Kopi TIMES

Perempuan Berdikari di Tengah Pandemi

Senin, 08 Maret 2021 - 07:48 | 29.12k
Perempuan Berdikari di Tengah Pandemi
Dr. Tantri Bararoh
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Peringatan Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day) jatuh setiap 8 Maret. Hari yang menjadi momentum bagi perempuan seluruh dunia untuk merayakan pencapaian, mulai dari aspek politik hingga sosial, dengan misi utama untuk menyuarakan kesehataran gender. Perayaan hari perempuan internasional sendiri bermula pada 1905, ketika 15.000 perempuan melakukan aksi masa di New York, Amerika Serikat untuk menyuarakan haknya terkait dengan peningkatan standar upah dan pemangkasan jam kerja. Tanggal 8 Maret kemudian diakui keberadaannya oleh Perserikatan Bangsa-bangsa pada 1975.

Pada tahun 2021 ini, ketika pandemi Covid-19 masih menghadirkan ketakutan dan kepanikan yang menguras emosi, tentunya akan berimbas pada peningkatan kerentanan dan marginalisasi terhadap perempuan. Terdapat enam sektor yang terdampak pandemi covid-19 yaitu penyedia akomodasi, makanan dan minuman, perdagangan, transportasi, konstruksi, jasa, dan industri pengolangan. Empat sektor diantara enam sektor tersebut didominasi oleh perempuan dengan mayoritas berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah dengan tingkat pendidikan umumnya paling tinggi Sekolah Menengah Atas (SMA) diantaranya penyedia akomodasi, makanan, dan minuman sebesar 58,2%, jasa sebesar 53,6%, perdagangan sebesar 49%, dan industri pengolahan sebesar 43,1% (SMERU Research Institute, 2020).

Sementara pada tenaga kesehatan, berdasarkan pemaparan dari Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, memperlihatkan bahwa perempuan merupakan ujung tombak dalam percepatan penanganan Covid-19. Data total perawat Kesehatan Covid-19 di Indonesia, 71% adalah perempuan dan hanya 29% laki-laki, angka ini tidak jauh berbeda dengan tenaga Kesehatan global yang menurut WHO, 70% adalah perempuan dan 30% laki-laki. Fenomena dominasi pekerja kesehatan perempuan tersebut, yang umumnya berada pada level bawah dengan pendapatan rentan secara tidak langsung menunjukkan jika perempuan memiliki keterbatasan dalam kesempatan kerja dan ekonomi. Ditambah lagi, pekerjaan itu memaksa mereka untuk berada di garis depan dalam penanganan Covid-19 tersebut.

Di samping itu, beban perempuan juga semakin bertambah karena pekerjaan domestik rumah tangga, pengasuhan anak, pendampingan proses pembelajaran jarak jauh bagi anak, perawatan orang tua, perawatan anggota keluarga dan lainnya dibebankan kepada perempuan. Kondisi rentan pada perempuan tersebut menunjukkan adanya gender inequality dan berimplikasi terhadap Kesehatan fisik dan mental perempuan, pemberian edukasi pada anak dengan risiko kerentanan penyakit yang semakin tinggi, perlindungan diri saat berbelanja di pasar untuk pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, dan lain sebagainya.  

Krisis pandemi Covid-19 juga telah menempatkan perempuan yang kondisi sebelum krisis sudah insecure dan kini semakin tertekan oleh beberapa faktor, misalnya supply bahan pangan, cekikan kebutuhan ekonomi, dan keadaan perekonomian rumah tangga yang semakin memburuk. Selanjutnya, kebijakan belajar jarak jauh melalui daring dari rumah bagi anak yang berimplikasi pada pelimpahan tugas guru kepada orang tua, khususnya kepada perempuan sebagai sosok ibu. Hal ini tentu saja memberikan beban tersendiri bagi perempuan, terlebih jika sekolah tidak memberikan panduan yang jelas dan rinci terkait mekanisme proses belajar. Apalagi ketika kondisi perekonomian rumah tangga menjadi lebih buruk selama pandemi, sehingga akses dan penggunaan terhadap teknologi informasi atau internet sebagai media pembelajaran daring menjadi kian terbatas.

