Peristiwa Daerah

Warga Desa Onohondrö di Nias Selatan Gembira Desanya akan Dijadikan Desa Wisata

Rabu, 03 Maret 2021 - 19:19 | 10.86k
Warga Desa Onohondrö di Nias Selatan Gembira Desanya akan Dijadikan Desa Wisata
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Sumatera Utara Drs. Penyabar Nakhe bersama tim usai dialog reses di Desa Onohondrö, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Senin (22/2/2021) (FOTO: Penyabar Nakhe for TIMES Indonesia)
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, NIAS SELATAN – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Sumatera Utara Drs. Penyabar Nakhe, mengatakan bahwa dia telah mengusulkan penganggaran dari Pemerintah Provinsi untuk perawatan rumah adat yang ada di Desa Onohondrö, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan sebagai salah satu upaya untuk menjadikan desa ini sebagai desa wisata.

"Anggaran tersebut untuk merawat peninggalan sejarah dan budaya di Desa Onohondrö agar tidak hilang," kata Penyabar Nakhe dalam keterangan resminya, Rabu (3/3/2021).

Dalam kunjungan reses pada Senin (22/2/2021) yang didampingi Perkumpulan HIDORA (Hiduplah Indonesia Raya) dan konsultan sekaligus praktisi pariwisata dari Banyuwangi Jawa Timur itu, Penyabar Nakhe bertekad untuk mengawal program pengembangan wisata desa di desa ini. 

Air Terjun ZumaliAir Terjun Zumali di Desa Onohondrö, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan (FOTO: Penyabar Nakhe for TIMES Indonesia) 

Dia juga menampung aspirasi warga, seperti pembangunan gereja, perbaikan sarana pendidikan di desa dan tidak adanya jaringan komunikasi yang sangat diperlukan oleh warga, terutama untuk anak sekolah yang menerapkan sistem daring. Penyabar Nakhe berjanji akan membawa aspirasi warga Desa Onohondrö ke Sidang Paripurna. 

Dalam kesempatan itu, Temaziso Hondrö, Kepala Desa Onohondrö mengatakan selama ini desanya kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Listrik saja baru masuk ke Desa Onohondrö pada tahun 2018 lalu. Aksesibilitas jalan ke Desa baru dibuat pada tahun 2020. 

"Air Terjun Zumali yang ada di desa ini, airnya ditampung di semacam telaga, sehari-harinya warga desa mengambil air di sana untuk air minum. Hal ini memerlukan dukungan dari Pemerintah Kabupaten/Provinsi agar nantinya ada program untuk bisa mendistribusikan air ke desa," kata Temaziso berharap.

Rumah Raja Nias SelatanRumah raja terbesar kedua (Omo Sebua) di Nias Selatan yang sudah berusia sekitar 400 tahun di Desa Onohondrö, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan (FOTO: Penyabar Nakhe for TIMES Indonesia)

Senada dengan kepala desa, Yohanes Hondrö, Si Ulu Si Ila (tokoh adat) mengungkap bahwa Desa Onohondrö memang tidak besar. Namun di desa ini memiliki kekayaan berupa 24 rumah adat, termasuk sebuah rumah raja terbesar kedua (Omo Sebua) di Nias Selatan. 

"Diperkirakan berusia sekitar 400 tahun, yang sebenarnya indah tapi mengalami kerapuhan di sana-sini karena dimakan usia. Di dalam rumah raja tersebut masih bisa dijumpai tempat untuk penghakiman bagi warga yang memiliki kesalahan," ungkap Yohanes Hondrö yang juga keturunan langsung Marga Hondrö itu.

Ketua Perkumpulan HIDORA, Tri Andri Marjanto, yang juga konsultan perencanaan pengembangan pariwisata dan pemberdayaan masyarakat dari Banyuwangi, Jawa Timur sangat antusias dengan potensi budaya yang masih terjaga, dan alam yang indah yang dimiliki Desa Onohondrö.

Tri Andri menjelaskan bahwa HIDORA adalah lembaga yang bergerak dalam bidang pemberdayaan dan pendampingan masyarakat dalam mengembangkan wisata desa, dengan tujuan utama untuk melestarikan budaya dan mengkonservasi alam serta lingkungan hidup. 

"Kepariwisataan akan cepat berkembang apabila dikuatkan dengan adanya isu budaya dan isu lingkungan hidup. Kedua isu ini sangat menarik bagi segmen pariwisata internasional, dan tentunya berpotensi untuk mendapat dukungan dari pemerintah," katanya. 

Berdasarkan pengalaman HIDORA dalam mengembangkan berbagai desa wisata di Indonesia, program wisata desa terbukti cukup berhasil untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, karena masyarakat menjadi subjek yang terlibat langsung dalam setiap kegiatan desa wisata, termasuk di berbagai bisnis turunan desa wisata seperti UMKM, yang membuat produk-produk lokal yang akan menjadi ciri khas desa, serta dalam pengembangan jasa wisata.

Suasana Desa OnohondröSuasana Desa Onohondrö, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan (FOTO: Penyabar Nakhe for TIMES Indonesia)

Untuk bisa menjadi desa wisata, sangat diperlukan kekompakan antara masyarakat, Pemdes, BPD, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Setelah kekompakan terjalin di desa, maka harus dibangun koneksi, kolaborasi, sinergi dan integrasi antara desa, Pemkot/Pembkab, Pemprov, Pemerintah Pusat, dan berbagai stakeholder terkait, untuk memajukan dan memasarkan desa wisata. 

