Kopi TIMES

(Dilema) Vaksinasi bagi Penyintas Covid-19

Sabtu, 10 April 2021 - 15:22 | 47.12k
(Dilema) Vaksinasi bagi Penyintas Covid-19
Radian Jadid; Penyintas Covid-19, Pendonor Plasma Konvalesen #5; Sekretaris KPPK (Komunitas Pendonor Plasma Konvalesen); Ketua Relawan Pendamping Keluarga Pasien Covid-19 RS Lapangan Indrapura Surabaya.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Salah satu upaya mengatasi pandemi covid-19 adalah melalui program vaksinasi secara masif untuk mewujuhkan kekebalan kolektif masyarakat (herd immunity). Untuk menuntaskan setidaknya 70 persen dari pupulasi penduduk Indonesia sejumlah lebih dari 271 juta jiwa (BPS, 2021), dengan proses yang melalui dua tahapan vaksinasi, maka didatangkanlan jutaan dosis vaksin dari berbagai produsen mancanegara.

Kementerian kesehatan melalui dinas kesehatan tingkat provinsi dan tingkat kota/kabupaten serta mendistribusikannya ke faskes terujung dan terdepan di masyarakat, yakni puskesmas dan rumah sakit, untuk menjalankan vaksinasi dengan skala dan urutan prioritas mulai dari tenaga kesehatan dan tenaga relawan covid 19, aparat keamanan baik TNI maupun Polri, aparatur sipil negara yang memberikan layanan masyarakat, guru dan tenaga pendidik, awak media/wartawan, para lansia hingga nantinya ke masyarakat umum.

Juga digaungkan program vaksin mandiri khususnya bagi para pekerja dengan skema pembiayaan dari perusahaan untuk program vaksinasi bagi para karyawannya. Serta berbagai terobosan untuk memperluas jangkauan penerima vaksin serta memperbanyak intensitas penyelenggaraannya.

Stok Darah dan Plasma Konvalesen

Di sisi yang lain, adanya pandemi covid-19 menyebabkan pasokan darah di PMI menipis. Hal ini terjadi karena berkurang drastisnya penyelenggaraan donor darah di instansi, perusahaan, dan lembaga swadaya masyarakat  serta turunnya pendonor mandiri yang mengunjungi unit transfusi darah di berbagai kota. Jumlah pendonor darah menurun tajam di berbagai wilayah dari dengan angka penurunan mencapai 50% (DKI) hingga 80% (Bali).

Pandemi covid-19 juga menimbulkan dampak berupa muncul dan meningkatnya permintaan plasma konvalesen sebagai salah satu alternatif dalam proses penanganan dan penyembuhan pasien covid-19. Plasma darah konvalesen sendiri hanya bisa didapat dari para pendonor yang sudah pernah menderita covid-19 dan dinyatakan sembuh serta memenuhi berbagai kriteria umum pendonor darah dan kriteria khusus semisal sudah melewati dua minggu pasca sembuh dan memiliki titer antibodi covid-19 yang cukup.

Vaksinasi bagi Pendonor

Salah satu konsekwensi logis dari adanya  program vaksinasi bagi seluruh lapisan masyarakat adalah adanya kebijakan baru Palang Merah Indonesia (PMI) dalam skrining penentuan calon pendonor, baik donor darah biasa maupun donor plasma konvalesen. Mereka yang telah menjalani vaksin lengkap (tahap 1 dan 2) baru diperkenankan berdonor darah minimal dua minggu setelah tanggal terakhir vaksinasi (Surat Edaran Pengurus Pusat PMI Nomor 0337/UDD/III/2021 ). Aturan ini pun baru keluar 28 Januari 2021 sebagai revisi dari batasan satu bulan pendonor diperkenankan donor pasca vaksinasi.  

Sedangkan untuk pendonor plasma konvalesen,  PMI memberikan ketentuan bahwa penyintas covid-19 yang telah menyelesaikan vaksinasi tahap dua baru diperkenankan untuk melakukan donor plasma konvalesen kembali setelah melewati jeda waktu paling cepat tiga bulan. Bahkan merujuk keputusan dan langkah sudah diambil oleh Food and Drug Administration (FDA) yang telah disetujui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bisa jadi lebih lama lagi, yakni enam bulan.

FDA merekomendasikan penerima vaksin boleh mendonorkan plasmanya jika memiliki riwayat atau pernah terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala dan sembuh serta bebas gejala saat mau mendonorkan plasma. Mereka juga harus memperhatikan waktu tunggu selama enam bulan untuk untuk memastikan bahwa plasma konvalesen dari pendonor mengandung cukup antibodi yang terkait langsung dengan respons kekebalan terhadap Covid-19 (David Handojo, 2021)

Potensi Penyintas Covid-19

Dari data Satgas Nasional Covid-19, hingga awal april 2021 tercatat lebih dari 1,35 juta orang dinyatakan sembuh dari covid-19 yang artinya ada sejumlah potensi penyintas covid-19 yang bisa menjadi pendonor plasma konvalesen. Mereka yang pernah terkena covid-19 dan dinyatakan sembuh akan memiliki antibodi covid-19, walaupun kadarnya beragam. Penyintas covid-19 dengan gejala sedang dan berat, rata-rata memiliki antibodi yang lebih banyak dibandingkan dengan yang tanpa gejala ataupun gejala ringan,dan berpeluang lebih besar untuk bisa menjadi pendonor plasma konvalesen.

