Kopi TIMES

Terorisme dan Politik Global (2)

Minggu, 11 April 2021 - 06:10 | 32.46k
Terorisme dan Politik Global (2)
Didik P Wicaksono, Aktivis di Community of Critical Social Research Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton Probolinggo.
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Bagaimana agama menjadi sumber kekerasan? 

Para netizen ramai di medsos yang berpandangan, kalau peristiwa kekerasan, terorisme tidak dikaitkan dengan agama atau ditutup-tutupi bagian dari agama (meskipun dari pemahaman agama yang keliru, karena tidak komprehensif) bagaimana menyembuhkan penyakit itu sampai keakar-akarnya?

Islam memberikan pemahaman "barangsiapa membunuh seseorang maka seolah-olah ia telah membunuh seluruh manusia dan barangsiapa yang menjaganya maka seolah-olah dia telah menjaga kehidupan seluruh manusia". Pemahaman itu disarikan dari Al-Quran (Al-Maidah:32). 

Yenny Wahid (2018) membacakan puisi yang sarat dengan pesan anti-radikalisme
berjudul "'Ampuni Kami, Tuhan" (Program Pray for Indonesia). Pembacaan puisi itu banyak ditemukan di media sosial (medsos) sejak dua tahun yang lalu.

Cuplikan liriknya, "Kitab suci ku mengatakan bahwa membunuh satu manusia tak berdosa, sama dengan membunuh seluruh umat manusia. Nabiku memberi tauladan bagaimana akhlak dalam memperlakukan orang lain, bahkan mereka yang memusuhinya, yaitu dengan kasih sayang dan perikemanusiaan"

Selain itu, agama Islam juga tegas melarang keras pengrusakan tempat-tempat ibadah keyakinan dan agama lainnya (QS. Al-Baqarah: 114 dan Al-Hajj:40). Kandungan ayat ini memberi penegasan bahwa Islam melarang umatnya merusak tempat-tempat ibadah (gereja, sinagoge, vihara, pura, kelenteng) yang tidak sekeyakinan atau tidak seagama.

Namun, faktanya aksi peledakan bom terus berulang. Identitas pelakunya, mayoritas beragama Islam. Bom bunuh diri di Makassar beberapa waktu lalu (28/03/2021) adalah yang kesepuluh dalam dua dekade terakhir sejak 2000. Lirik puisi Yenny Wahid, "Jadi ketika kau ledakkan dirimu di rumah Tuhan, nabi mana yang kau ikuti ajarannya?"

Pusat Kajian Toleransi dan Demokrasi Public Virtue Research Institute, yang diwartakan oleh CNN Indonesia (28/03/2021), aksi peledakan bom sebagai berikut, "Bom Bali I (2002), Bom JW Marriot (2003), Bom Bali II (2005), Bom Ritz Carlton (2009), Bom Masjid Az-Zikra Cirebon (2011), Bom Sarinah l (2016), Bom Mapolresta Solo (2016), Bom Kampung Melayu (2017), serta Bom Surabaya dan Sidoarjo (2018)"

Semua pihak pada dasarnya sepakat untuk mengusut terorisme sampai keakar-akarnya.

Akar tindakan kekerasan, radikalisme dan intoleransi–baik berlanjut pada aksi teror atau tidak– berkaitan dengan pribadi (psikologis) adalah hasrat dan kesenanganyang terganggu. Jiwa kosong dan tertekan, frustasi dan masalah psikologis lainnya. Secara publik (sosiologis) adalah perlakuan diskriminatif, tidak ditegakkannya rasa keadilan, eksploitasi sumber daya alam (SDA) yang tidak untuk kepentingan publik (rakyat) dalam konteks negara. 

Kekerasan lainnya bisa juga disebabkan karena faktor ketidakadilan politik, hukum, ekonomi dan sosial. Tindakan kekerasan dan radikalisme itu sesungguhnya sangat komplek. Bukan kemudian disederhanakan karena sempitnya wawasan keagamaan atau motivasi ajaran dari suatu agama.

