Tekno

Tingkatkan Efisiensi Listrik di Daerah Terpencil, Begini Inovasi Guru Besar ITS

Selasa, 13 April 2021 - 16:44 | 11.36k
Tingkatkan Efisiensi Listrik di Daerah Terpencil, Begini Inovasi Guru Besar ITS
(Kanan) Prof. Dr. Ir Soedibyo MMT ketika melakukan pengujian rangkaian di Laboratorium Departemen Teknik Elektro ITS (FOTO: Humas ITS)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Daerah terpencil di Indonesia belum 100 persen terjangkau jaringan listrik. Oleh karena itu, guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) Prof Dr Ir Soedibyo MMT mengombinasikan rangkaian Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk meningkatkan efisiensi listrik di daerah terpencil.

Menurut Soedibyo beberapa daerah terpencil tidak bisa dialiri oleh jaringan listrik lantaran sulit terjangkau. Sehingga diperlukan sumber listrik yang bisa didapatkan sebagai sumber energi lokal pada daerah setempat, seperti energi matahari, energi angin, atau lainnya.

Sumber energi tersebut juga merupakan EBT yang ramah lingkungan. Meski begitu, pemanfaatan EBT ternyata masih dinilai kurang efisien karena ketersediaannya tidak bisa konstan secara terus-menerus dan penggunaan di masyarakat juga tidak menentu.

Laboratorium-Departemen-Teknik-Elektro-ITS.jpgProses pencarian data primer kecepatan (potensi) angin di Pulau Giligenting Madura (FOTO: Humas ITS)

"Seperti ketika mendung, sumber energi matahari siang hari jadi terhambat," ungkapnya.

Dengan latar belakang tersebut, guru besar dari Departemen Teknik Elektro ini merangkai kombinasi sumber EBT, yaitu matahari, angin, dan hidrogen supaya dapat menghasilkan listrik yang konstan dan efisiensi yang tinggi.

Ia menyebutkan, beberapa komponen dalam rangkaian tersebut antara lain berupa panel surya sebagai penghasil listrik dari sinar matahari, turbin angin penghasil listrik bertenaga angin, electrolyzer yang dapat mengubah air menjadi hidrogen, fuel cell yang bisa menghasilkan listrik dari hidrogen, penyimpan hidrogen dan pengubah arus listrik.

Lelaki yang menginjak usia 66 tahun ini menjelaskan, prinsip kerja pada rangkaian ini adalah ketika listrik yang dihasilkan dari panel surya dan turbin angin lebih besar dari beban atau keperluan listrik masyarakat, maka kelebihan listrik akan digunakan oleh electrolyzer untuk menghasilkan hidrogen dari air.

Sedangkan ketika listrik yang dihasilkan dari panel surya dan turbin angin lebih kecil dari beban atau keperluan listrik masyarakat, maka kekurangan listrik tersebut akan dipenuhi dari fuel cell dengan mengubah hidrogen menjadi listrik

Laboratorium-Departemen-Teknik-Elektro-ITS-2.jpg.Proses pencarian data primer suhu dsn radiasi matahari di Pulau Giligenting Madura (FOTO: Humas ITS)

"Namun ketika listrik yang dihasilkan dari panel surya dan turbin angin setimbang dengan beban atau keperluan listrik masyarakat, maka tidak ada listrik yang mengalir pada electrolyzer dan fuel cell," ungkap Soedibyo. Senin (13/4/2021).

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sejak 1998, rangkaian tersebut memiliki efisiensi lebih baik 50 - 60 persen. Saat ini, rangkaian tersebut masih berupa prototipe dan sudah dilakukan pengujian dalam skala laboratorium.

Dalam penerapannya disuatu daerah, Soedibyo membeberkan jika diperlukan beberapa data seperti intensitas cahaya matahari, potensi angin dan data calon pelanggan listrik. Selanjutnya akan diolah dengan perangkat lunak untuk menentukan jumlah panel surya, turbin angin, fuel cell dan electrolyzer.

"Oleh karena itu, setiap daerah akan memiliki desain rangkaian yang berbeda-beda," ungkapnya.

Guru Besar ITS ini berharap jika pemanfaatan EBT ini bisa meningkatkan pemakaian energi listrik ramah lingkungan dan meningkatkan angka elektrifikasi Indonesia sampai 100 persen. Sehingga baik di perkotaan, perdesaan, bahkan sampai yang terpencil bisa mendapatkan listrik secara merata. (*)



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Adidas Originals Luncurkan Babak Baru 'Stan Smith, Forever' Bersama Disney
    Adidas Originals Luncurkan Babak Baru 'Stan Smith, Forever' Bersama Disney
    07/05/2021 - 08:21
  • KPC PEN Gelar Sosialisasi Covid-19 Lewat Pagelaran Wayang Kulit Virtual
    KPC PEN Gelar Sosialisasi Covid-19 Lewat Pagelaran Wayang Kulit Virtual
    07/05/2021 - 07:36
  • Kakorlantas Polri: Penyekatan Jalur Mudik Hari Pertama Aman dan Lancar
    Kakorlantas Polri: Penyekatan Jalur Mudik Hari Pertama Aman dan Lancar
    07/05/2021 - 06:49
  • Lengkapi Hari Kemenangan, Ini Lima Rekomendasi Kue Lebaran
    Lengkapi Hari Kemenangan, Ini Lima Rekomendasi Kue Lebaran
    07/05/2021 - 06:16
  • Lebaran Menyantap Lemi Dheso, Awas 'Kesupit' Nikmatnya Kuliner Lamongan Ini
    Lebaran Menyantap Lemi Dheso, Awas 'Kesupit' Nikmatnya Kuliner Lamongan Ini
    07/05/2021 - 05:22

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ngopi Pagi: Berbuat Baik
    Ngopi Pagi: Berbuat Baik
    06/05/2021 - 07:08
  • Urgensi Pendidikan Mitigasi Bencana bagi Pelajar
    Urgensi Pendidikan Mitigasi Bencana bagi Pelajar
    05/05/2021 - 15:34
  • Rezim Gendroyono
    Rezim Gendroyono
    05/05/2021 - 13:25
  • Jadi, Joseph Paul Zhang Itu Sebenarnya Beragama atau Tidak, sih?
    Jadi, Joseph Paul Zhang Itu Sebenarnya Beragama atau Tidak, sih?
    05/05/2021 - 12:54
  • Ngopi Pagi: Hati Kecil
    Ngopi Pagi: Hati Kecil
    05/05/2021 - 09:59
  • Kelirumologi Tarawih Akhir Ramadan
    Kelirumologi Tarawih Akhir Ramadan
    05/05/2021 - 09:10
  • Membangun Ketahanan Keluarga Prajurit Sebagai Benteng Ketahanan Nasional
    Membangun Ketahanan Keluarga Prajurit Sebagai Benteng Ketahanan Nasional
    04/05/2021 - 19:00
  • 10 Terakhir Ramadhan, Antara Indonesia dan Saudi Arabia
    10 Terakhir Ramadhan, Antara Indonesia dan Saudi Arabia
    04/05/2021 - 16:31

KULINER

  • Lengkapi Hari Kemenangan, Ini Lima Rekomendasi Kue Lebaran
    Lengkapi Hari Kemenangan, Ini Lima Rekomendasi Kue Lebaran
    07/05/2021 - 06:16
  • Lebaran Menyantap Lemi Dheso, Awas 'Kesupit' Nikmatnya Kuliner Lamongan Ini
    Lebaran Menyantap Lemi Dheso, Awas 'Kesupit' Nikmatnya Kuliner Lamongan Ini
    07/05/2021 - 05:22
  • Gulo Cao Bathok dan Gulo Cendol Aren, Si Manis Legit dari Lamongan
    Gulo Cao Bathok dan Gulo Cendol Aren, Si Manis Legit dari Lamongan
    06/05/2021 - 12:51
  • Menjelang Lebaran, Produsen Kue Kering di Tasikmalaya Panen Orderan
    Menjelang Lebaran, Produsen Kue Kering di Tasikmalaya Panen Orderan
    06/05/2021 - 10:00
  • Ngopi Asik Bernuansa Klasik di Kafe Terminal Songgon Banyuwangi
    Ngopi Asik Bernuansa Klasik di Kafe Terminal Songgon Banyuwangi
    06/05/2021 - 01:29