Membangun Jejaring Solidaritas Antar Perempuan

Kesadaran untuk bergerak bersama menghadapi krisis telah memunculkan aksi koletif untuk membangun jejaring solidaritas antar perempuan. Sense of community sebagai pemicu memiliki peran yang dominan pada kondisi krisis akibat pandemi yang nantinya akan berkontribusi terhadap penguatan ikatan sosial. Misalnya saja dalam peningkatan kapasitas perempuan, jejaring sosial yang dibangun dengan mengadakan berbagai diskusi online atau webinar dengan berbagai tema yang dianggap mampu meminimalisasi risiko kerentanan perempuan akibat pandemi Covid-19.

Tema-tema yang bisa diambil dalam webiar tentunya berkaitan dengan bagaimana mengupayakan perempuan untuk bisa berdikari di tengah pandemi, misalnya mengelola bisnis di masa pandemi sebagai upaya pemberdayaan ekonomi bagi perempuan, mengelolaan mental melalui menulis untuk pengelolaan kesehatan bagi perempuan, dpertolongan psikologis pertama pada orang terdekat sebagai upaya penguatan perempuan terhadap risiko kekerasan, dan lain sebagainya. Tema-tema ini sebagai upaya awal dalam membangkitkan kesadaran untuk menggerakkan perempuan dalam gerakan membangun solidaritas perempuan.

Ketika sebelumnya pandangan masyarakat khususnya masyarakat urban di dominasi oleh kapitalisme dan individualisme, adanya krisis dengan membangun solidaritas akan beralih ke voluterisme dan kolektivisme. Proses perubahan yang diharapkan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran bersama, dengan latar belakang yang berbeda, mereka berinteraksi satu sama lain dan mengesampingkan kepentingan pribadi yang berujung pada rasa saling membantu, dan bersolidaritas sebagai kekuatan baru menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19.

Solidaritas juga menjadi ruang bertahan dan bahkan menyelematkan diri dari kirisis ini. Ada ikatan kasat mata di antara anggotanya tanpa mengharapkan imbalan. Pada titik ini, kebersamaan yang muncul menumbuhkan perasaan senasib yang kemudian mereka merasa menjadi bagian dari sebuah masyarakat. Hal inilah yang kedepannya dapat menjadi strategi penguatan kapasitas perempuan dalam menghadapi krisis untuk menjadi perempuan berdikari.

Selain membangun solidaritas di antara perempuan, kebijakan yang diambil oleh pemerintah yang dapat dikembangkan guna memberikan jaminan keamanan dan kesejahteraan bagi perempuan terdapat beberapa hal pokok. Pertama, penyediaan layanan konseling bagi perempuan. Hal ini merupakan bagian dari upaya mendukung kesehatan mental perempuan dengan mengurangi tekanan-tekanan hidup yang dialaminya selama krisis Covid-19. Kedua, meningkatkan kapasitas dan kesempatan kerja bagi perempuan dengan memberdayakan pekerja perempuan dengan keterampilan rendah melalui pelatihan berkelanjutan.

Ketiga, memberikan perhatian khusus pada sektor informal seperti UMKM yang mampu menyerap tenaga kerja perempuan agar para perempuan menjadi berdikari dan mengurangi angka pengangguran akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Keempat, dengan fokus pada pembangunan berbasis responsif gender yang memungkinkan untuk membangun resiliensi dalam masyarakat di kala pandemi dengan memusatkan pada kesehatan dan kesejahteraan individu, khususnya bagi perempuan. Kelima, membangun kesadaran di masyarakat bahwa setiap orang dapat menolong sesama yang membutuhkan, khususnya berbagi kepada kelompok rentan dan perempuan.

