Peristiwa Internasional

Uni Eropa Mengincar 11 Orang Disanksi Terkait Kudeta Militer Myanmar

Senin, 22 Maret 2021 - 22:20 | 12.18k
Uni Eropa Mengincar 11 Orang Disanksi Terkait Kudeta Militer Myanmar
Seorang demonstran memberi isyarat di dekat barikade selama protes terhadap kudeta militer di Mandalay, Myanmar 22 Maret 2021. (FOTO: Reuters)
Editor: Widodo Irianto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pembunuhan oleh junta militer Myanmar masih terus berlangsung hingga Senin (22/3/2021) siang tadi dan Uni Eropa telah mengincar 11 orang yang terkait dengan kudeta militer Myanmar untuk diberi sanksi.

Uni Eropa saat ini sedang membahas sanksi yang akan dikenakan kepada 11 orang itu. Karena pembahasannya belum selesai, rincian nama-nama mereka tidak diungkapkan.

Reuters melansir, Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas menilai pembunuhan yang dilakukan junta militer Myanmar kepada rakyatnya itu telah sampai pada tingkat yang tak tertahankan lagi.

"Itulah sebabnya kami tidak akan bisa lagi untuk menghindari pemberian sanksi," katanya kepada wartawan saat  tiba di Brussel untuk membahas itu dalam  pertemuan dengan rekan-rekannya Uni Eropa-nya.

Sanksi tersebut akan menjadi respons paling signifikan UE terhadap peristiwa di Myanmar sejauh ini. Nama-nama 11 orang yang terlibat dalam kudeta dan penindasan para demonstran akan diumumkan setelah pertemuan tersebut.

Dalam kekerasan terbaru, tiga orang tewas di Mandalay, kata saksi mata dan portal berita Myanmar Now, temasuk seorang bocah laki-laki berumur 15 tahun.

"Tun Tun Aung, 15, meninggal  di gubuknya setelah diterjang peluru saat pasukan keamanan melepaskan tembakan di daerah kota Mya Yi Nandar," kata saudara perempuannya.

"Adikku sedang duduk di dekat jendela," katanya. "Kami tinggal di daerah penghuni liar. Rumah kami tidak cukup kuat untuk menghentikan peluru," ujarnya.

Myanmar Now melaporkan, enam orang meninggal dunia dan beberapa lainnya luka-luka di kota itu pada hari Minggu.

Menurut para diplomat dan dokumen yang dilihat oleh Reuters pekan lalu, Uni Eropa juga berencana untuk menargetkan perusahaan "menghasilkan pendapatan untuk, atau memberikan dukungan keuangan kepada, Angkatan Bersenjata Myanmar".

“Kami tidak bermaksud untuk menghukum rakyat Myanmar tapi mereka yang terang-terangan melanggar hak asasi manusia,” kata Maas.

Militer sangat terlibat dalam bisnis. Konglomeratnya termasuk Myanmar Economic Holdings Limited (MEHL) dan Myanmar Economic Corporation (MEC) yang tersebar di seluruh perekonomian mulai dari pertambangan dan manufaktur hingga makanan dan minuman hingga hotel, telekomunikasi dan perbankan.

Sanksi baru diharapkan bisa menghalangi investor dan bank Uni Eropa untuk berbisnis dengan mereka. Mereka mengikuti keputusan Amerika Serikat bulan lalu yang telah mentargetkan militer dan kepentingan bisnisnya.

Inggris, bekas kekuatan kolonial, bulan lalu juga  membekukan aset dan melarang perjalanan pada tiga jenderal Myanmar atas kudeta militer.

Myanmar telah terkunci dalam krisis sejak pemerintah terpilih yang dipimpin oleh peraih Nobel perdamaian Aung San Suu Kyi digulingkan oleh militer pada 1 Februari.

