Mahasiswa KSM-T Unisma Malang Tanamkan Nilai ke-Aswajaan Kepada Santri TPQ
Mahasiswa KSM-Tematik Unisma Malang kelompok 22 dilaksanakan di Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Malang – Mahasiswa KSM-Tematik Unisma Malang kelompok 22 dilaksanakan di Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu.
Salah satuprogram kerja kelompok 22 adalah mengisi kelas di TPQ Al-Muhtady 06. Disini para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk bisa memberikan materi tambahan kepada santriwan-santriwati.
Materi tambahan ini diberikan setelah mereka selesai mengaji di kelas masing-masing bersama ustadz dan ustadzah. Perlu diketahui bahwa TPQ Al-Muhtady 06 merupakan salah satu tempat pendidikan Al-Qur'an yang menggunakan metode qiro'ati. Jadi, tidak bisa sembarang orang bisa mengajar karena calon ustadz/ustadzah harus mengikuti pelatihan menjadi guru qiro'ati dan telah dinyatakan lulus tes.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
TPQ Al-Muhtady 06 sampai saat ini terhitung mempunyai 133 peserta didik yang didampingi oleh 13 ustadz dan ustadzah. Santriwan dan Santriwati ini terbagi menjadi beberapa kelas mulai dari kelas pra-tk, Jilid 1,2,3,4,5,6, Juz 27, kelas tajwid, kelas gharib dan kelas finish. Kelas finish ini berisi santriwan-santriwati yang dipersiapkan untuk mengikuti tes yang biasa dikenal dengan taskhih.
Selama kegiatan KSM-T, mahasiswa diberikan kesempatan oleh pihak tpq untuk bisa memberikan tambahan materi kepada para santri. Lukman selaku kepala TPQ memberikan kebebasan kepada mahasiswa Unisma terkait materi yang akan diberikan kepada santri-santrinya.
"Untuk materinya bebas, yang terpenting anak-anak bisa senang dan kalian para mahasiswa juga tidak merasa terbebani," tuturnya.
Dengan adanya dorongan dan kebebasan dari pihak TPQ, para mahasiswa KSM-T Unisma Malang bisa leluasa memberikan materi dan memilih untuk mengajarkan nilai-nilai ke-Aswaja-an sebagai materi tambahan.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Muhammad Zaini, selaku koordinator Kelompok 22 menyatakan bahwa, "kami melihat masih banyak santri disini yang kurang mengenal tentang Aswaja, jadi kami memutuskan untuk memberikan materi yang berkaitan dengan paham Aswaja."
Memberikan materi tentang paham Aswaja tentu saja bukan hal yang sulit bagi mahasiswa UNISMA, karena di kampus ini para mahasiswa sudah diajarkan dan tentu saja sudah mengamalkan nilai-nilai Ahlussunah Wal Jama'ah setiap harinya. Akan tetapi, mungkin kendalanya adalah bagaimana menyesuaikan materi yang disampaikan dengan tingkat pemahaman dan kondisi di kelas tersebut. Karena di TPQ Al-Muhtady 06 ini setiap kelasnya terdiri dari anak-anak dengan tingkat usia yang berbeda-beda.
"Kita harus menyesuaikan apa yang kita sampaikan dengan kondisi murid-murid disini supaya apa yang kami sampaikan bisa dipahami dan diterima oleh semua anak," pungkasnya.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
*)Pewarta: Zaini, Ramadhan, Hasan, Bryen, Firmansyah, Silvia, Anggi, Rochmathul, Fahrudin, Mahasiswa KSM Tematik Kelompok 22 Universitas Islam Malang (UNISMA)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

