Tekno

Soal Polisi Virtual, Begini Pertimbangan Pakar Komunikasi Unesa

Rabu, 03 Maret 2021 - 16:06 | 15.64k
Soal Polisi Virtual, Begini Pertimbangan Pakar Komunikasi Unesa
Ilustrasi - Polisi Virtual (FOTO: Freepik.com)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo telah mengeluarkan Surat Edaran nomor SE/2/11/2021 tentang Polisi Virtual yang berlaku sejak pekan lalu.

Polisi Virtual bertugas untuk mengingatkan warganet ketika mengunggah konten yang berpotensi melanggar UU ITE (Undang-undang Informasi Teknologi Elektronik).

Polisi Virtual ini menuai pro kontra dari masyarakat, mengingat Polisi Virtual dinilai akan membatasi kebebasan berpedapat.

Lalu, apa kata pakar komunikasi tentang Polisi Virtual ini?

Polisi-Virtual-2.jpgPakar Ilmu Komunikasi dan Literasi Media, Unesa, Putri Asyiyah (FOTO: Putri Asyiayah)

Pakar Ilmu Komunikasi dan Literasi Media dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Putri Asyiyah mengatakan bahwa keberadaan Polisi Vitual cukup mengagetkan. Menurutnya selama ini, tidak ada di dalam benak masyakat Indonesia bahwa pengawasan terhadap dunia maya akan sekongkrit seperti ini.

"Maksud saya ketika Polisi Virtual itu hadir itu kan tidak hanya sekedar upaya untuk mengedukasi kepada masyarakat, tetapi pemerintah sudah bergerak lebih jauh bahwa ada tindakan hukum tegas bagi masyarakat atau netizen yang lantas melakukan pelanggaran diranah virtual," ujar Putri, Rabu (3/3/2021).

Apalagi, lanjut Putri, bagi mereka yang tiba-tiba mendapatkan surat peringatan dari Polisi Virtual tentang konten yang diunggah. Menurutnya yang membuat skeptis bahkan cenderung menolak keberadaan polisi virtual ini karena pertama, kurangnya sosialisasi tentang apa dan bagaimana Polisi Virtual itu. Kedua, terkait dengan batasan dari manakah konten-konten yang dianggap bermasalah.

"Karena kalau indikator ini tidak ditentukan secara jelas, pasti akan menimbulkan permasalah di masyarakat, ada konten yang mungkin kita melihatnya, sebenarnya aman-aman saja itu bagian dari ekspresi dari pendapat opini, ide," tuturnya.

Harusnya, diedukasikan terlebih dahulu kepada masyarakat tentang apa saja batasan ujaran kebencian dengan kebebasan menyampaikan pendapat, dan perbedaan hoaks dengan informasi.

"Saya yakin tidak semua masyarakat yang mempunyai akses kedunia maya paham betul apa yang dimaksud hoaks, disinformasi, fakenews dan juga hate speech," imbuh Putri.

Menurutnya, jika seluruh tindak tanduk warganet diawasi oleh Polisi Virtual juga kurang tepat. Karena nyaris mustahil, suluruh aktivitas dari semua warganet itu bisa terpantau. Yang ia tahu memang ada teknologi-teknologi khusus yang memang warganet menggunakan pencarian menggunakan kata kunci tertentu, lantas mereka menyaring unggahan dengan kata kunci, pengawasan Polisi Virtual akan ada disana, mereka akan bergerak berdasarkan isu.

"Itu sekali lagi adalah asumsi saya. Yang saya tau selama ini demikian. Sekali lagi bahwa kehadirian polisi virtual itu hal yang disatu sisi aparat disini perlu menjelaskan, perlu memberikan jaminan kepada warga negara. Mereka hadir bukan untuk melakukan teror ataupun represif kepada warganet. Mereka ada justru untuk melindungi kepentingan warganet," jelasnya.

Perspektif tersebut yang perlu ditekankan. Jika kehadiran Polisi Virtual adalah memberikan tekanan terhadap ujaran kebencian di dunia maya maka menurutnya hal tersebut akan memantik penolakan apabila tidak disertai indikator yang tegas. Tentu saja akan menjadi pasal karet yang bisa menjerat siapapun.

