Kopi TIMES

Dilema Kemiskinan Aceh

Selasa, 23 Februari 2021 - 20:39 | 23.98k
Dilema Kemiskinan Aceh
Subhan Tomi, ASN Pemkab Aceh Singkil.
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTATIDAK dapat kita hindari bahwa pengumuman rilis terbaru angka kemiskinan dari BPS dan diikuti adanya pemberitaan dalam beberapa hari ini membuat publik di tanah air, khususnya di Bumi Serambi Mekkah terusik. Provinsi Aceh yang menyandang predikat daerah termiskin se Sumatera banyak menimbulkan pertanyaan. 

Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Jadi Penduduk Miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan di bawah garis kemiskinan.

Adapun Indikator Kemiskinan dan Misklasifikasi Orang Miskin (2015) karya Ali Khomsan dan kawan-kawan, dijelaskan beberapa jenis kemiskinan yaitu:

1.    Kemiskinan absolut merupakan jenis kemiskinan di mana orang-orang miskin mempunyai tingkat pendapatan di bawah garis kemiskinan atau jumlah pendapatannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup, seperti pangan, pakaian, dan tempat tinggal.

2.    Kemiskinan relatif merupakan jenis kemiskinan yang terjadi karena pengaruh kebijakan pembangunan yang belum menjangkau seluruh masyarakat. Sehingga mengakibatkan terjadinya ketimpangan pada pendapatan atau bisa dikatakan bahwa seseorang sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya.

3.    Kemiskinan kultura merupakan jenis kemiskinan yang disebabkan oleh faktor budaya, seperti malas, tidak ada usaha untuk memperbaiki tingkat kehidupan, pemboros, dan lain-lain.

4.    Kemiskinan struktural merupakan kemiskinan yang dialami oleh suatu golongan masyarakat karena struktur sosial masyarakat tersebut memungkinkan golongan masyarakat tidak ikut menggunakan sumber-sumber pendapatan yang sebenarnya tersedia bagi mereka.

Persentase penduduk miskin Aceh pada September 2020 sebesar 15,43 persen, atau naik 0,44 poin dibanding Maret 2020 yang sebesar 14,99 persen. Sedangkan jumlah penduduk miskin Aceh pada September 2020 sebanyak 833,91 ribu orang, bertambah 19 ribu orang dibanding Maret 2020 yang sebesar 814, 91 ribu orang.

Kita tidak menginginkan dengan status kemiskinan ini akan berdampak negatif terhadap masyarakat seperti :

1.    Tingkat kriminalitas tinggi dampak kemiskinan yang pertama yakni kriminalitas tinggi. Kemiskinan seringkali dikaitkan dengan kriminalitas. Masyarakat miskin cenderung melakukan apa saja untuk memenuhi kebuhtuhan hidup mereka, termasuk melakukan kriminalitas. Beberapa bentuk kriminalitas tersebut yaitu pencurian, perampokan, begal, penipuan, bahkan pembunuhan.

2.    Akses pendidikan tertutup akses pendidikan yang tertutup merupakan dampak kemiskinan yang dapat dirasakan. Biaya pendidikan yang cukup tinggi mengakibatkan masyarakat miskin tidak dapat menjangkau dunia pendidikan. Hal ini semakin memperburuk situasi masyarakat yang kekurangan karena kurangnya pendidikan membuat mereka tidak bisa bersaing dan tidak bisa bangkit dari keterpurukan.

3.    Meningkatnya angka pengangguran  dampak kemiskinan selanjutnya yakni dimana tingkat pengangguran semakin banyak. Tingkat pendidikan yang rendah tentunya juga akan berdampak terhadap pengangguran yang semakin meningkat. Masyarakat miskin yang sulit untuk mendapatkan akses pendidikan kemudian akan berdampak terhadap tingkat pengangguran.

4.    Angka kematian tinggi dampak kemiskinan selanjutnya yakni dimana angka kematian yang tinggi. Dampak tersebut tentunya mempunyai hubungan dengan penyebab kemiskinan yakni kualitas kesehatan yang belum baik. Masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan umumnya tidak mendapatkan akses kesehatan yang memadai. Hal ini menyebabkan tingginya angka kematian pada masyarakat miskin. Selain itu, gizi yang buruk juga merupakan masalah yang sering terjadi pada masyarakat miskin. 

Menjadi sebuah catatan yang harus dicermati dan ditindaklanjuti serius oleh pengambilan kebijakan di Aceh. Sejarah mencatat bahwa tanah Rencong Aceh adalah daerah yang kaya raya dengan segala keistimewaan yang dimiliki nya dari sumber daya alam, sejarah, ulama sampai kepada pluralisme nya masyarakat Aceh dengan segala peristiwa yang dilalui nya seperti adanya konflik, Tsunami dan MoU Helsinki yang memberikan kekhususan pada Aceh. 

Potensi perikanan laut di daerah Aceh cukup potensial, sementara itu potensi hasil tambang di Aceh, antara lain meliputi gas alam, minyak bumi, batu bara, emas, dan tembaga. Gas alam dan minyak bumi yang ada di Arun dan daerah lainnya di Aceh telah memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap devisa negara. Aceh memiliki potensi di industri hasil hutan, perkebunan, dan pertanian, seperti kopi, minyak kelapa sawit, atsiri, karet, kertas, serta industri hasil pengolahan tambang. Pada sektor pariwisata memiliki potensi yang cukup besar untuk dapat dikembangkan lebih baik, terutama wisata alam, wisata bahari, dan wisata sejarahsejarah bila di kelola dengan baik tentunya akan mensejahterakan rakyat Aceh. 

Tetapi persoalan kemiskinan memang menjadi masalah yang begitu menyita perhatian di seluruh dunia serta ditempatkan dalam kerangka multidimensi yakni melihat kemiskinan dari berbagai dimensi dan memandang penyebab kemiskinan dari berbagai sisi, dinamika kehidupan sosial masyarakat dan kebijakan pemerintah. 

Dalam Outcome Document Transforming Our World: The 2030 Agenda For Sustainable Development tujuan mengakhiri kemiskinan menjadi tujuan utama dari 17 tujuan yang disepakti dalam SDGs. Tujuan pertama dari 17 tujuan SDGs adalah mengakhiri Kemiskinan dalam segala bentuk di mana pun (End poverty in all its forms everywhere). Tujuan utama tersebut harus menjadi tema pembangunan, agenda utama dan berkelanjutan yang melatari berbagai tujuan pembangunan lainnya seperti infrastruktur, pariwisata, pangan, energi dan lain-lain termasuk di dalam negeri meutuah Aceh. 

Dalam RPJPN 2005-2025, masalah kemiskinan dilihat dalam kerangka multidimensi, karenanya kemiskinan bukan hanya menyangkut ukuran pendapatan, melainkan karena menyangkut beberapa hal antara lain adalah :  kerentanan dan kerawanan orang atau masyarakat untuk menjadi miskin, menyangkut ada/tidak adanya pemenuhan hak dasar warga dan ada/tidak adanya perbedaan perlakuan seseorang atau kelompok masyarakat dalam menjalani kehidupan secara bermartabat.

Semua pihak juga harus jeli dalam melihat permasalahan ini terlebih pada saat ini dunia dihadapkan pada kondisi pandemi Covid-19 telah memberikan dampak besar bagi perekonomian Indonesia dan Aceh khususnya. Hendaknya kita harus sadar bahwa pada saat ini berada di masa pandemi di mana pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan dan berbagai kendala yang ditimbulkan. Mulai tidak lancarnya mobilitas ekonomi, sampai dengan dibatasinya aktivitas masyarakat. 

Hendaknya perlu diapresiasi bahwa Pemerintah Aceh selalu memprioritaskan program pendidikan melalui beasiswa Aceh Carong yang pada tahun ini juga dibuka yang memberikan beasiswa kepada anak-anak Aceh sebanyak 2100 orang yang akan menerima beasiswa dari D1 sampai kejenjang S3, salah satu bukti keseriusan untuk mengurangi kemiskinan. 

Harapan besar bagi masyarakat pada tahun 2021 Pemerintah Aceh memiliki total anggaran sebesar Rp 9.384 T, yang terdiri dari APBA Rp 8.058 T, APBN 1.285 T dan CSR 41 M. Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kemajuan di berbagai sektor terutama pada penguatan ekonomi masyarakat, UMKM, membuka lapangan pekerjaan, pemberantasan korupsi, pemanfaatan dana desa dan peningkatan sumber daya manusia. 

Mari tunjukkan kepada dunia bahwa sebenarnya kita mampu sejajar dengan daerah yang maju di NKRI dengan segala keistimewaan yang dimiliki oleh Aceh serta pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien melalui program yang langsung menyentuh ke pada masyarakat sehingga angka kemiskinan dan pengangguran dapat menurun. 

