Advertisement
Indonesia Positif

Di Kedai Inspiro, Rektor Unisma Malang Jelaskan soal Tawassul

Wakil dekan bidang akademik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unisma Malang, Hamidin hadir dalam acara Kedai Inspirasi Ramadhan kolaborasi Unisma dengan NU Channel.

TIMES Indonesia,
Di Kedai Inspiro, Rektor Unisma Malang Jelaskan soal Tawassul
Kedai Inspiro Unisma
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Malang Wakil dekan bidang akademik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unisma Malang, Hamidin hadir dalam acara Kedai Inspirasi Ramadhan kolaborasi Unisma dengan NU Channel.

Kedai Inspiro episode 2 menjelaskan tentang tata cara berdoa agar mudah diterima. Masih dengan pemeran  sama yaitu Lana sebagai pemuda yang perlu pencerahan soal islam, Khairus teman minum kopi Lana di kedai Inspiro, dan penjual Kopi yang dipanggil Mbak Yu. 

Advertisement

Kedai Inspiri mengusung konsep dakwah milenial  yang santai dan penuh percakapan. Pada penyampaiannya. Rabu (14/04), Hamidin menjelaskan jika berdoa itu ada tata caranya. "Pertama berdoa harus menyebut asma Allah, bismillahirahmanirahin atau asmaul husna yang lain. Kedua, perlu melakukan hal hal yang baik, agar keinginan lekas di kabulkan, setelah berdoa kita perlu diiringi dengan usaha atau ikhtiar," paparnya.

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Kunjungi pmb.unisma.ac.id

Acara yang dimulai pukul 21.00 wib itu juga dihadiri langsung oleh Rektor Unisma, Prof.Maskuri. Ia menjelaskan bahwa Tawassul itu merupakan wasilah. "Jadi kenapa kita perlu ziarah ke makam sembilan sunan itu. Alasannya ya karena kita berdoa kepada Allah melalui wasilah alim ulama', jadi harapannya agar lebih mudah dikabulkan," terang Prof Maskuri sembari berbincang santai. 

"Ketika bertawassul kita meminta semata-mata pada Allah, bukan pada Sunan Ampel, Sunan Giri, atau sunan-sunan yang lain, tetapi kita fokus meminta dan berdoa pada Allah SWT melalui kita ziarah ke situ," lkata Rektor. 

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Kunjungi pmb.unisma.ac.id

Advertisement

Ada sebuah hadist nabi Muhammad SAW, asalnya Rasulullah melarang orang ziarah. 'Naha an ziarotil kubur' . Tapi kemudian hadist ini sudah dinasah dengan kata kata  'Fazuruha'  maka ziarahlah kamu untuk menziarahi orang yang sudah wafat itu. 

"Awalnya ziarah itu disalah gunakan, kemudian Rasulullah memberi pencerahan. Kalau kamu ziarah, kamu mintanya pada Allah, kamu datang ke situ untuk berdoa melalui kita ziarah itu. Ya Allah dengan kami berziarah di kuburnya sunan Ampel ini mudah mudahan apa yang aku cita-citakan dan aku kehendaki bisa terkabul," jelasnya.

Rektor Unisma Malang pun menekankan jika ziarah atau wasilah pada orang orang tertentu itu diperbolehkan. (*)

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Kunjungi pmb.unisma.ac.id

Pewarta: Dani Alifian, Mahasiswa FKIP Unisma

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia