Kopi TIMES

Demi Keadilan Tak Cukup CSR, Mutlak Revisi UU Perimbangan Keuangan

Selasa, 09 Maret 2021 - 03:01 | 49.59k
Demi Keadilan Tak Cukup CSR, Mutlak Revisi UU Perimbangan Keuangan
Moch Eksan, Pendiri Eksan Institute.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Dalam Diskusi Online bertajuk: "Sinergi SKK Migas dengan Masyarakat Guna Memperlancar Operasi dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat" yang diselenggarakan oleh Kaukus Muda Indonesia (KMI), Rabu, 3 Maret 2021, saya menyatakan bahwa daerah penghasil migas agar mendapatkan dana bagi hasil yang lebih besar. Sebab, terasa pembagiannya sangatlah jomplang.

UU Nomor 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Pasal 19 Ayat 2 dan 3, menyebutkan bahwa pemerintah daerah hanya mendapatkan 15 persen dari dana bagi hasil dari industri hulu migas. Dan dari persentase ini dibagi pada pemerintah propinsi 3 persen, sedangkan daerah penghasil hanya 6 persen dan kabupaten/kota dalam propinsi tersebut, juga mendapatkan 6 persen.

Sisanya, 85 persen merupakan bagian dari pemerintah pusat. Dana bagi hasil ini dialokasikan untuk belanja kesejahteraan rakyat. Kendati pendapatan sektor migas sekarang ini tidak bisa memenuhi kebutuhan belanja ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani, mengatakan bahwa pendapatan sektor migas pada 2020 mengalami penurunan dari Rp 109,5 triliun menjadi Rp 72,9 triliun. Sedangkan belanja kesejahteraan sosial jauh di atas jumlah tersebut.

Pada APBN 2020, alokasi pendidikan Rp 508,1 triliun, kesehatan Rp 212 triliun, perumahan Rp 17,94 triliun, informasi dan komunikasi Rp 5,6 triliun, kependudukan dan Keluarga Berencana Rp 2,38 triliun, dan lain sebagainya.

Namun demikian, atas nama keadilan, jelas dana bagi hasil pemerintah daerah terlalu kecil. Dengan semangat otonomi daerah, sudah waktunya porsi pemerintah daerah ditingkatkan. Semua dikandung maksud untuk meningkatkan kemandirian, kesejahteraan dan kemakmuran daerah.

Otonomi daerah merupakan salah satu amanah reformasi. Pemerintah pusat terasa "setengah hati" dalam menata otonomi. Padahal semangatnya untuk pemerataan ekonomi, percepatan pembangunan daerah dan mencegah separatisme.

Setelah 20 tahun lebih, otonomi daerah, belum ada satu pun daerah yang benar-benar otonom. Malah trend sentralisasi semakin kuat. Pemerintah daerah tak punya otonomi kebijakan dan anggaran sendiri. Semua "diatur" dengan detail dan rigid oleh pemerintah pusat.

Tak bisa terlalu banyak diharapkan, otonomi daerah efektif mewujudkan kesejahteraan rakyat, tatkala sumber pendapatan daerah sangat kecil. Pemerintah daerah sendiri gagal meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) yang selalu lebih kecil daripada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Oleh karena itu, revisi UU Perimbangan Keuangan mutlak, apalagi SKK Migas sedang mengenjot produksi migas nasional meningkat menjadi 1 juta barel per hari. Terutama dalam meningkatkan investasi migas di Tanah Air. Wabilkhusus dalam mengembangkan industri hulu migas baru.

Cadangan minyak bumi Indonesia 783 biliun barel yang terkandung pada 128 cekungan. Sementara yang dieksplorasi, eksploitasi dan diproduksi hanya 50 cekungan. Ada 1440 sumur minyak yang aktif ditambang dari 13 ribu sumur yang ada.  Per Juni 2020, produksi minyak nasional hanya dapat memproduksi 720 ribu barel per hari.

Sementara itu, kebutuhan energi nasional meningkat, bersamaan dengan peningkatan pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya beli masyarakat. Sekarang sudah menyentuh 2,3 juta barel per hari. Ini artinya, energi nasional bergantung pada pasokan energi dunia. Tak kurang dari 1,58 juta barel per hari.

Indonesia hari ini bukan negara eksportir minyak layaknya anggota OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries), tapi sejak 2002 sudah menjadi negara importir minyak. Walau Indonesia masih tetap tercatat sebagai produsen minyak ke-24. Sayang, produksi industri hulu migas di bawah 825 ribu barel per hari meski berpotensi produksi di atas 12,7 juta barel per hari laksana Amerika Serikat yang tebus 12,6  juta barel per hari.

Dalam konteks ini, penemuan cadangan minyak di Lepas Pantai Jawa Timur di North Madura II oleh Petronas, dan eksplorasi Janu Tuban oleh Pertamina dan Rosneft, untuk menegoisasi ulang dana bagi hasil minyak bumi dengan pemerintah pusat. 

