Kopi TIMES

Memahami Perubahan Politik di Myanmar

Rabu, 03 Maret 2021 - 02:21 | 50.40k
Memahami Perubahan Politik di Myanmar
Mochammad Arfani Ihksan, Mahasiswa Hubungan Internasional, Universitas Airlangga
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Demokrasi Myanmar nampaknya tengah dihadapkan pada ujian besar. Pasalnya, Tatmadaw (Angkatan Bersenjata Militer Myanmar) yang dipimpin oleh Jenderal Min Aung Hlaing berhasil melakukan kudeta militer untuk menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi pada 1 Februari lalu setelah Partai Liga Demokrasi (NLD) yang dipimpinnya berhasil memenangkan pemilu. 

Aksi ini mendapatkan respons dari berbagai pihak internal maupun eksternal. Beberapa diantaranya yaitu aksi demonstrasi oleh warga Myanmar untuk menentang kudeta serta sejumlah negara dan organisasi internasional yang juga turut memberikan sanksi dalam permasalahan domestik Myanmar ini. Lantas bagaimana kita dapat memahami permasalahan ini?

Rezim Militer hingga Transisi Demokrasi di Myanmar

Sejak awal, Myanmar dikenal sebagai sebuah negara yang pemerintahannya dikuasai oleh kelompok militer. Hal ini tentu akan berdampak pada kondisi politik Myanmar sebagai pemerintahan atau rezim yang otoriter.

Pada awal kemerdekaan tahun 1948 hingga 1962, pemerintahan sipil masih memimpin Myanmar, namun setelah itu rezim militer terus menguasai pemerintahan selama beberapa dekade hingga tahun 2011. Sebanyak 31% alokasi pengeluaran digunakan untuk militer (Dewi, 2005). Wajar bila pengaruh orang-orang militer dapat dirasakan di berbagai bidang termasuk dalam politik Myanmar itu sendiri.

Pada November 2020, Myanmar mengadakan pemilu langsung yang dianggap sebagai pemilu demokratis kedua sejak negara keluar dari rezim militer pada 2011. Lebih dari 90 partai turut berpartisipasi dalam pemilihan dan 37 juta orang berhak memberikan hak suaranya, termasuk 5 juta pemilih pemula didalamnya.

Kemenangan Partai NLD pada pemillihan umum November 2020 mendapatkan atensi dari kelompok militer. Mereka menilai terjadi kecurangan pemilih yang meluas meski sudah dibantah oleh komisi pemilihan. Kondisi ini kemudian menjadi pemicu konfrontasi langsung antara pemerintah sipil dan militer. Sebelumnya Partai NLD juga memenangkan pemilu pada tahun 2015, namun saat itu konstitusi melarang Suu Kyi menjadi presiden. 

Aksi Demonstrasi dan Respon Negara Lain

Sebanyak ribuan massa yang terdiri dari berbagai kalangan seperti pegawai negeri sipil, dokter, guru, dan mahasiswa turun kejalan untuk menentang aksi kudeta militer tersebut. Tidak hanya itu, Amerika Serikat, Uni Eropa hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turut memberikan sanksi kepada aksi yang dilakukan junta militer tersebut. 

Dengan demikian, fenomena ini dapat dimaknai sebagai bentuk perlawanan mereka dalam melanjutkan demokratisasi yang terdapat di Myanmar.

Namun permasalahan ini menjadi makin parah karena beberapa negara mulai memberikan respons terutama sanksi kepada rezim militer Myanmar sehingga menjadikan isu ini sebagai isu internasional.

Pengaruh rezim militer di Myanmar selama beberapa dekade terakhir dapat dijadikan sebagai alasan utama mengapa kudeta militer berusaha untuk mengambil kembali kekuasaan karena demokratisasi yang terjadi dapat dianggap sebagai hal yang tidak perlu diterapkan di Myanmar.

***

*)Oleh: Mochammad Arfani Ihksan, Mahasiswa Hubungan Internasional, Universitas Airlangga.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Pertamina Bersama Pemkab Lembata Berikan Perhatian Khusus Harga di Lembaga Penyalur Tidak Resmi
    Pertamina Bersama Pemkab Lembata Berikan Perhatian Khusus Harga di Lembaga Penyalur Tidak Resmi
    14/04/2021 - 13:44
  • Valentino Simanjuntak Minta Akun Ini Bikin Tulisan dan Video Permintaan Maaf
    Valentino Simanjuntak Minta Akun Ini Bikin Tulisan dan Video Permintaan Maaf
    14/04/2021 - 13:21
  • Seorang Staff Kecamatan Duduksampeyan Gresik Diduga Jadi Oknum Calo PNS
    Seorang Staff Kecamatan Duduksampeyan Gresik Diduga Jadi Oknum Calo PNS
    14/04/2021 - 13:16
  • Jam Kerja ASN Pemkab Pangandaran Selama Ramadan Diubah
    Jam Kerja ASN Pemkab Pangandaran Selama Ramadan Diubah
    14/04/2021 - 13:09
  • Cara Membuat Strawberry Korean Bingsoo, Minuman Segar untuk Buka Puasa
    Cara Membuat Strawberry Korean Bingsoo, Minuman Segar untuk Buka Puasa
    14/04/2021 - 13:02

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ada Asesmen Literasi, Bekali Siswa Teknik Baca
    Ada Asesmen Literasi, Bekali Siswa Teknik Baca
    14/04/2021 - 12:54
  • Ngopi Pagi: Puasa
    Ngopi Pagi: Puasa
    14/04/2021 - 07:33
  • Kesederhanaan Hidup dalam Ikatan Hak dan Kewajiban
    Kesederhanaan Hidup dalam Ikatan Hak dan Kewajiban
    13/04/2021 - 12:33
  • Program Satu Hari Tanpa Nasi Kab Malang
    Program Satu Hari Tanpa Nasi Kab Malang
    13/04/2021 - 10:08
  • Ngopi Pagi: Kemuliaan Ramadhan
    Ngopi Pagi: Kemuliaan Ramadhan
    13/04/2021 - 06:24
  • Terorisme dan Politik Global (4)
    Terorisme dan Politik Global (4)
    13/04/2021 - 06:00
  • Rendahnya Kemampuan Menulis Masyarakat Indonesia
    Rendahnya Kemampuan Menulis Masyarakat Indonesia
    12/04/2021 - 17:23
  • Melestarikan Folklor Melalui Peran Digital
    Melestarikan Folklor Melalui Peran Digital
    12/04/2021 - 16:33

KULINER

  • Cara Membuat Strawberry Korean Bingsoo, Minuman Segar untuk Buka Puasa
    Cara Membuat Strawberry Korean Bingsoo, Minuman Segar untuk Buka Puasa
    14/04/2021 - 13:02
  • Empat Bumbu Dasar untuk Masak Praktis Saat Bulan Ramadan
    Empat Bumbu Dasar untuk Masak Praktis Saat Bulan Ramadan
    14/04/2021 - 11:39
  • Menu Simple Tanpa Repot untuk Sahur
    Menu Simple Tanpa Repot untuk Sahur
    14/04/2021 - 11:05
  • 4 Rekomendasi Jajanan Buka Puasa di Kawasan Sunan Ampel
    4 Rekomendasi Jajanan Buka Puasa di Kawasan Sunan Ampel
    14/04/2021 - 11:00
  • Ngabuburit Sambil Berburu Takjil di Alun-Alun Kota Banjar
    Ngabuburit Sambil Berburu Takjil di Alun-Alun Kota Banjar
    13/04/2021 - 22:23