Kita tengok, kisah pertama kekerasan yang berujung pada pembunuhan manusia, bahkan yang dibunuh saudaranya sendiri adalah pembunuhan Qabil kepada Habil. Pembunuhan disebabkan oleh keinginan atau rasa senang Qabil kepada wanita yang sudah dijodohkan menjadi milik Habil, saudaranya sendiri. Qabil tidak terima atas perjodohan itu dan akhirnya membunuh Habil. Kisah Qabil dan Habil diceritakan dalam kitab suci agama langit.

Pembunuhan yang disebabkan cinta atau keinginan kepada wanita hingga sekarang terus berulang.Kasus pembunuhan karena cinta ditolak dan alasan memperebutkan wanita (cinta segitiga) ramai pula menghias media massa.  

Kesenangan lain yang menyebabkan pembunuhan adalah garis keturunan. Kebanggaan pada garis keturunan dipraktikkan oleh Adolf Hitler. Ras yang paling mulia di dunia adalah Aryan. Ras murni Jerman. Hitler menggelorakan "race purity" (kemurnian ras di Jerman). Demi menjaga kemurnian ras murni Jerman, ras lainnya harus dimusnahkan. Terjadilah peristiwa (Holocaust) pembantaian atas jutaan orang Yahudi. 

Demikian pula, kebanggaan Yahudi sebagai bangsa pilihan. Dalam artikel "Ayat-ayat "Cinta" Talmud (kitab kaum Zionis Israel)" yang ditulis Muhammad Azka (Kompasiana, 26/6/2015) menyebutkan, “Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerithuth 6b hal.78, Jebhammoth 61a). 

Dr. Mustafa Mahmud (1921-2009), dalam bukunya "Menangkap Isyarat Quran" (Pustaka Firdaus, 1986) menuliskan temuan dari kitab Talmud, "Semua bangsa selain bangsa Yahudi adalah binatang ternak yang bisa digiring untuk kepentingan bangsa Yahudi"

Banyak pengamat yang menyebutkan serangan Israel terhadap Palestina itu termasuk state terrorism (terorisme negara). Terorisme yang tidak lepas dari kepentingan politik dan ekonomi negara-negara besar.

Kekerasan karena perebutan materi (harta, perak, emas, kendaraan dan sawah ladang) dan SDA lainnya banyak terjadi di dunia. Pembunuhan karena tanah warisan secara individu kerapkaliterjadi.

Sedangkan atas nama negara bisa dicontohnya penjajahan bangsa Eropa dulu dikarenakan ingin menguasai SDA. Sampai kini perang dan pembunuhan memperebutkan penguasaan wilayah negara terus berulang.

Perang antara Armenia dan Azerbaikan adalah memperebutkan sengketa wilayah di Nagorno-Karabakh.Perang India dan Pakistan memperebutkan wilayah Kashmir. China siap perang melawan India akibat sengketa wilayah perbatasan.

Kompas. com (27/06/2020) dalam artikel berjudul “Selain India, ini Daftar Negara yang Bersengketa Wilayah dengan China” menyebutkan China bersengketa dengan Jepang, Vietnam, India, Nepal, Korea Utara, Philiphina, Rusia, Singapura, Korea Selatan, Bhutan, Taiwan, Laos, Brunei, Tajikistan, Kamboja dan Indonesia.

China juga mengakui telah menahan hampir 13 ribu orang di Xinjiang sejak 2014 sebagai bagian dari upaya deradikalisasi yang menargetkan umat Muslim (CNN Indonesia, 18/03/2019).

Pembunuhan manusia yang dilakukan secara sistematis muncul bukan hanya karena faktor agama (percaya kepada Tuhan Yang Maha kuasa), juga dari "agama" yang tidak percaya kepada Tuhan (atheis) dan sejumlah alasan lainnya.