"Pembentukan desa wisata di Desa Onohondrö bisa dilakukan dalam waktu cepat, tetapi tetap membutuhkan waktu 2-3 tahun untuk bisa dirasakan hasilnya berupa peningkatan ekonomi masyarakat desa," ucapnya. (*)



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Seri Lawan Betis, Atletico Madrid Rebut Kembali Puncak Klasemen
    Seri Lawan Betis, Atletico Madrid Rebut Kembali Puncak Klasemen
    12/04/2021 - 13:00
  • Gelar Body Contest Hingga Zumba Party untuk Obat Rindu Binaragawan dan Peduli Sesama
    Gelar Body Contest Hingga Zumba Party untuk Obat Rindu Binaragawan dan Peduli Sesama
    12/04/2021 - 12:57
  • Selama Operasi Pekat, Polres Tuban Ungkap 121 Kasus
    Selama Operasi Pekat, Polres Tuban Ungkap 121 Kasus
    12/04/2021 - 12:52
  • Persiapan dan Informasi Lengkap Seputar UTBK-SBMPTN 2021
    Persiapan dan Informasi Lengkap Seputar UTBK-SBMPTN 2021
    12/04/2021 - 12:46
  • TK ABA Sidoluhur Godean Sleman Mulai Bangun Gedung Baru
    TK ABA Sidoluhur Godean Sleman Mulai Bangun Gedung Baru
    12/04/2021 - 12:41

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Catatan Egy Massadiah Mengawal Kepala BNPB Doni Monardo: Gas Poll demi Penanganan Bencana
    Catatan Egy Massadiah Mengawal Kepala BNPB Doni Monardo: Gas Poll demi Penanganan Bencana
    12/04/2021 - 09:38
  • Hobi Menulis itu Keren!, Tentang “Gerakan Pelajar Menulis”
    Hobi Menulis itu Keren!, Tentang “Gerakan Pelajar Menulis”
    12/04/2021 - 09:14
  • Ngopi Pagi: Taubat
    Ngopi Pagi: Taubat
    12/04/2021 - 08:47
  • Terorisme dan Politik Global (3)
    Terorisme dan Politik Global (3)
    12/04/2021 - 06:00
  • Kurikulum Darurat Menuntut Kreatifitas di Masa PJJ
    Kurikulum Darurat Menuntut Kreatifitas di Masa PJJ
    11/04/2021 - 14:15
  • Interaksi Intepretasi Ilmu Informasi
    Interaksi Intepretasi Ilmu Informasi
    11/04/2021 - 11:34
  • Pendangkalan Politik Perempuan Dalam Terorisme
    Pendangkalan Politik Perempuan Dalam Terorisme
    11/04/2021 - 10:31
  • Ngopi Pagi: Ramadan
    Ngopi Pagi: Ramadan
    11/04/2021 - 08:13

KULINER

  • Kuliner Keliling Dunia Selama Ramadan di JW Marriott Hotel Surabaya
    Kuliner Keliling Dunia Selama Ramadan di JW Marriott Hotel Surabaya
    10/04/2021 - 22:39
  • Warung Mak Yar Ngawi, Spesialis Ayam Goreng Jawa
    Warung Mak Yar Ngawi, Spesialis Ayam Goreng Jawa
    10/04/2021 - 16:16
  • Menikmati Siomay Ikan Tenggiri nan Mak Nyus di Kota Batu
    Menikmati Siomay Ikan Tenggiri nan Mak Nyus di Kota Batu
    10/04/2021 - 10:08
  • Bukan Mie Biasa, Ini Cwie Mie di Malang yang Enak Dicoba
    Bukan Mie Biasa, Ini Cwie Mie di Malang yang Enak Dicoba
    10/04/2021 - 03:28
  • Praktis, Resep Asli Sambel Pecel Khas Blitar Anti Kolesterol
    Praktis, Resep Asli Sambel Pecel Khas Blitar Anti Kolesterol
    09/04/2021 - 12:52
  • Diving Header Edinson Cavani Warnai Kemenangan MU Atas Tottenham
    Diving Header Edinson Cavani Warnai Kemenangan MU Atas Tottenham
    12/04/2021 - 00:27
  • Militer Malaysia Nekat Pakai Sukhoi Ikut AS Terbang di Muka Indonesia
    Militer Malaysia Nekat Pakai Sukhoi Ikut AS Terbang di Muka Indonesia
    12/04/2021 - 08:11
  • Ini Sosok Pasukan Khusus Mata Tajam Penjaga Nyawa Letjen TNI Prabowo
    Ini Sosok Pasukan Khusus Mata Tajam Penjaga Nyawa Letjen TNI Prabowo
    12/04/2021 - 06:10
  • Ole Gunnar Solskjaer: Sikap Son Heung-min Memalukan
    Ole Gunnar Solskjaer: Sikap Son Heung-min Memalukan
    12/04/2021 - 05:42
  • 5 Merek Ponsel yang Tidur Abadi, LG Tidak Sendirian
    5 Merek Ponsel yang Tidur Abadi, LG Tidak Sendirian
    12/04/2021 - 09:12