Advertisement
Pendidikan

Usung Kampus Moderat, Rektor Unisma Raih Tokoh Pendidikan Jatim 2020

Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi meraih Anugerah TIMES Indonesia (ATI) tahun 2020 kategori special achievement award sebagai tokoh pendidikan Jawa Timur 2020. 

TIMES Indonesia,
Usung Kampus Moderat, Rektor Unisma Raih Tokoh Pendidikan Jatim 2020
Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi. (Foto: Dok TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi meraih Anugerah TIMES Indonesia (ATI) tahun 2020 kategori special achievement award sebagai tokoh pendidikan Jawa Timur 2020. 

Hal itu tentunya tidak lepas dari spirit mengusung moderasi di perguruan tinggi. Konsep hidup rukun, berada di tengah-tengah, damai dan harmonis menjadi konsep Unisma menjalankan aktivitas pembelajaran dan dibawa kepada masyarakat. 

Advertisement

Tim internal ATI 2020 yang dikoordinir oleh Irfan Anshori, menilai Maskuri sebagai sosok patron pendidik yang berjiwa moderat. Prinsip itulah yang diterapkan dan ditanamkan kepada seluruh civitas akademika Unisma. 

"Kami menyaring puluhan nominator perwakilan dari unsur pendidikan yang berjuang sekuat tenaga memajukan pendidikan agar tetap eksis di tengah pandemi Covid-19. Munculkan nama Prof Maskuri yang juga Rektor UNISMA," kata Irfan, Senin (15/3/2021). 

Keputusan itu berdasarkan SK Anugerah TIMES Indonesia Nomor: 002/ATI-2020/TIN/XII/2020. ATI 2020 di tahun kedua ini mengusung tema Nasionalisme dan Kepedulian di Tengah Pandemi Covid-19.

Kampus Nahdlatul Ulama (NU) terbaik nomor 1 di Indonesia itu meyakinkan publik sebagai mercusuar perdamaian dunia. Artinya, dalam implementasi di kehidupan kampus, ajaran yang dianut berdasarkan prinsip Islam dan kemanusiaan.

Menanamkan Nilai Aswaja

Advertisement

Nilai-nilai Aswaja yang empat itu yakni tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran) dan ta'adul (adil). Keempatnya menjadi pijakan pola pikir dan sikap bagi civitas akademika Unisma, baik dosen, karyawan maupun mahasiswa.

"Alumni dan civitas akademika memiliki prinsip itu. Jangan sampai di tengah masyarakat justru menjadi masalah," kata Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi kepada TIMES Indonesia. 

Ia menekankan kepada warga Unisma untuk selalu menebarkan kemaslahatan terutama ketika terjun ke masyarakat. Kampus ini menjadi media penggemblengan mental mahasiswa agar nantinya ketika berada di tengah masyarakat dapat menerima perbedaan.

Pria berkacamata itu menegaskan bahwa bangsa dan negara tidak bisa terbangun dengan baik jika tidak ada harmonisasi. Nilai ini juga disebut tawazun atau menjaga keseimbangan.

"Bangsa dan negara bisa terbangun karena harmonisasi. Tanpa persatuan, kerukunan, dan kebersamaan, tidak bisa. Nah, SDM seperti itu lah yang akan kita bentuk di Unisma," ucapnya.

Dijelaskan Maskuri, seseorang harus memiliki keseimbangan antara keseimbangan intelektual, emosional dan spiritual. Termasuk di Unisma, ia menekankan kepada civitas akademika untuk menyeimbangkan tiga aspek kehidupan tersebut.

Misalnya saja, pengembangan spiritual di Unisma dilakukan dengan cara membaca Alquran setiap hari, menggelar istighosah, membaca sholawat Nuril Anwar sebelum perkuliahan dan menggelar acara, dan memutar audio ayat-ayat suci Al-Qur'an.

"Dengan begitu, spiritualitas kita terjaga. Ini juga untuk menyuntik energi positif," imbuhnya.

Membawa Misi Perdamaian Dunia

Unisma membawa misi perdamaian dunia melalui ajaran dan prinsip yang diamalkan di lingkungan kampus. Agen penebar perdamaian ini nyatanya tidak hanya mahasiswa, tapi seluruh keluarga besar termasuk dosen, karyawan dan alumni.

Unisma sendiri memberikan peluang kepada alumninya yang tersebar di seluruh penjuru dunia agar nilai-nilai perdamaian senantiasa ditebarkan dimanapun mereka berada.

"Misi perdamaian dunia termasuk mahasiswa kita yang di luar negeri. Mereka akan menjadi sinar di daerahnya, lokomotif di daerahnya dan agen perubahan berdasarkan sikap yang ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari," bebernya.

Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi bersyukur mendapatkan penghargaan Anugerah TIMES Indonesia 2020. Ia berharap capaian pribadi dan institusi yang dipimpinnya bisa memberikan inspirasi bagi masyarakat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia