Peristiwa Internasional

ASEAN akan Membahas Krisis Myanmar di Jakarta

Selasa, 06 April 2021 - 10:08 | 13.62k
ASEAN akan Membahas Krisis Myanmar di Jakarta
Anak-anak balita terlantar berlindung di lubang yang digali di hutan di distrik Pupun Myanmar dekat perbatasan dengan Thailand. (FOTO: Tangkapan layar video UGC/AFPTV)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTAASEAN akhirnya akan mengambil langkah untuk membantu krisis Myanmar setelah Brunei sebagai Ketua ASEAN menyetujui untuk melakukan pembahasannya di Jakarta.

Sejak kudeta militer di Myanmar, ASEAN nyaris tak terdengar suaranya dalam menyikapi krisis di Myanmar karena terbentur konsesus non-campur tangan kelompok ini yang menjadikannya terbatas kemampuannya untuk bertindak.

Namun negara-negara anggota lainnya seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, gigih agar ASEAN bersikap terhadap krisis Myanmar ini.

Myanmar menjari kacau sejak militernya mengkudeta pemerintahan sipil yang demokratis sejak 1 Februari 2021 lalu.

Gelombang perlawanan rakyat sipil bergulir sejak itu dan militer melakukan kekerasan saat menghadapi mereka dengan membunuh menggunakan peluru-peluru tajam bahkan granat tangan setidaknya 564 orang secara nasional sampai hari Minggu dan menahan lebih dari 2.600 orang.

Dilansir CNA, Senin (5/4/2021), Ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Brunei, mendukung diadakannya pertemuan para pemimpin regional untuk membahas Myanmar. Myanmar termasuk anggota ASEAN dari 10 negara.

Dukungan itu mencuat setelah ada pembicaraan antara Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin dan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah.

Brunei mengatakan, kedua negara telah meminta menteri dan pejabat mereka untuk membuat "persiapan yang diperlukan untuk pertemuan yang akan diadakan di Sekretariat ASEAN di Jakarta, Indonesia". Namun belum ditetapkan tanggal pertemuannya.

ASEAN beroperasi berdasarkan konsensus, tetapi pandangan yang berbeda dari anggotanya tentang bagaimana menanggapi tindakan keras tentara Myanmar terhadap warga sipil dan kebijakan non-campur tangan kelompok tersebut telah membatasi kemampuannya untuk bertindak.

Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Singapura semuanya telah menyatakan kekhawatiran atas pembunuhan para demonstran dan mendukung pertemuan tingkat tinggi yang mendesak tentang Myanmar. Anggota ASEAN lainnya adalah Brunei, Myanmar, Thailand, Laos, Vietnam dan Kamboja.

Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya lebih dulu mengecam kudeta tersebut dan menyerukan pembebasan Aung San Suu Kyi, yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1991 atas kampanyenya melawan kekuasaan militer. Dia telah didakwa melanggar tindakan rahasia resmi yang dapat dihukum hingga 14 tahun penjara.

Junta militer mengatakan pada hari Senin, bahwa komentar Utusan Khusus PBB Christine Schraner Burgener tentang "pertumpahan darah" yang akan datang di Myanmar, pekan lalu, tidak akurat dan menyesatkan.

"Pernyataan Burgener bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar kedaulatan, dan fakta bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa dimaksudkan untuk bekerja menuju perdamaian dan stabilitas negara-negara dunia," katanya dalam pemberitahuan di surat kabar yang dikelola pemerintah, Global New Light of Myanmar.

Schraner Burgener mengatakan kepada 15 anggota Dewan Keamanan PBB pada 31 Maret bahwa mereka harus mempertimbangkan "tindakan yang berpotensi signifikan" untuk membalikkan jalannya peristiwa karena "pertumpahan darah akan segera terjadi" , menurut komentar yang diterbitkan oleh UN News.

Junta mengatakan pernyataan itu "sangat jauh dari kenyataan dan dapat menunda dan menggoyahkan upaya Dewan Administrasi Negara untuk membangun demokrasi multipartai yang sejati dan disiplin".

Namun, seperti dilansir The Irrawaddy, 10 kelompok etnis bersenjata di Myanmar telah mendeklarasikan dukungannya terhadap rakyat Myanmar dalam melawan kudeta militer itu untuk mengembalikan ke pemerintahan sipil yang demokratis.

Tim Pengarah Proses Perdamaian (PPST) dari 10 organisasi etnis bersenjata itu telah memberikan dukungan yang teguh kepada pegawai sipil Myanmar yang mogok dan Piagam Demokrasi Federal pemerintah yang digulingkan dan penghapusan Konstitusi 2008 yang dirancang militer.

Kelompok itu juga mendesak badan pemerintahan rezim militer, Dewan Administrasi Negara, untuk menghentikan pembunuhan dan penahanan sewenang-wenang dan membebaskan semua pemimpin yang ditahan.

Hingga Minggu, setidaknya 557 orang, termasuk anak-anak dan pengamat, telah dibunuh oleh tentara dan polisi di seluruh Myanmar.

Jenderal Yawd Serk, kepala PPST dan ketua Dewan Pemulihan Negara Bagian Shan (RCSS), mengatakan, kelompok ini  dengan tegas berdiri bersama orang-orang dari semua lapisan masyarakat yang menentang perebutan kekuasaan dewan militer dengan melakukan demonstrasi damai dan menuntut diakhirinya kediktatoran, penghapusan Konstitusi 2008, demokrasi penuh, pembentukan serikat federal dan pembebasan segera semua orang yang telah ditahan.

