusnya memikirkan sosok perempuan alternatif yang sepadan dan memiliki daya tawar mumpuni. 

Dari deretan hasil riset lembaga-lembaga survei terkait elektabilitas calon presiden mendatang daya tawar perempuan masih rendah presentase elektabilitasnya. Indonesia Political Opinion (IPO) merilis survei pada 11 April 2021, ada 20 nama yang berpotensi menjadi calon presiden. Namun hanya dua orang perempuan yakni Puan Maharani (Ketua DPR RI) di urutan 10 dengan presentase1,6 persen serta Khofifah Indar Parawansa (Gubenur Jawa Timur) di urutan 13 dengan presentase 0,8 persen masih di atas nama-nama Zulkifli Hasan, Gatot Nurmantyo, Moeldoko, bahkan Mahfud MD.

Sejumlah Survei lain seperti Saiful Mujani Research Consulting (SMRC), Indikator Politik, bahkan Charta Politica hanya memasukkan maksimal dua kandidat perempuan, itupun dengan hasil presentase sangat rendah. 

Trend elektabilitas calon dari hasil survei bisa jadi sangat ditentukan oleh faktor ketua partai politik, atau mereka sering kali menjadi trend setter dalam cawan media sosial. Apalagi, dalam upaya mengamankan suara legislatif, memang tidak jarang sedari awal para petinggi partai berusaha membangun branding dalam bursa pencalonan presiden. Hajat perempuan pada pilpres 2024 tidak berangkat dari susunan diskursus ketimpangan gender saja, ada dorongan agar publik juga mempertimbangkan profesionalisme figur.  Pada saat pandemi, Menteri Keuangan Sri Mulyani cukup berhasil menahan inflasi keuangan yang munkin bisa aja berakhir naas bagi negeri ini.

Jangan lupa juga sosok Retno Marsudi mentri Luar Negeri kita, dalam politik bebas aktif ASEAN, Indonesia masih membangun diplomasi agar konflik pada negara Myanmar tidak menjadi sandungan berat pada proses demokrasi, keamanan, dan perekonomian di ASEAN.  Tidak lupa pula, Retno dianggap menjadi sosok perempuan yang sangat impresif dengan jajaran kementerian Luar Negeri yang dipimpinnya, tahun 2019 lalu dia diganjar dengan empat perhargaan internasional sekaligus yakni El Sol Del dari Peru, Agen Perubahan dari UN Women,  Ridder Grootkruis in de Orde van Oranje-Nassau dari Belanda, serta Order of Merit dari Norwegia.

Memaksa Peluang 

Wajar jika isu pencalonan presiden menjadi diskusi sejak dini diperbicangkan karena kita memang menganut sistem presidensial. Artinya, segala kemungkinan politik bisa saja menjadi kejutan. Peluang perempuan dalam pilpres 2024 ditentukan dalam tiga aspek. Pertama, harus adanya keinginan partai untuk tidak bergantung pada sosok ketua umumnya, sehingga partai akan menjadi sirkulasi baik bagi penyaringan calon. Apalagi, sebagian besar pimpinan parpol memiliki pengalaman pencalonan presiden dan banyak track record jabatan yang kurang baik. Calon perempuan akan menjadi pembeda di saat partai politik sering bergantung pada calon ketua umum yang notabennya laki-laki.

Kedua, pertimbangan figur profesional akan mengubah citra parpol yang lebih pragmatis dan hanya memperuntukkan posisi strategis pada jabatan-jabatan tertentu. Sosok profesionalisme dari kalangan perempuan tidak saja soal capaian figur politik tapi juga bisa profesionalisme dari jajaran kabinet atau kepala daerah saat ini.

Dengan mekanisme ini pula, justeru partai politik akan mendapatkan simpati masyarakat luas dengan memikirkan kembali kapada keperluan mengikuti pendapat publik yang bosan akan parpol pemburu rente kekuasaan. Kita ambil hasil survei Indo Baromater 2020, Dari lima menteri yang dianggap berhasil dalam programnya, sosok Sri Mulyani menjadi cukup populer bahkan lebih baik dari pada menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Hukum dan HAM Mahfud MD dengan perbandingan klateria kapasitas dan hasil kebijakan yang dihasilkan. 

Ketiga, alasan lain bisa berasal dari konsistensi figur perempuan itu sendiri. Waktu masih panjang sekalipun seolah tahun menuju pemilu 2024 dalam politik tinggal menunggu waktu saja. Maka tentu konsistensi dan trust publik dari figur-figur perempuan harus terjaga. Trend kinerja akan menjadi sangat penting untuk dibaca publik. Sekalipun politik kita kadang dianggap bergatung pada paradigma politik “cost mahal”, tetapi publik akan tetap optimis bahwa dari kebosanan cara kerja politik yang mandeg serta trend demokratisasi yang kian hari turun, maka keperluan solusi alternatif dari figur-figur perempuan akan tetap ada.

