Peristiwa Internasional

Amerika Serikat Umumkan Sanksi Seri Kedua untuk Junta Militer Myanmar

Selasa, 23 Maret 2021 - 10:01 | 12.37k
Amerika Serikat Umumkan Sanksi Seri Kedua untuk Junta Militer Myanmar
Blinken saat mengumumkan sanksi seri kedua untuk junta militer dan korban meninggal dunia akibat kekejaman junta militer Myanmar mencapai lebih dari 254 orang menurut The Irrawaddy termasuk seorang anak berumur 13 tahun. (FOTO: CNN)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTAAmerika Serikat dan sekutunya mengumumkan sanksi seri kedua, selain para pejabat militer kini  juga kepada Kepala Kepolisian Myanmar atas tindakan keras mereka yang telah membunuh lebih dari 194 orang pengunjukrasa damai, pro demokrasi.

Sebelumnya, bersama Uni Eropa, Amerika Serikat juga diumumkan sanksi karena Hak Azasi Manusia (HAM) terhadap China atas penindasan yang berlangsung di provinsi Xinjiang termasuk terhadap Muslim Uyghur.

"Amerika Serikat terus menyerukan kepada rezim militer Myanmar untuk membebaskan semua yang ditahan secara tidak adil. Menghentikan serangannya terhadap anggota masyarakat sipil, jurnalis, dan serikat buruh. Menghentikan pembunuhan brutal oleh pasukan keamanannya, dan mengembalikan kekuasaan kepada pemerintah yang dipilih secara demokratis," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.

junta-militer-dan-korban-meninggal-dunia-2.jpg

Dilansir CNN, Amerika Serikat menuding Kepala Polisi Myanmar, Than Hlaing, dan komandan Biro Operasi Khusus, Letnan Jenderal Aung Soe, serta dua unit tentara untuk bertanggung jawab atau terlibat atau terlibat secara langsung atau tidak langsung atau berusaha untuk terlibat dalam, tindakan atau kebijakan yang melarang, membatasi, atau menghukum pelaksanaan kebebasan berekspresi atau berkumpul oleh orang-orang di Burma,"kata Blinken dalam sebuah pernyataan yang masih menggunakan kata Burma, nama lain untuk Myanmar.

Anggota salah satu unit militer termasuk di antara pasukan keamanan yang menembakkan peluru tajam ke kerumunan pengunjuk rasa di ibu kota Mandalay, dan kedua unit tersebut adalah bagian dari strategi sistemik dan terencana pasukan keamanan Burma untuk meningkatkan penggunaan senjata mematikan. memaksa," ujar Blinken.

"Penunjukan ini menunjukkan bahwa kekerasan ini tidak akan dibiarkan begitu saja," kata diplomat tertinggi AS itu.

Uni Eropa juga menargetkan pejabat militer senior Myanmar, termasuk panglima tertinggi, wakil panglima tertinggi, serta seorang pejabat yang mengepalai komisi pemilihan.

Blinken mencatat bahwa Inggris dan Kanada juga memberikan sanksi kepada banyak orang yang sama.

junta-militer-dan-korban-meninggal-dunia-3.jpg

"Amerika Serikat, bersama dengan sekutu dan mitra kami, telah mendukung mereka. Sebagai tanggapan, rezim militer melanjutkan tindakan kerasnya yang kejam, yang telah menewaskan sedikitnya 194 orang hingga saat ini, termasuk pengunjuk rasa damai," tambah Blinken.

"Junta melanjutkan upayanya untuk membatalkan hasil pemilu demokratis dengan secara brutal menindas pengunjuk rasa damai dan membunuh individu yang hanya menuntut suara di masa depan negara mereka," tegasnya.

Myanmar dalam kekacauan setelah militer merebut kekuasaan lewat kudeta dengan  mengklaim bahwa pemilu 8 November, yang dimenangkan oleh partai pemimpin politik Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi, telah dirusak oleh penipuan. Padahal komisi pemilihan negara telah membantah klaim itu, militer tutup tepinga dan bahkan kemudian mengganti komisi tersebut.

Kudeta tersebut menandai kembalinya kekuasaan militer, yang menahan Myanmar selama beberapa dekade sebelum pembukaan demokrasi yang dimulai sekitar tahun 2010.