"Dewan rezim harus bertanggung jawab atas lebih dari 500 warga sipil yang terbunuh oleh pasukannya," kata Jenderal Yawd Serk selama diskusi akhir pekan melalui konferensi video.

"Untuk mengatasi krisis politik ini, kita semua harus bekerja dengan berbagai cara," tambah Jenderal Yawd Serk.

Komite anggota parlemen terpilih yang Mewakili Pyidaungsu Hluttaw (Parlemen Persatuan), CRPH, mengumumkan bahwa mereka membatalkan Konstitusi 2008 dan memperkenalkan piagam untuk membangun serikat demokratis federal pada 31 Maret.

"Dengan mendukung langkah CRPH, PPST juga meminta rezim militer menghentikan kekejaman terhadap warga sipil tak bersenjata selama diskusi akhir pekan kami. Kami terus mendukung orang-orang yang mengambil bagian dalam gerakan pembangkangan sipil, menentang rezim militer," kata Dr. Salai Lian Hmong Sakhong, juru bicara PPST.

Gerakan pembangkangan sipil, yang diprakarsai petugas medis yang mogok sejak 3 Februari lalu itu telah diikuti oleh pegawai negeri dari berbagai sektor di Myanmar.

ASEAN akan mengambil langkah untuk membantu krisis Myanmar setelah Brunei sebagai Ketua ASEAN menyetujui untuk melakukan pembahasannya di Jakarta. (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Menulis Tangan Lebih Meningkatkan Aktivitas Otak daripada Memo Elektronik
    Menulis Tangan Lebih Meningkatkan Aktivitas Otak daripada Memo Elektronik
    13/04/2021 - 04:21
  • Rayakan Ramadhan di Lombok Bersama Sheraton Senggigi Beach Resort
    Rayakan Ramadhan di Lombok Bersama Sheraton Senggigi Beach Resort
    13/04/2021 - 03:41
  • Asyiknya Kopine Eyang Potro, Tempat Ngopi di Tengah Kebun Salak Sleman
    Asyiknya Kopine Eyang Potro, Tempat Ngopi di Tengah Kebun Salak Sleman
    13/04/2021 - 03:32
  • Nikmati Suasana Iftar di Rooftop Grand Tebu Hotel Bandung
    Nikmati Suasana Iftar di Rooftop Grand Tebu Hotel Bandung
    13/04/2021 - 02:33
  • Hery Legend Car Interior, Car Seat and Audio Modification Specialist in Bekasi
    Hery Legend Car Interior, Car Seat and Audio Modification Specialist in Bekasi
    13/04/2021 - 02:21

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Rendahnya Kemampuan Menulis Masyarakat Indonesia
    Rendahnya Kemampuan Menulis Masyarakat Indonesia
    12/04/2021 - 17:23
  • Melestarikan Folklor Melalui Peran Digital
    Melestarikan Folklor Melalui Peran Digital
    12/04/2021 - 16:33
  • Bersuka Cita Menyambut Bulan Suci Ramadan
    Bersuka Cita Menyambut Bulan Suci Ramadan
    12/04/2021 - 15:44
  • Gagasan Perubahan  Kelima UUD NRI 1945 Keinginan Elit Atau Rakyat?
    Gagasan Perubahan  Kelima UUD NRI 1945 Keinginan Elit Atau Rakyat?
    12/04/2021 - 14:26
  • Fungsi Keluarga Dalam Mencegah Remaja Kecanduan Film Porno
    Fungsi Keluarga Dalam Mencegah Remaja Kecanduan Film Porno
    12/04/2021 - 13:35
  • Catatan Egy Massadiah Mengawal Kepala BNPB Doni Monardo: Gas Poll demi Penanganan Bencana
    Catatan Egy Massadiah Mengawal Kepala BNPB Doni Monardo: Gas Poll demi Penanganan Bencana
    12/04/2021 - 09:38
  • Hobi Menulis itu Keren!, Tentang “Gerakan Pelajar Menulis”
    Hobi Menulis itu Keren!, Tentang “Gerakan Pelajar Menulis”
    12/04/2021 - 09:14
  • Ngopi Pagi: Taubat
    Ngopi Pagi: Taubat
    12/04/2021 - 08:47

KULINER

  • Spesial Ramadan, NgabubuRich ala The Rich Jogja Hotel
    Spesial Ramadan, NgabubuRich ala The Rich Jogja Hotel
    13/04/2021 - 01:12
  • Jelang Ramadan, Favehotel Cilacap Siapkan 20 Menu Kuliner Khas Nusantara dan Timur Tengah
    Jelang Ramadan, Favehotel Cilacap Siapkan 20 Menu Kuliner Khas Nusantara dan Timur Tengah
    13/04/2021 - 00:34
  • Kuliner Keliling Dunia Selama Ramadan di JW Marriott Hotel Surabaya
    Kuliner Keliling Dunia Selama Ramadan di JW Marriott Hotel Surabaya
    10/04/2021 - 22:39
  • Warung Mak Yar Ngawi, Spesialis Ayam Goreng Jawa
    Warung Mak Yar Ngawi, Spesialis Ayam Goreng Jawa
    10/04/2021 - 16:16
  • Menikmati Siomay Ikan Tenggiri nan Mak Nyus di Kota Batu
    Menikmati Siomay Ikan Tenggiri nan Mak Nyus di Kota Batu
    10/04/2021 - 10:08