Peristiwa Daerah

Ahli Waris Geram, Pasang Plang Kepemilikan Lahan di Proyek Tol Cisumdawu

Kamis, 08 April 2021 - 19:56 | 24.07k
Ahli Waris Geram, Pasang Plang Kepemilikan Lahan di Proyek Tol Cisumdawu
Ahli waris R. Kasan Djajadiningrat pasang plang lahan kepemilikan di wilayah Ujungjaya yang terkena proyek pengerjaan Tol Cisumdawu (Foto: Alan Dahlan/TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Irfan Anshori

TIMESINDONESIA, SUMEDANG – Dinilai telah menyerobot lahan, ahli waris geram hingga memasang plang kepemilikan lahan di lokasi pengerjaan proyek jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Tol Cisumdawu), tepatnya di Desa Sakurjaya Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang, Kamis (8/4/2021).

Plang itu bertuliskan bahwa tanah tersebut merupakan milik ahli waris R. Kasan Djajadiningrat berdasarkan Putusan PTUN Bandung 07/6/2005/PTUN-BD tanggal 13 Desember 2005 dan Penetapan PTUN Bandung 07/Pen.Eks/2006 tanggal 29 September 2006. Serta Tanda pendaftaran sementara tanah milik Indonesia tahun 1995, berikut petikan dari buku pendaftaran huruf C Nomor 26 dan lain-lain.

Proyek Tol Cisumdawu 2

Satria Prayoga, S.H.M.H selaku Kuasa Hukum dari Ahli Waris R. Kasan Djajadiningrat yang juga pemilik tanah kurang lebih 54 hektar di kawasan itu mengatakan pemasangan plang itu merupakan tanda bahwa lahan tersebut ada pemiliknya. 

"Ironisnya, di lahan ini sudah dilakukan pengerjaan oleh pihak PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT). Padahal, kami sudah beritikad baik dan beretika bahkan telah berkoordinasi dengan PPK Lahan, BPN juga pihak lainnya. Namun hingga saat ini tidak ada konfirmasi lanjutan ke pihak ahli waris," terangnya. 

Jadi, sambung Prayoga, semua tahapan yang harus ditempuh seperti diskusi publik atau memanggil pihak-pihak yang mengklaim pemilik lahan dirinya tidak dilibatkan. Mengingat, selama ini tidak pernah menerima undangan dari yang bersangkutan.  "Tiba tiba sudah ada pengerjaan di lahan milik ahli waris. Ini kan sudah melanggar hukum," tegasnya.

Padahal, pihaknya sudah melakukan upaya hukum sampai ke Pengadilan. Bahkan sudah ada keputusan dari PTUN Bandung, yang putusannya BPN Sumedang harus menerbitkan sertifikat atas nama ahli waris R. Kasan Djajadiningrat.

Terlebih, ada juga surat dari Kementerian Sekertaris Negara (Kemensesneg) yang isinya perintah Presiden Republik Indonesia untuk menerbitkan sertifikat di lahan seluas 54 hektar tersebut. 

"Akan tetapi hingga saat ini, belum ada tindak lanjut apa apa dari BPN Sumedang ataupun panitia pengadaan lahan Tol Cisumdawu. Artinya, oknum ini sudah mengangkangi aturan hukum yang ada. Bahkan tidak mengindahkan perintah berdasarkan keputusan pengadilan kemudian perintah Presiden melalui Kemensesneg," katanya.

Ia menuturkan jika putusan pengadilan dan perintah Presiden saja tidak digubris, aturan mana lagi yang harus ditempuh. Karena semua upaya hukum sudah di lakukan, dan hasilnya juga sudah inkrah. 

"Sehingga, kami menilai terhambatnya proses pembangunan proyek Tol Cisumdawu ini, karena adanya oknum-oknum yang bermain dalam pembebasan lahan.

Dari 54 hektar lahan milik ahli waris yang sesuai dengan keputusan PTUN, sudah beberapa hektar digunakan untuk pembangunan Tol Cisumdawu. "Oleh sebab itu, kami memasang plang ini agar mereka tahu bahwa tanah ini jelas pemiliknya dan sejatinya tidak semena-mena dibangun begitu saja," jelasnya.

Prayoga menambahkan pihaknya sudah melakukan konsultasi dengan pihak CKJT selaku pelaksana proyek Tol Cisumdawu. Dan mereka sudah mengeluarkan anggaran sebagai dana talang senilai Rp 18 miliar untuk pembangunan di atas tanah milik ahli waris tersebut. 

"Uang sebesar Rp 18 miliar itu larinya kemana? Mengingat kami sebagai ahli waris pemilik lahan tidak pernah menerima sepeserpun. Kalau mereka punya itikad baik, segera selesaikan. Karena kami pun punya legal standing yang jelas. Kalaupun ada pihak lain yang mengklaim, tinggal konsinyasi dan saling membuktikan data legal standingnya. Jangan asal main bangun saja seperti sekarang ini," tandasnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Lahan Tol Cisumdawu II, Wisnu Priambodo menyatakan proses pembebasan lahan di seksi 4 hingga 6 masih berproses. 