***

*) Oleh: Subhan Tomi, ASN Pemkab Aceh singkil.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Dilaksanakan Besok di Bandung
    Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Dilaksanakan Besok di Bandung
    25/02/2021 - 10:12
  • Disdukcapil Indramayu Jemput Bola Pembuatan Dokumen Kependudukan untuk Korban Banjir
    Disdukcapil Indramayu Jemput Bola Pembuatan Dokumen Kependudukan untuk Korban Banjir
    25/02/2021 - 10:05
  • Pukul Gladbach, Manchester City Masih Lakukan Hal Mubadzir
    Pukul Gladbach, Manchester City Masih Lakukan Hal Mubadzir
    25/02/2021 - 09:58
  • Posisikan Jadi Mitra Kritis, Fraksi PKB DPRD Gresik Kawal Sejumlah Program
    Posisikan Jadi Mitra Kritis, Fraksi PKB DPRD Gresik Kawal Sejumlah Program
    25/02/2021 - 09:51
  • Jumat 26 Februari 2021, Sugiri Sancoko Dilantik Sebagai Bupati Ponorogo
    Jumat 26 Februari 2021, Sugiri Sancoko Dilantik Sebagai Bupati Ponorogo
    25/02/2021 - 09:44

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ngopi Pagi: Iman
    Ngopi Pagi: Iman
    25/02/2021 - 07:56
  • Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa
    Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa
    24/02/2021 - 16:10
  • Harapan Terhadap Perubahan UU Pemilu
    Harapan Terhadap Perubahan UU Pemilu
    24/02/2021 - 16:06
  • Mengubah Stigma Milenial dalam Dunia Peternakan di Era 4.0
    Mengubah Stigma Milenial dalam Dunia Peternakan di Era 4.0
    24/02/2021 - 13:51
  • Menuju Hubungan Agama dan Negara di Indonesia yang Lebih Baik
    Menuju Hubungan Agama dan Negara di Indonesia yang Lebih Baik
    24/02/2021 - 12:02
  • Ngopi Pagi: Sombong
    Ngopi Pagi: Sombong
    24/02/2021 - 07:00
  • Menanamkan Kebaikan pada Anak di Dalam Rumah 
    Menanamkan Kebaikan pada Anak di Dalam Rumah 
    24/02/2021 - 01:49
  • Kritik dan Kebebasan Berpendapat
    Kritik dan Kebebasan Berpendapat
    23/02/2021 - 21:32

KULINER

  • Brokoli Pasta Solusi Sarapan yang Jadi Favorit Anak
    Brokoli Pasta Solusi Sarapan yang Jadi Favorit Anak
    25/02/2021 - 01:20
  • Ada Citarasa Variatif dan Modern di Limestory Coffee Favehotel Cilacap
    Ada Citarasa Variatif dan Modern di Limestory Coffee Favehotel Cilacap
    24/02/2021 - 13:13
  • Hadirkan Udang Asam Manis ala Restoran di Meja Makan Keluarga
    Hadirkan Udang Asam Manis ala Restoran di Meja Makan Keluarga
    24/02/2021 - 04:15
  • Warung Pecel Pincuk Ngisor Talok di Ngawi Jadi Langganan Pejabat Berburu Kuliner
    Warung Pecel Pincuk Ngisor Talok di Ngawi Jadi Langganan Pejabat Berburu Kuliner
    23/02/2021 - 14:04
  • Rumah Makan Ayam Gepuk Mi Benk Suguhkan Pemandangan yang Asri
    Rumah Makan Ayam Gepuk Mi Benk Suguhkan Pemandangan yang Asri
    23/02/2021 - 14:00
  • Penyidik KPK Bawa 2 Koper Usai Geledah Rumah Politikus PDIP
    Penyidik KPK Bawa 2 Koper Usai Geledah Rumah Politikus PDIP
    25/02/2021 - 00:10
  • Surat Larangan Salat Jumat hingga Paspampres Jokowi Nyungsep
    Surat Larangan Salat Jumat hingga Paspampres Jokowi Nyungsep
    25/02/2021 - 05:30
  • Kasus Dihentikan, Ini Pengakuan 4 Nakes yang Dituduh Menista Agama
    Kasus Dihentikan, Ini Pengakuan 4 Nakes yang Dituduh Menista Agama
    25/02/2021 - 01:22
  • Kisah Jasmine Crowe, Miliarder yang Kaya dari Bantu Lawan Kelaparan
    Kisah Jasmine Crowe, Miliarder yang Kaya dari Bantu Lawan Kelaparan
    25/02/2021 - 03:01
  • Pamer Video Bareng Widi Vierratale, Kevin Aprilio Sindir Nissa Sabyan?
    Pamer Video Bareng Widi Vierratale, Kevin Aprilio Sindir Nissa Sabyan?
    25/02/2021 - 08:00