Kopi TIMES

Revisi UU ITE,  Revisi Rasa Keadilan yang Terkoyak

Senin, 01 Maret 2021 - 20:31 | 29.78k
Revisi UU ITE,  Revisi Rasa Keadilan yang Terkoyak
E. Maznah Awiyah, Pegiat Literasi.
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, RIAU"Keadilan bukanlah sekedar tentang masalah kesalahan dan hukuman. Keadilan adalah mengenai lapisan humus dari ladang sebuah kebersamaan."

Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU  ITE) diwacanakan akan segera direvisi setelah Presiden Joko Widodo meminta agar implementasi UU tersebut menjunjung prinsip keadilan serta tetap mampu menjaga ruang digital Indonesia senantiasa bersih, sehat, beretika, penuh sopan santun, tata krama, dan juga produktif.

"Kalau UU ITE tidak bisa memberikan rasa keadilan maka saya akan minta kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk bersama-sama merevisi UU ini. Terutama untuk menghapus pasal-pasal karet yang mudah diinterpretasikan secara sepihak dan berpotensi multitafsir karena di sinilah hulunya. Revisi," kata Jokowi. Tempo.co (15/02/2021)

Revisi UU ITE

Sebetulnya wacana revisi ini bukan pertama kali ini saja bergulir. Pada 2016, DPR telah merevisi UU tersebut dengan mengesahkan UU Nomor 19 Tahun 2016 sebagai perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Akan tetapi revisi saat itu tidak serta merta menghapus pasal-pasal karet dan yang ada duplikasi hukum di dalamnya.

Bergulirnya kembali wacana merevisi UU ITE diharapkan dapat mencabut pasal-pasal bermasalah dalam UU ITE. Ada sembilan bermasalah dalam UU ITE. Pasal-pasal yang dinilai bermasalah itu adalah Pasal 26 Ayat (3), Pasal 27 Ayat (1), Pasal 27 Ayat (3), Pasal 28 Ayat (2), Pasal 29, Pasal 36, Pasal 40 Ayat (2a), Pasal 40 Ayat (2b), dan Pasal 45 Ayat (3).

Pakar hukum Universitas Hasanuddin Makassar, Juajir Sumardi meminta pemerintah mengikut sertakan keterlibatan publik dalam merevisi UU ITE.

"Dalam UU nomor 12 Tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan ada dicantumkan tentang partisipasi publik. Salah satunya bisa melibatkan pakar pakar hukum, bisa perguruan tinggi. Hal itu bisa dibahas secara bersama secara objektif dan transparan. Jangan hanya berdasarkan kepentingan," kata Juajir. Sindonews.com (23/2/2021)

Dalam membuat aturan hendaknya pemerintah harus mengedepankan aspek filosofis, sosiologis dan yuridisnya, sehingga UU ITE yang dikeluarkan mampu mengakomodir seluruh pemangku kepentingan terutama kepentingan publik. Publik adalah subyek utama yang auto akan menerima dampak dari implementasi UU ITE ini. 

Implementasi UU ITE

"Penjara bukanlah untuk orang-orang yang bersalah dibuktikan kesalahannya tetapi penjara adalah untuk orang-orang yang berkuasa membuktikan kekuasaannya."

UU ITE pada hakikat awalnya adalah untuk dijadikan sebagai landasan filosofis informasi teknologi (IT). Yaitu bagaimana menyelesaikan problem bisnis dan transaksi ekonomi yang menggunakan elektronik dan bukan untuk memenjarakan orang. 

Namun pada kenyataanya, justru UU ini menimbulkan berbagai persoalan dan membuat polarisasi di tengah kehidupan masyarakat. Dimanfaatkan sebagai "senjata" untuk memenjarakan yang berbeda pandangan, menangkap individu yang mengkritisi dan tak sehaluan serta melibas lawan politik yang selalu berbeda pemahaman. 

Revisi Rasa Keadilan yang Terkoyak

Presiden Joko Widodo meminta secara terbuka kepada publik untuk dikritik apabila dalam menjalankan tugas, pemerintah dalam hal ini tidak memenuhi aspek-aspek layanan publik. 

Sekilas, permintaan itu terkesan sederhana. Permintaan dari seorang pemimpin kepada rakyat yang dipimpinnya. Dimana dalam sistem demokrasi sekuler, rakyatlah yang telah memberikan mandat kepadanya untuk menjadi pemimpin. Dan pada dasarnya publik berharap agar pernyataan Presiden Jokowi di atas tidak sekadar retorika atau lip service.

Mengingat publik sepertinya sudah terlanjur kecewa dengan beberapa kasus hukum yang terjadi, yang mengusik rasa keadilan publik. Rasa keadilan publik terkoyak ketika keadilan tidak diletakkan pada porsi yang sepatutnya, hukum jadi tebang pilih. Lemah pada kawan dan garang pada lawan. Tajam ke bawah tapi tumpul keatas. 