"Pembebasan lahan di tiga seksi ini sedang dalam tahap penyelesaian. Sedangkan lahan yang telah terbebaskan sudah mencapai 35 persen lebih. Memang ada keterlembatan pembayaran. Tapi di seksi yang menjadi tanggung jawab kami, optimis rampung sesuai target," katanya. 

Diakui Wisnu, bahwa di seksi 6 ada persoalan yang mana ahli waris atas nama Rd. Kasan Djajadiningrat menginginkan agar pihak terkait dapat merespon serius atas bukti kepemilikan lahannya. Mengingat, lahan yang di klaim ahli waris berada di lahan Perhutani merupakan area pengerjaan Tol Cisumdawu. 

"Ahli waris mengklaim tanahnya terkena pembangunan Tol Cisumdawu di seksi 6 tepatnya di wilayah Ujungjaya. Kendati mereka telah menunjukan dokumentasi bukti kepemilikan namun, kami tidak berwenang menyatakan keabsahaannya," kata Wisnu. 

Sehingga, sambung Wisnu, terkait persoalan itu dirinya menyarankan agar ahli waris menempuh prosedur sesuai perundang undangan yang berlaku.  "Tentu kami pun akan menindaklanjuti dan menyampaikan persolan ini ke Kanwil hingga kepala BPN seperti apa menanggapi kedepannya," tandas Wisnu tentang polemik lahan Tol Cisumdawu. (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Penyapu Makam, Kunci Pencapaian Target Retribusi TPU Cinehel Tasikmalaya
    Penyapu Makam, Kunci Pencapaian Target Retribusi TPU Cinehel Tasikmalaya
    17/04/2021 - 17:28
  • Kekerasan Terhadap Perawat RS Siloam, PPNI Minta Pelaku Dihukum Berat
    Kekerasan Terhadap Perawat RS Siloam, PPNI Minta Pelaku Dihukum Berat
    17/04/2021 - 17:21
  • Es Degan Susu 78, Temani Manisnya Momen Buka Puasa Anda
    Es Degan Susu 78, Temani Manisnya Momen Buka Puasa Anda
    17/04/2021 - 17:13
  • Pondok Pesantren Raudlatul Ulum di Pangandaran Berhasil Ciptakan Produk Pakan Magot RU
    Pondok Pesantren Raudlatul Ulum di Pangandaran Berhasil Ciptakan Produk Pakan Magot RU
    17/04/2021 - 17:07
  • Warga Tasikmalaya Mengeluh, Pencairan BPUM Kurang Terkoordinasi
    Warga Tasikmalaya Mengeluh, Pencairan BPUM Kurang Terkoordinasi
    17/04/2021 - 17:00

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Vaksin Nusantara dan Keresahan Masyarakat Indonesia
    Vaksin Nusantara dan Keresahan Masyarakat Indonesia
    17/04/2021 - 16:20
  • Mempertegas Ke-Indonesiaan 61 Tahun Lahirnya PMII
    Mempertegas Ke-Indonesiaan 61 Tahun Lahirnya PMII
    17/04/2021 - 14:27
  • Ngopi Pagi: Ego
    Ngopi Pagi: Ego
    17/04/2021 - 07:09
  • Managing The Nation 'Kepemimpinan dan Partai Politik'
    Managing The Nation 'Kepemimpinan dan Partai Politik'
    16/04/2021 - 19:57
  • Menyongsong Hajat Perempuan dalam Pilpres 2024
    Menyongsong Hajat Perempuan dalam Pilpres 2024
    16/04/2021 - 17:40
  • Pembelajaran di Era Merdeka Belajar
    Pembelajaran di Era Merdeka Belajar
    16/04/2021 - 14:10
  • Menjaga Perbedaan
    Menjaga Perbedaan
    16/04/2021 - 12:31
  • Rumi dan Machiavelli
    Rumi dan Machiavelli
    16/04/2021 - 10:24

KULINER

  • Es Degan Susu 78, Temani Manisnya Momen Buka Puasa Anda
    Es Degan Susu 78, Temani Manisnya Momen Buka Puasa Anda
    17/04/2021 - 17:13
  • Menikmati Aneka Iftar Ramadan bersama Oakwood Hotel & Residence Surabaya
    Menikmati Aneka Iftar Ramadan bersama Oakwood Hotel & Residence Surabaya
    17/04/2021 - 16:34
  • eL Hotel Kartika Wijaya Tawarkan Menu Iftar untuk Orang Terkasih
    eL Hotel Kartika Wijaya Tawarkan Menu Iftar untuk Orang Terkasih
    17/04/2021 - 14:57
  • Resep Usus Pedas Kuah Kuning, Cocok untuk Hidangan Buka Puasa
    Resep Usus Pedas Kuah Kuning, Cocok untuk Hidangan Buka Puasa
    17/04/2021 - 13:18
  • Ini Dia Lima Takjil Paling Sering Diburu saat Ramadan di Banyuwangi
    Ini Dia Lima Takjil Paling Sering Diburu saat Ramadan di Banyuwangi
    17/04/2021 - 12:44