Kopi TIMES

Penyatuan KNPI, Meretas Siratalmustakim dan Membatasi Intervensi

Jumat, 19 Maret 2021 - 00:22 | 30.10k
Penyatuan KNPI, Meretas Siratalmustakim dan Membatasi Intervensi
Amas Mahmud, S.IP, Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi Manado
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, MANADO – SEMUA kembali ke niat. Seperti itu kiranya strating point dalam usaha-usaha pembaharuan atau perubahan yang dilakukan. Deskripsi tersebut dapat ditarik dalam konteks integrasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Di mana KNPI yang menjadi wadah berhimpun pemuda yang kini terfragmentasi kepentingan, mau direkonsiliasikan.

Dalam tataran elit kepemudaan di Jakarta, pertemuan untuk agenda bersama penyatuan mulai dilakukan. Walau belum serius. Pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga masih kurang bersimpati untuk turun langsung menginsiasi penyatuan KNPI. Indikatornya jelas, jika Menpora berniat baik melakukan pengintegrasian KNPI, maka seluruh pimpinan faksi KNPI dikumpul KNPI.

Kemudian dipublikasikan ke media massa untuk sosialisasi penyatuan yang benar. Bukan bersifat belah bambu. Menyatukan, tapi memangkas dan menggunting eksistensi pimpinan KNPI lainnya. Flashback sejenak KNPI yang secara organisatoris benar berjalan sesuai konstitusi organisasi adalah yang dipimpin Haris Pertama. Disisi lain, fakta membeberkan lain. Ada kurang lebih tiga kubu kepengurusan KNPI.

Pada top level pun konsolidasi itu belum rapi dilakukan. Konsekuensinya, di Provinsi dan Kabupaten/Kota pengurus tingkat DPD KNPI juga mengalami polarisasi. Pemerintah mestinya, melihat cela keterbelahan pemuda KNPI untuk disatukan. Selain menjadi prestasi pemerintah. Momentum penyatuan ini akan dikenang positif. 

Gerakan segelintir pemuda yang diduga mencatut nama Menpora. Dengan iming-iming Kongres penyatuan KNPI akan menjadi pentas bagi-bagi anggaran, membuat pemuda di daerah risau. Bukan soal risau tidak mendapatkan tetesan uang tersebut, melainkan membaca bahwa dominasi uang membuat pemuda tidak lagi idealis. Penyatuan pemuda karena motivasinya iming-iming uang. Bukan moral force.

Begitu menyedihkan. Boleh jadi karena mindset dan kebiasaan buruk pemuda yang memaknai Kongres sebagai lumbung menghasilkan uang. Alhasil, forum Kongres dikapitalisasi. Mekanisme yang mestinya diberlakukan, menjadi perhatian, jadinya diabaikan. Semua berpeluang ditabrak, asalkan uang. Dalam segmentasi konsolidasi pra Kongres bersama mesti ditinjau. Perlu diredesain pertemuan tersebut.

Artinya jika langkah awalnya baik. Maka gerakan KNPI setelah Kongres akan menemui jalan yang benar. KNPI harus menuju sitaralmustakim ‘jalan lurus’. Pengurus KNPI kedepannya, terlebih di tingkat DPP harus mampu optimal dan tuntas memutus intervensi kepentingan politik pemerintah ke dalam tubuhnya. Biarkan KNPI tumbuh subur dengan konsensus dan konsesi-konsesi moralitas dari gerakan pemuda.

Biarkan KNPI marawahnya. Jangan mau digoda, lakukan Kongres bersama karena iming-iming uang. Seharusnya kesadaran kolektif pemuda untuk bersatu yang tumbuh, dilahirkan. Sebab, ketika kepentingannya karena materi, maka percayalah setelah Kongres penyatuan, akan ada lagi dualism KNPI. Atau bahkan lebih. Disinilah, niat baik dari para pemuda-pemuda di KNPI untuk bersatu yang paling utama.

Pemuda di daerah berharap Menpora mempelopori penyatuan pemuda yang adil bermartabat. Diawali dengan tatap muka bersama para pimpinan yang berkubu-kubu di KNPI. Jangan mempercayai kurir atau calo untuk menyatukan KNPI. Lebih maksimal, lebih tepat jika peran penyatuan diperankan langsung Menpora Bang Zainudin Amali. Tidak bisa ditutup-tutupi lagi, ego sektarian dan kecemburan masih tumbuh di semua kubu kepengurusan KNPI.

Penyatuan ini juga mengedepankan aspek kejujuran dan keadilan. Lalu setelahnya saling legowo, saling memaklumi dan melahirkan kearifan bersama. Ketika itu dilakukan, maka tuntaslah semua. Friksi di internal KNPI akan dapat dieliminir. Ego masing-masing kubu bisa diredam.

Asalkan komitmennya, memulai Kongres bersama dengan melibatkan semua elit stakeholder KNPI. 

Kita semua pemuda harus mau dan juga siap meretas jalan lurus. Menuju KNPI yang punya visi pembaharuan, maju serta bermoral. Dari alur itulah, etika moralitas harus dikedepankan dalam konsolidasi menyongsong Kongres bersama KNPI. Hanya melalui kesadaran pemudalah semua pertentangan, problematika pemuda teratasi. Sialnya, bila pemuda KNPI mau dan mudah menggadaikan organisasi demi uang.

Sudah saatnya dikubur tabiat mengkapitalisasi KNPI. Pikirkan segera regenerasi. Jangan para pemain lama terus-menerus menguasai arena Kongres, bahkan urusan di luar forum Kongres yang demikian berpengaruh itu makin kuat didominasi pemain lama. Kapan KNPI melahirkan kader-kader baru?, kapan pula produktifitas pikiran mengalir. Kiranya Kongres bersama KNPI juga menjadi pintu masuk bagi proses ‘cut generasi’.

Para generasi baru harus tumbuh, dan diberi ruang berKNPI. Generasi lama yang usianya melampaui Undang-Undang Nomor 40 tahun 2009, tentang Kepemudaan sudah harus memikirkan istrahat atau diistrahatkan dari KNPI. Sehingga semua bisa tertib dan disiplin dalam berorganisasi. Mereka yang ngaku pemuda tapi usianya bukan lagi 16 sampai 30 tahun, sudah harus tahu diri. Jadilah ‘pernawirawan’ pemuda yang berjiwa besar.

***

*) Oleh: Amas Mahmud, S.IP, Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi Manado.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Innalillahi, Angota Banser Jombang Meninggal Dunia Saat Menjadi Imam Tarawih
    Innalillahi, Angota Banser Jombang Meninggal Dunia Saat Menjadi Imam Tarawih
    17/04/2021 - 23:33
  • Final Copa del Rey Bilbao vs Barcelona, Demi Trofi Juara
    Final Copa del Rey Bilbao vs Barcelona, Demi Trofi Juara
    17/04/2021 - 23:26
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Imbau Eksportir Soal Pajak dan Jaminan Sosial ABK Perikanan
    Menteri Kelautan dan Perikanan Imbau Eksportir Soal Pajak dan Jaminan Sosial ABK Perikanan
    17/04/2021 - 23:22
  • Pendongeng Anak Asal Pangandaran Gelar Program Berkisah di Bulan Ramadan
    Pendongeng Anak Asal Pangandaran Gelar Program Berkisah di Bulan Ramadan
    17/04/2021 - 23:17
  • Terbelit Utang untuk Berobat Anak, Seorang Nenek di Pangandaran Rela Jual Rumah
    Terbelit Utang untuk Berobat Anak, Seorang Nenek di Pangandaran Rela Jual Rumah
    17/04/2021 - 23:12

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Vaksin Nusantara dan Keresahan Masyarakat Indonesia
    Vaksin Nusantara dan Keresahan Masyarakat Indonesia
    17/04/2021 - 16:20
  • Mempertegas Ke-Indonesiaan 61 Tahun Lahirnya PMII
    Mempertegas Ke-Indonesiaan 61 Tahun Lahirnya PMII
    17/04/2021 - 14:27
  • Ngopi Pagi: Ego
    Ngopi Pagi: Ego
    17/04/2021 - 07:09
  • Managing The Nation 'Kepemimpinan dan Partai Politik'
    Managing The Nation 'Kepemimpinan dan Partai Politik'
    16/04/2021 - 19:57
  • Menyongsong Hajat Perempuan dalam Pilpres 2024
    Menyongsong Hajat Perempuan dalam Pilpres 2024
    16/04/2021 - 17:40
  • Pembelajaran di Era Merdeka Belajar
    Pembelajaran di Era Merdeka Belajar
    16/04/2021 - 14:10
  • Menjaga Perbedaan
    Menjaga Perbedaan
    16/04/2021 - 12:31
  • Rumi dan Machiavelli
    Rumi dan Machiavelli
    16/04/2021 - 10:24

KULINER

  • Hotel Santika Cirebon Hadirkan Pawon Ramadan
    Hotel Santika Cirebon Hadirkan Pawon Ramadan
    17/04/2021 - 19:15
  • Hotel Aston Sidoarjo Ajak Pengunjung Keliling Indonesia Lewat Menu Buka Puasa
    Hotel Aston Sidoarjo Ajak Pengunjung Keliling Indonesia Lewat Menu Buka Puasa
    17/04/2021 - 18:25
  • Es Degan Susu 78, Temani Manisnya Momen Buka Puasa Anda
    Es Degan Susu 78, Temani Manisnya Momen Buka Puasa Anda
    17/04/2021 - 17:13
  • Menikmati Aneka Iftar Ramadan bersama Oakwood Hotel & Residence Surabaya
    Menikmati Aneka Iftar Ramadan bersama Oakwood Hotel & Residence Surabaya
    17/04/2021 - 16:34
  • eL Hotel Kartika Wijaya Tawarkan Menu Iftar untuk Orang Terkasih
    eL Hotel Kartika Wijaya Tawarkan Menu Iftar untuk Orang Terkasih
    17/04/2021 - 14:57