Kopi TIMES

Pendangkalan Politik Perempuan Dalam Terorisme

Minggu, 11 April 2021 - 10:31 | 22.94k
Pendangkalan Politik Perempuan Dalam Terorisme
Estetika Handayani; Direktur Kajian Politik Perempuan Estetika Institute.
Editor: Irfan Anshori

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Zakiah Aini usia 26 Tahun pelaku teror di Mabes Polri, Rabu (31/3) lalu menjadi alat tunjuk kuatnya pengaruh Brainstrorming pada perempuan belia lewat topeng unsur agama. Pembacaan jauh justeru kenapa motif teror yang sebetulnya sebagai langkah tindakan politik ideologis itu mudah menyerang usia produktif kalangan muda. Lalu kenapa pilihan menjalankan teror seolah menutupi terang benderang rasionalitas dan kebutuhan objektif peran perempuan yakni sebagai aktor penting pendorong kemajuan dan kesejahteraan. 

Dua kejadian secara beruntun tidak selang waktu lama yakni bom bunuh diri Gereja Katedral di Makassar juga melibatkan sepasang suami istri. Dua peristiwa kali ini melibatkan dua perempuan sekaligus lintas usia. Bukan soal umur atau presentase jumlah pelaku, tetapi kehadiran perempuan itu sendiri dari skema peristiwa teror ini. Jika sejumlah survei menyebutkan rasionalitas kepekaan politik perempuan lebih mumpuni dibandingkan laki-laki. Maka dua kasus ini menjadi tamparan keras bagi program empowerment kaum perempuan.

Aksi lone wolf atau tindakan teror yang dilakukan secara sendiri mengutip definisi Burton dan Steward bahwa gerakan yang dilakukan Aini maupun perempuan di peristiwa Makassar tentulah harus dinilai lebih dalam. Sejauh ini literasi politik bagi kalangan perempuan masih sedikit format yang diserap. Jika ditemukan ada afiliasi langsung dengan ideologi kelompok ekstremis dari kasus Mabes dan Katedral Makassar maka tentu perlu penguatan dan koreksi muatan pendidikan politik di kalangan perempuan.

Dalam arena demokratisasi memang debat wacana kesejahteraan dan keluhuran hukum yang menjamin hak-hak warga menjadi wacana unggulan. Dari sanalah juga dipikirkan peluang dari tantangan seperti ideologi dari luar, gerakan yang mencoba membongkar nilai-nilai negara, serta ancaman dari rasa tidak percaya pada pemerintahan.

Ini jelas terlihat, apalagi Prof John O Voll, guru besar sejarah di Georgetown University AS, mempunyai kesimpulan menarik mengenai relasi Islam, demokrasi, dan terorisme. Menurutnya, hubungan antara demokrasi dan terorisme di negara-negara muslim menampakkan wajah paradoks. Di satu sisi, tidak adanya demokrasi di negara-negara muslim dapat memunculkan terorisme, namun adanya demokrasi juga dapat melahirkan terorisme. Meskipun diakui bahwa terorisme tidak khas Islam, artinya bisa juga dilakukan siapa saja di luar muslim, namun asumsi yang mengatakan bahwa proses demokratisasi dapat menghilangkan radikalisme agama seperti terorisme, tidak berlaku di negara-negara muslim, karena proses demokratisasi di negara-negara muslim tidak otomatis menghilangkan terorisme.

Tesis John O Voll tersebut tentu saja didasari oleh observasi yang mendalam mengenai perkembangan demokrasi di berbagai negara muslim serta efek-efek sampingan yang ditimbulkannya, sehingga kesimpulan tersebut memang banyak benarnya. Bahkan, proses demokratisasi bukan saja tidak secara otomatis menghilangkan terorisme, tapi justru dijadikan inspirasi bangkitnya radikalisme agama.

Di beberapa negara muslim, gerakan-gerakan radikal keagamaan justru lahir pada saat proses demokratisasi sedang digelar. Indonesia barangkali bisa dijadikan contoh yang baik mengenai hal ini. Gerakan-gerakan agama radikal di Indonesia justru lahir di saat proses demokratisasi sedang berjalan. Otonomi daerah sebagai refleksi dari tuntutan demokrasi misalnya, justru ditandai dengan bangkitnya literalisme-radikalisme agama seperti kehendak untuk menerapkan "syariat Islam".

Di beberapa daerah seperti Sumatera Barat, Aceh, Makassar dan Cianjur pernah ataupun sudah disusun sejumlah Peraturan Daerah (Perda) untuk menerapkan syari'at Islam. Munculnya ormas-ormas Islam radikal dalam skala massif sebagai bagian dari gerakan sosial (social movement) juga terjadi ketika arus demokratisasi mulai digulirkan sejak Mei 1998, meskipun bibit-bibitnya sudah muncul jauh sebelum itu. 

Pendangkalan Peran Perempuan

Keikusertaan perempuan memunculkan anasir luas, apakah ada kemungkinan perempuan kita masih dalam posisi yang tidak ajeg dalam memahami dinamika politik dan memilih jalur lain dengan memanfaatkan kekecewaannya sehingga mereka menjadikan kritik itu dalam tindakan teror. Inilah salah satu kritik Hans Kung dalam bukunya A Global Ethics for Global politics and Economics adanya nilai-nilai humanis tergeserkan oleh kepentingan yang lebih sempit, yaitu kekuasaan dan kekayaan. Namun, kita menguji argumen ini tidak untuk menuduh ketidakadilan, tapi kurangnya penguatan nasionalisme, politik, dan peran dalam demokratisasi perempuan.