Beberapa contoh diantaranya genosida (pembantaian), Armenia (1915-1923), Holocaust oleh Nazi Jerman (1933-1938), Khmer Merah Kamboja (1975), Konflik Bosnia (1991), Genosida Rwanda (1994), Perang Saudara Sudan (2003), Rohingya di Myanmar (2018) dan lain-lain.
 

*) Penulis, Didik P Wicaksono. Aktivis di Community of Critical Social Research Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton Probolinggo.  

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • AJI Kutuk Serangan Bom Israel ke Puluhan Kantor Media
    AJI Kutuk Serangan Bom Israel ke Puluhan Kantor Media
    17/05/2021 - 23:01
  • Diduga Akibat Peternakan Ayam, 8 Desa di Aceh Diserang Wabah Lalat
    Diduga Akibat Peternakan Ayam, 8 Desa di Aceh Diserang Wabah Lalat
    17/05/2021 - 22:32
  • Hari Buku Nasional, Senator Fachrul Razi: Pupuk Generasi Aceh dengan Membaca
    Hari Buku Nasional, Senator Fachrul Razi: Pupuk Generasi Aceh dengan Membaca
    17/05/2021 - 22:25
  • Hari Pertama Kerja Setelah Idul Fitri, Pemkab Nagan Raya Sidak ASN
    Hari Pertama Kerja Setelah Idul Fitri, Pemkab Nagan Raya Sidak ASN
    17/05/2021 - 22:13
  • Inilah Promo di Fitra Hotel Majalengka saat Libur Idul Fitri 2021
    Inilah Promo di Fitra Hotel Majalengka saat Libur Idul Fitri 2021
    17/05/2021 - 21:47

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ngopi Pagi: Percaya Diri
    Ngopi Pagi: Percaya Diri
    17/05/2021 - 14:37
  • Desinfektan: Tersangka Terbentuknya Strain Virus Baru, Termasuk Covid
    Desinfektan: Tersangka Terbentuknya Strain Virus Baru, Termasuk Covid
    17/05/2021 - 14:10
  • Selamat Datang di Pertarungan Sesungguhnya
    Selamat Datang di Pertarungan Sesungguhnya
    17/05/2021 - 01:24
  • Ngopi Pagi: Komitmen
    Ngopi Pagi: Komitmen
    16/05/2021 - 09:37
  • Ngopi Pagi: Antara Kesedihan dan Kebahagiaan
    Ngopi Pagi: Antara Kesedihan dan Kebahagiaan
    14/05/2021 - 09:00
  • Ngopi Pagi: Maaf
    Ngopi Pagi: Maaf
    13/05/2021 - 09:00
  • Lebaran dan Puasa Panjang Petani Indonesia
    Lebaran dan Puasa Panjang Petani Indonesia
    13/05/2021 - 07:33
  • Mempertahankan Lebaran Effect Tanpa Mudik
    Mempertahankan Lebaran Effect Tanpa Mudik
    12/05/2021 - 14:08

KULINER

  • Biji Segawe, Cemilan Jadul yang Masih Ditemukan Saat Lebaran di Banyuwangi
    Biji Segawe, Cemilan Jadul yang Masih Ditemukan Saat Lebaran di Banyuwangi
    17/05/2021 - 07:36
  • Deretan Kue Kering yang Bikin Meja Tamumu Makin Cantik Saat Lebaran
    Deretan Kue Kering yang Bikin Meja Tamumu Makin Cantik Saat Lebaran
    16/05/2021 - 21:36
  • Nikmatnya Sambal Mamong, Sambal Ikan Asap Khas Lamongan
    Nikmatnya Sambal Mamong, Sambal Ikan Asap Khas Lamongan
    16/05/2021 - 17:04
  • Ini 5 Makanan Khas Lebaran yang Jadi Langganan Tiap Tahun
    Ini 5 Makanan Khas Lebaran yang Jadi Langganan Tiap Tahun
    16/05/2021 - 15:13
  • Lezat, Inilah Empat Kuliner Khas Pasuruan
    Lezat, Inilah Empat Kuliner Khas Pasuruan
    16/05/2021 - 09:30