Dukung MBKM, Unisma Gandeng LP Ma'arif Dorong Guru Berpikir Out of the Box
Dalam rangka mewujudkan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Universitas Islam Malang (Unisma) bersama LP Ma'arif PBNU menggelar Webinar Nasional secara daring melalui platform zoom meeting dan YouTube channel.

MALANG – Dalam rangka mewujudkan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Universitas Islam Malang (Unisma) bersama LP Ma'arif PBNU menggelar Webinar Nasional secara daring melalui platform zoom meeting dan YouTube channel.
Acara yang berlangsung pada Rabu (31/3/2021) itu mengusung tema Design Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran di Era Merdeka Belajar.
Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi memberikan welcoming speech. Ia mendorong guru di LP Ma'arif NU harus bisa menjemput dan beradaptasi di era serba digital.

"Sekarang masuk era industri 4.0 dan menyambut society 5.0. Kita butuh pemikiran yang sifatnya out of the box. Jangan merasa nyaman dengan apa yang selalu kita lakukan dalam rutinitas kita," ujarnya.
Maskuri menekankan bahwa saat ini terjadi ledakan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Sebab itu, sumber daya manusia unggul yakni terutama guru sebagai tenaga pendidik harus bisa beradaptasi dengan konsep pemikiran yang out of the box.
Lembaga Pendidikan Ma'arif NU ini kata Maskuri jangan sampai mengesampingkan misi utama yakni membentuk peserta didik yang berkarakter religius.
SDM yang unggul, sambungnya, adalah mereka yang unggul di dalam membangun suatu kolaborasi dan sinergitas yang didukung oleh komunitas bagus.
"Kalau SDM tidak unggul, maka ini akan tertinggal," tegasnya.
Ia mengajak seluruh stakeholder lainnya untuk mampu menciptakan dan menerjemahkan program MBKM dari pemerintah ini dengan kreativitas tanpa batas.
Setiap lembaga pendidikan didorong memiliki disringsi, keunikan serta keunggulan khusus dimana hal itu tidak dimiliki oleh lembaga lainnya. Hal demikian yang disebut dapat menarik simpati masyarakat.
Sementara itu, Ketua LP Ma'arif PBNU KH Z Arifin Junaidi mengatakan bahwa ada sekitar 21 ribu sekolah / madrasah di bawah naungan LP Ma'arif NU.
Ia berkata, banyak yang menyebut LP Ma'arif NU hanya menang dari segi kuantitas saja. Namun di sektor kualitas, lembaganya jauh tertinggal.
"Anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Banyak lomba dan prestasi yang berhasil diraih oleh LP Ma'arif NU," tandasnya.
LP Ma'arif PBNU turut mengajak seluruh guru, staff dan tenaga kependidikan untuk peka terhadap perkembangan teknologi informasi dan ilmu pengetahuan di era digital ini. Bersama Unisma, LP Ma'arif NU berkomitmen untuk menjadi lembaga pendidikan yang unggul dengan kualitas SDM yang memiliki distingsi serta keunikan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