Jika memakai rasionalitas modern Cartesian-Newtonian juga mengarah pada ”logika oposisi biner”, di mana tercipta pasangan yang bias seperti; subyek-obyek, akal-intuisi, materi-immateri, atas-bawah, laki-perempuan, dst. Yang disebut di awal lebih sempurna dan mulia ketimbang yang terakhir. Sekalipun alasan teror tidaklah tunggal, pasti ada indikasi yang menyiratkan posisi perempuan seperti tidak berarti, sehingga perannya diambil oleh ekstremis yang dimanfaatkan oleh kepentingan dalam menciptakan permainan teror.

Pendangkalan politik perempuan selalu bermain dalam tataran praktis politik di lapangan, kadang sebabnya terdapat dalam percontohan politik yang tidak mengakomodir dengan baik perempuan, atau disebabkan dengan faktor eksternal seperti teror di mana peran-peran menyempit sebatas pengorbanan dan pertunjukan kematian.  Jika terindikasi ruang-ruang menyempit, peran perempuan akan lebih dekat pada arena bermuatan negatif yang melepas semua keyakinan dan kepercayaanya pada nilai-nilai luhur negara atau agama sekalipun. 

Pesannya, pemerintah harus melakukan penguatan pendidikan politik bagi kalangan perempuan. Tidak sebatas dalam tataran politik pemilihan ataupun menaikkan perawakilan perempuan dalam kabinet dan parlemen saja melainkan di lingkup arena politik sehari-hari. Di mana isu dan wacana politik menjadi dinamis di cawan media sosial yang luas. Aini bisa menjadi sampel bahwa potret politik kita yang rumit dan kadang inkonsistensi yang dipahaminya (Aini) mudah dimanfaatkan oleh oknum teroris dalam memenuhi kepentingannya yang destruktif.

***

*)Oleh: Estetika Handayani; Direktur Kajian Politik Perempuan Estetika Institute.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Taste the Super Spicy Smoked Tuna with Curry Gravy at Esto Coffee Malang
    Taste the Super Spicy Smoked Tuna with Curry Gravy at Esto Coffee Malang
    10/05/2021 - 01:03
  • Pandemi, Jumlah UMKM di Kota Probolinggo Justru Meningkat
    Pandemi, Jumlah UMKM di Kota Probolinggo Justru Meningkat
    10/05/2021 - 00:01
  • Yatim Piatu dan Duafa Terima Santunan Akbar Yasin Banjarnegara
    Yatim Piatu dan Duafa Terima Santunan Akbar Yasin Banjarnegara
    09/05/2021 - 23:44
  • Jelang Lebaran, PKB Kota Bandung Gencar Berbagi
    Jelang Lebaran, PKB Kota Bandung Gencar Berbagi
    09/05/2021 - 23:22
  • Tinjau Penyekatan Mudik 2021 di Brebes, Begini Kata Menteri PUPR RI
    Tinjau Penyekatan Mudik 2021 di Brebes, Begini Kata Menteri PUPR RI
    09/05/2021 - 23:08

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Bipang, Mudik, Dan Komunikasi Kepresidenan
    Bipang, Mudik, Dan Komunikasi Kepresidenan
    09/05/2021 - 11:16
  • Ngopi Pagi: Zakat, Infaq, dan Sedekah
    Ngopi Pagi: Zakat, Infaq, dan Sedekah
    09/05/2021 - 10:28
  • Larangan Mudik di Masa Pandemi yang Tidak Efektif
    Larangan Mudik di Masa Pandemi yang Tidak Efektif
    09/05/2021 - 07:16
  • Viral Pemudik Menangis, Antara Empati dan Tuntutan Tugas Seorang Aparat
    Viral Pemudik Menangis, Antara Empati dan Tuntutan Tugas Seorang Aparat
    08/05/2021 - 20:39
  • Menjawab Optimisme, Pemuda menjawab Tantangan
    Menjawab Optimisme, Pemuda menjawab Tantangan
    08/05/2021 - 18:32
  • James Bond dan Lailatul Qodar
    James Bond dan Lailatul Qodar
    08/05/2021 - 17:06
  • Antisipasi Tsunami Covid-19
    Antisipasi Tsunami Covid-19
    08/05/2021 - 17:01
  • Penyesuaian Budaya Mudik di Tengah Pandemi
    Penyesuaian Budaya Mudik di Tengah Pandemi
    08/05/2021 - 16:00

KULINER

  • Taste the Super Spicy Smoked Tuna with Curry Gravy at Esto Coffee Malang
    Taste the Super Spicy Smoked Tuna with Curry Gravy at Esto Coffee Malang
    10/05/2021 - 01:03
  • Berikut Makanan Khas Pamekasan yang Wajib untuk Dicicipi
    Berikut Makanan Khas Pamekasan yang Wajib untuk Dicicipi
    09/05/2021 - 15:58
  • Kue Lebaran Unik, Mirip Batu Bata Lengkap dengan Semen dan Cetoknya
    Kue Lebaran Unik, Mirip Batu Bata Lengkap dengan Semen dan Cetoknya
    09/05/2021 - 09:42
  • Mengenal Bipang Ambawang, Makanan Khas Kalimantan
    Mengenal Bipang Ambawang, Makanan Khas Kalimantan
    08/05/2021 - 14:30
  • Gubernur Jatim Khofifah Hadiri Pisah Sambut Pangkoarmada II di Atas KRI Bima Suci
    Gubernur Jatim Khofifah Hadiri Pisah Sambut Pangkoarmada II di Atas KRI Bima Suci
    08/05/2021 - 10:40