Dalam Islam, kritik rakyat untuk penguasa adalah keniscayaan. Kritik adalah fitrah bagi penguasa untuk bermuhasabah dan memperbaiki kinerjanya. Islam tidak antikritik. Kritik dalam Islam terwujud dalam aktivitas dakwah amar makruf nahi mungkar. Yaitu menasihati dalam kebaikan, mengoreksi kebijakan penguasa, dan mencegah kezaliman dan kemungkaran.

Dari Tamim ad-Dari (diriwayatkan), bahwasanya Nabi Shalallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Agama adalah nasihat." Kami bertanya, "Kepada siapa?" Rasulullah menjawab, "Kepada Allah Subahanahu wa Ta'ala, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemimpin-pemimpin umat Islam, dan kaum awam mereka."  (HR Muslim)

Dengarkan ini: "Jika keadilan itu ada maka keadilan itu harus berlaku untuk semua dan tidak ada yang bisa dikecualikan. Tapi jika tidak, maka sesungguhnya itu tidak adil."  ( Paul Auster )

***

*)Oleh: E. Maznah Awiyah, Pegiat Literasi.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • BI Solo Dorong UMKM Batik Tembus Pasar Milenial dan Global
    BI Solo Dorong UMKM Batik Tembus Pasar Milenial dan Global
    15/04/2021 - 09:26
  • Kejari Pacitan Kejar Tersangka Lain Korupsi Perusda
    Kejari Pacitan Kejar Tersangka Lain Korupsi Perusda
    15/04/2021 - 09:13
  • Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Usul Dibentuk Satgas THR
    Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Usul Dibentuk Satgas THR
    15/04/2021 - 09:00
  • Semarak Ramadan, Yogyakarta Marriott Hotel Tawarkan Dua Tempat Berbuka Puasa
    Semarak Ramadan, Yogyakarta Marriott Hotel Tawarkan Dua Tempat Berbuka Puasa
    15/04/2021 - 08:44
  • Reshuffle Kabinet, Abdul Mukti Dinilai Layak Gantikan Nadiem Makarim
    Reshuffle Kabinet, Abdul Mukti Dinilai Layak Gantikan Nadiem Makarim
    15/04/2021 - 08:22

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Membangun Wajah Baru Pendidikan di Bulan Ramadan
    Membangun Wajah Baru Pendidikan di Bulan Ramadan
    15/04/2021 - 00:36
  • Politik Corona atau Corona kena Politik
    Politik Corona atau Corona kena Politik
    14/04/2021 - 15:49
  • Pekerja Tanpa Jaminan Sosial, Taspen-Asabri Wajib Melebur BPJS Ketenagakerjaan
    Pekerja Tanpa Jaminan Sosial, Taspen-Asabri Wajib Melebur BPJS Ketenagakerjaan
    14/04/2021 - 14:21
  • “Profesi” Demagogisme
    “Profesi” Demagogisme
    14/04/2021 - 13:59
  • Kolaborasi Kunci Tri Dharma Perguruan Tinggi
    Kolaborasi Kunci Tri Dharma Perguruan Tinggi
    14/04/2021 - 13:51
  • Guru dan Tantangan Mengajar Kelas Beragam
    Guru dan Tantangan Mengajar Kelas Beragam
    14/04/2021 - 13:19
  • Ada Asesmen Literasi, Bekali Siswa Teknik Baca
    Ada Asesmen Literasi, Bekali Siswa Teknik Baca
    14/04/2021 - 12:54
  • Ngopi Pagi: Puasa
    Ngopi Pagi: Puasa
    14/04/2021 - 07:33

KULINER

  • Berbuka Puasa dengan Olahan Teh Premium di Bird Tea Gallery
    Berbuka Puasa dengan Olahan Teh Premium di Bird Tea Gallery
    15/04/2021 - 06:21
  • Nasi Lemang Khas Nusantara Masih Dipertahankan Warga Kampung Pangandaran
    Nasi Lemang Khas Nusantara Masih Dipertahankan Warga Kampung Pangandaran
    14/04/2021 - 21:12
  • Spot Favorit Ngabuburit Sambil Berburu Takjil di Surabaya
    Spot Favorit Ngabuburit Sambil Berburu Takjil di Surabaya
    14/04/2021 - 17:06
  • Menu Buka Puasa Lezat dan Mewah Insignia Cafe & Resto Banyuwangi
    Menu Buka Puasa Lezat dan Mewah Insignia Cafe & Resto Banyuwangi
    14/04/2021 - 15:24
  • Cara Membuat Strawberry Korean Bingsoo, Minuman Segar untuk Buka Puasa
    Cara Membuat Strawberry Korean Bingsoo, Minuman Segar untuk Buka Puasa
    14/04/2021 - 13:02