Pemerintah propinsi Jawa Timur semestinya mengambil inisiasi bersama dengan Kabupaten Sumenep dan Tuban untuk mendorong  revisi UU Perimbangan Keuangan, demi peningkatan kesejahteraan rakyat Jawa Timur itu sendiri. Masyarakat lokal pun tak cukup dengan program CSR (Corporate Social Responsibility) tanpa konsesi program kesejahteraan rakyat yang lebih. 

***

*) Oleh: Moch Eksan, Pendiri Eksan Institute.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Mulai Hari Ini Polres Ponorogo Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2021
    Mulai Hari Ini Polres Ponorogo Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2021
    12/04/2021 - 12:34
  • Pemkab Majalengka Beberkan Langkah Antisipasi Kerumunan Ngabuburit Ramadan
    Pemkab Majalengka Beberkan Langkah Antisipasi Kerumunan Ngabuburit Ramadan
    12/04/2021 - 12:30
  • Polda Jatim Musnahkan Ratusan Kilogram Narkotika
    Polda Jatim Musnahkan Ratusan Kilogram Narkotika
    12/04/2021 - 12:27
  • Ibis Styles Malang Suguhkan Paket Buka Puasa Khas Nusantara
    Ibis Styles Malang Suguhkan Paket Buka Puasa Khas Nusantara
    12/04/2021 - 12:22
  • Sehari Jelang Ramadan, Harga Barito di Pasar CBD Morotai Stabil
    Sehari Jelang Ramadan, Harga Barito di Pasar CBD Morotai Stabil
    12/04/2021 - 12:19

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Catatan Egy Massadiah Mengawal Kepala BNPB Doni Monardo: Gas Poll demi Penanganan Bencana
    Catatan Egy Massadiah Mengawal Kepala BNPB Doni Monardo: Gas Poll demi Penanganan Bencana
    12/04/2021 - 09:38
  • Hobi Menulis itu Keren!, Tentang “Gerakan Pelajar Menulis”
    Hobi Menulis itu Keren!, Tentang “Gerakan Pelajar Menulis”
    12/04/2021 - 09:14
  • Ngopi Pagi: Taubat
    Ngopi Pagi: Taubat
    12/04/2021 - 08:47
  • Terorisme dan Politik Global (3)
    Terorisme dan Politik Global (3)
    12/04/2021 - 06:00
  • Kurikulum Darurat Menuntut Kreatifitas di Masa PJJ
    Kurikulum Darurat Menuntut Kreatifitas di Masa PJJ
    11/04/2021 - 14:15
  • Interaksi Intepretasi Ilmu Informasi
    Interaksi Intepretasi Ilmu Informasi
    11/04/2021 - 11:34
  • Pendangkalan Politik Perempuan Dalam Terorisme
    Pendangkalan Politik Perempuan Dalam Terorisme
    11/04/2021 - 10:31
  • Ngopi Pagi: Ramadan
    Ngopi Pagi: Ramadan
    11/04/2021 - 08:13

KULINER

  • Kuliner Keliling Dunia Selama Ramadan di JW Marriott Hotel Surabaya
    Kuliner Keliling Dunia Selama Ramadan di JW Marriott Hotel Surabaya
    10/04/2021 - 22:39
  • Warung Mak Yar Ngawi, Spesialis Ayam Goreng Jawa
    Warung Mak Yar Ngawi, Spesialis Ayam Goreng Jawa
    10/04/2021 - 16:16
  • Menikmati Siomay Ikan Tenggiri nan Mak Nyus di Kota Batu
    Menikmati Siomay Ikan Tenggiri nan Mak Nyus di Kota Batu
    10/04/2021 - 10:08
  • Bukan Mie Biasa, Ini Cwie Mie di Malang yang Enak Dicoba
    Bukan Mie Biasa, Ini Cwie Mie di Malang yang Enak Dicoba
    10/04/2021 - 03:28
  • Praktis, Resep Asli Sambel Pecel Khas Blitar Anti Kolesterol
    Praktis, Resep Asli Sambel Pecel Khas Blitar Anti Kolesterol
    09/04/2021 - 12:52
  • Diving Header Edinson Cavani Warnai Kemenangan MU Atas Tottenham
    Diving Header Edinson Cavani Warnai Kemenangan MU Atas Tottenham
    12/04/2021 - 00:27
  • Militer Malaysia Nekat Pakai Sukhoi Ikut AS Terbang di Muka Indonesia
    Militer Malaysia Nekat Pakai Sukhoi Ikut AS Terbang di Muka Indonesia
    12/04/2021 - 08:11
  • Ini Sosok Pasukan Khusus Mata Tajam Penjaga Nyawa Letjen TNI Prabowo
    Ini Sosok Pasukan Khusus Mata Tajam Penjaga Nyawa Letjen TNI Prabowo
    12/04/2021 - 06:10
  • Ole Gunnar Solskjaer: Sikap Son Heung-min Memalukan
    Ole Gunnar Solskjaer: Sikap Son Heung-min Memalukan
    12/04/2021 - 05:42
  • 5 Merek Ponsel yang Tidur Abadi, LG Tidak Sendirian
    5 Merek Ponsel yang Tidur Abadi, LG Tidak Sendirian
    12/04/2021 - 09:12