Oleh sebab itu, arena pesta demokrasi dalam pemilu 2024 nanti kontestasi politik akan lebih menarik jika perhitungan figur-figur perempuan dimunculkan. Hal ini akan mengubah bahwa figur perempuan harus berasal dari sosok mapan atau kedekatan dengan keluarga politik (politik trah) tertentu. Tetapi, dengan masalah tantangan global yang makin menyisir kedaulatan dan pondasi ideologis berbangsa kita dari sektor kesejahteraan, pengeloaan, serta sehatnya birokrasi maka pilihannya hanya dengan mendaulat figur profesional, dan itu artinya kehadiran perempuan layak diperhitungkan.

***

*)Oleh: Estetika Handayani (Direktur Kajian Politik Perempuan Estetika Institute)

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Taste the Super Spicy Smoked Tuna with Curry Gravy at Esto Coffee Malang
    Taste the Super Spicy Smoked Tuna with Curry Gravy at Esto Coffee Malang
    10/05/2021 - 01:03
  • Pandemi, Jumlah UMKM di Kota Probolinggo Justru Meningkat
    Pandemi, Jumlah UMKM di Kota Probolinggo Justru Meningkat
    10/05/2021 - 00:01
  • Yatim Piatu dan Duafa Terima Santunan Akbar Yasin Banjarnegara
    Yatim Piatu dan Duafa Terima Santunan Akbar Yasin Banjarnegara
    09/05/2021 - 23:44
  • Jelang Lebaran, PKB Kota Bandung Gencar Berbagi
    Jelang Lebaran, PKB Kota Bandung Gencar Berbagi
    09/05/2021 - 23:22
  • Tinjau Penyekatan Mudik 2021 di Brebes, Begini Kata Menteri PUPR RI
    Tinjau Penyekatan Mudik 2021 di Brebes, Begini Kata Menteri PUPR RI
    09/05/2021 - 23:08

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Bipang, Mudik, Dan Komunikasi Kepresidenan
    Bipang, Mudik, Dan Komunikasi Kepresidenan
    09/05/2021 - 11:16
  • Ngopi Pagi: Zakat, Infaq, dan Sedekah
    Ngopi Pagi: Zakat, Infaq, dan Sedekah
    09/05/2021 - 10:28
  • Larangan Mudik di Masa Pandemi yang Tidak Efektif
    Larangan Mudik di Masa Pandemi yang Tidak Efektif
    09/05/2021 - 07:16
  • Viral Pemudik Menangis, Antara Empati dan Tuntutan Tugas Seorang Aparat
    Viral Pemudik Menangis, Antara Empati dan Tuntutan Tugas Seorang Aparat
    08/05/2021 - 20:39
  • Menjawab Optimisme, Pemuda menjawab Tantangan
    Menjawab Optimisme, Pemuda menjawab Tantangan
    08/05/2021 - 18:32
  • James Bond dan Lailatul Qodar
    James Bond dan Lailatul Qodar
    08/05/2021 - 17:06
  • Antisipasi Tsunami Covid-19
    Antisipasi Tsunami Covid-19
    08/05/2021 - 17:01
  • Penyesuaian Budaya Mudik di Tengah Pandemi
    Penyesuaian Budaya Mudik di Tengah Pandemi
    08/05/2021 - 16:00

KULINER

  • Taste the Super Spicy Smoked Tuna with Curry Gravy at Esto Coffee Malang
    Taste the Super Spicy Smoked Tuna with Curry Gravy at Esto Coffee Malang
    10/05/2021 - 01:03
  • Berikut Makanan Khas Pamekasan yang Wajib untuk Dicicipi
    Berikut Makanan Khas Pamekasan yang Wajib untuk Dicicipi
    09/05/2021 - 15:58
  • Kue Lebaran Unik, Mirip Batu Bata Lengkap dengan Semen dan Cetoknya
    Kue Lebaran Unik, Mirip Batu Bata Lengkap dengan Semen dan Cetoknya
    09/05/2021 - 09:42
  • Mengenal Bipang Ambawang, Makanan Khas Kalimantan
    Mengenal Bipang Ambawang, Makanan Khas Kalimantan
    08/05/2021 - 14:30
  • Gubernur Jatim Khofifah Hadiri Pisah Sambut Pangkoarmada II di Atas KRI Bima Suci
    Gubernur Jatim Khofifah Hadiri Pisah Sambut Pangkoarmada II di Atas KRI Bima Suci
    08/05/2021 - 10:40