Ketahanan Informasi

Pakar Sosiologi Unair Surabaya Soroti Aksi Terorisme Model Lone Wolf

Kamis, 08 April 2021 - 16:18 | 14.06k
Pakar Sosiologi Unair Surabaya Soroti Aksi Terorisme Model Lone Wolf
Pakar Sosiologi UNAIR Prof Bagong Suyanto. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Pakar sosiologi Unair Surabaya Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si. menyoroti penyerangan teroris di Markas Besar Polri oleh seorang perempuan berinisial ZA beberapa waktu lalu.

Aksi tersebut dilakukan secara lone wolf atau bergerak sendiri. Model lone wolf ini menurutProf. Dr. Bagong merupakan pergeseran cara terorisme dalam melakukan serangan. Menurutnya pelaku serangan bertindak secara amatir dan tidak ada target yang jelas, hanya didorong oleh emosional saja.

“Penyerangan lebih pada simbolik, seperti tokoh atau lembaga yang dianggap musuh. Kan polisi dianggap musuh oleh mereka (teroris, Red),” ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Kamis (8/4).

Penemuan surat wasiat yang mirip tidak mengindikasikan mereka ada dalam jaringan yang sama, namun cenderung diindikasi sebagai korban propaganda radikalisasi internet. Prof Bagong juga menyebut bahwa lone wolf kebanyakan terjadi karena paparan radikalisme di internet.

“Bukan berarti mereka saling berhubungan atau kontak secara langsung, tapi sama-sama korban ekspansi radikalisme jaringan yang menebar radikalisme melalui internet,” jelasnya.

Terlebih, serangan dari dunia maya tidak mudah untuk dihindari. Habitus sosial anak juga turut mempengaruhi. Menurut Prof Bagong, anak yang terlihat diam itu tidak dapat dikategorikan aman, karena serangan dimulai dari dunia maya dan tidak bisa diduga.

Anak Muda Menjadi Target

Pergeseran pergerakan teroris menggunakan internet, kata Prof Bagong, banyak menyasar anak muda. Hal ini bukan membuktikan bahwa anak muda lebih mudah dipengaruhi, namun persentase anak muda yang mengakses internet lebih banyak, sehingga probabilitasnya lebih besar.

Selain persentase, anak muda yang distereotip kritis ini jadi mudah terpapar radikalisme, ada faktor lain yang menjadi pendorong. Dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik itu juga menyebut bahwa anak muda yang memiliki psikologis rentan mudah terdoktrin.

“Bisa jadi dia dari anak muda yang marginal atau tersisihkan, bisa juga dia korban, mungkin kekerasan seksual, broken home,” paparnya.

Perlunya Literasi Kritis

Saat ini, pemerintah sudah berusaha untuk memblokir situs yang diduga menyajikan konten radikalisme, namun hal tersebut bukan langkah paling efisien. Saat ini pembuatan situs sudah sangat mudah dilakukan seperti kata pepatah gugur satu tumbuh seribu.

“Persenjataan dalam era post-modern itu diblokir satu mereka bisa buat lagi saat itu juga, kuncinya literasi kritis dari anak muda,” ujarnya.

Literasi kritis, lanjut Prof Bagong, dapat berupa yang tidak mudah percaya hoaks dan mempertanyakan informasi yang didapat melalui internet atau dari sumber manapun.

Selain itu, selain berasal dari kesadaran individu, ekspansi radikalisme dapat dicegah dengan peran aktif  keluarga. Butuh mekanisme deteksi dini dari orangtua ketika mengetahui kejanggalan perilaku dan pemikiran anak.

“Orang tua jangan berpikir kalau anak masuk kamar aman, malah yang nggak keluar-keluar bahaya,” kata Prof Bagong. “Kalau anak misalnya mulai mempersoalkan cara orangtuanya berpakaian, harus berjilbab lebih tertutup, itu orang tua harus ada mungkin anak ini dipengaruhi,” tegasnya.

Ia berpesan peran banyak pihak juga dibutuhkan seperti guru sebagai pendidik karena banyak yang masih merasa paparan radikalisme khususnya dari internet tidak dirasa serius. "Padahal hal ini merupakan hal serius dan perlu ditangani," tegas Prof Bagong, pakar sosiologi Unair Surabaya. (*)



Publisher : Rochmat Shobirin

EKORAN

TERBARU

  • These Museums of Malang Could be a Perfect Place to Spend Your Spare Time
    These Museums of Malang Could be a Perfect Place to Spend Your Spare Time
    14/04/2021 - 04:58
  • Chicken Monster, Menu Baru Hotel ibis Styles Malang
    Chicken Monster, Menu Baru Hotel ibis Styles Malang
    14/04/2021 - 04:23
  • Puasa Malah Bisa Sembuhkan Penyakit Asam Lambung? Ini Penjelasannya
    Puasa Malah Bisa Sembuhkan Penyakit Asam Lambung? Ini Penjelasannya
    14/04/2021 - 03:36
  • Tea Garden Resort Subang Ajak Belajar Membatik di Tengah Kebun Teh
    Tea Garden Resort Subang Ajak Belajar Membatik di Tengah Kebun Teh
    14/04/2021 - 03:21
  • Panrita Lopi Beach, a Hidden Paradise at Kutai Kartanegara
    Panrita Lopi Beach, a Hidden Paradise at Kutai Kartanegara
    14/04/2021 - 03:04

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Kesederhanaan Hidup dalam Ikatan Hak dan Kewajiban
    Kesederhanaan Hidup dalam Ikatan Hak dan Kewajiban
    13/04/2021 - 12:33
  • Program Satu Hari Tanpa Nasi Kab Malang
    Program Satu Hari Tanpa Nasi Kab Malang
    13/04/2021 - 10:08
  • Ngopi Pagi: Kemuliaan Ramadhan
    Ngopi Pagi: Kemuliaan Ramadhan
    13/04/2021 - 06:24
  • Terorisme dan Politik Global (4)
    Terorisme dan Politik Global (4)
    13/04/2021 - 06:00
  • Rendahnya Kemampuan Menulis Masyarakat Indonesia
    Rendahnya Kemampuan Menulis Masyarakat Indonesia
    12/04/2021 - 17:23
  • Melestarikan Folklor Melalui Peran Digital
    Melestarikan Folklor Melalui Peran Digital
    12/04/2021 - 16:33
  • Bersuka Cita Menyambut Bulan Suci Ramadan
    Bersuka Cita Menyambut Bulan Suci Ramadan
    12/04/2021 - 15:44
  • Gagasan Perubahan  Kelima UUD NRI 1945 Keinginan Elit Atau Rakyat?
    Gagasan Perubahan  Kelima UUD NRI 1945 Keinginan Elit Atau Rakyat?
    12/04/2021 - 14:26

KULINER

  • Ngabuburit Sambil Berburu Takjil di Alun-Alun Kota Banjar
    Ngabuburit Sambil Berburu Takjil di Alun-Alun Kota Banjar
    13/04/2021 - 22:23
  • Cocok untuk Teman Ngopi, Kue Kering Jahe My Husband Menyehatkan dan Menghangatkan Tubuh
    Cocok untuk Teman Ngopi, Kue Kering Jahe My Husband Menyehatkan dan Menghangatkan Tubuh
    13/04/2021 - 22:16
  • Bani Food Court Cafe dan Resto Luncurkan Aneka Menu Ramadan
    Bani Food Court Cafe dan Resto Luncurkan Aneka Menu Ramadan
    13/04/2021 - 15:43
  • Susu Sapi Murni Baik untuk Jantung, Ini Info Penting dari SuPiNi Madiun
    Susu Sapi Murni Baik untuk Jantung, Ini Info Penting dari SuPiNi Madiun
    13/04/2021 - 14:58
  • Lima Minuman Berbuka Puasa yang Menyegarkan dan Bervitamin
    Lima Minuman Berbuka Puasa yang Menyegarkan dan Bervitamin
    13/04/2021 - 14:49