Ketahanan Informasi

Prof Nuru, Guru Besar Unair Surabaya Paparkan Aspek Psikologi pada Korban Bencana

Kamis, 08 April 2021 - 17:50 | 14.51k
Prof Nuru, Guru Besar Unair Surabaya Paparkan Aspek Psikologi pada Korban Bencana
Prof. Dr. Nurul Hartini, M.Kes., psikolog., saat menyampaikan orasi ilmiah berjudul 'Peran Psikologi untuk Korban Bencana di Indonesia' pada Kamis (8/4/2021). (FOTO: AJP TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Prof. Dr. Nurul Hartini, M.Kes., psikolog.,menguraikan risetnya mengenai Pertolongan Psikologis Pertama (Psychological First AIDS): Peran Psikologi untuk Korban Bencana di Indonesia. Hal itu dipaparkan saat pengukuhan Guru Besar Unair Surabaya, Rabu (8/4/2021). 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 197 bencana alam terjadi di Indonesia (Per Januari 2021). Di antaranya adalah banjir dan tanah longsor di berbagai daerah di banyak provinsi. Sebanyak 184 orang tercatat menjadi korban jiwa dalam bencana-bencana ini, sementara 9 orang lain dilaporkan hilang, 2.777 orang luka-luka, dan lebih dari 1 juta warga harus mengungsi.

Tentu saja tidak terhitung berapa kerugian materiil dan immateriil yang harus ditanggung oleh para korban. Dalam setiap bencana, beberapa korban mungkin mengalami luka, kehilangan sanak keluarga, dan juga harta benda.

Profesor asal Surabaya tersebut menuturkan bahwa dalam keadaan pascabencana, keselamatan jiwa dan pertolongan untuk korban menjadi hal pertama dan utama. Bantuan medis jelas sangat dibutuhkan, tetapi kesehatan mental para korban juga harus menjadi prioritas.

“Korban bencana alam rentan mengalami penurunan kesehatan mental dan dapat mengalami trauma psikologis,” jelas guru besar bidang Bidang Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental tersebut.

Kebutuhan manusia, dikutip Prof Nurul dari Abraham Maslow, menjadi lima tingkatan, mulai dari yang paling mendasar hingga yang paling luhur. Yakni kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan kasih sayang, kebutuhan akan penghargaan, dan kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri.

Dalam kesempatan tersebut Prof. Nurul menjelaskan bahwa sebagian besar individu yang mengalami bencana alam mampu melanjutkan hidupnya tanpa pengaruh negatif dari kejadian traumatis yang dialaminya. Namun, beberapa korban mungkin mengalami trauma psikologis yang berkelanjutan sehingga dibutuhkan peran dari berbagai pihak untuk dapat membantu proses pemulihan trauma pascabencana. Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi tentu juga berperan penting dalam proses ini.

Menurut Kubler Ross, sambungnya, terdapat sebuah siklus berduka yang menjelaskan respons manusia dalam menghadapi kejadian yang tidak diinginkan dan jauh dari harapan, termasuk bencana alam. Siklus ini mencakup tahapan terkejut, menyangkal, marah, depresi, frustrasi, melepaskan diri, menawar, dialog, hingga penerimaan.

Korban bencana alam yang berlarut-larut dalam duka dan tidak dapat mencapai tahap penerimaan dalam waktu lebih dari sebulan pascabencana dapat mengalami gangguan stres pasca-trauma atau yang sering disebut dengan PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder).

Dengan begitu, dibutuhkan pertolongan psikologis pertama atau biasa disingkat PFA (psychological first aid), dapat dilakukan dengan memberikan dukungan sosial, emosional, atau praktis kepada para korban bencana. Inti dari PFA adalah mendengarkan dan memberi ruang bagi korban untuk menyampaikan rasa cemas, takut, sedih, marah, atau emosi-emosi negatif lainnya.

Prof Nurul melanjutkan, secara garis besar, PFA dapat dilakukan dalam tiga langkah. Pertama, melihat dan memeriksa dengan seksama tanda-tanda perilaku trauma atau reaksi stres serius yang membutuhkan bantuan.

“Kedua, dengar dan dekati korban bencana yang perlu bantuan dan tanyakan tentang apa yang mereka butuhkan atau khawatirkan, dengarkan cerita korban dan coba bantu tenangkan,” ucap Prof Nurul.

Lalu ketiga, sambungnya, hubungkan dan bantulah korban bencana untuk mendapatkan kebutuhan dan layanan dasar, seperti makan, minum, dan informasi; dan hubungkan mereka dengan keluarga atau layanan sosial lainnya.

Dalam hasil penelitian psikologis yang dilakukan prof Nurul disebutkan bahwa mengembangkan foregiveness ketika mengalami musibah atau bencana juga menjadi hal yang penting.

