Peristiwa Nasional

Kepala BNPB Ingatkan Penyebaran Covid-19 di Tengah Banjir Bandang NTT

Selasa, 06 April 2021 - 07:49 | 18.19k
Kepala BNPB Doni Monardo (FOTO: Dok. BNPB)
Kepala BNPB Doni Monardo (FOTO: Dok. BNPB)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, di tengah kondisi bencana banjir bandang di NTT, upaya untuk menghindari penularan Covid-19 menjadi salah satu perhatian penanganan pascabencana.

Ia menyampaikan, kasus positif Covid-19 di wilayah NTT sempat mengalami kenaikan meskipun beberapa minggu terakhir menunjukkan penurunan. Delapan bulan pertama, kasus Covid-19 relatif rendah. Namun setelah libur Natal dan tahun baru pada Desember dan Januari, kasus Covid-19 meningkat tinggi.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian semua pihak di NTT terlebih saat ini beberapa wilayah terdampak bencana. Doni mengingatkan kepada seluruh daerah untuk melakukan langkah-langkah antisipasi, seperti memisahkan kelompok rentan dan pemuda. Hal tersebut disebutkan Doni diterapkan saat penanganan pengungsian pascagempa Sulawesi Barat beberapa waktu lalu.

Doni berbagai pengalaman saat penanganan pengungsian pascagempa Sulbar, adanya pemisahan kelompok rentan, seperti lanjut usia, wanita hamil, balita dan anak-anak dari kelompok pemuda. Ia berharap konsep ini dijalankan untuk penanganan warga yang mengungsi di wilayah NTT.

“Kami berusaha untuk mengurangi warga yang mengungsi di tempat-tempat pengungsian,” ujar Doni, seperti dikutip dari laman resmi BNPB, Selasa (6/4/2021).

BNPB menggunakan skema dana tunggu hunian sehingga warga dapat melakukan sewa rumah dan tidak harus tinggal di pengungsian.

Di samping itu, BNPB bersama Kementerian Kesehatan juga menyiapkan alat skrining berupa rapid tes antigen. Mereka yang membantu warga terdampak harus dites terlebih dahulu sehingga tidak membawa virus Covid-19 dari luar.

Doni juga mengingatkan kepada koordinator di setiap pos pengungsian untuk mensosialisasikan pemahaman mengenai Covid-19, seperti gejala yang terjadi. Hal tersebut dapat bermanfaat bagi warga untuk dapat mengidentifikasi kondisinya sejak dini.

Doni meminta semua pihak untuk bekerja sama dalam penanganan Covid-19, khususnya di tengah bencana alam yang terjadi di NTT.

“Besar harapan kami kerja sama yang telah dilaksanakan sebelumnya di beberapa daerah bencana bisa memberikan pengalaman yang lebih baik,” lanjutnya. 

Ia meminta para tokoh masyarakat untuk selalu mengingatkan para warganya untuk mematuhi protokol kesehatan.

Sementara itu, penanganan darurat diprioritaskan pada beberapa upaya, seperti pencarian dan penyelamatan korban yang masih hilang, penanganan korban luka, pelayanan kebutuhan dasar para warga yang mengungsi.

Pengerahan alat berat yang digunakan untuk evakuasi dan pembukaan akses yang terisolir terkendala kondisi cuaca.

Hal tersebut seperti disebutkan bahwa ada 8 unit yang telah siap dikirim ke Lembata dan Adonara, termasuk 6 unit dumtruck. Namun transportasi laut belum dapat berlayar karena kondisi cuaca.

Sedangkan BNPB menyiagakan 3 unit helikopter untuk evakuasi warga luka dan kelompok rentan, serta distribusi bantuan logistik di bencana banjir bandang yang terjadi wilayah Provinsi NTT itu. Sejumlah wilayah masih dilaporkan terisolir akibat tanah longsor dan banjir yang menutup akses antar wilayah. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES