Glutera News

9 Bahaya Radikal Bebas Bagi Tubuh

Rabu, 10 Maret 2021 - 13:02 | 70.34k
9 Bahaya Radikal Bebas Bagi Tubuh
glutera news.
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sebagian besar masyarakat mengenal radikal bebas adalah zat yang berasal dari luar tubuh yang bisa menimbulkan berbagai macam penyakit. Padahal radikal bebas juga merupakan dari proses alami yang terjadi di dalam tubuh.

glutera c

Apa Itu Radikal Bebas?

Perlu Anda ketahui, saat tubuh menggunakan oksigen, sekitar 1-2 persen sel-sel akan menjadi rusak yang kemudian menjadi radikal bebas. Radikal bebas adalah sebutan untuk sel-sel rusak yang dapat menyebabkan kondisi negatif tertentu. Tidak hanya merusak sel lain, radikal bebas juga bisa merusak DNA yang menjadi benih tumbuhnya penyakit. Radikal bebas dikaitkan dengan penyakit manusia, termasuk kanker, aterosklerosis, penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, dan banyak lainnya.

Perlu Anda ketahui juga, zat yang menghasilkan radikal bebas dapat ditemukan dalam makanan, obat-obatan, udara yang Anda hirup, hingga air yang Anda minum. Hal penting lainnya dari radikal bebas yang harus Anda tahu adalah radikal bebas hanya memilki satu elektron dan akan menarik elektron dari molekul dalam tubuh, saat molekul tersebut ditarik maka akan berubah menjadi radikal bebas. 

Banyaknya radikal bebas di dalam tubuh inilah yang menjadi penyebab kerusakan sel. Jika radikal bebas dalam tubuh terlalu banyak hal itu akan membuat tubuh mengalami stres oksidatif. Ini adalah kondisi di mana pertahanan antioksidan kalah jumlah dibanding radikal bebas.

Dampak Radikal Bebas

glutera b

Agar fungsi fisiologis berjalan dengan baik, perlu adanya keseimbangan antara kadar radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh, namun jika kadar radikal bebas melampaui kemampuan tubuh untuk mengelolanya, maka akan timbul kondisi yang disebut stres oksidatif (oxidative stress). Radikal bebas dapat menyerang dan menyebabkan kerusakan pada berbagai sel tubuh. Asam nukleat, lipid, dan protein adalah unsur-unsur yang bisa terkena dampaknya.

Berikut ini beberapa dampak radikal bebas terhadap tubuh:

1. Timbulnya stres oksidatif

Dampak buruk radikal bebas yang paling umum terjadi adalah stres oksidatif. Hal tersebut merupakan sebuah keadaan di mana tidak seimbangnya produksi radikal bebas dan antioksidan.

Di sisi lain, timbulnya stres oksidatif juga berkaitan dengan adanya kerusakan protein, lipid, serta asam nukleat. Stres oksidatif juga berpotensi melemahkan sel serta jaringan hidup, dan akan membuat tubuh menjadi rentan dengan berbagai masalah kesehatan.

Ada beberapa gejala stres oksidatif antara lain kelelahan, sakit kepala, sensitif dengan kebisingan, hilangan ingatan, nyeri otot, nyeri sendi, muncul kerutan, rambut beruban, gangguan penglihatan, dan kekebalan tubuh melemah.

2. Timbul masalah pada kulit

Sifat dari radikal bebas yaitu reaktif. Dengan sifat tersebut, radikal bebas dapat merusak kulit. Hal ini bisa terjadi, saat molekul sedang mencoba menarik elektron dan bertujuan menstabilkan diri mereka.
Selain itu, radikal bebas juga akan menyebabkan kerusakan pada DNA kulit dan menyebabkan sel-sel baru tumbuh namun kurang tepat, bahkan dapat berakhir dengan penuaan dini.

glutera d

3. Kerusakan sel

Pada umumnya, sel jaringan organ tubuh memiliki kemampuan untuk menangkal serangan radikal bebas. Namun seiring peningkatan usia, degradasi alami dan rangsangan untuk membentuk radikal bebas dari lingkungan, kerusakan jaringan oleh radikal bebas tidak bisa dihindari.

Seperti paparan sinar matahari berlebihan dapat menyebabkan kerusakan oksidatif pada sel-sel kulit. Selain itu, radikal bebas juga dapat menyerang organ dalam seperti paru-paru akibat radikal bebas dari rokok.

4. Kerusakan pada DNA

Dampak buruk radikal bebas selanjutnya bisa menimbulkan kerusakan DNA. Kerusakan DNA dapat terjadi jika terdapat lesi pada susunan molekul. Apabila tidak segera ditangani dengan tepat maka akan menyebabkan adanya mutasi.

Sebab radikal bebas mengambil elektron dari sel tubuh manusia, kemudian akan merubah struktur DNA dan menyebabkan mutasi. Jika perubahan DNA terjadi bertahun-tahun, maka bisa menjadi penyebab kanker.

5. Penyakit kronis

Ada beberapa penyakit kronis yang disebabkan dari dampak buruk radikal bebas. Beberapa di antaranya yaitu katarak, jantung, turunnya fungsi ginjal, serta kanker. Penyakit kronis tersebut biasanya baru muncul setelah bertahun-tahun radikal bebas menyerang tubuh.

6. Pembuluh darah mengalami penyempitan

Aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah merupakan salah satu dampak paling mematikan dari adanya radikal bebas. Adanya penumpukan plak pada pembuluh darah terjadi ketika lapisan sel pada dinding dalam arteri yang memiliki tugas menjaga kelancaran aliran darah justru mengalami kerusakan. Plak itu sendiri berasal dari zat lemak, fibrin (zat dalam darah), kolesterol, dan kalsium.

7. Penuaan dini

Salah satu dampak buruk radikal bebas yang paling umum diketahui adalah penuaan dini. Radikal bebas dapat menyebabkan hilangnya elastisitas jaringan kolagen serta otot yang menyebabkan kulit menjadi tampak keriput, bahkan dapat muncul bintik-bintik pigmen kecokelatan pada bagian kulit yang merupakan timbunan sisa pembakaran di dalam sel.

8. Kerusakan jaringan

Kerusakan jaringan ini merupakan bagian dari proses terjadinya penuaan, seperti hilangnya elastisitas jaringan kolagen dan otot yang membuat kulit tampak keriput, atau muncul bintik-bintik pigmen kecoklatan di kulit yang merupakan timbunan sisa pembakaran dalam sel.

9. Berdampak buruk pada rambut

Kemudian dampak buruk radikal bebas yang terakhir yaitu adanya perubahan penampilan terutama pada bagian rambut. Sebab radikal bebas bisa menyebabkan rambut menjadi beruban, rontok, hingga rambut mengalami perubahan pada teksturnya.

glutera e

Cara Mencegah Dampak Buruk Radikal Bebas

Agar terhindar dari berbagai dampak buruk radikal bebas, maka perlu bantuan antioksidan. Antioksidan sendiri merupakan sebuah molekul yang ada di dalam sel dan akan mencegah radikal bebas mengambil elektron yang bisa menyebabkan kerusakan.

Sebenarnya, di tubuh manusia dapat menghasilkan antioksidan sendiri. Namun sayang jumlahnya tidak mencukupi. Itulah mengapa, untuk mencukupi antioksidan yang ada dalam tubuh, diperlukan asupan antioksidan tambahan seperti glutathione.

Glutathion (bahasa Inggris: glutathione, GSH) adalah tripeptida intraselular berbentuk Gamma-Levo-glutamil-L-sisteinil-glisina, dengan berbagai kegunaan, antara lain, detoksifikasi, antioksidan, pemeliharaan status tiol dan modulasi proliferasi sel. GSH biasanya berbentuk molekul reduksi tiol yang disebut GSH, dan bentuk disulfida teroksidasi. Konsentrasi GSH tertinggi terdapat di dalam hati. 

GSH telah dikenal sebagai kofaktor anti-oksidan terhadap spesi oksigen reaktif dan senyawa lipid hidroperoksida, dengan enzim glutathion peroksidase dan golongan glutathion s transferase (GST). Meskipun beberapa spesi reaktif dapat membentuk adduct secara langsung terhadap GSH, umumnya reaksi adduct tersebut terjadi dengan senyawa GST sebagai katalisator.

GSH merupakan senyawa berjenis thiadiazabicyclo-ONE-GSH (TOG) yang merupakan adduct GSH dengan 4-hydroperoxy-2(E)-nonenal (ONE) merupakan produk terbanyak yang terbentuk sepanjang stres oksidatif yang dimediasi oleh Fe(II) atau peroksida pada sel endotelial, kedua jenis senyawa TOG merupakan adduct GSH dengan asam dioksododesenoat dan asam dioksooktenoat, dua senyawa yang diturunkan dari terminus karboksi lipid hidroperoksida. 

Glutathione disebut juga The Mother of All Antioxidants (induk dari semua antioksidan). Pertama kali Glutathione diperkenalkan di Indonesia oleh Glutera mulai awal tahun 2012. Yang pada saat itu banyak masyarakat sangat awam tentang glutathione. Bahkan artikel artikel tentang glutathione yang berbahasa indonesia saat ini, banyak diambil dari situs resmi Glutera. (*)



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Kembali Diperpanjang, Ini Daftar Daerah yang Menerapkan PPKM Level 4
    Kembali Diperpanjang, Ini Daftar Daerah yang Menerapkan PPKM Level 4
    03/08/2021 - 11:27
  • 5 Rekomendasi Game Lokal saat Perpanjangan PPKM
    5 Rekomendasi Game Lokal saat Perpanjangan PPKM
    03/08/2021 - 11:12
  • Pertamina dan Pupuk Indonesia Bidik Pengembangan Hidrogen
    Pertamina dan Pupuk Indonesia Bidik Pengembangan Hidrogen
    03/08/2021 - 10:54
  • Semifinal Sepakbola Olimpiade 2020: Meksiko vs Brasil, Jepang vs Spanyol
    Semifinal Sepakbola Olimpiade 2020: Meksiko vs Brasil, Jepang vs Spanyol
    03/08/2021 - 10:24
  • Heboh Teror Ketuk Pintu Tengah Malam, Ini Penjelasan Wabup Ngawi
    Heboh Teror Ketuk Pintu Tengah Malam, Ini Penjelasan Wabup Ngawi
    03/08/2021 - 10:06

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Spiritualisme Kemanusiaan di Tengah Covid-19
    Spiritualisme Kemanusiaan di Tengah Covid-19
    02/08/2021 - 11:22
  • Melegalkan Korban Massal dengan Gerakan Menolak Berita Pandemi
    Melegalkan Korban Massal dengan Gerakan Menolak Berita Pandemi
    02/08/2021 - 10:46
  • Catatan Ketua MPR RI: Antisipasi Bencana di Tengah Pandemi
    Catatan Ketua MPR RI: Antisipasi Bencana di Tengah Pandemi
    02/08/2021 - 09:45
  • Kembangkan Teknologi Ikan Rucah Pantura Lamongan sebagai Bahan Makanan
    Kembangkan Teknologi Ikan Rucah Pantura Lamongan sebagai Bahan Makanan
    02/08/2021 - 06:57
  • Respon IHSG Terhadap Penurunan Indonesia Menjadi Negara Menengah Bawah
    Respon IHSG Terhadap Penurunan Indonesia Menjadi Negara Menengah Bawah
    31/07/2021 - 16:38
  • Menghidupkan Nalar Beragama Di Indonesia
    Menghidupkan Nalar Beragama Di Indonesia
    31/07/2021 - 14:55
  • Literasi  Kesehatan Tentang Pencegahan Penularan Covid 19 Pada Pemuda Milenial
    Literasi Kesehatan Tentang Pencegahan Penularan Covid 19 Pada Pemuda Milenial
    31/07/2021 - 12:26
  • Menyebarluaskan Bantuan Hukum Struktural Melalui LPBH NU Tangerang
    Menyebarluaskan Bantuan Hukum Struktural Melalui LPBH NU Tangerang
    31/07/2021 - 08:06

KULINER

  • Baru Tahu, Ternyata Makanan Ini Bisa Bantu Redakan Gejala Anemia
    Baru Tahu, Ternyata Makanan Ini Bisa Bantu Redakan Gejala Anemia
    01/08/2021 - 13:26
  • Bumbu Wijen Tabur Saus Pedas Ayam Jeletot Bikin Mata Melotot
    Bumbu Wijen Tabur Saus Pedas Ayam Jeletot Bikin Mata Melotot
    01/08/2021 - 01:34
  • Hotel di Gresik Sajikan Kudapan Peningkat Imun, Sup Daun Kelor
    Hotel di Gresik Sajikan Kudapan Peningkat Imun, Sup Daun Kelor
    31/07/2021 - 00:22
  • JW Marriott Rayakan Festival Pertengahan Musim Gugur dengan Bingkisan Kue Bulan Mewah
    JW Marriott Rayakan Festival Pertengahan Musim Gugur dengan Bingkisan Kue Bulan Mewah
    29/07/2021 - 10:04
  • Dorong Ekonomi Saat Pandemi, Mahasiswa Untag Banyuwangi Buat Produk Jajanan
    Dorong Ekonomi Saat Pandemi, Mahasiswa Untag Banyuwangi Buat Produk Jajanan
    27/07/2021 - 08:56