Proses mendonorkan plasma konvalesennya pun bisa dilakukan tidak hanya sekali, namun bisa dilakukan berulang dengan jeda waktu 14 hari, selama titer antibodi covid-19 yang terdapat dalam plasma darahnya masih mencukupi. Sudah dijumpai adanya penyintas yang masih bisa mendonorkan plasmanya hingga lebih dari sepuluh kali yang artinya lebih dari lima bulan masih memiliki titer antibodi covid-19 yang cukup dalamtubuhnya.   Sedangkan bagi penyintas yang titer antibodinya sudah tidak mencukupi untuk donor plasma konvalesen, masih berpotensi untuk menjadi pendonor darah biasa/umum.     

Dilema Pendonor

Vaksinasi sebagai upaya untuk mempercepat kekebalan kolektif masyarakat, perlu diapresiasi dan didukung penuh. Namun tingginya kebutuhan akan darah dan plasma konvalesen yang masih cukup tinggi di satu sisi dan masih minimnya keberadaan pendonor darah maupun pendonor plasma konvalesen, juga perlu dipertimbangkan. Para pendonor baik masyarakat biasa maupun penyintas covid-19 yang masih antusias berdonor, tentunya juga berkeinginan untuk dapat segera memperoleh imunitas covid-19 melalui vaksinasi.

Namun apabila proses vaksinasi ternyata berdampak pada adanya jeda waktu (masa tunggu) para pendonor untuk segera menjalankan misi kemanusiaan, bahkan bisa menghapus kesempatan berdonor plasma konvalesen, akan dilema bagi para penyintas covid-19. Apalagi di beberapa acara kegiatan vaksinasi covid-19, ternyata informasi tentang pengaruh vaksinasi terhadap proses donor darah/plasma, ternyata tidak atau kurang tersampaikan dengan baik.

Beberapa kejadian, penyintas yang akan skrining donor plasma konvalesen harus pulang dengan kecewa manakala ditolak oleh petugas PMI dikarenakan baru menjalani vaksinasi sehinga tidak dapat langsung berdonor. Mereka merasa terkejut karena saat vaksin tidak ada penjelasan mengenai pengaruhnya terhadap proses donor darah. 

Penyintas dihadapkan pada pilihan untuk berpartisipasi dalam mendukung keinginan baik untuk mempercepat terwujudnya herd immunity melalui vaksinasi dengan konsekwensi tertunda atau bahkan terhapusnya kesempatan berdonor, ataukah melanjutkan semangat dan rasa kemanusiaan yang tinggi untuk terus menyumbangkan darahnya di masa pandemi covid-19 dengan mengabaikan atau menunda vaksinasi .

Jalan tengah 

Prinsip dasar vaksinasi adalah memberikan perlakukan pada penerima vaksin agar terpicu untuk adanya pembentukan antibodi pada tubuhnya sehinggaterbungun imunitas terhadap suatu penyakit. Vaksinasi ini adalah sebuah proses antisipasi, biasanya dilakukan pada orang yang belum pernah terkena penyakit, tidak terkecuali vaksinasi covid-19. Sebagian besar penyintas covid-19 pada dasarnya sudah memiliki antibodi covid-19 yang terbentuk pasca inveksi.

Artinya, secara tidak langsung keberdaan para penyintas covid-19 sudah memberikan kotribusi bagi terbentuknya kekebalan kolektif masyarakat atas covid-19. Hal ini berarti pula bahwa penyintas tidak menjadi prioritas utama vaksinasi, mengingat jumlah vaksin yang masih terbatas, sehingga memberikan kesempatan bagi sejumlah masyarakat lainnya yang lebih membutuhkan karena rentan terhadap serangan virus covid-19.

Untuk memastikannya, memang akan lebih baik lagi kalau dilakukan pemeriksaan kuantitatif antibodi spesifik SARS-CoV-2 bagi para penyintas, untuk mengukur seberapa besar kekebalan terhadap Covid-19 sudah terbentuk dalam tubuhnya. Selain itu dapat juga dijadikan acuan untuk bisa melanjutkannya sebagai pendonor plasma konvalesen. Memang pemeriksaan kuantitatif antibodi SARS-CoV-2 membutuhkan biaya dan tidak semua lapisan masyarakat mampu menempuhnya.

Bersyukur, bahwa tiap kali dilakukan skrining oleh PMI bagi calon pendonor plasma konvalesen, pemeriksaan kuantitatif antibodi SARS-CoV-2 menjadisalah satu rangkaian dari berbagai pemeriksaan sampel darah lainnya, yang biayanya ditanggung oleh PMI. Jadi secara tidak langsung, tiap kali mengikuti skrining donor plasma konvalesen, penyintas mendapatkan fasilitas gratis untuk mengetahui titer antibodi covid-19 yang ada dalam tubuhnya. Penyintas bisa memutuskan untuk menunda vaksinasi bila titer antibodi covid-19 nya masih banyak dan cukup untuk donor plasma konvalesen, dan selanjutnya bersiap untuk vaksinasi apabila titer antibodi covid-19 yang dimiliki sudah tidak cukup untuk berdonor (mengakhiri masa donor plasmanya). 

