Kopi TIMES

Yakinlah, Presiden RI Jokowi Bukan Anti Kritik

Selasa, 23 Februari 2021 - 15:48 | 43.01k
Yakinlah, Presiden RI Jokowi Bukan Anti Kritik
Putra Mangaratua Siahaan; Koordinator Puskami (Pusat Kajian Masyarakat Independen); Alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, SUMUT – Beberapa minggu ini sepertinya media seakan tak berhenti memberitakan Presiden RI Jokowi (Joko Widodo) setelah membuat pernyataan meminta masyarakat aktif mengkritik pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan saat  peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman RI Tahun 2020 pada Senin (8/2). Jokowi juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk berkontribusi dalam perbaikan pelayanan publik. Sebelumnya di Hari Pers Nasional, Jokowi juga sempat menyinggung soal ruang diskusi dan kritik. 

Pernyataan Jokowi ini pun langsung menjadi buah bibir ditengah masyarakat, karena selama ini Jokowi dianggap sebagian masyarakat sebagai penguasa anti kritik, setelah katanya beberapa tokoh dipenjara karena kerap melontarkan kritikan terhadap pemerintah. Dengan demikian pernyataan Jokowi dianggap paradoks tak sejalan antara ucapan dan perbuatan.

Yang mengejutkan lagi, Jusuf Kalla (JK) mantan sekutu Jokowi pada periode pertama pemerintahan Jokowi, turut mengomentari pernyataan Jokowi tentang kritik. Bahkan JK sempat mempertanyakan bagaimana cara kritik Presiden agar tidak dipanggil Polisi. 

Jokowi bukanlah anti kritik seperti yang katakan. Jika memang beliau anti kritik mungkin saja Rocky Gerung tak bisa lagi kita dengar ocehannya di media. Rocky Gerung  yang dikenal sangat tajam dan getol melakukan kritikan. Toh sampai saat ini beliau masih bebas berkeliaran dan berkomentar bukan malah meringkuk di penjara. 

Jika kita runut, pengkritik yang diproses hukum semuanya bukanlah orang-orang yang nyata memberikan kritik kepada pemerintah, melainkan hanya penebar fitnah dan ujaran ke¬bencian atau mungkin saja memiliki agenda tersembunyi dengan tujuan tertentu.

Menyoal orang yang ditangkap maupun dilaporkan ke aparat penegak hukum, pada dasarnya tidak bisa dijadikan patokan bahwa Jokowi anti kritik. Jokowi tidak pernah melakukan pembungkaman, penyanderaan hak berpendapat dengan menggunakan kekuasaannya. Lihat saja setiap kebijakan Jokowi selalu saja mendapat kritikan-kritikan tajam.

Sampai detik ini Kwik Kian Gie, Rocky Gerung, Rizal Ramli bahkan dengan bebas mengkritik pemerintah setiap saat. Memang beberapa bulan lalu mantan pejabat era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono Moehammad Jumhur Hidayat ditahan, tapi bukan serta merta karena kritikan, namun ada dugaan agenda lain yang terselip.

Menurut keterangan Polisi Jumhur Hidayat ditangkap lantaran memiliki pola menghasut yang mengakibatkan terjadinya gerakan anarkistis dan vandalisme saat demonstrasi tolak Omnibus Law.

Begitu juga dengan Veronica Koman yang menjadi buronan interpol. Bukan sekedar alasan karena ia mengkritik pemerintah, tapi karena penyebaran berita hoaks yang bisa menyulut kerusuhan. Veronica Koman ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan penyebaran berita hoaks, mengenai insiden di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kawasan Surabaya pada 17 Agustus 2019.

Kembali lagi mengenai pernyataan Presiden Joko Widodo yang menginginkan kritik, patut diapresiasi, sebab pernyataan yang disampaikan di depan publik bukan tanpa risiko. Pernyataan yang dilontarkan seakan tanpa beban, hal ini bisa terucap karena pada dasarnya  Jokowi bukanlah penguasa anti kritik. 

Kritik yang dimaksud Presiden ialah kritik yang membangun, dengan uraian fakta dan data yang akurat, tanpa ada unsur apapun dibelakangnya. Disampaikan sesuai peraturan perundangan yang berlaku di negara Indonesia. Kritik tanpa hoaks yang menyesatkan. Bukan tanpa alasan, banyak sekali peristiwa-peristiwa yang sepatutnya tidak perlu terjadi dan merugikan masyarakat hanya karena penyebaran berita hoaks dan ujaran kebencian.

Masyarakat harus cerdas dalam menyampaikan kritik dengan mengikuti aturan yang berlaku. UU ITE yang selama ini dianggap sebagai alat pembungkam ternyata akhirnya Presiden dengan cepat merespon, mendesak  agar UU ITE yang disinyalir terdapat pasal karet untuk segera dapat diajukan revisi. Semua itu dilakukan hanya karena beliau menjunjung tinggi kebebasan berpendapat.

Saat ini siapa sih pengkritik yang benar-benar ditahan lalu dijebloskan ke penjara? Jika hanya diperiksa Polisi itu sah-sah saja dan memang begitulah prosedurnya untuk mengetahui motif yang melatari.

Toh jika pun ada beberapa tokoh ataupun masyarakat yang ditahan lalu dipenjara, mereka pasti memiliki agenda lain, bukan sekedar kritikan yang murni untuk kemajuan. Polisi sebagai aparat penegak hukum bisa dengan cepat mengetahui motif dan tujuan jika memang kritikan itu memiliki agenda tersembunyi di belakang. Kelompok maupun orang yang demikianlah yang akhirnya diproses hingga sampai dilakukan penahanan.

Presiden RI Jokowi memahami bahwa kritik merupakan obat dan suatu keharusan agar proses pembangunan berjalan sesuai koridor yang ada. Era modern saat ini, apalagi dalam negara demokrasi, sulit rasanya untuk membungkam people power yang bisa meledak kapan saja. Jadi, membungkam orang untuk bicara kebenaran saat ini sangat tak mungkin bisa dilakukan. Untuk itu masyarakat harus dapat berpikir jernih tanpa membabi buta memandang dari satu sudut pandang saja. Tetap semangat Bapak Presiden, teruslah berbuat yang terbaik untuk Indonesia.

***

*)Oleh: Putra Mangaratua Siahaan; Koordinator Puskami (Pusat Kajian Masyarakat Independen); Alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Pemkot Malang Siapkan Tiga Fasum di Bawah Jembatan Kedungkandang
    Pemkot Malang Siapkan Tiga Fasum di Bawah Jembatan Kedungkandang
    23/06/2021 - 13:13
  • Covid-19 Naik Tajam, Komisi X Minta Tinjau Ulang Pembelajaran Tatap Muka
    Covid-19 Naik Tajam, Komisi X Minta Tinjau Ulang Pembelajaran Tatap Muka
    23/06/2021 - 12:39
  • Covid-19 Mengganas, MUI Serukan Shalat Jumat di Rumah
    Covid-19 Mengganas, MUI Serukan Shalat Jumat di Rumah
    23/06/2021 - 12:35
  • Temui Sekprov Malut, Wabub Haltim Minta Ruas Jalan Sagea-Maba Dapat Perhatian
    Temui Sekprov Malut, Wabub Haltim Minta Ruas Jalan Sagea-Maba Dapat Perhatian
    23/06/2021 - 12:31
  • Kawanan Gajah di China Berjalan Sejauh 500 Km Bingungkan Ilmuwan Dunia
    Kawanan Gajah di China Berjalan Sejauh 500 Km Bingungkan Ilmuwan Dunia
    23/06/2021 - 12:26

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Pemuda Milenial Ataukah Malanial?
    Pemuda Milenial Ataukah Malanial?
    23/06/2021 - 09:18
  • Problematika Pendidikan Islam Modern dan Signifikansinya
    Problematika Pendidikan Islam Modern dan Signifikansinya
    23/06/2021 - 07:58
  • Menyoal Rencana Pemerintah terhadap Kebijakan PPN Sembako
    Menyoal Rencana Pemerintah terhadap Kebijakan PPN Sembako
    23/06/2021 - 04:04
  • Empat Pilar Literasi Digital Menuju Indonesia Makin Cakap Digital
    Empat Pilar Literasi Digital Menuju Indonesia Makin Cakap Digital
    23/06/2021 - 00:14
  • PPN Sekolah Panen Penolakan, Seriuskah Pemerintah Majukan Pendidikan?
    PPN Sekolah Panen Penolakan, Seriuskah Pemerintah Majukan Pendidikan?
    22/06/2021 - 18:32
  • Fasilitas Yang Unggul Untuk Pendidikan Yang Unggul
    Fasilitas Yang Unggul Untuk Pendidikan Yang Unggul
    22/06/2021 - 17:21
  • Radio Edukasi sebagai Sumber Belajar
    Radio Edukasi sebagai Sumber Belajar
    22/06/2021 - 16:34
  • Pendidikan Bukan untuk Cari Kerja Saja
    Pendidikan Bukan untuk Cari Kerja Saja
    22/06/2021 - 15:33

KULINER

  • Mie Ayam 'UGD' Kuliner Populer di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    Mie Ayam 'UGD' Kuliner Populer di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    23/06/2021 - 09:00
  • Di Kota Mojokerto Ada Kue Kering dari Dedak Padi, Sensasi Rasanya Unik Lho
    Di Kota Mojokerto Ada Kue Kering dari Dedak Padi, Sensasi Rasanya Unik Lho
    22/06/2021 - 01:16
  • Nikmati Hidangan ala Angkringan di Metland Hotel Cirebon
    Nikmati Hidangan ala Angkringan di Metland Hotel Cirebon
    21/06/2021 - 01:22
  • Hidangan Tinggi Serat dan Rendah Lemak, Ini Resep Sayur Oyong
    Hidangan Tinggi Serat dan Rendah Lemak, Ini Resep Sayur Oyong
    19/06/2021 - 05:25
  • Promo Asian Feast Jadi Menu Andalan Baru di Grand Ambarrukmo Yogyakarta
    Promo Asian Feast Jadi Menu Andalan Baru di Grand Ambarrukmo Yogyakarta
    16/06/2021 - 16:48