Kuliner

Banyak Pecinta Pedas di Banyuwangi, Setahun Habiskan 3 Juta Kg Cabai Rawit

Kamis, 25 Maret 2021 - 13:08 | 62.19k
Banyak Pecinta Pedas di Banyuwangi, Setahun Habiskan 3 Juta Kg Cabai Rawit
Kuliner pedas, nasi tempong khas Banyuwangi. (FOTO: Agung Sedana/ TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Ferry Agusta Satrio

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Masyarakat yang mencintai rasa pedas di Kabupaten Banyuwangi terbilang cukup tinggi. Dalam kurun waktu satu tahun, konsumsi cabai rawit di Banyuwangi mampu menghabiskan 3 juta kilogram atau setara 3.000 ton.

Sudah menjadi rahasia umum, selain dikenal dari pariwisatanya, kabupaten Banyuwangi juga tersohor dari sisi kulinernya. Di Banyuwangi, ada begitu banyak destinasi goyang lidah.

Mulai dari emperan toko, hingga restoran atau rumah makan populer. Semuanya menyajikan menu pedas. Mulai dari olahan sayur hingga daging. Sebagai ciri khas, Banyuwangi memilih sego tempong sebagai sang legenda kuliner paling pedas.

Tidak hanya berupa menu makanan berat saja, olahan snack atau makanan cepat saji pun juga banyak variasi pedasnya. Seperti keripik singkong pedas, krecek pedas, mie stik pedas dan masih banyak lagi.

Kuliner-pedas-2.jpg

Penelusuran TIMES Indonesia, di Banyuwangi tercatat ada sekitar 1,3 juta orang dewasa. Dari total penduduk sekitar 1,5 juta jiwa. Jika dikonversikan dalam matematika sederhana, maka masing-masing individu di Banyuwangi mampu menghabiskan sekitar 2,3 kilogram cabai per tahun.

Tentunya jumlah tersebut tidaklah pasti jika dikalkulasikan dengan kelompok yang tidak mengkonsumsi pedas. Namun, ada juga kelompok usia di bawah 17 tahun yang juga menggemari sensasi pedas tapi tidak termasuk dalam hitungan masyarakat dewasa.

Kabid Holtikultura Dinas Pertanian Banyuwangi, Ilham Juanda menuturkan. Dalam satu tahun kebutuhan konsumsi cabai rawit di Kabupaten Banyuwangi mencapai 3.000 ton per tahun. Artinya, dalam satu bulan masyarakat Banyuwangi mampu mengkonsumsi 250 ton kilogram cabai rawit.

"Untuk kebutuhan perorang, konsumsinya satu tahun sekitar 3 ribu ton. Dengan jumlah penduduk satu koma sekian juta itu," kata Ilham Juanda, Kamis (25/3/2021).

Sambal-Cabai.jpg

Menurut Ilham, rata-rata masyarakat Banyuwangi menyukai konsumsi cabai yang segar. Dalam hal ini, cabai dikonsumsi dalam bentuk olahan sambal atau di campurkan dengan masakan. Seperti olahan kuliner pedas.

"Ternyata, masyarakat Banyuwangi cenderung senang dengan konsumsi cabai segar. Sebab itu, program kami untuk pelatihan olahan cabai sebagai pasta kurang sukses. Misalnya saja nasi tempong pakai sambal pasta, kan tidak cocok. Harus yang segar," jelas Ilham.

Tingginya konsumsi cabai di Banyuwangi tersebut berbanding lurus dengan keberadaan tanaman cabai di Banyuwangi. Menurut Ilham, lahan tanaman cabai di Banyuwangi tahun 2021 ini mencapai luasan total 3.000 hektar. Dari luasan tersebut, 2.000 hektar berada di Kecamatan Wongsorejo.

Namun, dengan kondisi alam saat ini mayoritas lahan tanaman cabai di Banyuwangi mengalami gagal panen. Tingginya curah hujan menyebabkan pohon dan buah terserang penyakit.

"Luas lahan yang bisa dipanen hanya sekitar 128 hektar saja. Kalau dirata-rata dengan tanaman yang sudah tidak produktif, bisa menghasilkan 192 ton. Itu estimasinya," katanya.

