Kopi TIMES

Terorisme dan Kultur Modernitas

Kamis, 08 April 2021 - 10:34 | 10.91k
Terorisme dan Kultur Modernitas
Moh. Syahri, Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Ma'had Aly Al-Hikam Malang
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, MALANG – Tragedi yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan beberapa hari yang lalu, seakan-akan menunjukkan bahwa nasionalisme bangsa yang bersifat pluralistik sedang mengalami krisis. Aksi terorisme ini sepertinya akan terus membayang-bayangi kehidupan umat manusia di masa-masa yang akan datang selama pola pandang terhadap terorisme dan cara penyelesaiannya masih bersifat parsial dan masih mengedepankan kekerasan sejenisnya.

Staf MUI dan Presiden Joko Widodo merespon kejadian terbaru bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Ia mengatakan bahwa terorisme jangan dikaitkan dengan agama. Tentu respon beliau-beliau ini menjadi bola liar di tengah masyarakat sebab selama ini hampir semua pelaku teroris pasti ada kaitannya dengan agama.

Menurut saya respon itu tidak seluruhnya salah tapi juga tidak seluruhnya benar'. Prihal statement dan respon pak Jokowi mungkin ia lebih hati-hati untuk mengatakan ada persoalan dalam pengajaran agama islam yang bisa mendorong orang untuk melakukan tindakan menyakiti orang lain sebab jika narasi demikian harus dilontarkan ke publik oleh sekelas Jokowi, mungkin saja banyak orang islam yang mudah terpicu amarahnya dan Jokowi makin tersudutkan. Mungkin lho ya. Entah kalau yang Staf MUI. Dan boleh jadi sama.

Kenapa bisa demikian, sebab hal itu bisa membuat kita cenderung apriori dengan melakukan simplifikasi persoalan bahwa pelaku teror pasti kaum fundamentalisme agama. Sekali lagi, mungkin pak Jokowi mengantisipasi kejadian itu (ini mungkin lho ya).

Namun persoalan lainnya begini, bahwa banyak kasus pelaku yang melakukan tindak kekerasan itu dimotivasi oleh "semangat keagamaan" memang iya dan harus diakui. Bahkan beberapa riset mengatakan seperti itu. Artinya secara kasuistik memang ada. Dan itu terjadi beringin dengan penciptaan agama sebagai ideologi yang terus dikembangkan untuk melawan kelompok lain yang berbeda ideologinya. Dalam tulisan lain saya tegas mengatakan bahwa setiap ada kasus terorisme di Indonesia khususnya pasti ada kaitannya dengan agama. Lebih-lebih pada ajaran agama sendiri.

Dalam dunia modern hari ini dampak-dampak negatif yang dibawa kultur modernitas ternyata memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan agama sebagai ideologi. Amstrong melalui The Battle for God: Fundamentalism in Judaism, Cristianity and Islam (2002) menjelaskan bahwa selain memberikan kemudahan, memperluas cakrawala dan memberdayakan umat manusia, kultural modern juga sering menekan harga diri manusia.

Pada saat yang sama manusia modern mengandalkan akalnya saja sembari meninggalkan ketergantungan pada tuhan. Sehingga moralitasnya merosot dan martabat harga dirinya hancur. Ini lah munculnya bibit kekerasan besar yang biadab akibat akal (modernitas) menjadi satu-satunya andalan untuk dijadikan tolak ukur dalam lini kehidupannya.

***

*)Oleh: Moh. Syahri, Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Ma'had Aly Al-Hikam Malang.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Bupati Indramayu Nina Agustina Bagikan 510 Sertifikat Tanah Gratis 
    Bupati Indramayu Nina Agustina Bagikan 510 Sertifikat Tanah Gratis 
    13/04/2021 - 22:47
  • Komisi III DPRD Bontang Gelar RDP, Ungkap Program Kotaku Terhambat Anggaran
    Komisi III DPRD Bontang Gelar RDP, Ungkap Program Kotaku Terhambat Anggaran
    13/04/2021 - 22:35
  • Ngabuburit Sambil Berburu Takjil di Alun-Alun Kota Banjar
    Ngabuburit Sambil Berburu Takjil di Alun-Alun Kota Banjar
    13/04/2021 - 22:23
  • Cocok untuk Teman Ngopi, Kue Kering Jahe My Husband Menyehatkan dan Menghangatkan Tubuh
    Cocok untuk Teman Ngopi, Kue Kering Jahe My Husband Menyehatkan dan Menghangatkan Tubuh
    13/04/2021 - 22:16
  • Canggih! 74 Jilid Manuskrip Kuno Dilestarikan Lewat Digitalisasi
    Canggih! 74 Jilid Manuskrip Kuno Dilestarikan Lewat Digitalisasi
    13/04/2021 - 22:09

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Kesederhanaan Hidup dalam Ikatan Hak dan Kewajiban
    Kesederhanaan Hidup dalam Ikatan Hak dan Kewajiban
    13/04/2021 - 12:33
  • Program Satu Hari Tanpa Nasi Kab Malang
    Program Satu Hari Tanpa Nasi Kab Malang
    13/04/2021 - 10:08
  • Ngopi Pagi: Kemuliaan Ramadhan
    Ngopi Pagi: Kemuliaan Ramadhan
    13/04/2021 - 06:24
  • Terorisme dan Politik Global (4)
    Terorisme dan Politik Global (4)
    13/04/2021 - 06:00
  • Rendahnya Kemampuan Menulis Masyarakat Indonesia
    Rendahnya Kemampuan Menulis Masyarakat Indonesia
    12/04/2021 - 17:23
  • Melestarikan Folklor Melalui Peran Digital
    Melestarikan Folklor Melalui Peran Digital
    12/04/2021 - 16:33
  • Bersuka Cita Menyambut Bulan Suci Ramadan
    Bersuka Cita Menyambut Bulan Suci Ramadan
    12/04/2021 - 15:44
  • Gagasan Perubahan  Kelima UUD NRI 1945 Keinginan Elit Atau Rakyat?
    Gagasan Perubahan  Kelima UUD NRI 1945 Keinginan Elit Atau Rakyat?
    12/04/2021 - 14:26

KULINER

  • Ngabuburit Sambil Berburu Takjil di Alun-Alun Kota Banjar
    Ngabuburit Sambil Berburu Takjil di Alun-Alun Kota Banjar
    13/04/2021 - 22:23
  • Cocok untuk Teman Ngopi, Kue Kering Jahe My Husband Menyehatkan dan Menghangatkan Tubuh
    Cocok untuk Teman Ngopi, Kue Kering Jahe My Husband Menyehatkan dan Menghangatkan Tubuh
    13/04/2021 - 22:16
  • Bani Food Court Cafe dan Resto Luncurkan Aneka Menu Ramadan
    Bani Food Court Cafe dan Resto Luncurkan Aneka Menu Ramadan
    13/04/2021 - 15:43
  • Susu Sapi Murni Baik untuk Jantung, Ini Info Penting dari SuPiNi Madiun
    Susu Sapi Murni Baik untuk Jantung, Ini Info Penting dari SuPiNi Madiun
    13/04/2021 - 14:58
  • Lima Minuman Berbuka Puasa yang Menyegarkan dan Bervitamin
    Lima Minuman Berbuka Puasa yang Menyegarkan dan Bervitamin
    13/04/2021 - 14:49