Realisasi Program Kesehatan Melalui Layanan Posyandu Oleh Peserta KSM-Tematik Unisma Malang
Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa UNISMA dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu di Indonesia.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Malang – Unisma Malang tanpa terhalang kondisi yang belum stabil di masa pandemi melaksanakan kegiatan intrakurikuler yang merupakan salah satu kegiatan yang wajib ditempuh oleh mahasiswa.
Namun berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini pada tahun 2021 istilah KKN berganti menjadi KSM (Kandidat Sarjana Mengabdi) dengan harapan Mahasiswa UNISMA dapat menerapkan dan mengembangkan keilmuan yang dapat dimanfaatkan atau meng-edukasi masyarakat sasaran sebagai upaya penguatan kapasitas masyarakat ditengah masa pandemi yang sampai saat ini masih belum menemukan ujungnya.
"Unisma memilih menggunakan istilah Kandidat Sarjana Mengabdi karena pada diri mahasiswa pada semester akhir sesungguhnya sudah memiliki kualitas keilmuan yang memadai, wawasan yang lebih luas, pengalaman yang cukup, kepedulian yang luar biasa sehingga pada diri mereka memiliki tanggung jawab yang lebih besar ketika berada ditengah-tengah kehidupan masyarakat. Mahasiswa sudah dibekali dan dirancang bukan untuk merubah kebiasaan disuatu masyarakat atau bekerja sendiri namun mengembangkan dan bekerja bersama-sama dengan masyarakat," tutur Rektor Unisma Malang Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si pada acara Pelepasan KSM Tematik, Sabtu (30/01/2021)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa UNISMA dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu di Indonesia. Pelaksanaan kegiatan KSM biasanya berlangsung pada satu sampai dua bulan dan bertempat di daerah setingkat desa atau kelurahan.
Hingga hari ini, Hampir seluruh dunia dilanda permasalahan besar, yakni adanya pandemi Covid-19. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka seluruh dunia sedang gencar-gencarnya menyerukan tentang pentingnya menjaga kesehatan.
Hal ini berdampak pada segala sektor seperti perusahaan tidak luput juga sektor pendidikan diantaranya seperti kalangan universitas. Universitas-universitas tersebut turut berkontribusi nyata dengan berupaya membantu pemerintah dalam menghadapi pandemi.
Salah satu diantara universitas tersebut adalah UNISMA yang juga ikut berupaya dengan mewajibkan para mahasiswa KSM untuk mengikutsertakan program kesehatan ke dalam program kerjanya.
Salah satu upaya peserta KSM di desa Sukopuro Kec. Jabung Kab. Malang dalam kontribusi tersebut dengan cara membantu kegiatan Pos Pelayanan Keluarga Berencana Kesehatan Terpadu (POSYANDU). Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan swadaya dari masyarakat di bidang kesehatan dengan penanggung jawab kepala desa.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Mengingat pentingnya kesehatan dan tumbuh kembang balita, meskipun situasi dan kondisi masa pandemi yang terjadi akhir-akhir ini masih harus dihadapi, Posyandu tetap harus dilaksanakan secara rutin. Karena dengan mengikuti Posyandu, setiap balita mendapatkan vaksin dan imunisasi sesuai usia balita tersebut sehingga kesehatan termasuk pula tumbuh kembang mereka terpantau dengan baik.
Mahasiswa KSM Universitas Islam Malang berkesempatan untuk ikut serta membantu dalam kegiatan Posyandu, Kamis (04/02/2021) dan Sabtu (06/02/2021) dibeberapa titik yaitu puskesmas sekitar dan rumah salah satu Kader Posyandu.
Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KSM-T Unisma adalah menambah asupan gizi dan vitamin yang diperlukan oleh balita, memberikan penyuluhan tentang asupan gizi, cara pemberian ASI yang baik, mengenalkan PMT yang tepat serta meningkatkan peran masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Kegiatan Posyanduyang diikuti Mahasiswa KSM Ttersebut diadakan di Sukopuro dusun Jabung setiap satu bulan dua kali mulai pukul 08.00 WIB. Balita yang mengikuti Posyanduberjumlah sekitar 115 anak. Bidan yang bertugas adalah Ninik Wahyu selaku pelaksana di puskesmas dan terdapat beberapa kader Posyandu yang membantu dalam proses Posyandu.
Kegiatan Posyanduini diawali dengan Ibu dan anak datang ke tempat kemudian menyetorkan buku kesehatan dan berobat ibu dan anak sembari antri lalu penimbangan dan pengukuran tinggi bayi untuk mengetahui kesehatan serta tumbuh kembang bayi sampai pemberian vitamin A dan tidak ketinggalan PMT.
Ninik Wahyu menjelaskan Vitamin A berpengaruh untuk kesehatan mata juga penting untuk tumbuh kembang anak. Dosis yang diberikan berbeda menurut usia, 50 gr untuk usia 6 -11 bulan dan 100 gr untk usia 12 – 59gr. Hitungannya anak di umur 59 bulan sudah mendapatkan 8 kali pemberian vitamin, bila tidak hadir petugas akan langsung melakukan kunjungan rumah.
Di akhir kegiatan Bu Ninik Wahyu selaku pelaksana Posyandu juga memberikan kesan dan pesan terhadap program kesehatan yang di lakukan oleh mahasiswa Unisma Malang. "Terimakasih sudah dibantu, ditambah lagi ada kejutan PMT di Posyandu,” ungkapnya. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
*)Pewarta: Mahasiswa KSM Tematik Kelompok 1 Universitas Islam Malang (UNISMA)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