Selain itu, disampaikan pula bahwa dalam situasi krisis, keyakinan spiritual atau agama dan kedekatan dengan Sang Pencipta menjadi hal yang sangat penting dalam membantu individu, kelompok, dan komunitas melewati duka, melampaui rasa sakit dan penderitaan, serta memberikan makna dan harapan. Oleh karena itu, aspek ini perlu menjadi hal yang diperhatikan dalam membantu korban bencana di Indonesia.

“Bencana bisa terjadi pada siapa pun, baik individu, keluarga, kelompok, komunitas, maupun dalam skala luas. Saat bertemu korban bencana, maka lakukan PFA dengan mendengarkan dan memberi ruang bagi korban untuk menyampaikan rasa cemas, takut, sedih, marah, atau emosi-emosi negatif lainnya,” kata guru besar aktif ke- 6 Fakultas Psikologis Unair Surabaya tersebut. (*)



Publisher : Rochmat Shobirin

EKORAN

TERBARU

  • Reformasi Birokrasi, 456 Jabatan Eselon IV Pemkab Gresik Dihapus
    Reformasi Birokrasi, 456 Jabatan Eselon IV Pemkab Gresik Dihapus
    13/04/2021 - 20:31
  • Jadwal Imsakiyah dan Shalat Fardhu 14 April 2021 untuk Daerah Kabupaten Sumenep
    Jadwal Imsakiyah dan Shalat Fardhu 14 April 2021 untuk Daerah Kabupaten Sumenep
    13/04/2021 - 20:24
  • Kadinsos P3A Tuban Sidak Komoditi Pangan
    Kadinsos P3A Tuban Sidak Komoditi Pangan
    13/04/2021 - 20:20
  • Awal Puasa Ramadan, Pedagang Daging Ayam Mengadu ke Bupati Bondowoso, Ada Apa?
    Awal Puasa Ramadan, Pedagang Daging Ayam Mengadu ke Bupati Bondowoso, Ada Apa?
    13/04/2021 - 20:17
  • Forkopimda Kabupaten Malang Buka Puasa Bersama Korban Bencana Gempa Malang
    Forkopimda Kabupaten Malang Buka Puasa Bersama Korban Bencana Gempa Malang
    13/04/2021 - 20:13

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Kesederhanaan Hidup dalam Ikatan Hak dan Kewajiban
    Kesederhanaan Hidup dalam Ikatan Hak dan Kewajiban
    13/04/2021 - 12:33
  • Program Satu Hari Tanpa Nasi Kab Malang
    Program Satu Hari Tanpa Nasi Kab Malang
    13/04/2021 - 10:08
  • Ngopi Pagi: Kemuliaan Ramadhan
    Ngopi Pagi: Kemuliaan Ramadhan
    13/04/2021 - 06:24
  • Terorisme dan Politik Global (4)
    Terorisme dan Politik Global (4)
    13/04/2021 - 06:00
  • Rendahnya Kemampuan Menulis Masyarakat Indonesia
    Rendahnya Kemampuan Menulis Masyarakat Indonesia
    12/04/2021 - 17:23
  • Melestarikan Folklor Melalui Peran Digital
    Melestarikan Folklor Melalui Peran Digital
    12/04/2021 - 16:33
  • Bersuka Cita Menyambut Bulan Suci Ramadan
    Bersuka Cita Menyambut Bulan Suci Ramadan
    12/04/2021 - 15:44
  • Gagasan Perubahan  Kelima UUD NRI 1945 Keinginan Elit Atau Rakyat?
    Gagasan Perubahan  Kelima UUD NRI 1945 Keinginan Elit Atau Rakyat?
    12/04/2021 - 14:26

KULINER

  • Bani Food Court Cafe dan Resto Luncurkan Aneka Menu Ramadan
    Bani Food Court Cafe dan Resto Luncurkan Aneka Menu Ramadan
    13/04/2021 - 15:43
  • Susu Sapi Murni Baik untuk Jantung, Ini Info Penting dari SuPiNi Madiun
    Susu Sapi Murni Baik untuk Jantung, Ini Info Penting dari SuPiNi Madiun
    13/04/2021 - 14:58
  • Lima Minuman Berbuka Puasa yang Menyegarkan dan Bervitamin
    Lima Minuman Berbuka Puasa yang Menyegarkan dan Bervitamin
    13/04/2021 - 14:49
  • Shawerma, Kudapan Unik Asli Timur Tengah Hadir di Yogyakarta
    Shawerma, Kudapan Unik Asli Timur Tengah Hadir di Yogyakarta
    13/04/2021 - 11:57
  • Takjil Rumahan Ala Pudding Custard
    Takjil Rumahan Ala Pudding Custard
    13/04/2021 - 09:12