Dengan demikian penyintas covid-19 dapat menyelesaikan dharma bakti kemanusiaannya melalui donor plasma konvalesen, selanjutnya menjalani vaksinasi sebagai upaya membangun kekebalan kolektif masyarakat. PMI dapat terus menjalankan perannya dengan tetap menjalankan prinsip kehati-hatian serta terus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan tanpa harus kehilangan potensi para pendonor.

Program percepatan vaksinasi dapat terus berjalan. Sosialisasi dan pemberian informasi yang jelas dan benar, utamanya korelasi vaksinasi terhadap donor darah, hendaknya menjadi perhatian serius, dan dijalankan dengan baik oleh penyelenggara vaksinasi. Harapannya, potensi bersama berbagai pihak dan stake holder terkait dapat didayagunakan secara optimal dan maksimal, sehingga menjadi bagian darikontribusi warga bangsa untuk bergotong-royong mengakhir pandemi covid-19. 

***

*)Oleh: Radian Jadid; Penyintas Covid-19, Pendonor Plasma Konvalesen #5; Sekretaris KPPK (Komunitas Pendonor Plasma Konvalesen); Ketua Relawan Pendamping Keluarga Pasien Covid-19 RS Lapangan Indrapura Surabaya.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Inilah Promo di Fitra Hotel Majalengka saat Libur Idul Fitri 2021
    Inilah Promo di Fitra Hotel Majalengka saat Libur Idul Fitri 2021
    17/05/2021 - 21:47
  • Pemerintah RI Terus Pantau Kasus Covid-10 Pasca Lebaran
    Pemerintah RI Terus Pantau Kasus Covid-10 Pasca Lebaran
    17/05/2021 - 19:24
  • Cara Melepas Kecanduan Anak Main Gadget
    Cara Melepas Kecanduan Anak Main Gadget
    17/05/2021 - 18:34
  • Satgas Temukan Tiga Kasus Covid-19 Varian UK dan Afrika Selatan di Jatim
    Satgas Temukan Tiga Kasus Covid-19 Varian UK dan Afrika Selatan di Jatim
    17/05/2021 - 18:23
  • Ketua MPR RI Dukung Pembangunan Pelabuhan Pesinggahan di Klungkung
    Ketua MPR RI Dukung Pembangunan Pelabuhan Pesinggahan di Klungkung
    17/05/2021 - 18:05

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ngopi Pagi: Percaya Diri
    Ngopi Pagi: Percaya Diri
    17/05/2021 - 14:37
  • Desinfektan: Tersangka Terbentuknya Strain Virus Baru, Termasuk Covid
    Desinfektan: Tersangka Terbentuknya Strain Virus Baru, Termasuk Covid
    17/05/2021 - 14:10
  • Selamat Datang di Pertarungan Sesungguhnya
    Selamat Datang di Pertarungan Sesungguhnya
    17/05/2021 - 01:24
  • Ngopi Pagi: Komitmen
    Ngopi Pagi: Komitmen
    16/05/2021 - 09:37
  • Ngopi Pagi: Antara Kesedihan dan Kebahagiaan
    Ngopi Pagi: Antara Kesedihan dan Kebahagiaan
    14/05/2021 - 09:00
  • Ngopi Pagi: Maaf
    Ngopi Pagi: Maaf
    13/05/2021 - 09:00
  • Lebaran dan Puasa Panjang Petani Indonesia
    Lebaran dan Puasa Panjang Petani Indonesia
    13/05/2021 - 07:33
  • Mempertahankan Lebaran Effect Tanpa Mudik
    Mempertahankan Lebaran Effect Tanpa Mudik
    12/05/2021 - 14:08

KULINER

  • Biji Segawe, Cemilan Jadul yang Masih Ditemukan Saat Lebaran di Banyuwangi
    Biji Segawe, Cemilan Jadul yang Masih Ditemukan Saat Lebaran di Banyuwangi
    17/05/2021 - 07:36
  • Deretan Kue Kering yang Bikin Meja Tamumu Makin Cantik Saat Lebaran
    Deretan Kue Kering yang Bikin Meja Tamumu Makin Cantik Saat Lebaran
    16/05/2021 - 21:36
  • Nikmatnya Sambal Mamong, Sambal Ikan Asap Khas Lamongan
    Nikmatnya Sambal Mamong, Sambal Ikan Asap Khas Lamongan
    16/05/2021 - 17:04
  • Ini 5 Makanan Khas Lebaran yang Jadi Langganan Tiap Tahun
    Ini 5 Makanan Khas Lebaran yang Jadi Langganan Tiap Tahun
    16/05/2021 - 15:13
  • Lezat, Inilah Empat Kuliner Khas Pasuruan
    Lezat, Inilah Empat Kuliner Khas Pasuruan
    16/05/2021 - 09:30