Kini Uni Eropa sedang membahas sanksi yang akan diberikan kepada junta militer Myanmar yang masih terus melakukan pembunuhan dalam upayanya meredam unjukrasa damai anti kudeta, dan 11 orang diincar karena terkait dengan kudeta militer.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Empat Tahun Berjuang, Nasabah CSI Masih Berharap Pengembalian Dana Investasi
    Empat Tahun Berjuang, Nasabah CSI Masih Berharap Pengembalian Dana Investasi
    11/04/2021 - 19:58
  • BIN NTT Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumba Timur
    BIN NTT Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumba Timur
    11/04/2021 - 19:42
  • Mensos RI Siapkan Satu Titik Posko Pengungsian di Kabupaten Malang
    Mensos RI Siapkan Satu Titik Posko Pengungsian di Kabupaten Malang
    11/04/2021 - 19:35
  • Kontraktor Kolam Bali Manfaatkan Konsep Kolam Renang Tropical yang Apik
    Kontraktor Kolam Bali Manfaatkan Konsep Kolam Renang Tropical yang Apik
    11/04/2021 - 19:23
  • Indonesia Rawan Bencana, Presiden RI Jokowi Ingatkan lagi Soal Ring of Fire
    Indonesia Rawan Bencana, Presiden RI Jokowi Ingatkan lagi Soal Ring of Fire
    11/04/2021 - 19:17

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Kurikulum Darurat Menuntut Kreatifitas di Masa PJJ
    Kurikulum Darurat Menuntut Kreatifitas di Masa PJJ
    11/04/2021 - 14:15
  • Interaksi Intepretasi Ilmu Informasi
    Interaksi Intepretasi Ilmu Informasi
    11/04/2021 - 11:34
  • Pendangkalan Politik Perempuan Dalam Terorisme
    Pendangkalan Politik Perempuan Dalam Terorisme
    11/04/2021 - 10:31
  • Ngopi Pagi: Ramadan
    Ngopi Pagi: Ramadan
    11/04/2021 - 08:13
  • Terorisme dan Politik Global (2)
    Terorisme dan Politik Global (2)
    11/04/2021 - 06:10
  • Peran Agamawan dan Ormas dalam Pembangunan Negara
    Peran Agamawan dan Ormas dalam Pembangunan Negara
    10/04/2021 - 18:00
  • Indonesia Berduka Merupakan Tanggung Jawab Bersama
    Indonesia Berduka Merupakan Tanggung Jawab Bersama
    10/04/2021 - 17:00
  • (Dilema) Vaksinasi bagi Penyintas Covid-19
    (Dilema) Vaksinasi bagi Penyintas Covid-19
    10/04/2021 - 15:22

KULINER

  • Kuliner Keliling Dunia Selama Ramadan di JW Marriott Hotel Surabaya
    Kuliner Keliling Dunia Selama Ramadan di JW Marriott Hotel Surabaya
    10/04/2021 - 22:39
  • Warung Mak Yar Ngawi, Spesialis Ayam Goreng Jawa
    Warung Mak Yar Ngawi, Spesialis Ayam Goreng Jawa
    10/04/2021 - 16:16
  • Menikmati Siomay Ikan Tenggiri nan Mak Nyus di Kota Batu
    Menikmati Siomay Ikan Tenggiri nan Mak Nyus di Kota Batu
    10/04/2021 - 10:08
  • Bukan Mie Biasa, Ini Cwie Mie di Malang yang Enak Dicoba
    Bukan Mie Biasa, Ini Cwie Mie di Malang yang Enak Dicoba
    10/04/2021 - 03:28
  • Praktis, Resep Asli Sambel Pecel Khas Blitar Anti Kolesterol
    Praktis, Resep Asli Sambel Pecel Khas Blitar Anti Kolesterol
    09/04/2021 - 12:52
  • Gempa Susulan Pagi Ini, Warga Malang Sempat Berhamburan
    Gempa Susulan Pagi Ini, Warga Malang Sempat Berhamburan
    11/04/2021 - 07:15
  • 9 Fakta Mengerikan AC Milan Usai Hajar Parma
    9 Fakta Mengerikan AC Milan Usai Hajar Parma
    11/04/2021 - 09:33
  • Real Madrid Kalahkan Barcelona, Casemiro Kartu Merah
    Real Madrid Kalahkan Barcelona, Casemiro Kartu Merah
    11/04/2021 - 03:57
  • Bandara Pekon Serai Berubah Nama Jadi Bandara Muhammad Taufiq Kiemas
    Bandara Pekon Serai Berubah Nama Jadi Bandara Muhammad Taufiq Kiemas
    11/04/2021 - 01:47
  • Ganas, Jeremia Rebut Sabuk Juara Milik Adi Rominto di One Pride MMA
    Ganas, Jeremia Rebut Sabuk Juara Milik Adi Rominto di One Pride MMA
    11/04/2021 - 00:23