Ketika warga negara Myanmar turun ke jalan untuk mempertahankan sistem pemilihan mereka dengan pemogokan dan protes, militer justru menanggapinya dengan kekerasan yang meningkat dan upaya untuk membungkam komunikasi. Akses internet telah dibatasi, jurnalis telah ditangkap dan beberapa surat kabar dilarang terbit.

Amerika Serikat dan sekutunya pun telah mengumumkan sanksi seri kedua, selain para pejabat militer kini  juga kepada Kepala Kepolisian Myanmar atas tindakan keras mereka yang telah membunuh lebih dari 194 orang pengunjukrasa damai, pro demokrasi itu. (*)



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Penjudi Togel Hongkong dari Pangandaran Diancam 4 Tahun Penjara
    Penjudi Togel Hongkong dari Pangandaran Diancam 4 Tahun Penjara
    13/04/2021 - 20:45
  • Persija Kembali Hadapi PSM, Inilah Jadwal Semifinal Piala Menpora 2021
    Persija Kembali Hadapi PSM, Inilah Jadwal Semifinal Piala Menpora 2021
    13/04/2021 - 20:38
  • Reformasi Birokrasi, 456 Jabatan Eselon IV Pemkab Gresik Dihapus
    Reformasi Birokrasi, 456 Jabatan Eselon IV Pemkab Gresik Dihapus
    13/04/2021 - 20:31
  • Jadwal Imsakiyah dan Shalat Fardhu 14 April 2021 untuk Daerah Kabupaten Sumenep
    Jadwal Imsakiyah dan Shalat Fardhu 14 April 2021 untuk Daerah Kabupaten Sumenep
    13/04/2021 - 20:24
  • Kadinsos P3A Tuban Sidak Komoditi Pangan
    Kadinsos P3A Tuban Sidak Komoditi Pangan
    13/04/2021 - 20:20

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Kesederhanaan Hidup dalam Ikatan Hak dan Kewajiban
    Kesederhanaan Hidup dalam Ikatan Hak dan Kewajiban
    13/04/2021 - 12:33
  • Program Satu Hari Tanpa Nasi Kab Malang
    Program Satu Hari Tanpa Nasi Kab Malang
    13/04/2021 - 10:08
  • Ngopi Pagi: Kemuliaan Ramadhan
    Ngopi Pagi: Kemuliaan Ramadhan
    13/04/2021 - 06:24
  • Terorisme dan Politik Global (4)
    Terorisme dan Politik Global (4)
    13/04/2021 - 06:00
  • Rendahnya Kemampuan Menulis Masyarakat Indonesia
    Rendahnya Kemampuan Menulis Masyarakat Indonesia
    12/04/2021 - 17:23
  • Melestarikan Folklor Melalui Peran Digital
    Melestarikan Folklor Melalui Peran Digital
    12/04/2021 - 16:33
  • Bersuka Cita Menyambut Bulan Suci Ramadan
    Bersuka Cita Menyambut Bulan Suci Ramadan
    12/04/2021 - 15:44
  • Gagasan Perubahan  Kelima UUD NRI 1945 Keinginan Elit Atau Rakyat?
    Gagasan Perubahan  Kelima UUD NRI 1945 Keinginan Elit Atau Rakyat?
    12/04/2021 - 14:26

KULINER

  • Bani Food Court Cafe dan Resto Luncurkan Aneka Menu Ramadan
    Bani Food Court Cafe dan Resto Luncurkan Aneka Menu Ramadan
    13/04/2021 - 15:43
  • Susu Sapi Murni Baik untuk Jantung, Ini Info Penting dari SuPiNi Madiun
    Susu Sapi Murni Baik untuk Jantung, Ini Info Penting dari SuPiNi Madiun
    13/04/2021 - 14:58
  • Lima Minuman Berbuka Puasa yang Menyegarkan dan Bervitamin
    Lima Minuman Berbuka Puasa yang Menyegarkan dan Bervitamin
    13/04/2021 - 14:49
  • Shawerma, Kudapan Unik Asli Timur Tengah Hadir di Yogyakarta
    Shawerma, Kudapan Unik Asli Timur Tengah Hadir di Yogyakarta
    13/04/2021 - 11:57
  • Takjil Rumahan Ala Pudding Custard
    Takjil Rumahan Ala Pudding Custard
    13/04/2021 - 09:12