*) Penulis Dr. Tantri Bararoh

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Berbuka Puasa dengan Olahan Teh Premium di Bird Tea Gallery
    Berbuka Puasa dengan Olahan Teh Premium di Bird Tea Gallery
    15/04/2021 - 06:21
  • Nikah saat Pandemi? Aruna Senggigi Lombok Tawarkan Paket Pernikahan Lengkap dengan Prokes
    Nikah saat Pandemi? Aruna Senggigi Lombok Tawarkan Paket Pernikahan Lengkap dengan Prokes
    15/04/2021 - 05:45
  • Get an Authentic Taste of Moringa Tea with Teh Daun Kelor Sinona
    Get an Authentic Taste of Moringa Tea with Teh Daun Kelor Sinona
    15/04/2021 - 05:02
  • Buka Puasa 200 Item Menu Sepuasnya Hanya 98 Ribu di Harper Malioboro Yogyakarta
    Buka Puasa 200 Item Menu Sepuasnya Hanya 98 Ribu di Harper Malioboro Yogyakarta
    15/04/2021 - 04:41
  • Bingkisan Idul Fitri Eksklusif dengan Harga Menarik dari Swiss-Belhotel Mangga Besar Jakarta
    Bingkisan Idul Fitri Eksklusif dengan Harga Menarik dari Swiss-Belhotel Mangga Besar Jakarta
    15/04/2021 - 03:31

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Membangun Wajah Baru Pendidikan di Bulan Ramadan
    Membangun Wajah Baru Pendidikan di Bulan Ramadan
    15/04/2021 - 00:36
  • Politik Corona atau Corona kena Politik
    Politik Corona atau Corona kena Politik
    14/04/2021 - 15:49
  • Pekerja Tanpa Jaminan Sosial, Taspen-Asabri Wajib Melebur BPJS Ketenagakerjaan
    Pekerja Tanpa Jaminan Sosial, Taspen-Asabri Wajib Melebur BPJS Ketenagakerjaan
    14/04/2021 - 14:21
  • “Profesi” Demagogisme
    “Profesi” Demagogisme
    14/04/2021 - 13:59
  • Kolaborasi Kunci Tri Dharma Perguruan Tinggi
    Kolaborasi Kunci Tri Dharma Perguruan Tinggi
    14/04/2021 - 13:51
  • Guru dan Tantangan Mengajar Kelas Beragam
    Guru dan Tantangan Mengajar Kelas Beragam
    14/04/2021 - 13:19
  • Ada Asesmen Literasi, Bekali Siswa Teknik Baca
    Ada Asesmen Literasi, Bekali Siswa Teknik Baca
    14/04/2021 - 12:54
  • Ngopi Pagi: Puasa
    Ngopi Pagi: Puasa
    14/04/2021 - 07:33

KULINER

  • Berbuka Puasa dengan Olahan Teh Premium di Bird Tea Gallery
    Berbuka Puasa dengan Olahan Teh Premium di Bird Tea Gallery
    15/04/2021 - 06:21
  • Nasi Lemang Khas Nusantara Masih Dipertahankan Warga Kampung Pangandaran
    Nasi Lemang Khas Nusantara Masih Dipertahankan Warga Kampung Pangandaran
    14/04/2021 - 21:12
  • Spot Favorit Ngabuburit Sambil Berburu Takjil di Surabaya
    Spot Favorit Ngabuburit Sambil Berburu Takjil di Surabaya
    14/04/2021 - 17:06
  • Menu Buka Puasa Lezat dan Mewah Insignia Cafe & Resto Banyuwangi
    Menu Buka Puasa Lezat dan Mewah Insignia Cafe & Resto Banyuwangi
    14/04/2021 - 15:24
  • Cara Membuat Strawberry Korean Bingsoo, Minuman Segar untuk Buka Puasa
    Cara Membuat Strawberry Korean Bingsoo, Minuman Segar untuk Buka Puasa
    14/04/2021 - 13:02