Kuliner-pedas-3.jpg

Ilham merinci, pada tahun 2017 luasan panen di Banyuwangi mencakup 3.657 hektar. Tahun 2018  mencakup 3.676 hektar. Tahun 2019 mencakup 2.790 hektar dan tahun 2020 mencakup luasan panen 3.795 hektar.

Untuk tujuan pasar, diantaranya di pasar induk Kramatjati Jakarta, pasar induk Kemang Bogor, pasar induk Cibitung Bekasi dan pasar induk Cikampek. Rata-rata ada sekitar 853.400 kilogram yang dikirimkan dalam satu kali panen raya di bulan Oktober sampai Desember.

"Data dari teman-teman pengepul cabai rawit, rata-rata dipasarkan di wilayah Jawa Barat. Wilayah Jabodetabek. Hampir satu juta kilogram per tahun-nya," kata Kabid Holtikultura Dinas Pertanian Banyuwangi.  (*)

Agung Sedana

TIMES Indonesia



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Gratis Takjil dan Kurma, Buka Bersama di Inggandi Beach Restaurant Manokwari
    Gratis Takjil dan Kurma, Buka Bersama di Inggandi Beach Restaurant Manokwari
    17/04/2021 - 03:11
  • UIN Malang: Things that Makes Ramadan so Special
    UIN Malang: Things that Makes Ramadan so Special
    17/04/2021 - 02:21
  • Get an Ultimate Taste of Local Delicacies at Takes Hotel Jakarta
    Get an Ultimate Taste of Local Delicacies at Takes Hotel Jakarta
    17/04/2021 - 01:29
  • Soal Revisi PP 57/2021, DPN ISRI: Menteri Nadiem Makarim Responsif
    Soal Revisi PP 57/2021, DPN ISRI: Menteri Nadiem Makarim Responsif
    17/04/2021 - 00:45
  • Meriahnya 'Romadhon Rame' di Hotel Tentrem Yogyakarta
    Meriahnya 'Romadhon Rame' di Hotel Tentrem Yogyakarta
    17/04/2021 - 00:27

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Managing The Nation 'Kepemimpinan dan Partai Politik'
    Managing The Nation 'Kepemimpinan dan Partai Politik'
    16/04/2021 - 19:57
  • Menyongsong Hajat Perempuan dalam Pilpres 2024
    Menyongsong Hajat Perempuan dalam Pilpres 2024
    16/04/2021 - 17:40
  • Pembelajaran di Era Merdeka Belajar
    Pembelajaran di Era Merdeka Belajar
    16/04/2021 - 14:10
  • Menjaga Perbedaan
    Menjaga Perbedaan
    16/04/2021 - 12:31
  • Rumi dan Machiavelli
    Rumi dan Machiavelli
    16/04/2021 - 10:24
  • Ngopi Pagi: Kesalahan dan Maaf
    Ngopi Pagi: Kesalahan dan Maaf
    16/04/2021 - 07:21
  • Menggelorakan Ekonomi dengan Investasi
    Menggelorakan Ekonomi dengan Investasi
    15/04/2021 - 22:22
  • Berbuka Puasa dengan Gorengan
    Berbuka Puasa dengan Gorengan
    15/04/2021 - 21:00

KULINER

  • Takjilan Dapur Jiemas yang Selalu Diburu Warga Kota Banjar
    Takjilan Dapur Jiemas yang Selalu Diburu Warga Kota Banjar
    16/04/2021 - 23:17
  • Bongko Kopyor, Kuliner Favorit Warga Gresik Saat Buka Puasa Ramadan
    Bongko Kopyor, Kuliner Favorit Warga Gresik Saat Buka Puasa Ramadan
    16/04/2021 - 18:11
  • Angkringan Kekinian Hadirkan Fresh Coffe dan Latte Art
    Angkringan Kekinian Hadirkan Fresh Coffe dan Latte Art
    16/04/2021 - 13:38
  • Kedai Mapple, Sajikan Aneka Minuman Segar dari Alam Pacitan yakni Kelapa Muda
    Kedai Mapple, Sajikan Aneka Minuman Segar dari Alam Pacitan yakni Kelapa Muda
    16/04/2021 - 12:35
  • Kuwut Minuman Khas Bali yang Cocok Menjadi Takjil saat Berbuka
    Kuwut Minuman Khas Bali yang Cocok Menjadi Takjil saat Berbuka
    16/04/2021 - 01:22