"Itu yang bagi saya penting. Itu yang dari sisi aparat. Lantas dari sisi masyarakat, saya rasa memang mulai saat ini harus belajar menyampaikan pendapat di dunia maya secara lebih baik dan strategis lagi. Artinya ada perubahan mindset yang harus dibangun," tutur Putri.

Ketika warganet sudah memahami tentang hal tersebut, warganet akan berhati-hati lagi dalam bersosial media. "Istilah yang memang secara nilai tidak pantas, saya rasa memang perlu pembelajaran panjang banyak pihak terkait hal ini," tutup Dosen Unesa ini terkait dengan Polisi Virtual.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Komisi II DPRD Bontang Minta Pupuk Kaltim Kembali Aktifkan Pedagang Pujasera Kopkar
    Komisi II DPRD Bontang Minta Pupuk Kaltim Kembali Aktifkan Pedagang Pujasera Kopkar
    13/04/2021 - 23:40
  • Jadwal Imsakiyah Kabupaten Ngawi 14 April 2021
    Jadwal Imsakiyah Kabupaten Ngawi 14 April 2021
    13/04/2021 - 23:33
  • PSG Tuntaskan Balas Dendam Atau Kembali Disingkirkan Bayern
    PSG Tuntaskan Balas Dendam Atau Kembali Disingkirkan Bayern
    13/04/2021 - 23:26
  • Jadwal Imsakiyah Kabupaten Probolinggo 14 April 2021
    Jadwal Imsakiyah Kabupaten Probolinggo 14 April 2021
    13/04/2021 - 23:12
  • Tee Jay Water Park, Best Place for Picnic in Tasikmalya
    Tee Jay Water Park, Best Place for Picnic in Tasikmalya
    13/04/2021 - 23:00

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Kesederhanaan Hidup dalam Ikatan Hak dan Kewajiban
    Kesederhanaan Hidup dalam Ikatan Hak dan Kewajiban
    13/04/2021 - 12:33
  • Program Satu Hari Tanpa Nasi Kab Malang
    Program Satu Hari Tanpa Nasi Kab Malang
    13/04/2021 - 10:08
  • Ngopi Pagi: Kemuliaan Ramadhan
    Ngopi Pagi: Kemuliaan Ramadhan
    13/04/2021 - 06:24
  • Terorisme dan Politik Global (4)
    Terorisme dan Politik Global (4)
    13/04/2021 - 06:00
  • Rendahnya Kemampuan Menulis Masyarakat Indonesia
    Rendahnya Kemampuan Menulis Masyarakat Indonesia
    12/04/2021 - 17:23
  • Melestarikan Folklor Melalui Peran Digital
    Melestarikan Folklor Melalui Peran Digital
    12/04/2021 - 16:33
  • Bersuka Cita Menyambut Bulan Suci Ramadan
    Bersuka Cita Menyambut Bulan Suci Ramadan
    12/04/2021 - 15:44
  • Gagasan Perubahan  Kelima UUD NRI 1945 Keinginan Elit Atau Rakyat?
    Gagasan Perubahan  Kelima UUD NRI 1945 Keinginan Elit Atau Rakyat?
    12/04/2021 - 14:26

KULINER

  • Ngabuburit Sambil Berburu Takjil di Alun-Alun Kota Banjar
    Ngabuburit Sambil Berburu Takjil di Alun-Alun Kota Banjar
    13/04/2021 - 22:23
  • Cocok untuk Teman Ngopi, Kue Kering Jahe My Husband Menyehatkan dan Menghangatkan Tubuh
    Cocok untuk Teman Ngopi, Kue Kering Jahe My Husband Menyehatkan dan Menghangatkan Tubuh
    13/04/2021 - 22:16
  • Bani Food Court Cafe dan Resto Luncurkan Aneka Menu Ramadan
    Bani Food Court Cafe dan Resto Luncurkan Aneka Menu Ramadan
    13/04/2021 - 15:43
  • Susu Sapi Murni Baik untuk Jantung, Ini Info Penting dari SuPiNi Madiun
    Susu Sapi Murni Baik untuk Jantung, Ini Info Penting dari SuPiNi Madiun
    13/04/2021 - 14:58
  • Lima Minuman Berbuka Puasa yang Menyegarkan dan Bervitamin
    Lima Minuman Berbuka Puasa yang Menyegarkan dan Bervitamin
    13/04/2021 - 14:49